
Rumah Sakit Tokyo University
Leia akhirnya menuruti omongan Shinichi dan mencari dokter untuk mengobati sakit kepalanya akibat jetlag. Leia jarang mengalami jetlag tapi dirinya sangat-sangat lelah setelah harus obrak abrik Belgia.
"Shin? Mana Leia?" tanya Emi.
"Oh, mbak Leia sedang ke IGD buat minta obat jetlagnya."
"Kamu nggak jetlag?"
"No, Tante. Aku lapar. Boleh kah aku ke kantin?" tanya Shinichi.
"Sana kalau kamu mau makan."
"Yaaaayyy! Semua pasukan hyena di perutku sudah ngamuk soalnya."
"Shin, dimana-mana itu cacing bukan hyena."
"Sekali-kali lah beda Tante."
Emi menggelengkan kepalanya dan Shinichi pun berjalan menuju cafetaria.
***
Cafetaria Rumah Sakit Tokyo University
"Aku lapar...Aku lapar... Enaknya makan apa? Bento kah? Sushi kah? Orang kah? Eh kok aku jadi kanibal? Really Shinichi? Tampaknya efek jetlag mempengaruhi kewarasan otakmu yang merupakan penyumbatan oksigen ke otak akibat lapar yang mendarah daging ..." Shinichi terdiam. "Astagaaa! Shinchaaannn! Segera kamu cari makan biar nggak tambah sinting!"
Remaja jangkung itu pun melihat deretan bento yang terdapat di kantin itu dan memilih salah satu serta minuman. Shinichi mencari tempat dan menemukan sebuah meja di pojokan.
"Alhamdulillah. Makan juga akhirnya. Bismillah." Shinichi pun mulai memakan bentonya dan merasakan otaknya semakin terang setelah mendapatkan asupan makanan lezat.
Ketika sedang asyik makan, dirinya melihat seorang gadis berambut coklat tua sambil membawa nampan, tampak asyik mengobrol dengan seorang wanita yang lebih tua lalu berjalan mencari meja tapi karena ini jam makan siang, tentu saja penuh.
"Sumimasen. Kono tēburu wa soradesu ka? ( apakah meja ini kosong ). Tsumari, koko ni suwatte mo īdesu ka ( maksud saya, boleh saya duduk disini )?" tanya gadis itu.
"Onegaishimasu ( silahkan )" jawab Shinichi.
"Jam makan siang selalu penuh jadi mau tidak mau harus berbagi" senyum gadis itu.
"Kamu sangat suka strawberry ya? Ambilnya banyak banget!" komentar Shinichi saat melihat nampan gadis itu terdapat satu mangkok buah strawberry.
"Mungkin karena namaku ada unsur strawberry nya. Rin Ichigo."
"Shinichi Park. Ichigo? Tunggu... Apa namamu benar Ichigo? Macam Kurosaki Ichigo di anime Bleach? Apakah yakin kamu bukan bagian dari Shinigami?" Shinichi menatap Rin Ichigo serius.
"Apakah kamu bukan Shinichi Kudo yang sedang minum penawar obat APTX 4869?" goda Rin Ichigo yang membuat Shinichi terbahak.
"No, aku bukan Shinichi Kudo. Bahkan di keluarga aku, aku selalu bilang Shinichi bukan Kudo. Saudara - saudara ku bahkan seringnya memanggil aku Shinchan padahal dibandingkan sama bocah nakal itu, aku jauh lebih imut!" cengir Shinichi.
"Kamu lucu, Shinichi-san."
__ADS_1
"So, miss strawberry, apa yang kamu lakukan di rumah sakit?"
"Aku ada pertemuan dengan tim ahli gizi. Aku adalah ahli gizi untuk lansia di rumah sakit Saisekai."
"Wah hebat! Aku selalu kagum bagaimana seorang ahli gizi bisa mengatur semua diet dan menu banyak pasien. Aku sendiri terkadang tidak sanggup mengurus kasus hyena di perut aku."
"Hyena?" Rin Ichigo menatap bingung ke arah remaja imut itu.
"Cacing dalam perut sudah biasa. Sudah waktunya mencari nama yang lain, nama berbeda dan lebih garang" senyum Shinichi.
Rin Ichigo tertawa geli. "Astagaaa, Shinichi. Kamu lucu!"
***
Setelah acara makan siang yang menurut Shinichi menyenangkan karena mendapatkan teman makan siang yang asyik diajak ngobrol, remaja itu kembali ke tempat opanya dioperasi.
Tampak semua keluarganya sudah berkumpul termasuk Leia yang sudah tampak segar.
"Sudah kenyang kamu?" tanya Leia.
"Sudah dong mbak. Bisa sinting aku kalau otakku kekurangan asupan makanan yang enak."
"Shin, bukannya kamu hampir tiap hari sinting? Terlepas kamu makan enak atau tidak" kekeh Leia.
"Ah mbak Leia. Kenapa kamu selalu meledekku meskipun itu sering benar adanya" gelak Shinichi.
Leia menggelengkan kepalanya.
***
Fumiko Kojima sangat berterima kasih pada iparnya yang sudah mengoperasi suaminya. Begitu juga dengan Emi dan Luca meskipun sering tidak akur dengan Takeshi karena keabsurdan mantan pemimpin klan Yakuza Takara.
"Opa Shiki, apakah setelah pemasangan ring jantung, Opa Takeshi akan berkurang kelebayannya?" tanya Shinichi ke tangan kanan Opanya.
"Memang pengaruh, Shinichi-san?"
"Siapa tahu. Membuat Opa semakin sadar bahwa menjadi lebay itu tidak baik demi kesehatan jantung."
Shiki Matsumoto menatap dingin ke arah cucu bossnya. "Seriously, Shinichi-san. Apa hubungannya?"
"Opa Shiki, semua itu saling berhubungan. Kita tahu kan?" kerling Shinichi.
"Sepertinya tidak akan berhasil Shinichi-san karena memang sudah sifatnya Takara-sama."
Shinichi hanya manyun. Bakalan banyak drama lagi deh!
***
Shinichi pun memulai persiapan untuk ujian masuk Tokyo University mengambil jurusan fisika. Remaja itu bahkan tidak mau mendaftar kampus lain baik di Jepang maupun di Korea Selatan. Shinichi super yakin dirinya bisa lolos.
Hideo dan Fayza menatap Shinichi saat sarapan sebelum berangkat mengikuti ujian masuk Todai pagi ini.
"Apakah kamu sudah siap Ichi?" tanya Fayza yang sejujurnya agak skeptis melihat bagaimana santainya putra sulungnya itu.
__ADS_1
"Siap lah mommy. Yakin lah agar aku lolos. Aku hanya butuh doa dan support mommyku tersayang yang selalu cantik setiap hari."
Hideo melengos mendengar rayuan putranya yang sering menyebalkan.
"Ichi sayang, mommy selalu mendukung dan mendoakan dirimu. So, kalau kamu lolos masuk Todai, kamu mau apa?"
Sakura yang baru saja ikut bergabung tampak antusias mendengar ucapan absurd kakaknya.
"Kalau aku lolos, aku mau makan sushi banyak-banyak, kedua aku mau mommy memasak kan aku sup iga sapi. Ketiga, aku boleh tidak main game dua hari berturut-turut?"
"Ichi, permintaan kamu yang pertama dan kedua oke deal tapi yang ketiga, big no!" ucap Fayza.
"Tapi mommy..."
"Shin, dengarkan mommymu. Jangan pernah membantah karena appa tahu, matamu nanti akan sakit dan kamu akan flu kalau kebanyakan main game!" sahut Hideo dingin.
"Yes Appa..." bisik Shinichi.
"Bagus Appa. Marahi saja mas Shin. Soalnya kalau sudah main game nggak pernah istirahat" timbrung Sakura.
"Eh anak kecil nggak usah ikutan" pelirik Shinichi judes.
"Yeeeyyy yang anak kecil siapa? Aku sudah kelas 1 SMA" balas Sakura judes.
"Kelas 1 SMA tapi baru 15 tahun kembang Kantil!"
"Mommy! Mas Shin ngatain aku lagi!" teriak Sakura.
"Ichiiiii!" Fayza mendelik ke arah putranya.
"What mommy?"
"Sudah. Kamu mau berangkat jam berapa? Nanti terlambat lho!" Hideo pun berdiri untuk bersiap bekerja.
"Appa, aku nebeng ya?"
"Lho appa kira kamu mau naik Vespa kamu?"
"No appa, aku ingin bareng appa berangkat ujian."
"Tumben. Pasti ada udang dibalik karang." Hideo memicingkan matanya ke putranya.
Shinichi hanya nyengir.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1