The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Ke New York ( Bayu - Ajeng Wedding )


__ADS_3

Manhattan New York, St Regis Hotel acara pernikahan Bayu dan Ajeng


Shinichi dan Kedasih tiba di New York sehari sebelum acara ijab qobul Bayu dan Ajeng karena masih menyelesaikan berbagai pekerjaannya sebelum ditinggal ke New York empat hari. Akibatnya, pasangan itu tidak bersama dengan keluarga Bianchi yang sudah berangkat terlebih dahulu.


Kedasih yang sudah terbiasa melihat kehidupan keluarga besar Shinichi yang Sultan itu, tetap saja masih terbengong-bengong melihat hotel mewah di Manhattan itu dibooking oleh keluarga O'Grady.


"Mas Shin, Oom Abiyasa benar-benar booking sepuluh lantai hotel ini?" tanya Kedasih ke kekasihnya.


"Iyalah. Anak cuma satu dapat menantu receh, Oom Abi dan Tante Gandari auto tidak sayang keluarin duit apalagi Opa Rhett juga ikutan nyumbang."


Kedasih hanya menunduk. "Mas Shin..."


"Ya?"


"Besok kita menikah, macam Sakura dan Alessandro saja ya?" Kedasih menatap Shinichi penuh harap.


Keduanya kini berada di depan resepsionis. "Kamar atas nama Shinichi Park dan Kedasih Jayanti." Shinichi menatap resepsionis menunda menjawab permintaan Kedasih.


"Kunci kamar Mr Park. Miss Jayanti one room with Miss Kuchiki. Kamar 4016 for Mr Park dan kamar 4022 for Miss Jayanti."


"Thank you." Shinichi menggandeng tangan Kedasih. "Kamu sekamar sama pacarnya Wira."


"Hu um. Mas Shin..."


"Aku juga setuju kita nikah macam Sakura dan kedua orang tuaku di mesjid saja. Paling yang heboh duo kampret." Shinichi tersenyum ke arah Kedasih. "Nggak usah semua datang. Yang penting kado pernikahan nya ada minimal nominal nya."


"Mas Shin ! Siapa yang ngajarin?" tegur Kedasih terkejut mendengar ucapan kekasihnya.


"Opa Levi Reeves."


***


Presidential Suite St Regis Hotel New York


Shinichi adalah kloter terakhir yang datang di kamar tempat Bayu O'Grady menginap sebelum besok melakukan ijab qobul.


"Akhirnya trio kampret pun berkumpul dengan formasi lengkap untuk menistakan calon manten !" seru Arkananta saat melihat Shinichi masuk ke dalam kamar Bayu.


"Iya lah. Saat Sendra nikah, Kungkang datang telat juga. Pas Eagle nggak bisa datang jadi gak lengkap. Dan sekarang adalah saatnya kita kembali menjadi pasukan durjana, durjaksa, durpengacara dan durhakim bagi mas Superman kata mbak Ajeng" gelak Valentino.


"Aku suka kerusuhan yang haqiqi" cengir Shinichi sambil memeluk Arkananta dan Valentino.


Saat ketiganya berpelukan ala Teletubbies, dua bantal melayang ke arah kepala mereka membuat ketiganya mengaduh.


"Dasar trio kampret !" umpat Bayu kesal.


"Mas, kira-kira besok ada aib nggak ya?" tanya Shinichi dengan wajah polos sambil memeluk bantal yang dilemparkan Bayu tadi.


__ADS_1


Siapa kangen Kungkang?


"Elu tuh kok doanya jelek sih Kungkang?" gelak Luke Bianchi.


"Babang Lukie sayang, nikah paling sakral dan smooth itu mas Eagle. Lha kalau mas Bayu, entah kenapa harus ada aib yang bakalan menjadi sesuatu, memorable, epic dan Membagongkan" ucap Shinichi tanpa dosa.


"Kenapa begitu Shin?" tanya Radeva.


"Dengar Deva, dari kita semua nih dengan nama belakang beken, siapa yang setiap ada pernikahan itu selalu diungkit aibnya?" tanya Shinichi.


"Oom Abiyasa !" seru para generasi keenam kecuali para ipar.


"Bukankah bagus like father like son? Nah, kalau sampai mas Bayu gadha aib, ya Alhamdulillah. Kalau sampai ada aib, ya wasyukurillah ... Addduuuhhh !" Shinichi mengaduh saat ada bantal melayang ke wajahnya yang imut.


"Sembarangan !" bentak Bayu kesal.


"Ngomong-ngomong, apakah ada acara penggagalan unboxing?" tanya Dante yang semakin pusing dengan kacaunya iparnya yang imut itu.


"Adalah !" seru Devan dan Radeva.


"Dimana?" tanya Alessandro.


"Poughkeepsie !" ucap keduanya.


"Ke markas Opa Duncan?" tanya Damian.


"Yes !"


"Ghibah, makan, minum !" ucap Shinichi.


***


Ballroom St Regis Hotel New York


Trio kampret sudah duduk manis bersama dengan pasangan masing-masing, menunggu acara ijab qobul Bayu dan Ajeng dilaksanakan. Ketiga pasangan itu menoleh ke belakang mereka dan melihat Jayde yang datang bersama dengan Inggrid Pascale dan Sadawira bersama Chisato Kuchiki.


"Eh, Ing dan Chi, pada mau ikut nggak?" tanya Arabella.


"Ing dan Chi?!" tanya Arkananta.


"Inggrid dan Chisato. Biar cepat lah!" ujar Arabella cuek. "Mau ikut nggak kalian berdua nanti malam?"


"Kemana Ara?" tanya Inggrid.


"Main tembak - tembakan."


Inggrid dan Chisato saling berpandangan dan menatap pasangan masingmasing. "Serius?"


"Serius. Gimana?" Arabella, Katya dan Kedasih menatap calon ipar mereka.

__ADS_1


"Ikut lah ! Aku penasaran apakah koleksi New York sama gilanya dengan koleksi Yakuza Takara." Chisato tersenyum smirk.


"Cool ! Nanti malam ya habis resepsi" senyum Arabella.


Inggrid menatap Jayde. "Aku sudah lama tidak memegang senjata, Jayde."


"Nanti malam diasah lagi saja" jawab Jayde sambil memegang tangan kekasihnya.


Mereka semua terdiam saat Ajeng berjalan masuk didampingi Gandari dan Reana. Semua generasi keenam tampak kagum melihat bagaimana Ajeng tampak manglingi ( berbeda ) dengan kebaya lengkap hiasan Payet dan Swarovski, dengan paes dan sanggul bercunduk mentul.


"Masyaallah cantiknya Ajeng" ucap semua orang disana. Bayu pun sampai melongo melihat calon istrinya sekilas sebelum mendapatkan teguran dari Abiyasa.


Ajeng pun duduk di sisi kiri Bayu di depan meja ijab dan acara pun hendak dimulai.


"Mr. Bayu Aarav Giandra Blair O'Grady son of Abiyasa Giandra Blair O'Grady I representative marry off the daughter Ajeng Pratiwi to you with the mahr agreed upon..." ucap Imam mesjid itu.


"I Ac... " Bayu terhenti sejenak membuat semua orang terkejut. Tiba - tiba... "Haaa... HAAATSSSYYIIINNGGGG!"


Semua anggota keluarga yang berada disana melongo, tidak percaya ada kejadian acara ijab qobul diwarnai dengan bersin.


"Really Bayu ! Di moment sakral begini kamu malah bersin?" bentak Abiyasa ke putranya yang mengusap hidungnya. Ajeng lalu mengambil tissue yang diberikan Raine kepadanya dan diserahkan ke Bayu.


"Sorry, serbuk bunga" ucap Bayu kikuk.


Sontak para pria generasi keenam terbahak "Baru kali ini orang ijab malah bersin ! Aib baru !" gelak Shinichi. "Doaku terkabul! Ada kejadian yang bisa kita durjanakan !"


Bayu melirik tajam ke arah Shinichi yang tampak tersenyum lebar dengan wajah usilnya.


"Benar-benar konotasi like father like son ! No aib di keluarga Blair itu nggak afdol !" gelak Levi Reeves yang merasa dapat mood booster di usia senjanya.


Valentino melihat arah ayah dan musuh abadinya yang tampak tertawa geli. Yakin, pasti mereka berdua bakalan julidly to the max !


"V, bukannya bagus ada aib baru?" bisik Arkananta.


"Kita bisa umpak-umpakan!" balas Valentino.


Arabella, Katya dan Kedasih hanya bisa memegang pelipisnya masing-masing.


Wis Bubrah tenan !


( Cerita Bayu dan Ajeng bisa dibaca di My 100th Secretary )


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2