The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Appa Memang Kulkas


__ADS_3

New York


Hari ini Valentino dan Arkananta menghadiri pernikahan kedua sepupunya Gemini dan Gemintang Lexington. Kedua pria tampan itu menjadi perwakilan keluarga Giandra dan Reeves yang tidak bisa hadir.


Keduanya melihat kakak sepupu mereka, Bayu O'Grady tampak tidak suka dengan kedua calon ipar mereka terutama Krisna Rao yang memaksa Gemintang untuk menikah dengannya.


"Kalau mas Bayu nggak ingat masih menghormati Opa Ashley dan Oom Haris, sudah aku hajar dia!" geram Bayu usai ke-empat nya melakukan ijab qobul.


"Sabar mas, lihat Mintang. Apa mas tidak lihat bagaimana tertekan nya dia dan kalau ditambah kamu hajar Krisna, semakin kacau nanti" bujuk Arka yang tahu di balik slengean nya seorang Bayu O'Grady, tersimpan jiwa panasan disana.


Gimana nggak panasan? Keturunan Opa buyut Edward dan Ogan buyut Abi, cucu langsung Oma Kaia dan anaknya Oom Abiyasa sama Tante Gandari yang panasan. Kenapa sih nggak ikut Opa Duncan dan Oma Rhea yang kalem? - batin Valentino.


"Kalian berdua, kalau Mintang atau Gem membutuhkan bantuan kalian..."


"Kami akan membantu mereka berdua mas" jawab Valentino tegas.


"Tapi berbeda dengan Krisna, Michel tampaknya tulus ke Gem" celetuk Arkananta yang melihat bagaimana telatennya Michel membantu Gemini makan.


"Kita tidak tahu ke depannya kehidupan pernikahan mereka seperti apa tapi tetaplah mendukung kedua saudara perempuan kita." Bayu menenggak fruit punchnya.


"Mas Bayu tidak usah khawatir. Kita semua kan memang dididik untuk melindungi semua saudara perempuan. Meskipun Mintang tidak mau kita ikut campur urusannya dan dia sangat keras kepala..."


"V, bukannya semua keturunan keluarga Pratomo keras kepala?" kekeh Arkananta.


"Iya sih. Intinya adalah kita siap membantu saudara kita jika itu memang di jalan yang benar tapi kalau macam Dewa yang jadi playboy duren tiga, aku bodo amat!" sungut Valentino manyun.


"Aku rasa si Dewa bakalan dikirim ke pesantren deh..." gumam Bayu yang membuat Arka dan Valentino tertawa.


"Bahaya mas! Malah godain santriwati disana!" gelak Valentino.


"Lho siapa tahu dapat jodohnya disana? Kan kita nggak ada yang tahu."


"Mas, cewek alim mana yang mau sama playboy, sekolah berantakan, kerja amburadul. Dijamin deh! Hanya cewek yang imannya setebal kerak bumi yang bisa menerima Dewa!" balas Arkananta.


"Tapi kayaknya jodoh Dewa pasti berbeda dari pacar-pacarnya sekarang" kekeh Valentino. "Dijamin, Dewa bakalan auto tobat!"


"Semoga dapat cewek yang tertutup, nggak model cewek kurang bahan semua tuh pacarnya!"


"Aamiin mas." Arkananta dan Valentino mengucapkan bersamaan.


***

__ADS_1


"Mintang!" panggil Valentino.


"Apa V?" Wajah Gemintang tampak lega melihat sepupunya yang sebaya dengannya memanggil jadi dia bisa terbebas dari Krisna.


"Bisa bicara sebentar? Maaf Rao, aku pinjam saudara ku dulu." Valentino menatap Krisna dengan wajah datar.


"Silahkan Valentino."


Gemintang pun digamit oleh Valentino. Krisna memperhatikan bagaimana wajah Valentino tampak serius sedangkan Gemintang membalas ucapan sepupunya dengan wajah sedih. Setelahnya Valentino memeluk Gemintang erat dan Krisna bisa melihat bagaimana eratnya hubungan keluarga istrinya satu dengan lainnya.


"Be strong Mintang" bisik Valentino.


"Always V. Bukankah aku bisa melewatinya di Singapura? Kenapa aku tidak bisa melewatinya sekarang? Bahkan jauh lebih mudah karena tidak ada teman kuliah aku" bisik Gemintang.


"That's my sister!" Valentino melerai pelukannya lalu mencium kening Gemintang. "I know you're strong."


"Thanks pak Hoshi junior" senyum Gemintang.


***


Laboratorium fisika Tokyo University Jepang


"Ayo Tweety, belajar keluarin suaranya" pinta Shinichi.


"Masa aku harus bikin jengkel kamu setiap hari, membuat iman, imun, Imron, Ali Baba kamu emosi? Capek lho kamu mayah-mayah... Malah kamunya nanti tambah tua, garis-garis keriput nongol sebelum waktunya, bikin jelek tahu..."


"Mas Shin!" bentak Kedasih kesal. "Nggak usah diperjelas!" Gadis itu menutup mulutnya lagi membuat Shinichi melongo lalu tersenyum manis.


"Coba setiap kamu mau bicara, diingat bagaimana jengkelnya kamu ke aku. Sebenarnya wajah imut begini kok dijengkeli ya? Harusnya kan dipuja, dipuji di... Lho kamu kemana Hedwig?" seru Shinichi melihat Kedasih berjalan meninggalkan kubikel nya.


Kamar mandi! Merenung! Kedasih pun keluar dari laboratorium fisika itu meninggalkan Shinichi dan para rekannya terbengong-bengong.


"Memangnya dapat apa di kamar mandi? Wangsit?" gumam Shinichi bingung.


***


Acara Fashion Week London


Ketiga anggota trio kampret menatap layar tv dan MacBook masing-masing dengan tatapan tidak percaya. Semua orang tahu kalau Sakura, adik Shinichi, tidak suka dengan dua kakak beradik Moretti bahkan pernah berkelahi dengan Luke Bianchi dan ribut dengan Shinichi baik di acara pernikahan Leia Bianchi dan Dante Mancini maupun Luke Bianchi dan Rin Ichigo.


"Kungkang! Bagaimana adik lu bisa sama duo Morotin?" hardik Valentino ke Shinichi saat ketiganya melakukan panggilan video.

__ADS_1


"Iya lho! Mana si Sakura enjoy saja sama duo kadal kadut itu!" timpal Arkananta.


"Aku juga nggak tahu gaeesss tapi kata mas Eagle, si Moretti Uno datang sendiri untuk meminta ijin mengajak kembang kembangan ke acara fashion show. Lagipula mintanya sopan, pakai acara kirim baju keluaran terbaru yang belum liris..."


"Jadi kesimpulannya si Uno bawa Sakura sekalian promo baju plus modus kan?" ucap Valentino.


"Entah siapa yang pansos tapi aku lihat Sakura tampak menikmati jadi selebriti" gumam Arkananta. "Jangan bilang dia bakalan ikutan Oma buyut Adriana yang jadi artis Hollywood?"


"Mikir lu kejauhan patung arca! Paling kembang melati cuma gabut terus main datang saja ke fashion show" ucap Shinichi tapi dirinya sendiri tidak yakin dengan pemikirannya.


"Pokoknya besok pas acaranya Juliet, adik lu harus diinterogasi! Dan ... Aku bilang sama papa macan tidak ada nama Italia lainnya selain Bianchi, Mancini, de Luca dan Pascal!" Valentino menatap tegas ke duo kampret.


"V, Pascal itu nama Perancis, bukan Italia" koreksi Arkananta.


"Perancis Italia dekat lah tinggal lewat euro tol, macam Jakarta ke Bekasi" sahut Valentino cuek.


"Ampun deh!" Shinichi memegang pangkal hidungnya.


"Eh gimana Kedasih? Sudah lancar bicaranya?" tanya Arkananta.


"Aku kan nurutin apa saran kalian. Well, belum lancar sih tapi setidaknya dia itu suaranya nggak separah Tweety atau Lina Lamont."


"Tweety? Lina Lamont?" Arkananta menatap Shinichi bingung. "Tweety aku tahu tapi Lina Lamont itu siapa?"


"Film favoritnya Kungkang, Singing In The Rain" sahut Valentino.


"Owalaahhh aku kira cewek mana..."


"Eh Kungkang,. bang Sean serius lho nge black list kamu. Soalnya Arsya terlalu kebawa ajaran kita, terutama ajaran kamu" celetuk Arkananta.


"Bang Sean gitu! Mentang-mentang jadi raja Belgia langsung jadi diktaktor, durjana dan jahara! Padahal ajaran kita kan bagus. Bagaimana untuk bisa lolos dari hukuman..."


"Tapi kamu tidak lolos dari hukuman Oom Hideo" kekeh Valentino.


"Ish, appa memang kulkas! Susah ditembus pertahanan kutub es nya!" sahut Shinichi manyun.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2