Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Liora vs biru.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Di mana nona Kim?"William langsung bertanya to the points.ketika melihat yg menyambut kedatangan keluarga besar Smith,hanya lah para karyawan dan juga kepala butik,big bos utama belum keluar,atau entah ke mana pergi nya.


"Nona Kim sedang berada di ruang kerja nya tuan Smith,tidak bisa di ganggu"kepala butik angkat bicara.


Dari raut wajah,tentu mereka bisa menebak bahwa William sangat tidak menyukai ketidak profesionalan Nisa,dia memang selalu ingin apa pun berjalan Perfect, terutama di tangan gadis itu lah kelak pernikahan yg megah akan berjalan.


Tapi,lihat lah gadis itu bahkan tidak konsisten pada waktu.william jadi gemas sendiri,di mana Timor yg mengata kan bahwa seorang Kim ae-ra selalu on Time.


"Maaf membuat menunggu.putra saya tidak ingin di tinggal"Nisa keluar dari lantai dua butik,berjalan tergesa,sembari Merapih kan jilbab nya yg sedikit berantakan.


Tidak ingin membuat pelanggan nya kecewa,Nisa langsung memerintah kan beberapa pelayan butik untuk mengajak biru dan juga William fitting di sebuah ruangan,lalu menunjuk kan beberapa desain gaun pernikahan,dan juga tema yg akan di ambil.


"Dalam satu Minggu semua nya harus selesai,baik pesta atau pun gaun nya"William tentu ingin semua nya berjalan lancar,dia megeluar kan yang yg cukup banyak,untuk mengada kan acara super megah ini.


"Saya tidak akan mengecewa kan anda tuan,jadi tidak perlu khawatir"Nisa menjawab santai, ancaman bagi hidup nya adalah makanan sehari-hari.


"Silah kan kalian ikut fitting di dalam,anak buah saya akan mengurus nya,permisi"Nisa membungkuk hormat,lalu memilih untuk masuk ke dalam ruang kerja nya.


Setelah selesai fitting, memilih tempat dan segela macam nya.william memutus kan mengajak sang calon istri biru,dan juga Rosse untuk berjalan-jalan sebentar,tapi sebelum nya mereka memutus kan untuk mendatangi Rossi lebih dulu.


Tok,tok.


"Masuk!"terdengar suara pekikan dari dalam.mendorong pintu,William dan biru langsung masuk ke dalam.


Terlihat Nisa dan Rossi berada di kursi kerja mereka masing-masing,melihat kedatangan keluarga nya,Rossi diam tidak bergeming,dan juga tidak bergerak sedikit pun dari tempat nya,dia memilih untuk memfokus kan diri pada gambar desain di hadapan nya.


"Rossi, kami ingin pergi jalan-jalan sebentar,kau mau ikut boy?"William bergerak mendekat ke arah sang putra yg sedari tadi hanya memasang wajah dingin dan datar,tak memperduli kan kehadiran nya di sini.


Menggeleng.hanya itu reaksi yg di tunjuk kan oleh Rossi,tak ada satu kata pun yg keluar dari bibir dingin nya,jika biasa nya dia akan menatap ke arah sang mommy, sekarang dia malah memaling kan wajah dari biru.


"Rossi sayang, kau tidak mau ikut?kita bisa berjalan-jalan bersama?"kini giliran biru yg ikut membujuk.berusaha memberi bujuk kan agar putra bungsu nya ikut, biasa nya jika dia yg meminta,walau pun terpaksa.


"Tidak"singkat nya,berhasil membuat rosse yg sedari tadi diam ikut marah-marah,amarah nya seakan ikut memuncak.


"Loussi kenapa Ndak mau?loussi Ndak sayang sama lousse!iya?!loussi hallus nya mau ikut! lousse mau kelluallga yg lengkap!ada daddy ada mommy ada loussi!bisa tidak loussi menulut sekali ini saja?"Rosse mulai marah-marah seperti biasa nya, hanya argumen nya yg boleh di terima,dan tidak boleh di sangkal.


"Rosse jika kau ingin jalan-jalan,pergi lah sendiri.rossi tidak bisa kau paksa,jangan menjadi egois hanya karena kedatangan orang yg kau tunggu,kau bisa saja menghancur kan persaudaraan kalian"


Rosse diam.jika Nisa yg mulai angkat bicara,atau sekedar memberi kan saran,Rosse tidak memiliki keberanian untuk menyangkal nya.


Gadis mungil itu tertunduk.menyadari kesalahan nya karena sudah melupa kan persaudaraan yg di jalin nya dengan Rossi,hanya karena kedatangan William,sang Daddy yg selama ini ia tunggu.


"Nona Kim"

__ADS_1


"Biar kan dia bersama dengan ku"biru akhir nya hanya bisa mengangguk.memaksa Rossi sekarang,pasti akan berdampak buruk pada hubungan nya dengan sang putra bungsu.


Mengucap kan kata-kata pamit.biru,William dan Rosse berjalan pelan menuju mobil,kali ini William sendiri yg mengemudi kan mobil,agar bisa semakin mendekat kan diri pada biru.


"Daddy kita mau ke mana?"Rosse yg berada di pangkuan biru bertanya dengan antusias,mata nya terus-menerus mengamati kondisi sekeliling, kota London sangat lah indah,memanja kan mata.


"Bagaimana jika kita mengunjungi kantor Daddy?Rosse pasti suka"William membelok kan setir, melaju kan mobil ke arah jalan menuju Smith group,tanpa memperduli kan wajah biru yg sudah pucat pasi sedari tadi.


Bersama di depan umum?tidak biru belum siap.ada ketakutan di hati nya sekarang,tentu saja dia tau Smith group merupa kan perusahaan terbesar di Inggris,yg pasti nya memiliki banyak karyawan,biru belum siap jika harus muncul di hadapan orang banyak,di tambah bersama dengan William.


"Tuan"


"Tenang lah,semua akan baik-baik saja"seakan mengerti kerisauan yg tercetak jelas di wajah cantik biru,William menyela dengan lembut,semenjak bertemu biru dia harus terus menerus menekan kesabaran dan juga belajar berbicara lembut dan manis,tidak dingin seperti biasa nya.


Untung saja ada sekertaris Steven,dia dengan sabar mengajar kan William bagaimana cara nya agar berbicara dengan lembut, mengingat biru yg super sensitif.


"Wah!"Rosse terperangah takjub menatap gedung bertingkat di hadapan nya sekarang.


Gedung pencakar langit tertinggi di Inggris.dengan logo besar bertulis kan SMITH GROUP, perusahaan yg hampir bergerak di semua bidang, termasuk bidang pedagangan.


"Ayo biru?"biru tersentak kaget ketika pintu sebelah nya di buka oleh William,menghela nafas biru berusaha sekuat mungkin untuk percaya diri, menggendong tubuh mungil Rosse,biru keluar dengan langkah tegap nya.


William mengulas senyum sangat tipis.melihat biru sangat gugup, terutama ketika melihat semua pandangan tertuju pada nya.william berjalan lebih dulu masuk,di ekori oleh biru.


Semua orang baik karyawan maupun petugas keamanan langsung membungkuk hormat, ketika melihat big bos sekaligus CEO mereka datang.raut penuh keterkejutan tidak bisa mereka tutupi ketika melihat sosok wanita cantik dan seorang putri kecil yg sangat mirip dengan William masuk,mengekori langkah sang tuan muda.


"Willi!"William menghela nafas ketika mendapati suara pekikan keras yg sangat tidak asing di telinga nya,membalik kan badan, William menatap datar ke arah perempuan berbaju seksi yg mendekat ke arah nya.


Raut wajah wanita itu langsung berubah drastis ketika mendapati kehadiran biru,wajah cantik nya mendadak berubah sangat menakut kan, seperti singa yg siap menerkam mangsa nya.


"Willi sayang"tubuh perempuan itu hendak menghambur ke dalam pelukan William, tapi percuma,William dengan sigap menyembunyi kan tubuh kekar nya di balik tubuh mungil milik biru.


"Henti kan tingkah mu Liora!istri ku bisa marah!"Liora mengepal kan tangan nya kesal,sumpah demi apapun dia sangat ingin menampar biru.


Biru memilih diam,untung nya dia selalu menjadi juara umum.sehingga mudah bagi nya menguasai beberapa bahasa.


"Oh jadi kau istri nya?cih selera mu terlalu rendah!"biru memutar bola mata nya malas,Liora memang cukup berani, bahkan mencaci wanita yg baru pertama kali ia temui,tapi Liora salah sasaran,biru bukan perempuan yg hanya diam ketika di tindas.


"Selera nya adalah saya nona!wanita yg tidak mengumbar tubuh nya ke khalayak ramai"biru menurun kan Rosse dari gendongan nya,menatap tajam dan sengit ke arah Liora.


"Kau!"


"Jangan berani-berani nya anda menunjuk saya dengan tangan kotor itu"biru mengulas senyum sinis,sembari menepis jari telunjuk Liora yg di arah kan ke wajah nya.


"Dasar kau!"Liora mendorong tubh biru,tapi tidak sedikit pun wanita itu bergeming dari tempat nya berdiri,dia masih memasang wajah menatang,tidak gentar dengan perlawanan yg di lakukan Liora.


"Cih perebut suami orang saja bangga"biru mencibir santai,mundur satu langkah ke belakang,mengambil jarak aman dari kekejaman Liora.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan!"


Plak!


Biru geram.tangan nya melayang indah ke wajah cantik milik Liora,membuat wanita itu tersungkur jatuh ke lantai.


"Steven urus dia!"sekertaris Steven yg baru saja datang terkejut mendengar perintah yg keluar dari bibir William,tapi tak urung dia mengangguk patuh.


"Nona yg terhormat,tunggu lah satu Minggu lagi akan ada undangan yg datang ke rumah anda,atas nama William Alexander Efron Smith dan juga biru Anindita fresyah"biru melangkah pergi,di ikuti William dari belakang.


Melangkah dengan raut wajah takjub,William tidak menyangka Wanita seperti biru,yg lemah lembut dan juga baik hati bisa berkata pedas juga,bahkan dengan berani menampar Liora.


Pilihan William tepat sekarang,wanita yg di pilih nya adalah wanita yg tepat.biru adalah anugrah yg datang dalam kehidupan William,tentu saja laki-laki tampan itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan memiliki biru,secara sah di mata agama dan juga di mata negara,menjadi kan wanita cantik ini sebagai nyonya muda Smith satu-satu nya.


Cinta memang belum hadir,tapi baik William dan juga biru,mereka sama-sama berusaha membuka hati masing-masing,untuk saling menerima dan juga menghargai satu sama lain.


Ting!


Lift terbuka,biru yg sedang kesal,berjalan sembarangan, hingga menemui ruang CEO.tanpa banyak bicara biru berjalan cepat masuk ke dalam,menduduk kan diri nya di sofa.


"Rosse,kau bermain lah bersama uncle Steven,ada yg perlu mommy dan daddy bicara kan,tidak masalah kan sayang?"biru berbicara dengan nada yg sangat lembut kepada Rosse,melirik ke arah Steven yg berdiri dengan raut wajah dingin nya.


"Baik mommy,uncle tampan ayo!"Rosse berjalan mendekat ke arah sekertaris Steven,mengulur kan tangan nya,mengerti kode dari sang nona kecil,Steven menggendong tubuh mungil Rosse,lalu pamit tanpa sepatah kata pun.


Hening.sepergi nya sekertaris Steven dan juga Rosse,hanya ada keheningan yg melingkupi ruangan luas itu.


"Siapa dia tuan?seharus nya ada memutus kan hubungan dengan wanita anda, ketika anda memutus kan untuk melamar saya?apa anda ingin membuat Rosse membenci anda sama seperti Rossi?."pelan,dan lembut,namun perkataan biru terdengar tajam, dia tengah menghakimi laki-laki di hadapan nya ini.


"Dia hanya sahabat masa kecil ku biru tidak lebih"Willliam menjawab dengan raut wajah meyakin kan, berharap wanita di hadapan nya percaya.


"Seharus nya anda mengata kan dengan tegas pada nya untuk menjauhi anda.saya sama-sekali tidak cemburu,saya hanya tidak ingin Rosse membenci anda,rasa benci Rossi saja sudah cukup,saya terlalu pusing jika harus menghadapi nya."


Willliam kembali menunduk.untuk pertama kali nya dia kehabisan kata-kata,hanya karena wanita yg berstatus sebagai calon istri dan ibu dari anak-anak nya.


"Maaf biru,ini di luar kendali"biru menghela nafas.


"Jika pernikahan ini anda hanya ingin bermain-main,lebih baik kita batal kan tuan.anda sudah terlalu banyak memberi luka pada saya,sedari dulu,anda membuat saya mundur, ketika saya harus berjuang mendapat kan cinta dari sahabat saya"biru kembali membuka luka lama nya,tentang Andi, laki-laki itu selalu bisa melukai hati nya.


"Tidak biru,ku mohon maaf kan aku"William mendekat,ingin memeluk biru tapi wanita itu langsung menghindar.


"Jangan mengambil langkah yg salah tuan,kita melakukan ini demi anak-anak,saya tidak ingin mereka terluka"biru terisak,yg di khawatir kan nya sekarang adalah kebahagiaan anak-anak.


"Aku sudah mendapat kan maaf mu,aku tidak akan menyia-nyiakan nya lagi biru,maaf"biru memaling kan wajah nya kesal,dia benar-benar pusing sekarang,di hari bahagia nya esok,tidak ada ibu nya,tentu itu menjadi kesedihan tersendiri.


"aku akan mengembalikan semua milik mu biru"


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2