
Jakarta, Indonesia
Sesampainya di hotel, tujuan utama Shinichi adalah adiknya Sakura yang satu kamar dengan Raine Blair. Pria yang selalu mengagungkan dirinya adalah pria paling imut di keluarga Pratomo itu, kali ini tidak berwajah imut.
Shinichi memencet bel kamar Sakura dan saat pintu terbuka, tampak wajah adiknya yang chubby. Sakura melengos sambil membukakan pintu kamarnya.
"Masuklah mas ..." Dan Shinichi pun masuk sambil melihat Raine sibuk membongkar kopernya.
"Mas Shin mau bicara empat mata dengan Sakura kan?" goda Raine melihat wajah kakak beradik Park yang saling cemberut.
"Iya Hujan" jawab Shinichi judes.
Raine tersenyum. "Aku keluar dulu. Kalian jangan baku hantam bisa digantung di pohon mangga Oom Hoshi kalau kalian ribut." Gadis berambut coklat itu pun berdiri dan meninggalkan kedua kakak beradik Park lalu menutup pintunya pelan.
Sakura menatap judes ke kakaknya yang meskipun menyebalkan tapi sangat protektif dengan dirinya.
"Seriously kembang setaman! Bisa-bisanya kamu pergi dengan duo manusia penuh coretan unfaedah tidak jelas! Bukannya kamu nggak doyan sama mereka?! What are you thinking, kembang anggrek!" omel Shinichi yang sudah lama tidak didengar Sakura sejak mereka berpisah karena gadis itu harus ke London.
"Lha mas Shin seperti tidak tahu saja! Si Uno itu sudah minta ijin sama mas Eagle, bawa baju koleksi terbaru, diajak ke acara fashion show... So? Sekali-kali lah aku datang ke acara high class jet set begono. Selama ini kan aku dan mas Shin lebih sering ikut acara appa atau mommy!"
"Tapi si muka rata ngapain juga ikutan?"
"Kan itu butik keluarga mereka! Ya ampun mas Shin, aku tuh cari benefit disana! Sedikit menjual nama Oma Kristal, mommy dan Oom Jendra, dapat banyak gratisan" cengir Sakura. "Limited edition!"
"Nggak gitu juga cumiiii!" Shinichi menoyor dahi Sakura. "Pokoknya sampai mas Shin dan appa mendengar kalian bikin kolom gosip memanas, jangan salahkan mas Shin dan appa mengirimkan duo Morotin ke Empang!"
"Girl just wanna have fun kok nggak boleh!" bantah Sakura.
"Bukan lagunya Cindy Lauper juga Saku baju!"
"Aku bisa jaga diri sendiri mas Shin! Umurku sudah 20!"
"Mau 20!!"
"Tinggal beberapa bulan lagi lah! Berarti kan 20 tho!"
"Kamu dikasih tahu kok ngeyel sih?"
__ADS_1
"Memang mas Shin nggak sama? Mas Shin itu orang yang paling ngeyelan, tahu nggak!" balas Sakura judes.
"Dasar! Heran, modelan kayak gini kok dikejar - kejar cowok nggak jelas!"
"Aku ini jelas lho! Cantik dan menggemaskan!"
"Kamu itu nyebelin, tahu nggak? Menggemaskan itu mas Shin!"
"Elu itu mana ada gemesin! Gemesin itu Arsya, Hyde, Biana, Vicenzo, Rania, Rase, Alvaro dan Alisha!" balas Sakura sambil menyebut nama-nama keponakannya. "Bahkan Mamoru dan Gio lebih imut dari elu!"
"Tetap mas Shin paling gemesin!"
***
Kediaman Keluarga Reeves
Keluarga besar Reeves menyambut Katya D'Angelo dengan tangan terbuka bahkan Yanti dan Rina sangat menyukai warna mata gadis itu. Tidak heran jika Valentino jatuh cinta dengan Katya karena gadis itu sangat smart.
Levi pun menyukai pacar pilihan Valentino karena sangat tahu sopan santun ke semua opa dan Oma disana. Hal yang sudah mulai langka di jaman sekarang.
"Katya menginap di hotel?" tanya Chitra sambil memakan sup creamnya.
"Tidak Oma. Nanti saya menginap di rumah Arabella. Kata Valentino, mending sama Ara daripada di hotel. Tante Dhita dan Oom David sudah mengijinkan" jawab Katya saat makan siang bersama dengan anggota besar keluarga Reeves dan Kareem.
"Lebih baik begitu, lagipula rumah Dhita kan strategis, dekat kemari juga dekat ke Hotel" sahut Hoshi.
"Kamu nyaman kan sama Valentino?" tanya Yanti. "Soalnya terkadang Val mirip dengan papa macannya, mulutnya pedas."
"Alhamdulillah, saya nyaman Oma. Lagipula selama pacaran, Valentino pria yang menyenangkan meskipun dia sempat marah karena saya menghilang karena ponsel saya kena copet."
"Kamu tidak ikut doctors without Borders lagi kan Katya? Kasihan Valentino nanti bingung kamu tinggal." Rina menatap Katya.
"Tidak Tante, karena kemarin saya ikut untuk menambah nilai plus masuk Harvard. Dan sejujurnya meskipun saya senang bertemu dengan banyak orang dan kasus, it's really exhausted ( sangat melelahkan ). Seperti soul saya tersedot ke dalam lubang yang paling dalam. Kasus-kasus yang saya tangani apalagi di daerah Asia selatan dimana adat masih dipegang teguh, wanita tidak dihargai. Bahkan boleh dibilang hanya sebagai obyek dan..." Katya menjeda ucapannya.
Valentino memeluk bahu Katya karena dia sudah banyak mendengar pengalaman dari gadisnya yang jauh lebih mengenaskan dibandingkan apa yang dia dengar.
"Saya... menkonseling seorang wanita yang baru saja menikah dan ternyata pihak suaminya masih meminta mas kawin yang belum diberikan. Saya tidak habis pikir, ini wanita yang kamu ambil dari keluarga nya dan masih kamu peras mas kawinnya? Saya tidak berbicara agamanya tapi adat istiadat nya yang sangat-sangat merugikan pihak wanita. Ditambah terkadang pihak pria sering serakah..." ucap Katya.
__ADS_1
( https://www.google.com/amp/s/www.voaindonesia.com/amp/mahar-dan-nasib-perempuan-india-/6264813.html )
"Dua hari setelah konseling, wanita itu bunuh diri padahal baru menikah tiga bulan..." lanjut Katya membuat semua orang disana beristigfar.
"Makanya saat Mintang menikah dengan Krisna, dia dengan tegas meminta memakai adat Jawa, pria lah yang memberikan mas kawin." Levi menatap semua orang.
"Maafkan saya yang sudah menceritakan hal yang sedih..." Katya mengusap matanya yang memerah mengingat kliennya. Valentino mengecup kepala Katya lembut.
Suara isak terdengar dari Juliet yang terenyuh mendengar cerita Katya. "Ya ampun, mbak Katya. Aku kalau jadi kamu, aku gak sanggup."
"Aku saja strees Jules. Sampai nggak makan seharian. Ingat kan Val, yang aku cuma bisa menangis dan kamu hanya mendengarkan?" Katya menatap Valentino.
"Iya. Dan aku menunggu sampai tangismu berhenti baru cerita" jawab Valentino.
"Sudah ya Katya, kalau bisa kamu jangan ikutan lagi. Apalagi kamu jauh dari keluarga dan orang-orang yang mencintaimu padahal keluarga adalah obat healing yang paling mujarab" bujuk Yanti lembut.
"Iya Oma."
"Semua pekerjaan pasti ada nilainya masing-masing. Katya yang psikolog, Valentino di IT, Juliet di desain. Kalian di dunia kerja akan menemukan banyak hal baik yang menyenangkan maupun membuat sedih tapi itulah hidup. Dari situ, kalian akan belajar bersyukur bagaimana kalian memiliki hidup yang lebih baik. Ingat, selalu bersyukur dalam keadaan apapun, bahkan saat kamu bangun pagi pun harus bersyukur bahwa kamu masih diberikan usia untuk berdoa dan berbuat kebaikan hari ini" ucap Levi.
"Tumben Opa bijak..." komentar Valentino.
"Setidaknya opa lebih bijak daripada Opa Eiji yang meminta uang bensin ke papamu."
Hoshi tertawa.
( Baca Hoshi, My Tiger )
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1