Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
extra part: mengejar cinta dosen duren


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Rahardian!"ibu Rahardian datang,berteriak kesal melihat sang putra nya.


"Ibu?"Rahardian berdiri dari duduk nya.


"Kenapa kau membatal kan perjodohan mu dengan delima nak?!"suara ibu sedikit meninggi.


"Dia bukan wanita yang baik.ibu tau kan Dian seperti apa?jadi berhenti ikut campur."


Ibu mendesah kasar.dia sudah benar-benar bertaubat, depresi yang di alami ratu menjadi tamparan berat, karena itu ibu bersikap baik kepada biru.


Tante,pak Rahardian sampai detik ini masih mencintai ku.ku mohon,dengan siapapun dia kelak bersama,restuilah dia.jangan buat aku merasa bersalah, siapapun itu asalkan pak Rahardian bahagia.biru mohon Tante,jangan paksa pak Rahardian sedikit pun.


Ibu menghela nafas panjang.perkataan Biru terngiang di fikiran nya.


"Kata kan pada ibu,Dian masih mencintai biru kan?"


Rahardian mengangguk pelan,tidak menyangkal.


"Buka hati mu untuk perempuan lain, sekalipun itu Chika.ibu tidak perduli dia anak siapa,ataupun status nya.asal kan Dian bisa bahagia,ibu akan mendukung mu."ibu menggengam tangan rahardian, melafalkan beberapa doa untuk sang putra.

__ADS_1


Eaaa, Chika dapat restu dari ibu mertua.


Chika memandang ibu dengan pandangan sendu,kasih sayang dan perhatian yang tidak dia dapat kan dari mama,berhasil dia dapat kan dari ibu.


"Nak,mulai lah hidup baru.biru juga putri ibu,ibu ingin kau bahagia sama seperti Biru.karena itu,berusaha lah bahagia sayang."


Rahardian hanya mengangguk pelan,seulas senyum tipis terukir di bibir nya.


"Chika,maaf Tante jenguk nggak bawa apa-apa.soal nya Tante baru di kasih tau sama biru tadi,putri Tante"seulas senyum manis terukir di wajah ibu.


"Iya Bu, terima kasih sudah datang"jawab Chika halus.


"Ya sudah, Chika ibu pamit dulu ya"ibu Rahardian berlalu pergi.


Rahardian berdecak bingung.


"Saya yakin!"Chika berseru penuh semangat.


"Lakukan sesuka mu"Rahardian menjawab acuh,melirik ke arah bubur di nakas yang di titip kan Nisa tadi.


"Ini makan,nona Kim membawa kan nya untuk mu,dan juga ini"Rahardian memberi kan kotak pemberian Nisa kepada Chika.


Sontak mata Chika berbinar penuh kebahagiaan,takjub melihat apa yang ia impikan ada di hadapan-nya.

__ADS_1


"Ini dari KNN boutique?”


Rahardian menutup telinga nya karena Chika memekik keras.


"Iya"jawab Rahardian ketus.


"Bapak bertemu nona Kim?bapak kenal dengan nya?saya mau bertemu dengan nya!dia benar-benar sosok yang menakjubkan!"


Chika heboh sendiri.


"Dia teman saya"singkat,padat dan tepat.


"Shh"Chika meringis,kepala nya berdenyut sakit.darah mulai merembes di balik perban, di ikuti pandangan nya yang mulai mengabur.


"Astagfirullah!"Rahardian memekik kaget, secepat kilat dia menangkap tubuh Chika yang terhuyung,membaring kan di atas kasur dengan pelan,sebelum menekan nurse call yang terdapat di dinding.


tidak lama seorang dokter di ikuti seorang perawat datang,meminta Rahardian keluar lebih dulu.


di luar Rahardian mondar-mandir tidak jelas,tak memperdulikan dering handphone yang sedari tadi mengusik Indra pendengaran nya.


fokus nya sekarang hanya satu,Chika dan Chika.


semoga dia baik-baik saja.fikir Rahardian.

__ADS_1


__ADS_2