The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Arka dan Valentino Gemas


__ADS_3

Boston, Massachussetts


"Siapa yang masih piyik?" sungut Shinichi.


"Kamu lah! Ditinggal Kedasih seminggu saja sudah merenung merana, begitu tahu harus ke Boston, langsung cabut! Bilang saja kamu tidak bisa tanpa Hedwig kesayangan kamu itu" goda Arkananta.


"Tunggu Ka, Hedwig kan burung hantu. Kalau Shinchan dibilang piyik... berarti Hedwig makan piyik gitu?" gumam Valentino membuat Katya dan Kedasih tertawa.


"Mas Valentino, burung hantu makannya tikus, bukan piyik" ralat Kedasih.


"Berarti cindil ( anak tikus )!" seru Valentino dan Arka bersamaan sambil tertawa terbahak-bahak sedangkan Shinichi menatap kedua anggota kampretnya dengan tatapan judes.


"Cindil?" tanya Shane.


"Mouse. Baby mouse" jawab Kedasih.


"Oh I see. Itu bahasa apa?" tanya Shane.


"Bahasa Jawa" jawab Arkananta. "Kami kan masih ada keturunan Jawa. Papaku malah jowo banget meskipun kelakuannya bablas priyayine."


"Bokap lu itu mah kacau dari jaman pacaran sama Tante Arimbi. Kagak pernah akur sama bokap gue!" balas Valentino.


"Untung anaknya kompak akurnya" cengir Arkananta.


"Soalnya kita sudah capek lihat mereka kalau ketemu lima detik akur, selanjutnya gelut sepanjang masa" timpal Valentino


"Jadi Arka besok acara nikah di Jakarta?" tanya Shane.


"Yes bro. Tenang, undangan pasti nyampai."


"Nadya datang kan?"


Trio kampret hanya melengos sedangkan Katya dan Kedasih cekikikan mendengar pertanyaan yang langsung ke poinnya.


"Datang broooo..."


***


Usai acara makan malam, kelima orang itu mengantarkan Katya dan Kedasih ke apartemen masing-masing yang ternyata hanya beda dua gedung.


"Yaelah, kalian itu tetanggaan? Kok nggak ketemuan sih?" ejek Arkananta.


"Lha mana aku tahu kalau Kedasih di gedung situ" jawab Katya ketika mendengar alamat apartemen Kedasih satu jalur tapi beda gedung. "Lagian juga Shinichi kagak bilang kalau Kedasih disini kan?"


"Mas Shin kapan kembali ke Tokyo?" tanya Kedasih.


"Lusa. Aku harus ke New York bertemu dengan mas Bayu besok."

__ADS_1


"Yuk mampir apartemen aku nggak?" tawar Katya saat mobil Valentino tiba di depan apartemen gadis itu.


"Nggak deh. Kita tunggu disini saja" tolak Arka yang bagian menyetir.


"Aku antar Katya dulu ya ke unitnya" pamit Valentino sambil turun dari mobil dan membukakan pintu belakang lalu membantu Katya turun.


"Jangan lama-lama parkir valet!" ujar Shinichi.


"Cerewet Kungkang ih!" balas Valentino sambil menggandeng tangan Katya masuk ke dalam gedung apartemennya.


"Kedasih, kalau kamu pacaran sama Kungkang gimana?" goda Arkananta di mobil sambil menengok ke belakang setelah membawa mobilnya di tempat parkiran.


"Hah? Mas Arka ngomong apa sih?" elak Kedasih dengan wajah memerah.


"Masa kamu tidak tertarik dengan anak jenius tapi polosnya kebangetan?" tambah Arkananta lagi. "Dia belum sadar aja sudah suka sama kamu. Soalnya kalau tidak, mana mungkin dia main terbang ke Boston karena tahu kamu disini."


"Patung arca apa-apaan sih?" gerutu Shinichi.


"Menegaskan isi otak dan hatimu, Kungkang! Kamu itu sudah suka sama Kedasih! Coba, cewek mana diluar keluarga kamu yang kamu ajak ke acara pemakaman Opa Takeshi? Cewek mana diluar keluarga kamu yang kamu biarkan melihat kamu mewek kalau kamu tidak nyaman dengannya. Ingat Shin, kamu mewek kan cuma di depan kita-kita tapi kamu bisa mewek di depan Kedasih" ucap Arkananta.


Shinichi hanya bisa diam dikuliti oleh Arkananta seperti itu.


"Mas Arka, sudah. Kasihan mas Shin..." bela Kedasih yang melihat Shinichi terdiam dan tidak bisa melawan seperti biasanya.


Tak lama Valentino pun datang dan Arkananta melakukan mobilnya menuju apartemen Kedasih yang disewanya selama sebulan berada di Massachusetts.


***


Shinichi berjalan bersama dengan Kedasih menuju unit apartemen nya yang berada di lantai dua. Pria imut itu tidak banyak bicara membuat Kedasih bingung karena biasanya ada saja yang diucapkan dan dikomentarinya.


"Mas Shin nggak papa?" tanya Kedasih.


"Dash-dash, apa iya aku tidak bisa jauh darimu?" tanya Shinichi dengan wajah polos membuat Kedasih nyaris tergelak jika tidak melihat wajah bingung yang tidak ditutupi disana.


"Lha menurut mas Shin?"


"Aku sepi sih nggak ada kamu di laboratorium. Biasanya ada yang aku usilin, nggak ada yang cerewet..." gumam Shinichi.


"Mas Shin, itu mah namanya mas Shin tergantung sama aku. Tapi mas Shin suka sama aku atau tidak, itu semua kan yang bisa merasakan mas Shin sendiri."


Shinichi menatap gadis manis yang berdiri di hadapannya. "Jadi aku harus cari tahu?"


Kedasih menatap gemas dengan pria imut itu. "Iya. Cari pakai rumus apapun lah! Yang penting tahu jawabannya."


"Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu suka sama aku?"


Kedasih mendelik. "Mas Shin! Tidak patut anak perempuan menyatakan perasaannya duluan!"

__ADS_1


"Berarti kamu suka sama aku" senyum Shinichi puas.


"Sudah, pulang sana. Hati-hati pulang ke Tokyonya. Aku masuk dulu." Kedasih mencium pipi Shinichi lalu membuka pintu apartemennya dan masuk ke dalam.


Shinichi masih mematung di depan pintu unit apartemen Kedasih. Fix, aku ada perasaan dengan Dash-dash...


Shinichi pun berbalik menuju lift dan keluar dari gedung apartemen Kedasih.


***


Di Dalam Mobil...


"Kalian berdua kenapa?" tanya Valentino usai Shinichi mengantarkan Kedasih. "Kalian berdua bertengkar?" Valentino merasa sejak tadi Arkananta dan Shinichi ada sesuatu.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, V. Si Kungkang satu ini sebenarnya ada rasa sama Kedasih tapi otaknya kagak nyampe! Aku kuliti sambil aku kuliahi lah!" jawab Arkananta.


"Shin, Kedasih cewek baik-baik. Aku sudah screening dia jadi kamu tidak usah khawatir" senyum Valentino.


"Apa Kedasih cocok untuk aku?" tanya Shinichi polos.


"Astaghfirullah anak Kungkang satu ini! Adiknya sudah paham cinta-cintaan sampai tahu ci*p0k-ci*p0kan, kakaknya masih iOS 8..." gerutu Valentino membuat Arkananta terbahak.


Shinichi cemberut. "Untung bilangnya iOS bukan android terus kamu bilang Jelly Bean."


Arkananta dan Valentino terbahak.


"Sudah Shin, kejar Kedasih. Kapan lagi kamu bisa dapat pasangan yang tabah sama elu, cerdasnya sama ma elu, tahu isi roket elu, dan bisa galak sama elu. Macam mommy lu!" ujar Arkananta.


"Kalian setuju nih?" tanya Shinichi.


"Astaghfirullah! Demi semua bola Dragon Ball! Kita semua suka Kedasih, Shinchaaannn! Besok kalau Kedasih sudah pulang ke Tokyo, resmikan hubungan kalian menjadi pasangan! Sekalian dikenalkan resmi ke Oom Hideo dan Tante Fayza. Kemarin kan suasananya masih suasana duka atau pas Patung arca nikah tuh! Moment nya pas kalau kamu masih belum siap memperkenalkan resmi!" omel Valentino.


"Gitu ya?" gumam Shinichi.


"Iyaaaa Shinchaaannn! Jeez!" seru Arkananta dan Valentino kompak.


Shinichi menggaruk kepalanya sambil berpikir. Ayo, Shinchan, masa kamu kalah sama kembang setaman?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2