The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Kacaunya Percakapan Valentino


__ADS_3

Kediaman Park Tokyo Jepang


Luke akhirnya pulang bersama dengan Hidetoshi setelah berpamitan dengan Hideo dan Fayza. Shinichi pun mengajak appanya untuk berbicara empat mata yang membuat Fayza menatap curiga ke putra imutnya.


"Urusan pria ini mommy" ucap Shinichi dengan gaya sok dewasa yang membuat Fayza gemas hingga mencubit pipi putranya.


"Kamu itu! Gemesin banget sih imutnya mommy" senyum Fayza.


"Kan aku memang anak menggemaskan" balas Shin sambil memeluk sang mommy erat.


"Sudah nggak usah lebay! Katanya mau bicara sama appa!" tarik Hideo yang sebal putranya lebay.


"Iiissshhh appa pelit!" sungut Shinichi sambil mengikuti Hideo ke ruang kerjanya.


***


"Jadi mereka benar - benar rebutan Sakura?" Hideo menatap Shinichi dengan wajah gusar.


"Nyaris baku hantam tadi."


"Sakura sendiri?"


"Appa kan tahu, si kembang melati pok ame-ame itu mana mau sama dua-duanya. Lagian anak appa masih fokus sekolahnya."


Hideo menangkupkan kedua tangannya di depan wajahnya. "Awasi Sakura, Shin. Appa akan minta ke Luke untuk menambah pengawal bayangan ke adikmu itu kalau kamu kuliah."


"Appa. Kenapa generasi aku banyak berhubungan dengan mafia ya? Apa kembali ke jaman Opa buyut Duncan McGregor?"


Hideo menatap Shinichi. "Appa tidak tahu Shin. Leia dikejar oleh Dante Mancini, adikmu oleh mafia Moretti. Siapa lagi?"


"Shin tidak tahu appa."


Hideo menghela nafas panjang. "Appa sudah melepaskan Silver Shinning... kenapa masih berhubungan dengan mafia lagi sih?"


***


Kediaman Keluarga Reeves Jakarta Indonesia


Valentino masuk ke dalam kamarnya dengan wajah manyun karena hingga detik ini Katya D'Angelo tidak membalas semua telepon, pesan dan email-nya sekalipun.


"Haaaaahhh... beneran ngambek deh!" gumamnya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur nya yang empuk. "Duh, punya cewek pundungan memang harus punya stok sabar luar binasa..."


Valentino menoleh ke arah ponselnya yang sepi dengan pesan dari Katya. Adapun isinya grup kampus, grup sekolah, grup keluarga, grup sepupu pria tapi tidak ada dari Katya.


"Ayo dong Kay. Aku kan sudah minta maaf." Valentino bermonolog sendiri dengan ponselnya. "Apa aku perlu memakai helm telepati... Eh memang Doraemon?"


Tiba-tiba ponselnya berbunyi membuat Valentino terkejut. Nama 'Katya D'Angelo' terdapat disana.


"Halo Kay" sapa Valentino.


"Ya ampun Valentino! Kamu tuh kenapa sih macam anak hilang saja semua kamu hubungi!" omel Katya.


"Kay, apa kamu marah sama aku?"


"Marah sama kamu? Nggak sih cuma kesel aja" kekeh Katya.

__ADS_1


"Ah syukurlah kalau cuma kesel..."


"V, kesel itu kata halus dari marah."


"Eh?!"


"Ohya ampun. Anyway, maaf kemarin-kemarin aku tidak membalas semua telepon, pesan dan emailmu karena pertama, aku masih kesal. Kedua, aku mendapatkan tawaran untuk bisa melanjutkan program magister di Harvard."


Mata coklat Valentino membulat sempurna. "Harvard? Satu rumpun dengan MIT?"


"Sepertinya... memang kenapa V?"


"Tidak apa-apa!" Otak Valentino berpikir cepat. Selesai dari UI aku akan terbang ke MIT ambil program magister disana juga!


"Apa kamu mau ke MIT?"


"Maybe. Soalnya keluarga aku banyak alumni sana."


"Oh iya ya, perusahaan kamu kan Giandra Otomotif Co yang memproduksi mesin pesawat bekerja sama dengan Boeing."


"Betul!"


"Val, kalau kamu bisa masuk MIT, hebat lho!"


"Doakan ya. Oh doakan yang pertama, aku bisa ke Geneva musim panas depan."


"Really?" suara Katya tampak antusias.


"Iya. Tapi aku harus mendapatkan nilai perfect semester genap besok." Valentino menghela nafas panjang mengingat perjanjiannya dengan sang mama macan.


Bertemu kamu. "Menemani kakak perempuan aku."


"Oh, kirain mau ketemu aku" kekeh Katya.


"Itu misi utamanya."


Katya terbahak. "Oh astagaaa Valentino, kamu memang antik sejak SMA."


"Aku tidak mungkin bilang ke Geneva demi bertemu kamu, Kay. Bisa-bisa papaku bakalan bacain aku ayat kursi karena aku tidak pernah dekat dengan cewek manapun kecuali saudara-saudara aku, pergi untuk kamu. Kamu tidak tahu Opa aku yang bisa gelar wayang kulit tujuh malam karena cucunya tertarik dengan seorang wanita..."


Katya semakin terbahak. "Seriously Valentino. Kenapa kamu tertarik padaku?"


Valentino tersenyum. "Aku suka cewek cerdas dan kamu cewek cerdas selain mata birumu yang aduhai."


"Valentino, kamu merayu aku?"


"Eh? Bukan, aku memuji kamu. Dan ini bukan rayuan... Memang merayu itu seperti apa sih?"


"Oh my God! Googling!" tukas Katya.


"Kay, aku tidak mau googling karena itu bukan dari diri aku sendiri."


"Val, modelnya bukan kamu harus meniru plek!"


"Nggak lah, mending aku seperti ini Kay, mengucapkan apa yang ada di otak dan hati aku... Bukankah itu lebih orisinil?"

__ADS_1


Katya tersenyum. "Kamu benar V. Jadilah diri kamu sendiri tanpa ada kepura-puraan, bukan munafik, karena itu adalah kelebihan dan daya tarik kamu tersendiri."


"Apakah itu rayuanmu Kay?"


"Oh astagaaa V! Kamu menyebalkan!"


Valentino tertawa terbahak-bahak. "Aku suka percakapan unfaedah ini."


***


Tokyo Jepang


Sakura melongo ketika appanya mengajak pergi ke sekolah bersamanya.


"Tumben appa mengajak Sakura berangkat bersama" ucap Sakura sambil masuk ke dalam mobil Hideo.


"Sudah lama kita tidak mengobrol father and daughter kan, sayang?"


"Iya sih. Appa dan mommy sibuk jadi kita kan hanya bertemu di meja makan dan sekilas saja mengobrol di ruang tengah." Sakura menatap ayahnya yang dingin dengan orang lain tapi hangat dengan keluarganya


"Bagaimana dua kakak beradik Moretti itu mengejar kamu sampai ke toko pastry Oma Marissa?" tanya Hideo ke putrinya yang tidak terkejut appanya tahu.


"Sakura memposting berada di toko pastry Oma. Dan Sakura tidak tahu kalau Moretti Uno ada di Tokyo."


"Moretti Uno itu..."


"Alessandro Moretti. Mukanya benar-benar mafioso dengan banyak coretan spidol di tangannya."


Hideo tersenyum mendengar istilah yang dipakai putrinya. "Lalu?"


"Ya kami mengobrol sebentar terus Moretti due datang dan keduanya seperti dua ekor kambing yang hendak adu tanduk!"


"Akun sosialmu hanya Instagram?"


"Selain FaceTime dan WhatsApp? Iya appa. Aku tidak punya akun sosial lainnya." Sakura membuka ponselnya dan Hideo melihat memang hanya Instagram disana, yang lain hanya aplikasi e-banking dan beberapa app uwu-uwu untuk aestetik ponselnya yang memang kawaii.


"Hati-hati Sakura karena kamu tahu sendiri pria Italia itu seperti apa."


"Macam bang Dante kan appa?"


"Iya. Appa tidak melarang kalau kamu mau pacaran apalagi usia ABG macam kamu..."


"No appa. Aku tidak mau macam Jules yang sudah pacaran dari jaman SMA sama Romeo. Sakura masih ingin sekolah, ingin masuk Todai macam mas Shin. Masih ingin bebas mencari jati diri, ingin melakukan banyak hal. Sebab kalau Sakura sudah menikah nanti, akan terfokus ke keluarga."


Hideo memeluk putrinya. "Appa sayang Sakura."


"Sakura juga sayang appa."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2