
Kediaman Keluarga Sky di New York
Fayza dan Hideo yang baru datang dari Chicago untuk bertemu dengan dokter mata disana, mendengar putra mereka datang ke New York, merasa gemas karena seenaknya saja main kabur dari kampusnya.
Sakura sendiri sedang berada di London untuk penyisihan pertukaran mahasiswa disana hingga tidak ada yang mengawasi kakaknya yang aduhai kacaunya.
"Dimana Ichi?" tanya Fayza saat masuk rumah dan bertemu dengan Freya.
"Lagi di halaman belakang sama Valentino dan Katya. Fay, jangan kamu marahi lah" kekeh Freya yang tadi meja makan terbahak mendengar alasan absurd keponakannya saat ditanya Ashley kenapa main kabur ke New York.
Setidaknya kehadiran Shinichi yang absurd dan kocak mampu membuat Daddy dan Gemini bisa tersenyum kembali.
"Dasar anak itu!" Fayza menyingsingkan lengan baju nya dan berjalan menuju halaman belakang sedangkan Hideo hanya bisa tersenyum melihat istrinya ngamuk.
"Lho Fay? Sudah datang?" sapa Kristal dan Ashley yang sedang duduk di ruang tengah bersama.Nadira, Pedro dan Biana.
Fayza mencium pipi kedua orangtuanya dan Nadira langsung memeluk sang Tante begitu juga Pedro.
"Duh Dira, Biana cantik sekali" ucap Fayza sambil menggendong cucunya. "Pedro, kamu harus ekstra hati-hati menjaga Bia lho. Pasti yang mengincar banyak."
"Macam Sakura ya Tante. Dikejar - kejar Duo Moretti" kekeh Nadira yang mendengar ceritanya dari para sepupu perempuannya di grup chat.
"Hah! Duo manusia tidak punya malu! Rai gedhek ( muka tembok ), Bonek ( Bondo nekad )! Ampun deh!" Fayza mencium pipi gembul Biana yang tertawa dengan suara khas bayi. "Lha aku lupa mau jewer Ichi!"
Fayza menyerahkan Biana ke Nadira kembali. "Mom, Dad, aku ke belakang dulu."
"Shinichi jangan kamu jewer lho Fay" kekeh Ashley.
"Oooh harus itu Dad! Anak nakal!" Fayza lalu berjalan menuju halaman belakang.
"Opa, aku tidak yakin kalau Tante Fayza tidak kalem jewernya...."
"Moooommmmyyyy! Sakit!"
Kelima orang di ruang tengah itu hanya bisa terdiam mendengar jeritan Shinichi.
"Kayaknya super niat deh Nad..." ucap Pedro dengan bergidik.
Nadira tersenyum ke arah suaminya. "You know my family kan? Ya begitulah..."
***
Halaman belakang rumah Ashley dan Kristal Sky
__ADS_1
Fayza mendatangi ketiga orang yang sedang mengobrol dan tanpa basa basi, hot mommy itu langsung menjewer telinga Shinichi yang menjerit kesakitan.
"Moooommmmyyyy! Sakit!" jerit Shinichi yang terkejut sang mommy datang dan langsung menjewer telinganya.
"Dasar anak nakal! Kamu itu kok bisa sih seenaknya main kabur ke New York? Belum lama urusan lift, ini kabur lagi!" omel Fayza gemas. "Lho itu siapa V?" tanya wanita berambut pirang itu ke gadis sebelah Shinichi.
"Ini Katya D'Angelo, Tante..." ucap Valentino setelah bisa mengatur kagetnya melihat sepupunya kena jewer sang mommy.
"Oh pacar kamu ya ?"
Katya berdiri dan menyalami Fayza. "Katya D'Angelo Tante Fayza."
"Senang bertemu dengan kamu, Katya. Saya mommynya anak nakal ini. Ya ampun Ichiiii, kalau kamu kayak gini terus kelakuannya, mana ada cewek yang mau sama kamu!" Fayza mencubit pipi putranya gemas.
Katya menoleh ke arah Valentino. "Jangan kaget kamu ya. Memang seperti inilah keluarga kami."
"Sekarang, kamu bilang sama mommy. Apa alasan kamu ke New York? Kenapa kampus bisa kasih ijin?" Mata biru Fayza menatap tajam ke Shinichi.
"Shin sudah selesai ujian tengah semester nya mommy terus butuh refreshing dan harus menengok Gemini. Mommy kan tahu, membuat roket itu membutuhkan konsentrasi penuh dan otak Shin capek mommy. Shin harus mengistirahatkan otak Shin sejenak biar bisa konsentrasi lagi." Shinichi menatap Fayza serius.
"Terus alasan kamu?"
"Operasi plastik jempol kaki di New York."
Fayza melongo dan harus mengolah pernyataan putranya sebelum akhirnya mencubit kedua pipinya. "Apa - apaan kamu buat alasan tidak masuk akal semacam itu, hah!"
Valentino dan Katya hanya melengos mendengar alasan paling ngadi - ngadi abad ini. "V, tampaknya aku bakalan betah dengan keluarga kamu. Penuh dengan drama dan keributan unfaedah..." senyum Katya.
"Keluarga aku kalau ributnya macam begini, mana ada yang faedah? Semuanya unfaedah dan penuh kebagongan." Valentino menatap serius ke Katya yang sudah cekikikan.
"Fay, ada apa?" tanya Hideo yang dari tadi mendengar jeritan putranya yang selalu membuatnya sakit kepala.
"Ini Hideo! Anak nakal ini bikin aku naik tensinya!" omel Fayza sambil melepaskan cubitannya.
Shinichi manyun sambil mengusap-usap kedua pipinya yang barusan kena capit kepiting ala mommynya.
"Appaaaaaa..." rengek Shinichi dengan sedikit air mata buaya yang membuat Valentino dan Katya melongo.
"Astaghfirullah! Macam Arsya pulak kamu tuh! Eh salah, Arsya yang niru kamu secara kamu kan role modelnya" gumam Valentino.
"Shin, ikut appa." Hideo menatap dingin ke putranya.
Shinichi pun mengangguk lalu menurut sang ayah ke dalam rumah. Fayza menoleh ke arah Valentino dan Katya.
__ADS_1
"Kalian berdua, yuk masuk Tante mau bicara soal Chicago" ajak Fayza.
***
Ruang Tengah Keluarga Sky
Kini semua orang sudah berkumpul di ruang tengah kecuali Hideo dan Shinichi yang masih di ruang kerja milik Ashley.
"Bagaimana Chicago, Fay?" tanya Freya sambil menggenggam tangan putrinya. Pedro dan Nadira masih disana dan usai pembicaraan akan ke pulang ke rumah Rajendra McCloud.
"Hasil dari observasi dokter mata disana, ada kemungkinan Gemini bisa melihat sangatlah kecil, mbak. Maaf Gemini, bukannya Tante mengecilkan harapan kamu, tapi ini kan baru dokter ke sepuluh yang kita temui dan masih banyak dokter ophthalmologists di dunia ini. Dan Tante yakin, pasti ada yang bisa mengobati kamu." Fayza menatap semua orang disana.
"Kecil bukan berarti tidak mustahil, Gem" hibur Ashley.
"Iya Opa. Kata mas Sammy pun very delicate proses operasinya karena posisi kerusakan saraf di mataku cukup sensitif" jawab Gemini.
"Maaf ya Gemini, Tante pulang dari Chicago malah belum mendapatkan hasil yang memuaskan."
"Tidak apa-apa, Tante. Setidaknya aku sudah tidak seperti awal-awal tahu mengalami kebutaan. Sudah bisa berdamai dengan keadaan, pelan-pelan."
Fayza berdiri dari tempat duduknya langsung memeluk Gemini. "I'm so sorry Gem."
"It's okay Tante. Setidaknya dukungan keluarga membuat aku semangat lagi."
Suara pintu ruang kerja Ashley terbuka terdengar di ruang tengah itu dan tampak Shinichi manyun dengan hidung memerah sedangkan Hideo tetap memasang wajah dinginnya.
"Mbak Diraaaaa..." Shinichi langsung memeluk kakak sepupunya dengan dramatis. Beruntung Nadira sedang tidak menggendong Biana karena bayi cantik itu sedang bobok di stroller bayinya.
"Kenapa Shin? Cup cup cup" ucap Nadira sambil menepuk kepala adiknya yang lebay.
"Dimarahi appa..." adunya drama.
"Ya Allah Shin! Ya jelas kamu dimarahi sama appamu" kekeh Kristal yang bingung kenapa cucunya satu ini ajaib benar.
"Tapi...tapi...Shin jadi sedih..."
"Astaghfirullah! Shinchaaannn!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️