The Story of Three Brothers

The Story of Three Brothers
Tolong Awasi Kungkang


__ADS_3

Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang


Sakura yang sudah kuliah di Tokyo University of Arts mengambil jurusan musik dengan major vocal dan piano, menatap judes kakaknya yang baru datang. Berita lift fakultas science jurusan fisika yang terkena ledakan roket, ramai dibincangkan di sosial media.


Nama Shinichi Park menjadi terkenal karena sebagai pelaku peledakan akibat salah kalkulasi mesin roket. Yang ditekankan dalam berita itu adalah tidak ada korban jiwa dan keluarga Park diwajibkan menggantikan lift yang rusak.


"Mas Shin tuh apa-apaan sih? Jadi ramai kan! Bikin malu aja!" omel Sakura gemas.


"Lha mas Shin salah kalkulasi tapi setidaknya berhasil sih rocket aku meskipun baru terbang di dalam lift" cengir Shinichi.


"Astaghfirullah! Kayak gini kok ya cumlaude fisika tho yaaaa!" Sakura memegang pelipisnya merasa pening dan gadis itu melihat kedua orangtuanya masuk dengan wajah cemberut. Sakura dan Shinichi tahu jika Hideo dan Fayza terlalu marah hingga tidak mau menyapa anak-anaknya.


"Sakura, kamu baik-baik ya disini sebab mas Shin akan pergi jauh."


Sakura menatap kakaknya bingung. "Mas Shin mau kemana? Planet Namec?"


"Nggak, ke Indramayu..."


Sakura menggelengkan kepalanya lalu berjalan meninggalkan kakaknya yang masih berdrama.


***


Ruang Kerja Hideo


"APPAAAAAA? Shinchan menghancurkan lift kampus?" seru Hoshi, Bima dan Haris sedangkan Aji Yung hanya tersenyum mendengar kehebohan keluarga istrinya.


"Iya boys. Dan sekarang dia diskors tiga Minggu dan minta ke Jakarta. Aku rasa antara bisa merenung atas kesalahannya atau malah tidak sama sekali.".


"Tidak sama sekali!" ucap Hoshi, Bima dan Haris bersamaan membuat Hideo manyun.


"Aku rasa bagus lah kalau Shinichi ke Jakarta atau Indramayu sebab Ayrton dan Oom Karl sudah memberikan akses Sean menemui Zee dan Arsya" ucap Aji kalem.


"Iyakah? Sean sudah boleh ketemu? Syukurlah" ucap Hideo. "Aku kira aku sudah parah, ternyata Sean lebih parah."


"Ada yang lebih parah sih sebenarnya" celetuk Hoshi.


"Siapa?"


"Opa buyut Hiroshi Al Jordan. Tujuh tahun baru ketemu sama Oma buyut Shanum dan tidak tahu saat itu Oma buyut Shanum lagi hamil Opa Mamoru dan Oma Miki." Hoshi menatap ipar-iparnya.


"That's parah!" ucap Bima.


"Anyway, tolong kalian awasi anakku yang ajaib itu ya selama di Jakarta atau Indramayu. Jangan sampai ada sawah jadi korban eksperimen roketnya." Hideo menatap kesemua iparnya dengan sungguh-sungguh.


***


Kamar Shinichi.


"Astaghfirullah demi kungkang di seluruh dunia! Elu kok bisa bisanya bikin hancur lift kampus sih?" hardik Valentino gemas dengan sepupu imutnya.


"Asyik dong ledakan di kampus" cengir Arkananta.


"Keren nggak hancurnya?" tanya Radyta.

__ADS_1


"Well, pas aku lihat CCTV di dalam lift, keren bok!" seringai Shinichi durjana sambil memperlihatkan rekaman CCTV lift sebelum hancur terkena ledakan.


Ketiga sepupunya yang di Jakarta hanya bisa melongo melihat hasil karya Shinichi.


"Gimana? Keren kan?" cengir Shinichi bangga dengan hasil karyanya.


"Eh kungkang, kalau elu memang kabur ke Indramayu, gue harap elu kagak bikin roket disana ya! Bisa habis sawahnya mbak Zee!" hardik Valentino gemas.


"Eh ya jangan... bukan masalah sawahnya habis, V tapi efek sampingnya itu lho! Aku kan nggak mau kotor kena lempung sawah..." jawab Shinichi memelas.


"Kok ya kepikir itu sih?" gumam Radyta Yung sambil menggelengkan kepalanya.


***


Kamar Valentino di Kediaman Reeves Jakarta


Valentino melongo melihat hasil penyelidikan hilangnya Katya D'Angelo setelah wisuda. Ternyata gadis itu mengikuti Doctors without Borders sebagai psikolog anak di daerah konflik dan bencana.


"Kalau ngilangnya cuma gini, kenapa kagak kasih tahu, kampret!" omel Valentino sambil mencoba menghubungi Katya setelah mendapatkan nomor ponsel gadis itu dari orang suruhannya yang melacak hingga ke Bangladesh.


"Halo?" suara yang dirindukan Valentino terdengar di telinganya.


"Katya D'Angelo! Kamu main menghilang saja tanpa ada pemberitahuan! Maksud kamu apa, hah? Kamu sudah tidak menganggap aku pacar kamu? Iyaa?" cerocos Valentino dengan nada marah.


"Val..."


"Apaaaa?"


"Maaf."


"Bukan..."


"Terus apa?"


"Aku lagi bertapa di kamar mandi. Perutku sakit ini... Nanti aku jelasin deh..."


Valentino melongo. "Haaaaahhh! Kay joroookkk!"


***


"Aku nggak jorok, Val, cuma kamu menghubungi aku pas timingnya salah" gelak Katya sambil melakukan panggilan video ke Valentino yang cemberut.


"Sekarang jelaskan kenapa kamu menghilang? Hah?"


Katya cekikikan melihat kekasihnya mode marah tapi tetap cakep. "Hpku dicopet saat pergi ke Pune India. Aku memang sengaja tidak mau memberitahu kan padamu karena tahu kamu pasti melarangku tapi aku ingin menikmati mencari pengalaman sambil mengamalkan ilmuku sebelum menikah denganmu."


"Lalu?" Valentino melongo. "Menikah? Menikah denganku?"


"Iya Valentino sayang. Papaku juga khawatir jadi tetap ada pengawal bayangan di aku. Aku baru membeli ponsel baru saat di Mumbai dan cloud ku aku lupa password. Aku hanya ingat nomor ponsel kedua orangtuaku tapi aku lupa nomormu. Maaf ya sayang."


"Menikah?" ulang Valentino shock.


"Astaghfirullah! Valentino! Kamu dengar nggak sih aku cerita apa?" Katya merasa gemas dengan kekasihnya .

__ADS_1


"Kay, apa kamu serius mau menikah sama aku?"


"Demi semua bola dragon ball, Valentino Adipramana Reeves! Kamu dengar nggak sih?"


"Dengar yang kata 'menikah' doang..." cengir Valentino yang membuat Katya menepuk jidatnya.


"Valentino, aku akan kuliah di Harvard, mengambil program magister psikologi disana mulai Agustus besok."


Valentino melongo. "Hah? Kamu mau ke Harvard? Ini kamu berapa lama di Bangladesh?"


"Aku selesai besok Juni dan akan kembali ke Barcelona untuk kumpul keluarga dulu, baru aku ke Massachusetts."


Valentino tampak berpikir. Apa aku kabur ke MIT ambil magister IT disana ya?


"Akan aku susul, Kay."


Katya mengerenyitkan dahinya. "Kamu mau ke Harvard juga?"


"Nope. Aku mau ke MIT."


"Cool! Kita ketemuan di Cambridge Massachusetts?" Katya tampak senang mendengar Valentino mau kuliah di kota yang sama.


"Yup. Aku mulai memasukkan berkas pendaftaran ke MIT." Meskipun harus minta surat rekomendasi dari Papa macan, Oom Abi dan mas Bayu.


***


PRC Group Building Jakarta


Pagi ini Arkananta mendapatkan kabar dari Valentino kalau dia ingin mengambil magsiter ke MIT dan membuat pria itu ingin melebarkan sayapnya di dunia arsitektur. Dan sekarang Arka berada di depan sang mama Arimbi.


"Arka, mama melihat desain kamu yang ini bagus tapi nggak cocok di lingkup kota Jakarta. Ini cocoknya daerah pedesaan dan kita belum ada proyek di pinggiran."


"Ma, kalau aku ajukan ke Tante Reana dan Oom Pandu gimana?"


"Maksud kamu?"


"Kira-kira ada lowongan nggak di New York? Kan aku bisa berkembang disana apalagi desain aku memang untuk country style yang tidak cocok dengan milikku."


Arimbi memicingkan matanya. "Kenapa tiba-tiba kamu ingin ke New York?"


"Soalnya Valentino mau ke MIT..." cengir Arkananta.


"Oalaaahhhh, partner in crime kamu minggat tho jebule" kekeh Arimbi.


Arkananta hanya nyengir.


"Kita tanya sama Tante Reana ya?"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2