Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Pertarungan part 1


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"jadi bisa jelas kan maksud


kedatangan kalian kemari?"tuan besar Smith memasang wajah tidak suka nya ke arah mommy kandung Steven.


"Aku ingin menjodoh kan nya dengan seorang putri pengusaha"ibu kandung sekertaris Steven memasang wajah sombong,yg sangat terlihat memuakkan di mata mata Nyonya Lisa.


"Ibu macam apa kau!kau ingin Steven ku mendapat kan wanita yg sudah tidak suci lagi hah!enak saja kau!"biru terkekeh pelan, mendengar ucapan nyonya Lisa.


"Kau lihat kan honey?mommy tidak akan kalah dengan mudah"William berbisik pelan di telinga biru, sesekali bibir nya mengecup pipi sang istri.


"Dia putra ku nyonya Lisa yg terhormat, jadi biar kan saya yg memilih kan calon yg tepat untuk Nya"mommy kandung sekertaris Steven tetap tidak mau kalah.


"Steven jangan dengar kan perkataan wanita tidak waras ini sayang, mommy hanya akan mengizin kan mu menikah dengan wanita yg benar-benar baik"nyonya Lisa menangkup kedua pipi sekertaris Steven,sebelum Manarik tangan anak angkat nya itu untuk pergi.


"Kami pamit dad"William ikut beranjak dari duduk nya, menarik tangan sang istri untuk segera mengekori nya.


Di luar ternyata nyonya Lisa sudah duduk di kursi sebelah kemudi,wanita paruh baya itu masih sempat untuk mengumpat dan memaki.


"Mommy akan ikut ke kantor?"biru mengeryit heran.


"Tentu saja,mommy akan menjaga Steven"nyonya Lisa menjawab angkuh.


Mobil melaju menuju tujuan utama,Smith group.begitu sampai William memutar untuk membuka kan pintu bagi sang istri.


"Lingkar kan tangan mu di lengan ku honey"jiwa posesif milik William mendadak kambuh,terutama melihat banyak nya karyawan yang menatap takjub ke arah biru.


"Cih posesif"nyonya Lisa hanya berdecih sembari menggeleng kan kepala nya,ternyata sang putra sangat posesif sama Persia seperti tuan besar Smith.


Dor!


Mereka semua sontak menoleh secara bersamaan, ketika sebuah peluru menembus kaca,entah datang dari mana.


"Honey!"William langsung menarik tangan biru, meminta wanita nya untuk berlindung di belakang nya, sementara mata tajam milik nya masih mengamati keadaan sekitar.


"Tidak bisa kah biar kan kita hidup dengan tenang,sebentar saja" nyonya Lisa yg berlindung di belakang tubuh sekertaris Steven,hanya bisa mengeluh.


Para petugas keamanan Smith group berlari mendekat,segera membuat formasi untuk melindungi William dan juga keluarga nya.


"Cih!apa kalian fikir ini mampu melawan kami?!"seorang laki-laki muda mendekat,mengguna kan topeng hitam.


"Kau siapa?!kenapa menggangu keluarga ku"William merampas sebuah pistol, bersiap dengan segala sesuatu yg bisa terjadi.


"Karena ayah penghianat mu membuat Daddy ku terbunuh"teriak laki-laki itu lantang.


Seketika fikiran biru melayang entah kemana,mungkin kah ini adalah musuh dari Dragon white,yg tidak lain adalah putra dari mantan bos tuan besar Smith.


"Tembak mereka!"


Dor,dor,dor.


Baku tembak tidak dapat terelakkan,jumlah pasukan lawan yg lebih banyak, berhasil membuat tim keamanan Smith group tumbang.


Belum juga sempat menghubungi polisi, William langsung menjatuh kan handphone milik nya,melihat biru dan juga nyonya Lisa sudah tidak sadar kan diri.


"Ikut dengan ku jika tidak mau istri mu terluka"laki-laki itu menodong senjata ke arah William,yg mau tidak mau William mengikuti nya lagi.


Pyaar!


Di kediaman mansion Smith, terjadi kegaduhan yg terasa sangat mencekam.tuan besar Smith terus membanting apapun yg ada di hadapan nya,amarah laki-laki itu memuncak, mengetahui istri anak dan menantu nya di culik.


"Tuan besar ada apa ini?"Rokki datang,king mafia red Devils itu juga ikut panik mengetahui sahabat baik nya tengah tidak baik-baik saja.


"Mereka di culik!"bentak tuan besar Smith.


"Telepon nona Kim sekarang kita membutuh kan bantuan nya!"walau pun lumayan Bingung,Rokki tetap menghubungi Nisa,dia tidak pernah tau bahwa Nisa adalah black rose.


AMERIKA SERIKAT.


Di sebuah ruangan dengan lampu yg cukup terang,sosok dengan jilbab biru Dongker tengah sibuk dengan segala hal yg ada di hadapan nya, peralatan memasak.

__ADS_1


Nisa tidak menghilang,dia hanya di culik oleh Renald, karena apa, karena laki-laki itu tau adik angkat nya ini tidak akan menurut jika tidak di paksa.


"My princess, handphone mu berdering"Renald masuk ke dapur,tangan kanan nya memegang handphone milik nisa.


"Siapa?"Nisa menjawab singkat,masih sibuk dengan kue-kue di hadapan nya,dia seakan tidak memperduli kan siapa yg menelepon.


"Mr.Smith"pergerakan Nisa terhenti mendengar nama itu,secepat kilat Nisa berada di depan Renald,Nisa mengambil handphone nya langsung menempel kan di telinga nya.


Tut, panggilan telpon.


"Terjadi sesuatu?"~nisa.


"Ini aku Rokki nona"~rokki.


"Terserah lah"~nisa.


"William, biru, sekertaris Steven dan juga nyonya Lisa tengah di culik"~rokki.


"Apa?! bagaimana bisa?"~nisa.


"Tuan besar Smith mengata kan pernah menyelamat kan nyonya Constantine, istri dari dragon white.dia mengkhianati bos nya, bahkan bos nya sampai mati di bunuh,anak nya mendendam"~rokki.


"Kata kan pada tuan besar Smith aku segera terbang ke Inggris bersama dragon white"~nisa.


Tut.


Nisa memati kan panggilan secara sepihak,bak kijang, gadis itu berlari cepat kelantai dua,di ikuti Renald yg merasa sangat bingung dengan perubahan sang adik.


"Dad!aku butuh bantuan mu"seorang laki-laki paruh baya yg menatap ke arah sebuah figura menoleh, menatap heran pada putri angkat nya itu.


"Ada apa princess? jangan membuat masalah,papa dan ayah mu sudah meminta Daddy untuk menjaga mu"laki-laki yg tidak lain adalah king mafia dragon white itu berjalan mendekat ke arah Nisa,mengelus lembut kepala sang putri.


Papa yg di masuk king adalah ayah kandung Nisa yg berada di Indonesia, sementara ayah tidak lain adalah tuan besar Kim, ayah angkat Nisa yg tinggal di Korea.


"Help me please, sekali ini saja dad,sahabat ku sedang dalam masalah"king mafia dragon white hanya menatap tajam ke arah sang putri,jelas sekali raut ketidaksukaan dari sana.


Nisa,king jadi teringat kapan dia bertemu dengan Nisa.saat dia berkunjung ke Korea untuk bertemu dengan sahabat lama nya Kim.


Tapi dia langsung tertarik pada sosok nisa,yg di kenal kan Kim sebagai putri angkat nya.


"Biru sahabat ku membutuh kan bantuan,dia di culik, dendam masa lalu pada tuan besar Smith karena telah membebas kan mommy membuat biru ikut terlibat"Nisa menatap penuh rasa pengharapan.


"Maksud mu princess?kenapa dia tau mommy"Renald bertanya bingung.


"Kakak ingat sewaktu di culik seorang laki-laki membantu kakak?itu tuan besar Smith, karena membantu kakak, dendam membuat hancur keluarga nya"


"Sayang,dia uncle baik,kau harus selalu mengingat nya seumur hidup,dia akan menolong putra ibu,kau harus membalas kebaikan nya suatu hari nanti,putra ibu orang baik kan?"nyonya Liliana menangkup wajah sang putra,dengan air mata yg terus berderai.


"Uncle baik"tuan Smith menoleh tersenyum simpul mendengar panggilan yg di keluar kan Renald pada nya.


"Ibu sangat mencintai mu"nyonya Liliana mengecup kening sang putra sebelum membiar kan laki-laki muda itu pergi.


Dengan tingkat lari yg cukup tinggi,tuan Smith berhasil membawa tubuh mungil Renald pergi.


Melajukan mobil dengan sangat cepat, menuju mansion pribadi milik king mafia dragon white,dengan petunjuk dari si kecil Renald,sangat cepat,hingga tiba di sebuah mansion dengan penjagaan super ketat.


"Aku membawa tuan muda kalian,ini surat kuasa dari nyonya Constantine"tangan tuan besar Smith yg tengah menggendong tubuh Renald gemetar, karena ratusan senjata menodong ke arah nya.


"King!king!"seorang laki-laki datang,dia lah king mafia dragon white.


"King,ini surat kuasa dari Queen"king mafia dragon white terisak membaca surat itu,surat terakhir dari Liliana.


"Putra ku terima kasih karena telah menjaga nya"


Terpecah lah perang hebat di dunia bawah,nyonya Liliana tewas dan itu berhasil menyulut iblis dalam diri king mafia dragon white.


"Uncle baik?Daddy dia laki-laki yg membantu ku dan mommy"king mafia dragon white terdiam sebentar,sebelum menekan tombol, seketika suara alarm berdenging keras.


Semua anggota Dragon white yg terlatih berangkat ke Inggris mengguna kan dua jet pribadi milik Renald dan juga milik king mafia Dragon white.


Beberapa jam perjalanan Berhasil di lalui, mereka bergerak cepat pergi ke kediaman Smith.


Begitu sampai di sana,Nisa membelalak, melihat tuan besar Smith tengah meringkuk terisak,dan juga rosse dan Rossi yg tengah menangis di dalam pelukan Rokki.

__ADS_1


"Nona Kim"Rossi berdiri dari duduk nya, menghambur ke dalam gendongan Nisa.


"Kenapa masalah nya bisa segawat ini?"Nisa bertanya pada Rokki, yg di tanya masih diam dia sangat terkejut melihat kedatangan King mafia dragon white dan anggota nya datang.


"Adik ku bertanya pada mu bodoh"Renald memaki Rokki yg sedari tadi hanya diam.


"Uncle baik"tuan besar Smith mendongak.menatap ke arah wajah yg telah puluhan tahun tidak ia lihat, Renald anak kecil yg di tolong nya telah tumbuh dewasa,wajah nya tidak berubah,masih sangat tampan.


"Renald"tuan besar Smith berjalan pelan,mendekat ke arah Renald,memeluk tubuh laki-laki itu.


"Aku datang untuk membalas jasa-jasa mu"tuan besar Smith menetes kan air mata bahagia,akhir nya dia mendapat kan bala bantuan.


"Nona Kim!Rossi mau mommy!"Rossi terus memberontak di dalam gendongan Nisa, berteriak-teriak histeris karena bingung.


"Iya-iya, kau tau nona membawa banyak bala bantuan,jadi jangan khawatir"Nisa menggenggam erat tangan Rossi meyakin kan laki-laki kecil itu bahwa semua nya akan baik-baik saja.


"Tapi, uncle Rokki bilang,yg menculik adalah mafia yg sangat kejam"Nisa menatap tajam ke arah Rokki.


"Mereka tidak sepandai kami boy"king mafia dragon white berjalan masuk dengan penuh wibawa.


"Lakukan sesuatu Rossi,ajak rosse ke atas jangan keluar apa pun yg terjadi, mengerti"Rossi mengangguk,menuruti permintaan Nisa tanpa menolak sedikit pun.


Rossi segera membawa rosse untuk naik ke lantai dua,di mana kamar mereka berada di sana, pertanyaan demi pertanyaan bermunculan,mereka jadi bingung siapa saja yg datang.


"kita pindah saja lebih dulu"mereka mengikuti langkah tuan besar Smith untuk pergi.


Mereka mulai membahas rencana demi rencana penyelamatan anggota keluarga Smith, sementara Rokki dan Renald tampak berkutat dengan alat-alat di hadapan mereka, guna melacak posisi sebenar nya keberadaan William dan yg lain nya.


Titik telah ditemukan,sangat sulit untuk menjangkau Medan itu, mereka mau tidak mau harus segera bergerak cepat kedalam mobil.


"My princess,kau tetap di sini!"baru saja Nisa akan masuk ke dalam mobil, dia langsung di hadang oleh Renald.


"Maksud nya?"Nisa bertanya bingung.


"Kau belum pulih!"


"Oh no!!"Nisa langsung memekik keras,dia tidak menerima larangan yg di beri kan oleh Renald pada nya sedikit pun.


"Kita harus pergi brother,ku mohon aku akan baik-baik saja"Nisa memasang wajah penuh harap, melihat wajah sang adik angkat, Renald tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menurut.


Mobil melaju kencang,mereka bersiap berangkat bersama.kali ini Renald lah yg menyupir nya,tidak membiar kan adik angkat nya itu menyupir sendiri.


Gedung tua,di tengah-tengah hutan.


William mengerjap pelan,melihat ke arah samping,sang istri tengah terlelap di sebelah nya,mulut nya di lakban hitam,mata nya di tutup.


"Biru"William bergumam pelan,menatap ke arah sang istri.


"Tuan muda anda baik-baik saja?"sekertaris Steven yg juga di sekap di sebelah William,segera menanyakan keadaan tuan muda nya.


"Kita benar-benar terjebak Steven"William menghela nafas,dia sekarang hanya bisa mengharap kan bantuan dari luar.


"saya rasa tuan besar akan meminta bantuan dari nona Kim,kita hanya bisa berharap semua nya baik-baik saja"


sekertaris Steven berusaha meyakin kan William bahwa semua nya baik-baik saja.


"kenapa kita tidak bisa hidup tenang seperti orang lain nya ya Steven?"William menghela nafas kasar,masalah demi masalah terus mendatangi kehidupan nya dan juga biru.


"ini sudah takdir tuan muda, menjadi seorang konglomerat arti nya siap dengan segala kemungkinan"sekertaris Steven juga ikut merasa sedih, senyum miris terukir di wajah Steven.


"kenapa kau memilih masuk ke dalam keluarga Smith yg penuh masalah Steven?tidak takut kah hidup mu akan berakhir seperti ayah mu?"William menoleh kan kepala nya kearah saudara angkat nya.


ayah sekertaris Steven tiada karena menyelamat kan nyawa tuan besar Smith.tapi aneh nya,Steven tetap mau bekerja pada keluarga Smith.


"karena saya mendapat kan kasih sayang yg sangat tulus dari Nyonya Lisa"alasan sekertaris Steven tetap mau mengabdikan diri pada keluarga Smith adalah karena nyonya Lisa yg sudah mengganggap nya sebagai putra kandung nya sendiri.


"ya mommy sangat menyayangi mu,dia memberi kan kasih sayang yg setara pada kita"William merangkul bahu Steven.


mereka kembali mengenang masa lalu,mereka selalu makan bersama,minum bersama,di mana ada Steven di situ juga ada william,mereka bagai kan saudara kembar yg tidak terpisah kan.


bahkan ketika mereka tidak memiliki ikatan darah sedikit pun satu sama lain nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2