
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Steven! evakuasi semua orang!"Steven mengangguk mendengar perintah dari William,dia bergerak cepat mengaman kan banyak nya tamu undangan di salah satu ruangan,di temani oleh beberapa karyawan WO.
"Siapa kau!"William melindungi biru dan juga si kembar di balik punggung kekar nya, menatap tajam sekelompok orang yang baru saja menerobos masuk.
"Wah wah,lihat ternyata putra mu sudah tumbuh besar Lisa sayang"seorang laki-laki paruh baya dengan rambut memutih datang,di tangan nya terdapat senjata api.
Tangan nyonya Lisa yg berada di genggaman tuan besar Smith bergetar ketakutan,wanita paruh baya itu semakin merapat kah tubuh nya ke arah sang suami.
Begitu juga biru,tangan nya bahkan sudah berkeringat dingin,dia memang sering melihat senjata, karena Nisa sering memain kan nya, tapi sekarang, laki-laki berseragam serba hitam,menodong kan senjata ke arah nya, jika tidak di halangi tubuh tegap William.
"Jangan sentuh putra ku sedikit pun!"tuan besar Smith yg sedari tadi diam mulai berbicara,nada suara nya terdengar sangat dingin dan juga tegas.
"Tentu saja tidak Smith!sudah tua pun kau masih overprotektif"laki-laki tua itu menyeringai, ketika menyadari di balik tubuh William ada seorang perempuan cantik.
"Pedrik jaga mata mu!"William menatap tajam ke arah laki-laki itu,dia tidak suka tatapan penuh ***** yg di layang kan kepada biru,William semakin menyembunyi kan tubuh biru,Rosse dan Rossi di balik tubuh kekar nya.
Laki-laki yg di panggil pedrik itu tertawa sumbang,siapa di keluarga Smith yg tidak mengenal seorang pedrik,salah satu pimpinan mafia terkenal di Eropa,yg tidak lain adalah laki-laki yg pernah singgah di hati Nyonya Lisa.
Pedrik pimpinan dari klan mafia,black angle, laki-laki yg terkenal sering membunuh dan juga menyakiti musuh nya tanpa belas kasih.
"Wah,siapa gadis cantik di belakang mu putra ku,apa kah dia putri mu yg juga berstatus sebagai cucu ku?"pedrik menoleh ke arah Rosse yg sedang ketakutan di dalam gendongan sang mommy.
"Ku bilang berhenti menatap nya!"biru terkesiap,bahkan sampai mundur satu langkah, mendengar bentakan yg keluar dari bibir William,tentu saja dia sangat kaget.
"Wah ternyata dia sangat cantik"biru menatap tajam ke arah pedrik, lalu menyembunyi kan wajah Rosse di balik ceruk leher nya.
"Urusan mu dengan ku dan Lisa bukan dengan mereka,jadi jangan menggangu nya pedrik!!!"bentak tuan besar Smith,melangkah cepat ke arah pedrik lalu melayang kan satu kepalan tinju ke arah laki-laki yg umur nya tak terpaut jauh dari nya.
"Sial kau Smith!"pedrik mengacung kan sebuah pistol tepat di bagian kepala depan tuan besar Smith,semua orang menegang tidak terkecuali biru yg tidak tahu apapun.
"Pedrik!jangan sentuh suami ku!"nyonya Lisa berjalan cepat, merentang kan ke dua tangan nya, menghalangi pistol yg di todong kan ke arah tuan besar Smith.
"Kau tidak pernah berubah Lisa,masih mencintai laki-laki ini"walau pun sinis,ada nada penuh luka terdengar dari sindiran pedrik kepada nyonya Lisa.
Jika saja dulu pedrik tak mementing kan dendam nya kepada ayah nya Nyonya Lisa, mungkin posisi yg di tempati tuan besar Smith akan menjadi milik nya.
Cinta tulus antara nyonya Lisa dan juga pedrik harus kandas, hanya karena dendam masa lalu,tapi lihat lah sekarang di saat nyonya Lisa sudah bahagia dengan kehidupan baru nya,pedrik datang menghancur kan segala nya.
"Ya!aku mencintai nya dan akan selalu seperti itu sampai kapan pun"nyonya Lisa berujar lantang,seakan tidak takut dengan todongan pistol di hadapan nya ini.
"Kau memang benar-benar membuat ku kesal sayang"nyonya Lisa memaling kan wajah nya kesal, mendengar pedrik memanggil nya dengan sebutan sayang.
"Biar dia ku jadi kan bahan balas dendam"ketika semua orang lengah,pedrik langsung menarik Rossi mendekat ke arah nya.
"Rossi!"biru memekik keras melihat putra nya di jadi kan Sandra, berjalan mendekat setelah meletak kan Rosse di tempat yg aman,biru menatap tajam laki-laki.
"Lepas kan putra ku breng*ek!"biru memaki laki-laki itu keras, sebagai seorang ibu tentu dia akan melakukan apa pun demi keselamatan anak-anak nya.
"Wah ternyata istri mu sangat Cantik William"bukan nya merasa tersanjung,tangan biru mengepal erat,ingin rasa nya dia menampar laki-laki tua ini.
__ADS_1
"Cih!seharus nya anda mendekat kan diri dengan Tuhan,bukan mencari masalah"biru berujar dengan sinis,tapi percaya lah tangan nya tengah bergetar hebat, ketika untuk pertama kali nya dia melihat putra kesayangan nya,Rossi ketakutan.
"Lepas kan putra ku!ku rasa kau tau bagaimana diri ku pedrik"biru mendongak menatap ke arah laki-laki yg sedang melindungi nya di balik badan tegap nya.
"Setidak nya aku bisa mendidik nya menjadi pembunuh"biru semakin mengepal kan tangan nya tidak terima, terutama ketika laki-laki tua itu menekan kan kata pembunuh.
"Putra ku tidak akan menjadi pembunuh seperti mu!"William masih menyembunyi kan biru di balik punggung nya,memaksa wanita itu untuk tidak keluar sekarang.
"Mari kita lihat!"pedrik menyeringai,lalu bersiap menarik pelatuk nya hingga.
Dorr....
Suara tembakan menggema di ruangan besar itu,di ikuti sebuah pistol yg jatuh,dan juga erangan menyakit kan yg keluar dari bibir pedrik.
"Lama tidak bertemu"biru menoleh, dia terperangah melihat siapa yg menembak,Nisa.gadis Cantik dengan gaun Lilac itu berdiri dengan santai,tangan nya menenteng sebuah pistol.
"Kau!siapa kau!"pedrik menoleh ke arah Nisa yg baru saja datang,tak gentar,Nisa mendekat walau pun di hadang oleh puluhan senjata.
"Kau tidak mengenal ku!oh astaga benar kah?"Nisa memasang wajah pura-pura terkejut.
"Semua orang di dunia bawah tentu mengenal ku,hanya saja aku sering menyembunyi kan wajah cantik ku ini,kau yakin tidak mengenal ku king mafia black angle?"biru semakin mengeryit kan dahi nya, bagaimana mungkin Nisa mengenal laki-laki paruh baya itu.
"Mommy tolong"fokus biru kembali teralih kan, biru terus berusaha melepas kan genggaman tangan milik William yg terasa sangat kuat,dia benar-benar kesal bukan main sekarang,putra nya sedang dalam bahaya,tapi laki-laki ini enggan melepas kan nya.
"Lepas putra ku dalam bahaya!"percuma sekuat apapun biru memberontak tentu saja tenaga nya kalah jauh dari William.
"Argh!sial! siapa sebenar nya kau hah!"William segera menarik Rossi mendekat ketika pedrik lengah,dan sibuk mengerang kesakitan karena tangan nya yg di tembak oleh Nisa.
"Berdiri diam di pojok sana! lindungi Rosse dan Rossi!jangan biar kan mereka melihat apa pun"biru mengangguk,dengan tangan gemetar dia membawa anak-anak nya menjauh kepojok kan, menghalangi pandangan anak-anak nya dari kejadian yg menakjub kan ini.
"Mommy lousse takut"Rosse terus menangis karena ketakutan,biru diam dia juga sangat takut sekarang.
Nisa menekan alat komunikasi di telinga nya yg tertutup jilbab,mulai menyambung kan dengan anak buah nya di dunia bawah.
"Lokasi terkirim"hanya itu yg di ucap kan Nisa.
Nisa,William dan juga sekertaris Steven bersiap mengangkat senjata mereka masing-masing.
"Sebenar nya siapa kau!"pedrik masih sangat penasaran dengan gadis di depan nya ini, dari bidikan nya saja,tentu orang tau bahwa dia berpengalaman.
"Aku?semua orang di dunia bawah memanggil ku dengan sebutan black rose"
Semua orang yg ada di sana tertegun,siapa yg tidak mengenal black rose,gadis cantik yg selalu bermain aman dengan menutupi identitas nya di balik masker.
Salah satu orang yg cukup berpengaruh di dunia bawah, putri angkat dari the king of mafia, pimpinan tertinggi dari mafia Dragon white, mafia yg sampai sekarang masih menguasai benua di dunia.
Black angle hanya lah debu bagi dragon white, sehingga itu mereka tidak ada yg berani mengusik ketenangan nya sedikit pun,tapi lihat lah takdir mempertemu kan mereka dengan black Rosse.
"Aku tidak perduli"pedrik langsung menarik pelatuk nya.
Walau pun sempat menghindar, tak urung sebuah peluru melesat dan bersarang di lengan kiri Nisa, percuma gadis itu tidak meringis sedikit pun.
"Kau fikir sakit hah"Nisa berjalan mendekat,di iringi oleh William dan juga Steven, mereka membentuk blokade melawan pasukan dari pedrik yg jumlah nya sangat lah banyak di banding kan dengan Nisa, William dan Steven.
__ADS_1
Dor,dor,dor.
Baku tembak tidak dapat di hindari lagi oleh mereka,fokus Nisa hanya satu sekarang,pedrik.
Dor
Dor.
Pedrik semakin terkejut pada hal tiga peluru sudah bersarang di tubuh Nisa, tapi sedikit pun gadis itu tidak ter-pundur.
Para anak buah dari black angle sudah tepar di lantai,Steven dan William tidak benar-benar membuat mereka tewas di tempat,melain kan hanya menyasar bagian-bagian penting dari tubuh saja,yg kemungkinan besar bisa membuat lemah lawan mereka.
"Kau bagaimana bisa kau tidak kesakitan?"pedrik semakin memundur kan langkah nya ketika Nisa semakin mendekat ke arah nya.
"Seharus nya kau mengenal black rose dengan baik, peluru mu ini sama sekali tidak menyakiti ku sedikit pun"Nisa menyeringai.
Semua orang di dunia bawah tentu mengenal sosok black rose dengan baik,bahkan beberapa peluru pun tidak akan membuat nya kesakitan,menurut pandangan mereka,walau pun berbanding terbalik dengan yg terjadi.
Dor, dor,dor,dor, dor lima peluru dari senjata Nisa tepat mengenai lengan kanan dan kiri,serta paha kanan dan kiri pedrik.
"Jika saja agama ku tidak memasuk kan membunuh termasuk dosa paling besar,ku pasti kan detik ini juga aku akan mengantar mu sendiri ke penjaga negara"Nisa menyeringai,lalu menginjak perut pedrik mengguna kan kaki berbalut Hells milik nya.
"Maaf princess kami terlambat"Nisa menatap tajam para orang-orang yg datang dengan logo khas,naga berwarna putih,dia bisa mati karena kekurangan darah,tapi anak buah nya baru datang.
"Urus mereka semua! jangan di bunuh! cukup penjara kan mereka!dan jangan sampai Daddy tau"seperti biasa,Nisa tidak akan mengizinkan pembunuhan.
"Tapi princess, dia sudah menyakiti anda"seorang laki-laki kekar mendekat,memberi pendapat,dia tidak menyukai sikap Nisa yg tidak pernah mau membunuh lawan nya,pada hal dia sudah di sakiti.
"Kau benar,tapi aku tidak perduli,dia bahkan lebih mengenas kan dari pada ku,dengar kan aku baik-baik, princess black rose memberi perintah untuk tidak memberi tau Daddy paham!"
Nisa beruntung, memiliki bapak kandung yg baik, ayah angkat penyayang seperti tuan besar Kim,dan juga Daddy angkat pemberani,king of mafia.
Tapi tetap saja,dia tidak ingin ada pertumpahan darah sedikit pun, karena itu lebih baik Daddy nya tidak tau.
"Baik princess,biar kami yg urus"Nisa mengangguk,membiar kan anak buah nya berkerja memberes kan kekacauan yg terjadi.
Nisa terus mengawasi langkah anak buah nya yg menjauh,setelah memasti kan mereka berada di jarak yg cukup jauh,akhir nya tubuh yg sedari tadi tegap berdiri, langsung tersungkur ke tanah.
Perlahan mata yg sedari tadi menatap tajam terpejam erat,Nisa sudah kehilangan banyak darah dengan empat luka tembak di tubuh nya,dia bukan memiliki ilmu kebal,tapi dia memiliki sifat pengendali emosi dan juga ekspresi,jadi tidak ada yg tau jika dia tengah menahan sakit.
"Mommy"biru berbalik,memeluk ke dua anak-anak nya yg tengah menggigil ketakutan,perlahan biru menenang kan mereka berdua.
"Tidak,semua nya baik-baik saja,jadi kalian jangan khawatir"biru berusaha menenang kan Rosse dan Rossi,walau pun tak di pungkiri dia juga sangat ketakutan tadi.
Baku tembak,teriakan dan darah,semua nya memenuhi otak biru,pada hal biasa nya dia tidak pernah melihat itu sekali pun dalam hidup.
Tubuh nya benar-benar gemetar,dia merasa pusing,bau anyir darah menyeruak memenuhi Indra penciuman biru.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1