
Note.
Kenapa disini, The Bianchis dan Romeo Untuk Juliet, diceritakan soal Sakura dan Raffa masih SMA, karena pas novelnya nanti, Sakura sudah dewasa, sudah di fase usia 20s nya. Jadi prolognya di novelnya sendiri tidak terlalu banyak.
thanks
***
Sekolah International Tokyo Jepang
"Apa-apaan sih Morotin! Sakit tahu!" bentak Sakura kesal dengan pria Italia satu ini yang hobi seenaknya main tarik tangannya.
"Kamu itu..."
"Apa?" bentak Sakura galak sembari menyentak tangannya agar lepas dari pegangan Raffa.
"Kamu... Look Sakura. Aku hanya ingin mengatakan, aku jatuh cinta padamu..." Raffa menatap dalam ke mata biru keabuan Sakura.
"Hah?" Mata indah Sakura melebar.
"Aku...ingin kita... berpacaran.."
Sakura mendekati Raffa tanpa ragu meskipun dia kalah tinggi dengan pria itu. "I don't love you, Raffa Moretti. Selain itu, aku masih ingin bebas bersekolah dan menikmati masa mudaku. So, simpan saja perasaan kamu itu karena aku tidak akan membalasnya" ucap Sakura dingin.
"Seriously, Sakura." Raffa merasakan nafasnya berantakan ketika wajah cantik itu semakin mendekati wajahnya.
"I'm so serious, Raffa. Aku masih ingin bebas." Sakura dengan berjinjit menyapu pipi remaja itu dengan nafasnya lalu pergi meninggalkan Raffa yang mematung.
Ya ampun itu bibir... Itu nafas... sama saja mencium aku jarak jauh kan? Raffa memegang pipi kirinya yang terkena sapuan nafas Sakura.
Aku akan membuatmu menjadi milikku, Sakura Park.
***
Sakura kembali ke stand Kendo dan terkejut melihat kakaknya malah ikut promosi ekstra kulikuler ke beberapa juniornya. Gadis itu memegang pangkal hidungnya karena tahu pasti Shinichi memanfaatkan wajah sok imutnya untuk merekrut anggota baru.
Padahal mas Shin kan sudah alumni. Sakura menghampiri kakaknya dan melongo mendengar penjelasan kakaknya.
"Kendo itu membuat kita semakin fokus akan melakukan sesuatu dan berkat Kendo saya bisa masuk fakultas science jurusan fisika di Tokyo University" ucap Shinichi sombong.
Lha mas Shin memang otaknya cerdas meskipun terkadang agak miring. Sakura pun menghampiri dan membantu menjelaskan.
"Nah ini senpai kalian. Jangan terkecoh dengan wajah cantiknya, bunga anggrek ini kalau sudah memukul dengan shinai, tidak main-main." Shinichi tersenyum ke arah adiknya.
Sakura menatap judes ke kakaknya.
***
Fakultas Arsitektur UI
__ADS_1
Arabella menatap dosen pengujinya yang memeriksa hasil karyanya untuk tugas membuat rumah nyaman dan ditujukan kepada keluarga kecil.
Arkananta sendiri sudah memeriksa denah dan maket empat dimensi yang dibuat Arabella sebelumnya dan mengatakan bahwa hasil gambar dan blue print nya sudah bagus. Arabella tampak percaya diri apalagi penilaian Arka sebagai seorang asisten dosen.
"Saya suka dengan denah kamu, semua unsur ada semua disini dan tidak membosankan serta memiliki ciri khas yang tidak dimiliki mahasiswa lain."
Arabella menunggu penilaian lengkap dan akhirnya nilai A+ pun keluar membuat gadis itu senang bukan kepalang karena ini adalah tugas pertamanya.
Setelahnya, Arabella pun keluar dari ruang dosen dan senyum lebar tampak di wajahnya.
"Gimana?" tanya Arkananta yang baru saja menghadap pak Jos.
"A+!" teriak Arabella tertahan.
"Hebat! Jalan kamu masih panjang, Kunti!"
Arabella merengut. Dasar Trio Kampret, hobinya Gonta ganti panggilan. Tapi kalau sudah cinta, anggap saja panggilan spesial pakai telor ceplok!
"Iya mas Arkanya Arabella" jawab gadis itu sambil melengos.
Arkananta menepuk kepala Arabella lembut. "Kalau sampai dapat jelek, bikin malu pak Dapid!"
Arabella tersenyum lebar lagi mendapatkan perlakuan Arkananta yang terkadang menyebalkan tapi kalau lagi manis... maniiissss banget macam gulali.
"Mas Arka cakep deh kalau kayak gini" goda Arabella seolah lupa berada dimana.
"Mulai...mulai..mulai..." gumam Arka menirukan gaya di reel Instagram.
***
Valentino tampak senang mendapatkan balasan dari Katya D'Angelo. Remaja tampan itu tahu jam yang berbeda membuat komunikasi mereka sedikit kacau.
π© Katya D'Angelo : Maaf, Val aku baru balas pesan kamu. Aku banyak tugas di kampus bahkan tak jarang aku ketiduran di meja belajar... hahahaha.
π© Valentino Reeves : Aku baru pulang dari kampus. Tadi juga aku sibuk di kelas sampai tidak buka ponsel.
Memang itu kenyataannya karena tadi seharian Valentino mengerjakan tugas programmer yang complicated hingga memegang ponsel pun tidak.
π© Katya D'Angelo : Bagaimana kabar adikmu, Juliet. Masih bersama Romeo kan? Mereka itu cocok satu sama lain lho.
π© Valentino Reeves : Jules? Baik-baik saja dengan Romeo, tapi ya Upside-down gitu deh mereka berdua.
π© Katya D'Angelo : Mereka itu lucu deh. Juliet itu benci tapi sayang sebenarnya sama Romeo cuma gengsinya tinggi.
π© Valentino Reeves : You're right. Kadang aku gemas dengan mereka berdua.
π© Katya D'Angelo : Semoga kamu bisa kemari, Val. Pemandangan disini bagus sekali. Aku suka disini, tenang, tidak seramai Barcelona atau pun Jakarta.
π© Valentino Reeves : Insyaallah aku bisa kesana Katya.
__ADS_1
π© Katya D'Angelo : Aku tunggu. Oh, bawa Juliet... eh tapi dia kuliah di Singapura ya dan pasti bersama dengan Romeo.
π© Valentino Reeves : Agak sulit kalau bawa si Jules. Semoga aku bisa ke Geneva.
π© Katya D'Angelo : Te estarΓ© esperando ( aku akan tunggu kamu )
π© Valentino Reeves : Solo esperame ( Ditunggu saja )
***
Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang
"APPAAAA? Si morotin nembak kamu?" Shinichi menatap wajah adiknya yang hanya memasang wajah datar.
"Iya. Ku tolak lah!" jawab Sakura cuek.
"Terus dia gimana?" Keduanya kini berada di kamar Shinichi yang terdapat gambar beberapa dari karakter dragon ball dan gambar planet Namec yang ditulis di bawahnya oleh Shinichi 'We're gonna be there.'
Planet Namec
"Iya dia cuma bengong gitu kayak nggak terima. Tapi aku bodo amat mas, kan aku berhak menerima dan berhak menolak jadi bukan sesuatu yang gimana-gimana."
Shinichi tersenyum smirk. "That's my sister. Tapi aku rasa si muka rata nggak bakalan give up. Kayaknya prinsip dia, selama janur kuning belum melengkung terus bleketepe belum terpasang depan rumah, dia akan terus mengejar kamu, dik."
"Biarin saja. Lama-lama dia juga akan capek sendiri."
***
Berlin Jerman
Alessandro baru saja menyelesaikan acara mandinya ketika melihat notifikasi email masuk ke dalam inboxnya. Hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya, sulung dari dua bersaudara Moretti itu membuka email yang berisikan attachment banyak.
Mata coklatnya membulat ketika melihat Raffa menarik Sakura dan dengan terang-terangan menyatakan cinta kepada putri Hideo Park itu.
Damn it! Ternyata feeling Luke Bianchi benar! Raffa jatuh cinta dengan Sakura.
Rahang Alessandro mengeras saat melihat Sakura mendekati wajah Raffa dan dirinya sampai menahan nafas menunggu adegan selanjutnya tapi yang dilihatnya gadis itu menyapukan nafasnya ke pipi Raffa dan setelahnya pergi.
Rupanya Sakura menolak Raffa. Alessandro tersenyum smirk. Sorry little brother, Sakura akan menjadi milikku.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu β€οΈπβ€οΈ