
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"kita harus segera memesan baju honey, pernikahan sekertaris Steven sebentar lagi"William memeluk tubuh biru dari belakang, menciumi rambut hitam lurus milik sang istri.
"Tentu saja.pada hal dulu aku sangat ingin sekertaris Steven menikah dengan nona Kim,tapi tampak nya itu hanya angan-angan semata"William menatap sang istri yg tampak sangat bersedih,tapi ia juga tidak bisa melakukan apa-apa.
"Tunggu,bukan kah dia wanita itu?"William menyipit melihat kehadiran mobil Liora,tidak lama terlihat wanita itu melenggang santai memasuki mansion.
"Hama-hama pelakor"biru mengumpat pelan,masih terus memperhati kan wanita yg menjadi bibit bibit hama di rumah tangga nya.
"Sayang,kau tidak boleh berkata seperti itu,lebih baik kita turun"William membantu biru memakai jilbab,lalu menggandeng tangan biru secara perlahan untuk turun ke bawah.
Biru hanya bisa memperhati kan tangan nya yg di gandeng William,dia tengah menerka-nerka alasan kedatangan wanita bernama Liora itu ke rumah.
Walau pun sedikit ragu untuk bertemu dengan Liora,tapi biru tidak bisa menolak, karena William terus menarik tangan nya.
Senyum tipis terukir di wajah Liora melihat kedatangan sang pujaan hati, William.
"Hai Lio,sedang apa kau kemari?"William menyapa sang sahabat kecil nya yg duduk di sofa ruang tamu.
"Aku ingin mengucap kan selamat,sekaligus memberi hadiah pada Steven, karena ku dengar dia akan segera menikah,dengan putri pemilik hotel"Liora mengeluar kan empat buah paper bag,memberi kan nya pada sekertaris Steven.
"Kabar itu sudah menyebar ya?"sekertaris Steven bertanya sembari menerima hadiah dari Liora.
"Tentu saja,awal nya aku terkejut, karena dia sudah hamil di luar nikah, lalu kenapa kau mau menerima nya stev?bukan kah kau dekat dengan desainer itu?"Liora jelas mengeryit,sempat terdengar di telinga nya kabar kedekatan antara Steven dan Nisa.
"Memang nya aku bisa apa"sekertaris Steven mengendik kan bahu nya acuh,seakan tidak peduli dengan apa yg terjadi.
"Hubby,aku kasihan pada sekertaris Steven"biru berbisik pelan di dekat telinga William,dia menatap iba ke arah sekertaris Steven.
"Honey ini sudah terlalu siang untuk sarapan,dan itu tidak baik untuk baby"William tidak peduli pada sekertaris Steven sekarang,fokus nya hanya pada biru.
"Daddy!"rosse memekik keras dari arah ruang makan, dengan cepat William berlari mendekat,mata nya terbelalak menatap ke arah Rossi,wajah putra nya berubah menjadi merah, Rossi batuk-batuk terus tanpa henti.
"Ada apa ini?son kau baik-baik saja?"biru yg baru datang mendekat langsung panik,dia menoleh ke arah meja,terdapat sebuah kepiting besar di menu makan Rossi.
"Kita bawa ke rumah sakit!Rossi alergi"biru menggendong tubuh mungil rosse,mengekor cepat di belakang William, air mata nya terus menetes melihat kondisi sang putra.
"Mommy sakit"Rossi merintih kesakitan.
"Iya son, mommy akan segera membawa mu ke rumah sakit"William menepuk pelan punggung mungil Rossi.
"Ada apa tuan muda?"sekertaris Steven ikut panik,dia segera berdiri mengejar langkah William.
"Kita kerumah sakit sekarang,Rossi terkena alergi cepat Steven!"sekertaris Steven hanya mengangguk,mengambil kunci mobil dari saku,lalu mulai melaju kan nya.
"Sayang"biru memandangi sang putra dengan derai air mata yg tidak henti-henti nya mengalir.
Kali ini sekertaris Steven menjelma menjadi seorang pembalap,menyalip tanpa takut, hingga akhir nya mobil yg di kendarai oleh Nya sampai di parkiran rumah sakit.
Biru berjalan pelan,mengekor.di depan pintu IGD dia terus berjalan kesana-kemari, raut wajah nya berubah sangat khawatir,putra nya tengah bertarung nyawa.
Seharus nya biru sendiri lah yg memasak,jadi dia bisa memantau jika Rossi tidak memakan kepiting.
Putra bungsu William itu memang memiliki alergi terhadap beberapa hal, seperti kepiting, Coklat, strawberry dan juga kacang-kacangan.
"Honey,Its oke putra kita itu adalah laki-laki paling kuat,dia pasti baik-baik saja"William memeluk erat tubuh biru, berusaha menenang kan sang istri.
__ADS_1
"Tidak,ini salah ku,aku yg bersalah"biru terus-menerus terisak.
"Sayang,sekarang kau sedang mengandung,dan janin mu baru berusia beberapa hari,jangan seperti ini, Rossi akan baik-baik saja,putra kita itu baik-baik saja,aku berjanji pada mu"William menangkup wajah biru,berusaha menenang kan sang istri,tangan nya terus-menerus menghapus air mata biru.
"Aku takut,aku tidak mau kehilangan Rossi"biru terus terisak di dada bidang William,dia bingung dan sangat.
"Sayang tenang"
Di pojok kursi,rosse terus terisak pelan,air mata terus membasahi pipi gembul milik nya,tangis nya begitu menyakit kan untuk di dengar.
"Princess semua akan baik-baik saja,uncle yakin itu"Rosse mendongak, menatap ke arah sekertaris Steven.
"Rosse sayang Rossi uncle, Rossi yg mengajari rosse untuk berbicara huruf R dengan benar"rosse menyembunyi kan wajah nya di lengan kekar sekertaris Steven,ia terisak perlahan,tangis nya terdengar cukup menyayat.
"Uncle,bisa kah rosse saja yg mengganti kan posisi Rossi di sana?"rosse menatap penuh harap ke arah sekertaris Steven,rasa nya sakit bahkan sangat sakit mengingat kembaran nya sedang berjuang seorang diri.
"Tidak.rosse harus kuat sekarang,ingat rosse dan Rossi adalah saudara kembar, jika rosse lemah maka Rossi juga akan lemah,rosse mengerti kan?"rosse hanya mengangguk.
Tidak lama pintu IGD terbuka,Rossi terbaring lemah di atas ranjang pasien,dengan selang bantu pernafasan yg bertengger indah di hidung mancung milik nya.
"Rossi"biru bergumam lirih,mata nya menatap sendu ke arah sang putra,tangis masih terus mengalir dari mata nya.
"Rossi, rosse sayang sama Rossi"rosse ikut terisak,dia terus-menerus memandang ke arah Rossi,sedih tentu saja,tidak ada saudara satu pun yg tidak sedih melihat kembaran nya sedang sakit.
"Ayo,uncle antar ke kamar rawat Rossi"sekertaris Steven menggendong tubuh mungil rosse, mengiringi langkah William dan juga biru.
VVIP 106.
Biru mengelus wajah tampan sang putra yg tengah terlelap,maaf dan maaf kata itu yg terus di gumam kan oleh biru.
"Untung kalian cepat membawa nya ke rumah sakit,jika terlambat beberapa menit saja nyawa Rossi pasti tidak akan tertolong"dokter Vilton menyela masuk.
"Sayang,sini sama Daddy"William mengambil alih tubuh mungil rosse,memeluk erat tubuh mungil sang putri yg terus bergetar hebat.
"Daddy,Rossi akan baik-baik saja kan?"William mengangguk, menepuk-nepuk pelan punggung mungil sang putri,sembari sedikit mendongeng, supaya putri nya bisa tertidur pulas.
Benar saja,tidak lama terdengar deru nafas halus, menanda kan putri dari William itu sudah tertidur lelap,secara perlahan,William menidur kan tubuh mungil itu di sebelah Rossi.
"Honey duduk di sini, istirahat lah"biru hanya menggeleng.
"Aku akan bicara dengan sekertaris Steven dan juga dokter Vilton dulu"William berjalan keluar,di sana dokter Vilton, Steven dan juga Rokki yg baru saja datang sedang duduk.
"ternyata Rossi memiliki alergi yg sama dengan mu William,like father like son"dokter Vilton terkekeh pelan.
"masalah belum sepenuh nya selesai,menurut penyelidikan anak buah ku, musuh-musuh mu masih berkeliaran bebas,hanya dragon white yg bisa membantu mu kali ini"Rokki memasang raut wajah tidak enak.
bagi Rokki dia tidak berguna sekarang,dia sangat bingung sekarang, sebagai seorang saudara dan juga seorang sahabat,ia merasa tidak berguna.
"bukan nya kau king mafia red Devils?"dokter Vilton yg memiliki selera humor tinggi meledek sang sahabat.
"kekuatan nona Kim melebihi red Devils,dia memiliki banyak laki-laki berpengaruh di belakang nya, termasuk king mafia dragon white"rahang dokter Vilton bahkan sampai ingin jatuh.
nona Kim? fikiran dokter Vilton melayang entah kemana.dia mulai menebak-nebak apa hubungan antara nona Kim di gadis cantik itu dengan Dragon white.
"jangan bilang black rose adalah nona kim.itu jelas tidak mungkin kan?gadis secantik dan sebaik,serta selembut nona Kim adalah black rose?dia memiliki riwayat lemah paru-paru, imun tubuh nya di bawah rata-rata"dokter Vilton berdecak heran.
"menurut penyelidikan bahkan dia bolak-balik masuk rumah sakit ini tidak mungkin"dokter Vilton menggeleng kan kepala nya tidak habis pikir,dia masih belum menerka-nerka.
"dia selemah itu"William menatap iba ke arah sang sekertaris, dia tentu tau jauh di lubuk hati sekertaris Steven dia sangat mencintai Nisa.
__ADS_1
"tapi fakta nya,dia adalah black rose,dia putri angkat dari king mafia dragon white.lebih baik kau tutup mulut mu,jika kau ingin melihat matahari besok hari"Rokki memberi kan sedikit ancaman,agar laki-laki muda itu tutup mulut sedikit.
"astaga,calon istri ku seorang mafia!?! kejutan apa lagi ini?"dokter Vilton pura-pura memasang ekspresi terkejut,yg sangat menggeli kan bagi William, sekertaris Steven dan juga Rokki.
"calon istri mu?kau yakin bisa menakluk kan gadis es itu?"Rokki memasang ekspresi mengejek.
"sahabat ku saja tidak bisa menakluk kan nya sedikit pun,gadis itu terlalu sulit di taklukan"William merangkul erat lengan kekar sekertaris Steven.
"kau menyukai calon istri ku?!"dokter Vilton langsung memasang wajah galak,bersiap mencaci bahkan memaki sekertaris Steven.
"memang nya apa guna nya,aku tidak bisa menyelinap masuk ke dalam hati nya,lagu pula aku akan menikah"sekertaris Steven tertunduk,jelas kesedihan tergambar di wajah tampan nya.
"memang nya kau mencintai nona Kim?"tanya William, sekertaris Steven hanya menggeleng,dia tidak yakin ini sekedar perasaan kagum atau cinta yg sebenar nya.
"kau masih bimbang bro,tapi aku tau apa yg tuhan takdir kan untuk mu tidak akan melewati mu.jalan nya mungkin berbeda,waktu nya juga tidak sama,tapi percaya lah tidak tau kapan,dia pasti akan kembali menemui mu"William memeluk erat lengan kekar sang saudara angkat.
"ya,aku tidak akan sedikit pun meragu kan keputusan ku"sekertaris Steven mengulas senyum tipis, seakan meyakin kan bahwa ia baik-baik saja.
"kau jangan memasang wajah sedih seperti itu,kita bersahabat sedari kecil,kau juga saudara kami, William Karena kita saudara, jika terjadi sesuatu jangan sungkan-sungkan"dokter Vilton berkata dengan sungguh sungguh,tatapan mata nya berubah sangat teduh.
"aku tidak sedih,hanya merasa bahagia dan juga beruntung,memiliki tiga laki-laki hebat seperti kalian,yg siap melakukan apa-pun untuk ku"William menatap ke arah para sahabat nya dengan mata berkaca-kaca.
tumbuh kecil bersama,dengan tingkat kedewasaan yg berbeda,tentu saja membuat mereka mengenal satu sama lain.
walau pun akhir nya mereka tetap mengambil jalan terpisah, dokter Vilton yg memutus kan untuk menjadi seorang dokter,Rokki yg melanjut kan perkejaan ayah nya sebagai seorang mafia, sekertaris Steven yg masih berdiri di belakang William.
"kita adalah sahabat, jika salah satu ada Masalah,yg lain siap membantu kapan pun"dokter Vilton mengulas senyum tipis.
masa kecil.
"William kau mau menikah dengan siapa jika nanti sudah dewasa?"Rokki kecil bertanya polos pada William kecil.
"yg pasti dia adalah gadis yg sangat cantik,aku sangat ingin memiliki seorang istri yg lemah lembut dan pandai memasak"William menjawab sepenuh hati.
"lalu kau Vilton?"Rokki mengalih kan pertanyaan pada Vilton kecil yg sibuk dengan robot-robotan di tangan nya.
"aku ingin memiliki istri yg kuat, pandai bela diri, memiliki sifat sedingin es dan juga wajah yg sangat-sangat cantik"Vilton kecil menjawab santai.
"lalu kau Steven?kau mau menikah dengan tipe gadis yg seperti apa?"Rokki bertanya kepada Steven yg sedari tadi hanya diam.
"yg pasti tidak mirip dengan ibu ku,aku ingin wanita yg benar-benar mencintai Ku dengan sangat tulus,wanita yg mengerti arti sebuah perjuangan dan juga rasa,aku tidak mau memiliki istri seperti ibu ku"
William, Vilton dan Rokki kecil tampak memandang iba ke arah Steven kecil.di antara mereka berempat,hanya Steven lah yg kurang beruntung,ayah nya meninggal ketika ia berumur Lima tahun,ibu nya menikah lagi tiga bulan kemudian,sibuk dengan dunia dan keluarga baru nya.
"kenapa kau bersedih seperti itu,kita semua kan saudara,mommy juga sudah menganggap mu sebagai putra nya,ada mommy nya Vilton dan juga Rokki,jadi kau tidak sendiri,ada kami"William menenang kan sahabat kecil nya itu.
"aku beruntung,memiliki kalian semua, sekarang ayah sudah pergi,tanpa ayah hanya kalian yg bisa menjadi tempat ku bersandar"Steven kecil terisak,dia bahagia memiliki tiga sahabat baik seperti William, Vilton dan Rokki.
"kau tau,aku berharap persahabatan kita akan selalu utuh seperti ini,tidak ada apa pun yg mampu meng-hancur kan benteng kokoh yg menaungi persahabatan kita"William kecil mengangkat tangan mungil nya,terdapat sebuah gelang kembar bersama dengan Vilton, Steven dan juga Rokki.
"mommy ku bilang,ini gelang persahabatan paling baik, karena kita akan selalu terikat apapun yg terjadi"Vilton kecil mulai berceloteh.
"mommy ku juga,mommy mengata kan agar aku mampu menjaga sahabat-sahabat ku,mengingat aku terlahir dari darah seorang mafia"Rokki kecil membusung kan dada nya penuh rasa bangga, karena terlahir dari ayah seorang king mafia besar,yg kelak ia akan menjadi penerus Nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1