
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Aunty biru!"
Lel, Lee dan juga Renald datang menjenguk biru,mereka langsing pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa biru masuk rumah sakit.
"Kalian datang"biru berusaha duduk dengan pelan di atas ranjang rawat rumah sakit,menyambut kedatangan Lee dan juga lel.
"Tuan William,apa terjadi sesuatu terhadap Biru?"Renald mendekat ke arah William,menjabat tangan William singkat.
"Leukimia,ku mohon doa yang terbaik"William menatap Renald dengan pandangan lesu, karena tubuh nya benar-benar lelah sekarang
"Aku akan mendoakan yang terbaik,Kim menitip kan salam ia tidak bisa datang karena pekerjaan nya cukup banyak,dan tidak bisa di tinggal kan"
Nisa memang tidak bisa pergi, pekerjaan nya memang sedang banyak-banyak nya, karena itu ia memilih untuk menitip kan salam saja pada Renald,sang kakak.
"Iya,aku tau dia sedang sibuk"
"Oh ya bagaimana dengan pendonor sumsum tulang belakang nya,apa kalian sudah dapat?"mendengar pertanyaan Renald,William dengan cepat mengangguk, Karena memang ia sudah mendapat kan pendonor.
"Saudara tiri biru,dia sedang dalam perjalanan kemari"jawab William singkat.
"Biru ku akan baik-baik saja kan?"Renald menoleh,menatap iba ke arah William,mata suami dari biru itu sudah mulai berkaca-kaca.
"Tentu saja,biru wanita yang kuat"Renald menyentuh punggung William,memberi kan beberapa kali tepukan penyemangat.
"Aunty biru baik-baik saja kan?kenapa harus masuk rumah sakit?"lel bettanya polos.
"Iya,doa kan aunty baik-baik saja"biru mengulas senyum dengan sangat lebar.
"Hubby,siapa yang akan menjadi pendonor?"biru bertanya,sembari mengelus lembut kepada Lel yang ada di pangkuan nya.
"Kau tidak perlu memikir kan itu,semua nya akan berjalan semesti nya"William menjawab singkat.
Malam hari.
Biru sedang duduk di ranjang pasien dengan sebuah buku di tangan nya,sedari tadi mata nya terus melirik ke arah luar, mencari keberadaan William.
Ceklek.
Pintu terbuka, Wiliam masuk dengan satu kotak bekal berisi makanan yang di buat oleh ibu Biru.
"Hubby kau dari mana?"biru menoleh ke arah William,sembari mengulas senyum lebar di bibir pucat milik nya.
"Aku baru pulang, karena tidak sempat makan malam,ibu membawa kan bekal untuk ku"William membuka kotak bekal,hati biru miris melihat wajah lelah suami nya.
"Pulang lah hubby, istirahat di rumah.aku bisa menjaga diri ku dengan baik,kau tidak perlu khawatir"biru mengelus secara perlahan pipi sang suami dengan jari-jari kurus Nya.
"Kau mau selingkuh?"bukan nya menjawab, William malah memberi kan tuduhan tidak mendasar pada biru.
Biru terkekeh pelan, William memberi tuduhan tanpa melihat kondisi,pada hal keadaan nya benar-benar lemah sekarang, bagaimana bisa ia berfikir untuk selingkuh.
"Hubby, aku benar-benar beruntung memiliki laki-laki seperti mu,kau selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan ku tanpa terkecuali.lalu untuk apa aku berselingkuh Hem? sementara Allah memberi ku laki-laki yang sempurna"
Biru menggigit bibir bawah nya,ingin rasa nya dia terisak kencang, karena merasa sangat beruntung memiliki William di dekat Nya.
__ADS_1
"Aku benar-benar beruntung memiliki mu hubby"William tergugu di tempat,biru benar-benar berhasil memporak-porandakan hati nya.
"Kita akan menghadapi semua nya bersama biru"William menggenggam erat tangan biru,sembari menyuap makanan.
"Kau tampak kurus hubby karena terlalu mengurus ku"biru terkekeh, mengamati William yang makan dengan sangat perlahan.
"Aku mengurus mu karena aku sangat mencintai mu"William masih fokus pada makanan Nya,ia benar-benar sangat lapar sekarang, karena semenjak biru sakit,ia sama sekali tidak peduli pada kondisi nya sendiri.
"Ya aku tau,aku akan berusaha untuk cepat sembuh,aku tidak ikhlas jika suami ku menikah lagi"bibir pucat biru mengerucut karena sangat kesal, dengan pemikiran nya sendiri.
"Aku tidak akan menikah lagi honey,aku benar-benar mencintai mu"William mengecup singkat bibir Biru.
"Aku juga, terima kasih karena telah berusaha yang terbaik untuk ku"biru mengecup pipi William singkat.
"Biar aku yang menyuapi mu hubby"biru mengambil alih sendok milik William, menyuapi secara perlahan sang suami.
Malam ini di lalui William dan biru dengan sangat baik.
"Honey aku masih ada urusan,jaga diri mu dengan baik ya?"William menghadiahi kecupan singkat di bibir biru.
"Kau mau ke mana hubby?"biru mendongak,menatap ke arah William dengan pandangan yang sulit di arti kan.
"Aku ada sedikit urusan,satu jam lagi aku akan kembali.karena itu, Jaga diri mu dengan sangat baik"biru mengangguk,mata nya terus mengawasi gerak-gerik William, memandangi punggung lebar uang sudah yang di balik pintu.
Sepersekian menit dari kepergian William, tiba-tiba seseorang masuk,membekap mulut biru dengan sangat erat,biru terus-menerus memberontak, seiring dengan mata nya yang mulai tertutup.
Dua orang itu bergerak dengan sangat lincah,hingga tidak ada satu pun petugas rumah sakit yang curiga.
Biru di gendong,saat akan di masukan ke dalam mobil,tanpa sengaja dokter Vilton datang, sejenak dia melirik karena wajah biru tertutup masker, dokter tampan itu tidak mengenali nya.
"Tunggu!"langkah kaki dokter Vilton terhenti,mata nya menyipit ketika melihat sebuah cincin yang sangat tidak asing melingkar di jari wanita itu.
"Biru! Hey penculik kau mau membawa nona ku kemana?!"teriakan dokter Vilton menggema,membuat beberapa petugas keamanan rumah sakit mendekat,tapi terlambat,mobil yang membawa biru telah pergi jauh.
"Tuan mari kita kejar!"seorang petugas keamanan menaiki mobil,dengan cepat dokter Vilton masuk.
Aksi kejar-kejaran terjadi,namun Dokter Vilton kalah cepat dengan para penculik biru,hingga mereka kehilangan jejak.
Kehilangan arah, Dokter Vilton segera menelfon William,namun sial nya nomor William sedang tidak aktif,jadi lah sekertaris Steven adalah satu-satunya nama yang terlintas di fikiran nya.
[Halo?]
[Steven biru di culik!aku kehilangan jejak nya.berulang kali ku telfon,tapi dia sama sekali tidak mengangkat nya]
[Apa?!aku akan mengurus nya sekarang]
Di Inggris Sekertaris Steven segera menekan nomor namun Nisa,mengharap kan bantuan dari gadis itu,tetap tidak mengangkat nya.
Back to Amerika.
William baru selesai dengan banyak nya hal yang harus ia urus,alis mata hitam milik Nya menekuk heran melihat banyak nya petugas keamanan di lobby rumah sakit.
"William kau dari mana saja?!"dokter Vilton berlari mendekat dengan nafas terengah-engah karena benar-benar lelah berlari.
"Aku sedang ada sedikit pekerjaan, kenapa banyak sekali petugas keamanan di Lobby?apa sesuatu terjadi?"William menunjuk ke arah segerombolan petugas keamanan,bahkan polisi yang ada di sana.
"Biru di culik"jawab dokter Vilton.
__ADS_1
"Apa?!"suara William meninggi karena sangat terkejut.
"Iya,tadi ada segerombolan orang-orang berpakaian hitam yang menculik Nya, pihak rumah sakit juga sudah melapor kan nya pada pihak berwajib"dokter Vilton menjawab takut takut.
"Kenapa tidak ada uang menjaga biru ku?!"suara William meninggi.
"Ada apa? siapa yang di culik?"Nisa yang baru mendapat kabar dari sekertaris Steven,segera meluncur ke rumah sakit,sekedar mengechek keadaan.
"Biru di culik nona, segerombolan laki-laki berpakaian hitam datang,saya sudah berusaha untuk mencari keberadaan nya"dokter Vilton menghela nafas,menatap takut ke arah Nisa.
"Di culik?"tangan Nisa mengepal, deru nafas gadis cantik itu terdengar memburu,pertanda ia sedang benar-benar emosi sekarang.
"Siapa yang menculik Nya?"Nisa bertanya-tanya.
"Dokter ke bandara sekarang,keluarga Smith sedang menuju ke mari!saya dan William yang akan menyelesai kan masalah ini sekarang".
dokter Vilton mengangguk,mulai menuju bandara, sementara Nisa mengajak William untuk singgah ke Mansion king mafia dragon white.
"Daddy?!"begitu sampai di mansion milik king mafia dragon white,Nisa langsung memekik heboh,membuat king mafia dragon white yang sedang membaca koran tersentak.
"Asataga princess,bisa kah suara mu di pelan kan sedikit?"king mafia dragon white menggeleng kan kepala nya,tidak habis fikir dengan sikap Nisa.
"Biru di culik dad"singkat padat dan jelas.
"Biru?biru siapa?"seperti itu lah king mafia dragon white,yang ia anggap tidak penting akan dengan mudah terhapus dari ingatan nya.
"Istri dia dad!"Nisa melirik ke arah William.
"Oh memang nya kenapa?"Nisam menggeleng geram.
"Dia di culik dad,Daddy tidak bisa kah fokus sekali saja"king mafia dragon white tertawa, melihat bibir Nisa mengerucut Karena sangat kesal.
"Panggil kakak mu di kamar,kita akan membicarakan nya"jawab king mafia dragon white singkat.
"Kakak!"bukan nya naik ke atas untuk memanggil Renald,Nisa berteriak dari lantai bawah dengan sangat keras.
"Astaga ada apa?!"Renald turun dengan mengumpat, sembari menutup kedua telinga nya.
"Tidak bisa kah jangan berteriak?jika tidak mau naik ke atas, panggil saja maid"Renald menggerutu kesal.
"Ini lebih efektif"jawab Nisa singkat.
"Cih ada apa?"tanya Renald.
"Biru di culik,aku butuh bantuan mu kak"Nisa mendekat ke arah Renald.
Seluruh anak buah dari Renald di terjunkan langsung ke tempat di mana biru sudah di lacak.
"Semua siap?!"Renald berteriak dengan sangat lantang.
"Iya!"jawab mereka serempak.
Penyelamatan biru terjadi besar-besaran,semua sekutu dari dragon white ikut di turun kan.
Dalang sesungguh nya sudah di bunuh.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.