
Sekolah International Tokyo
Sakura pun turun dari mobil Hideo setelah mencium punggung tangan dan pipi appanya. Disaat melambaikan tangannya ke Hideo, Raffa pun menghampiri Sakura membuat Hideo meminta sopir mengehentikan mobilnya.
"Kamu ngapain si Muka Rata?" cebik Sakura kesal pagi-pagi kedatangan jelangkung.
"Ayo, aku temani ke kelas" ajak Raffa. "Aku kan tahun ini lulus dan kapan lagi bisa sama kamu."
"Moretti!" panggil Hideo dingin.
Raffa menoleh dan melihat ayah Sakura berdiri disana dengan wajah tidak bisa ditebak.
"Signor Park" sapa Raffa sambil membungkukkan badannya. "Raffa Moretti" ucapnya sambil mengulurkan tangannya yang disambut Hideo dengan wajah dingin.
Appa Hideo yang kebakaran jenggot ( biarpun mukanya mulus )
"Jadi kamu yang namanya muka rata? Iya, Sakura?" Hideo menatap ke putrinya.
"Iya ini Moretti due. Yang uno kelaut mungkin" balas Sakura cuek membuat Raffa tersenyum smirk.
"Dengar anak muda, jauhi Sakura! Saya tidak perduli kamu satu sekolah dengannya tapi jangan sekali-kali kamu mengganggunya!"
"Saya tidak mengganggu Sakura, Signor Park. Saya sayang dengan Sakura" jawab Raffa dengan percaya diri membuat Sakura melengos.
Suara bel berbunyi membuat Sakura dan Raffa menoleh ke arah gerbang.
"Appa, aku masuk dulu!" Sakura mencium pipi Hideo dan bergegas lari masuk sekolah.
"Permisi Signor Park. Senang bertemu dengan anda!" Raffa membungkuk hormat lalu berlari menyusul Sakura. "Sakura! Tunggu!"
Hideo hanya bisa mengelus dadanya. Ya ampun, Fay. Aku merasakan bagaimana perasaan Papa Ashley betapa paniknya anak perempuan kamu ada yang suka.
***
Fakultas Arsitektur UI.
"Mas Arkaaaa!" panggil Arabella saat melihat kakak sepupunya yang juga cowok yang disukainya keluar dari ruang dosen setelah bimbingan skripsi.
"Apa Anabelle?"
"Mas, apa benar mbak Zee mau lahiran besok Desember?" tanya Arabella sambil berjalan menjejeri Arkananta.
"Kata Oma Gendhis sih begitu. Perkiraan Desember."
"Mas Arka ke Indramayu?"
"Iyalah! Kasihan mbak Zee dan Jasmine meskipun mas Arka tahu Gasendra pasti pulang ke Indramayu."
"Ara boleh ikut?"
"Kagak!"
"Mas Arkaaaa..." rengek Arabella.
__ADS_1
"Nggak Kunti! Kamu di Jakarta sama Tante Dhita!"
"Mas Arkaaaa..." Kali ini Arabella menarik-narik kemeja Arkananta.
"Dengar Anabelle Satrio.."
"Arabella!"
"Whatever! Kamu di Jakarta, mas Arka kasih tugas deh! Sama Tante Dhita memesan kamar VVIP di RS PRC Group biar nanti pas mbak Zee lahiran, kita semua bisa kumpul bocah! Gimana?" bujuk Arkananta supaya adiknya tidak merengek macam anak tantrum.
"Mas, kira-kira anaknya mbak Zee kayak siapa ya?"
"Paling mirip bang Sean. Soalnya mbak Zee cinta mati sama bang Sean."
"Kayak cinta kita ya mas?" rayu Arabella sambil mengerjap-ngerjapkan mata bulatnya.
"Haaaaahhh? Siapa yang cinta sama elu!" seru Arka sambil menoyor dahi adiknya.
"Mas Arka lah sama Arabella... Kita jadi double A. Kapten America dan Wakil Kapten America or Mrs Amerika ya?" gumam Arabella tanpa malu memeluk lengan Arkananta. Arabella sudah tidak perduli dianggap cewek genit ke Arkananta, mau dibilang pacaran sama Arka malah bahagia.
"Kamu semakin ngaco aja deh macan Shinchan!" gerutu Arkananta.
"Lha kan masih bersaudara mas. Gimana sih?" kekeh Arabella.
"Iya saudara yang memusingkan" ucap Arkananta.
***
Perpustakaan IT
📧 Katya D'Angelo : Maaf Val, aku baru saja menyelesaikan ujian. Ini aku baru bangun. Terimakasih kamu mengirimkan email bukan pesan WhatsApp atau message
📧 Valentino Reeves : Aku tahu makanya aku tidak akan mengganggu lewat spam message. Bagaimana ujiannya?
📧 Katya D'Angelo : Begitulah. Kamu tahu sendiri kan bahasa Jerman aku payah!
📧 Valentino Reeves : kamu mirip kakak sepupuku. Bahasa Jermannya tidak sefasih bahasa Perancis nya tapi nekad kuliah di negara yang berbahasa Jerman. Kamu tahu, kakakku selalu belajar rutin apalagi kalau ujian lisan.
📧 Katya D'Angelo : Desember ini kamu tidak ke luar negeri?
📧 Valentino Reeves : Tidak bisa. Aku ada acara di Jakarta.
Suara pengumuman perpustakaan akan tutup untuk makan siang, membuat Valentino menutup percakapan dirinya dengan Katya dan berjanji akan berhubungan lagi.
***
Tokyo University Jepang
Shinichi mengikuti kuliah dengan serius karena dia mau ijin dari sang Mommy Fayza, agar bisa pergi ke Indramayu besok Desember. Apalagi nilai nya kemarin sempat jelek hanya gara-gara ketiduran test gara-gara main game malam sebelumya.
Acara kuliah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan Shinichi pun mengikuti sesi itu penuh semangat. Akhirnya perkuliahan Shinichi pun selesai dan pria imut itu pun keluar ruang kuliah.
Mengingat tidak adanya kuliah lagi, Shinichi menuju cafetaria dan telinganya merasa risih mendengar keriuhan di area parkiran. Mata coklat Shinichi membulat sempurna melihat seorang pria yang dengan suit rapi dan percaya diri berjalan menghampiri dirinya.
"Shinichi Park" sapa Alessandro Moretti saat sudah dekat dengan Shinichi.
__ADS_1
"Manusia spidol" balas Shinichi judes. "Ngapain kamu kemari?"
"Bisa bicara berdua denganmu?" Alessandro tersenyum mendengar panggilan Shinichi. "Really, kalian dua kakak beradik hobi sekali membuat istilah aneh-aneh."
"Wajar lah! Kami kakak beradik!" Shinichi menatap judes ke pria yang lebih tinggi darinya.
"Can we go somewhere more private ( Bisakah kita pergi ke tempat yang lebih privasi )? Naik saja mobilku."
Shinichi hanya mengangguk karena kehadiran pria Italia tinggi dengan coretan spidol di tangannya membuat beberapa mahasiswi heboh sendiri.
Apa sih bagusnya cowok Italia ini? Masih mending bang Dante atau bang Antonio deh! Shinichi pun mengikuti mobil Alessandro dan masuk ke dalamnya.
Pengawal bayangan Shinichi pun melaporkan ke Luke Bianchi kalau Alessandro Moretti menemui Shinichi dan mengajaknya pergi.
"Tenang saja. Alessandro tidak akan macam-macam sama Shinchan" ucap Hidetoshi saat mendengar laporan anak buahnya.
"Aku hanya sedikit khawatir. Raffa sudah bertemu dengan Oom Hideo dan sekarang Alessandro menemui Shinchan. Aku yakin mereka melakukan kampanye diri sendiri agar diterima keluarga Park."
"Sakuranya sendiri tidak mau! Jadi kamu tenang saja Luke."
***
Coffee Shop area Chiyoda
Shinichi menatap tajam ke arah Alessandro yang masih santai menyesap espresso nya.
"Apa yang membuat Moretti Uno mendatangi kampusku?"
"Meminta ijin mendekati adikmu, Sakura."
Meskipun Shinichi sudah bisa menebak tapi tetap saja dia merasa dongkol.
"Non lo permetterò ( Tidak aku ijinkan )" jawab Shinichi dingin.
"Con o senza il tuo permesso, voglio ancora seguire tua sorella ( dengan atau tanpa ijinmu, aku tetap mengejar adikmu )" balas Alessandro tenang.
"Dengar makhluk spidol, aku dan appa apalagi mommy ku tidak akan mengijinkan kamu mendekati adikku! For God's sake! Dia masih 16 tahun! Seriously! Kamu lebih tua sepuluh tahun!"
"Empat tahun!"
"Nggak kelihatan! Berarti kamu gen yang gampang tua wajahnya" sindir Shinichi pedas.
Alessandro terbahak. "Tunggu sampai aku usia hampir 30, aku tampak matang dan adikmu bakalan terpesona padaku."
Shinichi memicingkan matanya sebal.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1