
Laboratorium Fisika Tokyo University Jepang
"AAAAAAHHHH!" jerit Shinichi dan Kedasih bersamaan saat mendengar suara ketukan di pintu kaca laboratorium.
Pelan-pelan keduanya menoleh ke belakang dan tampak Luke Bianchi disana dengan wajah bingung.
"Astaghfirullah... rupanya ada Yakuza kampret!" ucap Shinichi sambil mengelus dadanya. Pria imut itu pun berdiri dan membuka pintu laboratorium. "Ada apa bang?"
"Shin, kamu pulang sekarang!" wajah Luke tampak menahan tangis.
"Ada apa?" Shinichi tampak khawatir.
"Opa Takeshi.... meninggal..."
Shinichi langsung tampak lemas dan untung Kedasih dan Luke memegang tubuh pria itu. "Kenapa bang..." tangannya lemah.
"Kata Oma Fumiko, jantung. Opa meninggal dalam tidur, Shin. Kita ke rumah opa!" Luke menarik Shinichi.
"Dash-dash, kamu ikut ya!" pinta Shinichi.
"Eh?" Kedasih menatap Luke dan Shinichi bergantian.
"Kamu ikut saja, anak Kungkang satu ini lagi galau!" ajak Luke.
Akhirnya setelah mengunci pintu laboratorium, Ketiganya pergi menuju rumah duka.
***
Kabar meninggalnya mantan ketua Yakuza klan Takara itu membuat keluarga besar Pratomo berduka. Ashley dan Kristal pun terbang untuk memberikan penghormatan terakhir ke besan dan juga sahabatnya meskipun jarang akur. Begitu juga dengan Levi dan Yanti yang berangkat ke Tokyo bersama Hoshi dan Rina serta Arimbi karena Bima masih di New York, baru berangkat dengan keluarga Sky, Bianchi dan Blair.
Para Emir Dubai pun berangkat menuju Tokyo sedangkan Sakura berangkat dari London bersama Eagle, Dewa, Natasha, Taufan, Tristan, Apsarini dan Jayde. Keluarga Turin dan Palermo pun berangkat hari itu juga, begitu juga keluarga Belgia.
Luca, Luke dan Shinichi adalah pria-pria yang paling terpukul kehilangan Takeshi. Meskipun mereka bertiga sering darting dengan pria bertatto penuh itu, tapi mereka saling sayang satu sama lain. Fumiko dengan tegar mengenakan kimono hitam bersama dengan Emi, menyambut para tamu yang datang di penghormatan terakhir. Takeshi akan dikremasi sesuai dengan agama Shinto yang dianut pria bersahaja itu.
Sakura tampak menangis dalam pelukan Leia yang juga memakai kimono hitam sama dengan Oma, Fayza dan Emi. Menurut rencana, keluarga Takara akan membuka tiga hari bagi para pelayat untuk memberikan penghormatan.
***
Valentino dan Arka merangkul Shinichi yang menangis kehilangan opanya, opa yang sering diajak debat dari kecil, opa yang hobinya mengetak kepalanya kalau salah jurus Kendo, opa yang selalu bercerita tentang sejarah Jepang dan mengajari literatur leluhurnya yang masih ada keturunan Shinsengumi tapi akhirnya berbelok ke dark side menjadi Yakuza. Opa yang mengajarkan dia bangga menjadi bagian anak Jepang meskipun darahnya campur aduk.
__ADS_1
"Shin, jangan nangis terus dong. Lihat, matamu sampai tambah sipit" ucap Arka menggoda Shinichi karena ini hari terakhir rumah duka dibuka untuk para rekan mafia, Yakuza lain dan Triad. Luke, Luca, Joey, Hoshi dan Benji tampak menemui para sahabat mereka.
"Memang sudah sipit! Mau diapain!" isaknya. "Aku kan belum selesai bikin roketnya, Opa sudah nggak ada! Padahal mau lho aku ajak ke planet Namec! Hanya opa yang percaya ada planet Namec... Huwaaaaa Oppaaaaa!"
Valentino dan Arka pun melengos mendengar isakan drama khas Shinichi. "Ya Allah Shin! Ini tuh rumah duka!" hardik Arka kesal.
"Yang bilang ini pasar juga siapa!" balas Shinichi judes.
"Iiiisshhhh anak ini dikasih tahu!" Valentino menjitak kepala Shinichi. Ketiga pria tampan dan imut itu sekarang berada di kursi taman di halaman rumah duka.
"Mas Shin."
Ketiga orang itu menoleh dan tampak Kedasih menggandeng Arsyanendra.
"Lho Kedasih? Kok bisa sama Arsya?" tanya Valentino.
"Iya, tadi Arsya bingung cari Oom Shin nya" senyum Kedasih.
"Danke Tante Dasih, sudah membantu Asya mencari Oom Shin" ucap Arsyanendra dengan gaya cool membuat ketiga Oomnya melongo.
Kedasih pun berjongkok. "Sama-sama Arsya. Ternyata kamu lebih imut aslinya dari di foto."
"Kan Asya memang paling imut" jawab Arsyanendra sambil memeluk Kedasih yang tingginya sama dengan dirinya.
"Kalau ini fix, Bang Sean yang ngajarin!" gumam Arka pede.
"Sya, ada apa cari Oom Shin?" tanya Shinichi sembari menyusut hidungnya.
"Iiiisshhhh jorok banget sih Kungkang!" protes Valentino.
Kedasih pun berdiri lalu menyerahkan saputangannya ke Shinichi. Pria imut pun membersihkan hidungnya dengan saputangan gadis itu.
"Haaaaahhh! Jorok!" seru Arka, Valentino dan Arsya bersamaan sedangkan Kedasih sudah cekikikan karena terbiasa melihat Shinichi seperti itu.
"Sorry burung merak, aku ganti nanti" ucap Shinichi. Arsya lalu memeluk Oom kesayangannya dan Shinichi pun membalas pelukan pangeran cilik itu.
"Eh nggak boleh kasih saputangan katanya" celetuk Valentino.
"Tapi itu kan konteksnya kalau diberikan dengan sengaja ke sahabat atau kekasih karena bisa merenggang hubungannya. Kalau yang ini kan biar ingusnya Kungkang nggak meler" jawab Arkananta.
__ADS_1
"Kalau tidak ada lagi, aku permisi ya. Nanti Grandpa bingung mencari aku" pamit Kedasih.
"Ah iya. Terimakasih ya sudah mengantarkan prince Arsya" balas Shinichi.
"Prince Arsya?" Kedasih menatap bingung. "Apa maksudmu?"
"Apa kamu lupa, Arsya ini pangeran dari kerajaan Belgia" kekeh Valentino.
Kedasih melongo. "Astaghfirullah! Jadi aku tadi dipeluk pangeran?"
Ketiga Oom Arsya itu mengangguk.
"Haaaaahhh?"
***
Akhirnya abu Takeshi Takara pun dibawa ke pemakaman keluarga yang berada daerah Ueno, Asakusa Tokyo. Rombongan keluarga dan pelayat pun beriringan menuju ke peristirahatan terakhir. Di dalam mobil yang membawa abu Takeshi terdapat Fumiko didampingi oleh Luca dan Hideo, menantu dan anak tirinya.
Keluarga lainnya berada di mobil-mobil dibelakangnya. Dalam mobil Range Rover milik keluarga Park, terdapat Fayza, Shinichi dan Sakura beserta Emi. Leia sendiri bersama Dante dan Antonio serta Alexis di mobil lainnya sedangkan Luke bersama Rin Ichigo didampingi oleh asistennya Hidetoshi dan istrinya Yuri.
Hadirnya para pelayat yang berasal dari berbagai kalangan termasuk raja dan ratu Belgia datang, membuat banyak pihak menyebarkan gosip bahwa Raja Sean naik tahta dengan bantuan Yakuza.
Salah seorang juru bicara keluarga besar Pratomo pun mengklarifikasi berita itu bahwa hubungan mereka sebatas ipar dan menantu dan tentang naik tahta raja Sean itu tidak ada hubungannya dengan Yakuza karena berdasarkan urutan ahli waris.
Para rombongan pelayat pun mengikuti proses peletakan kotak abu di dalam nisan. Untuk acara di pemakaman memang dibatasi hanya Keluarga inti yang datang. Keluarga besar Pratomo memilih berada di rumah duka milik keluarga Takara.
Meskipun hanya Fumiko, Hidetoshi dan Yuri yang menganut agama Shinto, tapi semua anggota keluarga menghormati saat pendeta memberikan doa bagi Takeshi Takara. Mereka semua mengikuti acara keagamaan dengan khidmat hingga selesai.
Usai upacara, rombongan pun meninggalkan komplek pemakaman menuju mobil masing - masing. Sakura yang berjalan gontai karena masih berduka kehilangan opa gesreknya, terkejut ketika melihat Alessandro berdiri disana bersama dengan Steven Hamilton. Tanpa memperdulikan keluarga nya, Sakura langsung menghambur ke pelukan pria yang memakai setelan hitam itu.
Luca, Luke, Hideo dan Shinichi melongo melihat pemandangan di hadapan mereka.
What the hell?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️