
Area kosong untuk penelitian Science Tokyo University Jepang
Pagi ini, hari Sabtu, Shinichi meminta Kedasih untuk uji coba mesin roket buatannya bersama dengan pengawasan profesor Takeda. Shinichi sengaja membuat versi mini sebelum ke versi besar yang nantinya akan digunakan maju tender ke badan roket Jepang sebagai mesin terbaru dengan kekuatan lebih dari sebelumnya.
Pria imut itu meletakkan roket yang dibuatnya mirip dengan desain ala komik Tintin. Bahkan dia mengecat nya dengan warna yang sama dengan alasan itu sudah patennya.
"Sudah siap kamu Park?" tanya Profesor Takeda yang kini berada di balik bunker untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Siap Prof. Aku nyalakan ya. Bismillah." Shinichi menyalakan mesin roket yang dia gunakan pengendali jarak jauh dan roket itu langsung berasap dan membakar bahan bakar yang sudah dikalkulasikan dengan benar.
Tak lama roket setinggi 100 sentimeter itu pun terbang dengan cukup kencang sesuai dengan keinginan Shinichi membuat ketiga orang disana tampak takjub bahkan bisa melakukan manuver dan tampak terlihat dari kamera spy yang dipasangnya di roket itu termasuk di dalam agar bisa melihat pergerakan mesin ciptaannya.
Hampir setengah jam roket itu berada di angkasa dan akhirnya ditarik untuk mendarat lagi ke area landing.
"Waaahhh hebat Park!" puji Profesor Takeda. "Ini percobaan kamu yang pertama kan?"
"Kedua profesor. Pertama kan meledak di lift" cengir Shinichi.
Mas Shin hebat! Kedasih bertepuk tangan dengan semangat.
"Thanks burung kucica. Untung pas kalkulasi terakhir kamu sempat melihat kesalahan super minor."
Profesor Takeda melihat bagaimana kedua orang yang berbeda sifat itu bisa saling bekerjasama, sangat bersyukur. Kedasih yang biasanya tertutup, semenjak menjadi asisten Shinchan sebulan ini, mulai terlihat ceria seperti sebelum terjadi kecelakaan kedua orangtuanya.
Semoga Shinichi Park bisa mengembalikan suara Kedasih yang hilang.
***
Giandra Otomotif Co Jakarta
Valentino bersama dengan tim IT Giandra sedang memperkuat firewall website mereka dan membuat pembaharuan agar lebih menarik lagi. Setelah lulus UI, Valentino memang bekerja dengan Hoshi sebagai tim IT dan dengan kecerdasannya, anak itu bisa menekan pembobolan website dari virus dan spam yang membuat website Giandra down.
Tim IT Giandra sebelumya memang sudah memperkuat semua firewall tapi oleh Valentino yang baru lulus dan mendapatkan cara dari Oom nya Benji lebih diperkuat dan diperketat lagi anti virusnya.
"Mas Valentino, sudah oke semua ini" ucap salah satu tim IT. Meskipun Valentino putra Hoshi Reeves, tapi anak itu tetap masuk sebagai pegawai biasa di tim IT. Semua orang di Giandra tahu siapa Valentino dan berbeda dengan ayahnya yang dikenal mulut pedas, Valentino tidak separah Hoshi.
Tapi persamaannya jika ada yang tidak sesuai dengan prinsip, Valentino akan tampak mirip Hoshi. Pria-pria yang dikenal lurus hidupnya.
"Good job guys." Suara notifikasi ponsel Valentino berbunyi dan pria tampan itu tampak sumringah setelah semua admistrasi di MIT sudah oke. "Guys, maafkan daku. Semua proses ke MIT sudah siap dan daku harus meninggalkan kalian."
"Yaaaaaaa... nggak ada yang traktir ketoprak lagi dong ..."
Valentino mendelik. "Malah mikir ketoprak!"
***
__ADS_1
PRC Group Building Jakarta
"Jadi sudah ready ya V? Oke deh! Visa aku juga sudah siap. Aku akan nggak kayak kamu yang duality nationality gara-gara Opamu yang penerima Nobel itu." Arkananta menerima telepon dari gang trio kampret nya yang lapor bakalan ke MIT.
"Iya. Besok kita berangkat?" tanya Valentino.
"Yup. Mas Bayu dan Deva sudah tidak sabar kita ke New York." Suara notifikasi muncul di MacBook Arka yang terdapat grup chat keluarga dan kali ini dari sepupu pria. "V, si Kungkang nerbangin roket!"
"Hah? Nerbangin kemana?"
"Buka deh grup chat kamu! Buseetttt beneran bisa terbang tuh roket... Eh manuver pulak!" seru Arkananta sambil melihat video hasil rekaman roket yang diluncurkan Shinichi. "Eh tunggu dulu ... Siapa cewek ini?"
"Apaa?" Valentino membuka grup chatnya dan ikut berseru. "Sejak kapan Kungkang bisa dekat sama cewek?" Di akhir video, Shinichi memberikan nama ke kedua orang yang menjadi pendukungnya.
"Kedasih Jayanti?"
***
Sontak grup chat para sepupu pria langsung ramai dan dengan manyun Shinichi memilih menggunakan media video call rame-rame konde daripada dia capek jempolnya.
"Siapa cewek manis itu Kungkang?" tanya Valentino tanpa basa-basi.
"Asisten aku lah!"
"Memangnya kamu sudah jadi dosen?" tanya Bayu.
"Melati dari Jayagiri, Shinchaaannn!" seru para sepupunya kecuali para iparnya yang tidak paham lagu lawas dari Bimbo itu.
"Suka - suka aku lah! Buktinya burung perkutut juga nggak protes!"
"Astaghfirullah! Shinichi, anak orang itu! Namanya Kedasih bukan burung-burungan!" seru Radyta gemas dengan sepupu out of the boxnya.
"Nggak Sakura, sekarang Kedasih, hobi banget sih kamu ganti namanya?" timpal Luke Bianchi.
"Shin, hebat lho roketnya tapi kenapa ambil dari modelnya Tintin?" komentar Samuel.
"Biar kalau hilang, kelihatan" cengir Shinichi. "Lagian ya, dari semua yang tahu itu roket ala-ala Tintin buatan profesor Calculus kok cuma mas Bebek?"
"Dasar! Eh kalian yang di Jakarta, kapan ke New York?" tanya Radeva.
"Besok. Semua administrasi aku di MIT sudah beres. Arka juga sudah oke visanya" jawab Valentino.
"Eh iya Shin, habis bikin roket, kamu pengen bikin apa?" tanya Sean.
"Mesin warp! Macam di Star Trek atau Star Wars biar bisa ke planet Namec! Hahahaha!" Shinichi tertawa durjana membuat sepupunya melengos sebal.
"Gue salut lho sama Kedasih, bisa tabah ngadepin Shinchan. Secara kan otak dia agak miring 30 derajat!" ejek Arkananta.
__ADS_1
"Lha mana ada otak miring begitu Ka" kekeh Samuel.
"Ada! Tuh Shinchan buktinya!" timpal Valentino membuat sepupunya terbahak.
"Lho mas Eagle kemana?" tanya Shinichi mencari kakak sepupunya yang di London.
"Mengawal Garvita. Gabriel, pengawalnya hilang" jawab Damian yang baru masuk dan semua orang melihat Emir Al Azzam Blair itu berada di dalam pesawat pribadinya.
"Lho kamu mau kemana Dam?" tanya Dante.
"Ke London, bang, ngawal Garvita karena masa lalu Gabriel muncul dan kemungkinan besar masih berkaitan dengan kasus Turin."
"Turin?" seru Dante dan Luke bersamaan.
"Iya. Dan kali ini kita akan berhadapan dengan CIA, ABIN dan Kartel Brazil."
"Woohoo! Asyik gegeran! I love my family!" seru Shinichi membuat semua sepupunya menatap tajam.
"Kamu tuh! Ini masalah pelik kungkang!" hardik Luke kesal.
"Bang Dante, kalau aku butuh..."
"Tenang saja Dam" potong Dante.
"V, kamu masuk MIT dulu. Soal nanti aku butuh bantuanmu, biar bokap yang urus" ucap Bayu.
"Oke mas."
***
Mendengar Gabriel menghilang dan CIA membuka masa lalu kedua orangtuanya, Levi dan Hoshi meminta malam ini juga Arka dan Valentino terbang ke New York.
"Kalian bantu Bayu dan berhati-hati lah karena kali ini berhubungan dengan biro federal yang kita tahu kekuasaannya seperti apa" ucap Levi. "Meskipun Benji dan Geun-moon punya power, tapi mereka bisa saja memutar balikan fakta."
"Oke Opa!"
( Kisah Gabriel bisa dibaca di My bodyguard is my boyfriend )
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1