The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Trio Kampret Ngampet


__ADS_3

Mansion Blair Staten Island New York


Kaia dan Rhett hanya tersenyum mendengar keributan antara Hoshi dan Bima yang masih terus berlangsung. Arka sendiri memilih tiduran di atas paha Arabella yang duduk diatas karpet tebal sembari mendengarkan umpatan dan ejekan unfaedah.


"Kalian berdua itu apa nggak kapok sih dulu dijewer mami Rhea dan sekarang mengulangi hal yang sama! Apa mau diadu gelut lagi seperti dulu?" omel Kaia kesal.


"Z, kalau mereka disuruh gelut macam jaman Bima dan Hoshi masih kuliah, yang ada sekarang patah tulang dan keseleo" kekeh Rhett O'Grady.


"Tapi Opa, kayaknya seru kalau mereka disuruh rematch lagi" kompor Bayu.


"Oom Joey yang senang dapat pasien" celetuk Arkananta.


"Bim, mbok sudah. Wong sudah kejadian" kekeh Freya. "Ternyata di hutan Sandy tidak seseram yang aku bayangkan. Masih seram Aokigahara..."


"Ya iyalah Freyaaa! Disana kan tempat orang bunuh diri!" seru semua orang disana. Arkananta hanya tersenyum mendengar keributan dan perlahan matanya pun terpejam.


***


Jakarta Dua Bulan Kemudian...


Valentino terbangun ketika suara ponselnya terus terdengar bergetar membuat pria itu melepaskan pelukannya dari istrinya, Katya D'Angelo.


"Siapa... V ?" tanya Katya dengan suara serak.


"Nggak tahu..." Valentino mengambil ponselnya yang terletak di nakas sebelah tempat tidurnya. "Shinchan?"


Katya menarik selimutnya menutupi tubuhnya yang tanpa busana. "Shinichi? Ada apa?"


"Sebentar, sayang. Assalamualaikum Shinchan..."


"Wa'alaikum salam. Valet, Jayde dan Wira hilang!"


"Whaaattt?"


Katya terbangun dan mata birunya menatap wajah panik Valentino.


"Hilang dimana?" tanya Valentino lagi.


"Di Singapore. Ini GPS mereka tidak terdeteksi!"


"Ini kamu dimana?" tanya Valentino yang bangun sambil memakai celana boxernya dan memakai kaosnya.


"Perjalanan ke Singapore. Bang Lukie sama aku dan bang Hide kesana."


"Aku akan kesana..."


"Nggak usah V!" terdengar suara Luke. "Kamu dan Arka di Jakarta saja. Tidak usah ikut! Kalian bantu saja dari sana tapi jangan ikutan dengan kami!"

__ADS_1


"Tapi bang..."


"V, kamu kan barusan menikah, jadi jangan kamu tinggal Katya. Sudah, duo kampret yang sudah menikah, stay di Jakarta saja biar si Kungkang ikut aku!"


Tak lama panggilan Shinichi pun offline dan Valentino mengambil MacBook nya.


"Vale... ada apa?" tanya Katya yang duduk sembari menutup tubuhnya dengan selimut.


"Jayde dan Wira hilang" jawab Valentino sembari membuka aplikasi di MacBook nya yang khusus mencari GPS semua generasi.


Katya melihat namanya dan Valentino ada di satu tempat. "Vale, apakah kamu memasang GPS di aku?"


"Cincin kawin kamu itu ada GPS nya Kay" jawab Valentino.


"Lalu GPS mu?"


"Ada di cincin kawin dan di dompet aku."


Katya lalu melihat lagi daftar GPS yang ada disana. Arka dan Arabella ada di satu titik, Luke dan Shinichi tampak bergerak.


"Damn ! Wira dan Jayde beneran hilang!" umpat Valentino. "Terakhir mereka di Jurong."


"Memangnya GPS Wira dan Jayde dimana?"


"Wira di Hublot nya, Jayde di cincin jari tengah kalau tidak salah."


Valentino menoleh ke arah Katya. "Aamiin."


***


Arkananta tampak bingung mendengar Jayde DNA Wira menghilang dan lagi-lagi Luke meminta agar dia tidak ikut terbang ke Singapura.


"No Arka. Jangan kamu tinggalkan Ara sendirian. Kamu dan Valentino baru saja menikah jadi untuk kali ini, kamu stay di Jakarta. Kalau pun nanti kami harus gedubrakan dengan Triad Wong, kamu tidak boleh ikut! Trio kampret dilarang karena kalian bertiga dikenal bersih, beda dengan aku dan para Emir. Oke?" pinta Luke saat Arkananta menghubungi kakaknya itu.


"Tolong mas. Bawa Jayde dan Wira pulang. Opa Iwan dan Oma Danisha bisa panik nanti."


"Tentu saja Ka, bang Luke akan membawa mereka pulang!"


***


Laboratorium Fisika Tokyo University Jepang


Shinichi tampak manyun di depan MacBooknya dan wajahnya sangat gusar membuat Kedasih menyentuh bahu kekasihnya.


"Mas Shin... ada apa?" tanya Kedasih lembut.


"Semua eh... hampir semua saudara aku mau gegeran ke Hongkong tapi aku tidak boleh ikut sama bang Lukie..."

__ADS_1


"Alasannya?"


"Aku akan menjadi ilmuwan di JAXA dan kemungkinan akan mendapatkan screening. Jika aku terlibat di Hongkong, aku tidak akan bisa mendapatkan nama lagi di dunia science..."


Kedasih menggenggam tangan Shinichi. "Bang Lukie benar, mas Shin. Bukankah mas Shin ingin menjadi ilmuwan terkenal, bisa membuat roket yang melebihi dari sekarang. Dan untuk itu, mas Shin harus bersih catatannya. Tidak ada tilang, tidak ada kasus apapun... Bang Lukie itu melindungi mas Shin..."


Shinichi menatap gadis manis itu. "Terimakasih sayang ku..."


"Sekarang mas Shin mulai bekerja supaya tidak kepikiran terus. Okay?"


Shinichi tersenyum manis.


***


Dan apa yang ditakutkan oleh trio kampret terbukti kalau anggota keluarganya akhirnya gegeran di Hongkong. Dan kabar yang didapatkan, mereka semua akhirnya dipenjara di penjara Federal Hongkong.


Dan mereka semua membuat Hoshi dan Luca harus terbang ke Hongkong tapi trio kampret tetap harus berada di Jakarta dan Tokyo.


Kini mereka menunggu waktu persidangan yang akan dilaksanakan hari Senin ini.


***


"Menurut kalian bagaimana kans mereka bisa keluar Hongkong?" tanya Shinichi saat melakukan panggilan video ke Arka dan Valentino yang didampingi oleh istri masing-masing.


"Kata Phoenix, 85-90% mereka akan keluar Hongkong tapi kemungkinan besar kita semua akan dilarang masuk Hongkong" jawab Arka.


"Kita kan jarang ke Hongkong jadi tidak masalah?" ucap Katya.


"Memang kamu mau ke Hongkong?" tanya Valentino ke istrinya.


"Nope. Aku suka Jepang dan Korea."


"Jadi tidak masalah kan?" kekeh Shinichi.


"No problem!" ucap keempat saudaranya.


"Kita tunggu besok Senin ya?" tanya Kedasih.


"Hu um."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2