
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Tuan muda"sekertaris Steven hanya mampu menghela nafas,tidak ada perubahan sedikit pun pada William,pada hal ini sudah lebih dari satu bulan berlalu.
Laki-laki itu hanya duduk diam di atas sajadah berwarna biru muda milik nya,selama berbulan-bulan William sama sekali tidak bergeming,dia sama sekali tidak keluar kamar.
Smith group terpaksa di ambil alih oleh tuan besar Smith, laki-laki paruh baya yg telah lama pensiun itu harus kembali terjun ke dunia bisnis,mengingat putra nya sedang dalam keadaan kacau.
Banyak pekerjaan yg terbengkalai,mengharus nya tuan besar Smith untuk bekerja lebih keras.
Sementara William,tubuh tegap laki-laki itu berubah menjadi semakin kurus,tak terawat,makan pun hanya ketika tubuh nya benar-benar membutuh kan asupan.
Setiap hari pandangan William hanya kosong tidak ada semangat hidup lagi yg terpancar, terutama ketika mengetahui anak-anak nya,rosse dan Rossi ikut menghilang bersama biru.
Semua anak buah sudah William kerah kan,siang dan malam ia terus mencari keberadaan biru,anak buah nya sudah menyebar,mulai dari Korea, Indonesia dan juga Inggris.
Di Korea,ada beberapa orang yg di tugas kan oleh William untuk mengawasi Nisa,mungkin saja biru ada di sana.
Nihil.tidak ada satu pun anak buah nya yg berhasil menemu kan biru,istri William itu seakan menghilang di telan bumi,entah siapa yg membantu nya kali ini, sehingga keadaan nya benar-benar sulit untuk di lacak.
"Aku sangat merindukan mu"William terus berdoa tanpa henti kepada sang kuasa.
"Alex!"mendengar suara sang mommy,William sama sekali tidak bergeming,kemarahan dan kekecewaan nya terhadap Nyonya Lisa belum surut sedikit pun.
"Maaf kan mommy son"nyonya Lisa hanya bisa memandang punggung sang anak dari kejauhan.
"Nyonya,biar kan tuan muda sendiri untuk sementara waktu"sekertaris Steven berjalan mendekat, mempersilah kan nyonya Lisa untuk keluar.
"Sementara waktu?sampai kapan!"suara nyonya Lisa semakin meninggi.
"William sudah berulang kali seperti ini!tidak seharus nya dia begitu menyesali kepergian biru!aku tau ini salah,tapi berdiam diri tidak akan mengubah apa-pun"
Sekertaris Steven hanya mampu mengepal kan tangan nya erat.kepala Nya berdenyut hebat,nyonya Lisa terus-menerus menyalah kan biru atas segala hal, meskipun sudah satu bulan berlalu.
"Nyonya berhenti memperkeruh suasana.anda tau kan akibat dari perkataan anda,nona muda pergi dari rumah ini"sekertaris Steven berbicara dengan nada yg sangat-sangat pelan.
"Steven jangan mengajari mommy yg mana yg baik dan benar,ibu tau yg mana yg baik untuk anak-anak nya"nyonya Lisa tetap keukeh pada keinginan nya pribadi.
"Anda tau bukan Nyonya, karena keegoisan anda, Nona biru pergi dari rumah ini,mengakibat kan putra anda depresi"sekertaris Steven menunjuk ke arah William yg tetap diam tidak bergeming.
"Ini semua salah anda nyonya.anda terlalu memperkeruh suasana,menekan wanita yg mau berada di sisi anak anda,tanpa memperduli kan trauma nya"sekertaris Steven berujar dengan sangat lantang.
"Anda tidak bisa memaksa tuan muda menikah.anda juga kehilangan seorang menantu dan juga cucu.sungguh miris sekali menjadi anda,ingin cucu lagi,tapi cucu yg sudah anda telantar kan selama lima tahun pergi entah kemana.lalu sekarang anda dapat apa?cucu tidak, yg ada menghilang"
Kata-kata pedas keluar begitu saja dari bibir sekertaris Steven, laki-laki itu seakan tidak perduli pada nyonya Lisa yg sudah menangis terisak.
"Tuan muda.anda harus bangkit,berdiam diri di sini tidak akan membuat nona muda kembali,nona muda akan kembali jika anda bisa berlaku baik"William bergeming,menatap tajam ke arah Steven.
Benar.sepersekian detik William berdiri dari duduk nya,air mata di hapus dengan sangat cepat, senyum sinis terukir di bibir nya.
"Apa jika aku baik-baik saja,biru akan kembali?"akhir nya setelah satu bulan lebih tidak bicara,William angkat suara,suara nya terdengar bergetar dan sangat parau.
"Tentu saja,nona muda sangat menyayangi anda tuan"sekertaris Steven menatap penuh harap ke arah William.
"Aku akan segera pergi ke kantor"William menghilang,kurang lebih tiga puluh menit,ia sudah keluar dengan pakaian rapi.
"Ayo!aku akan berusaha baik-baik saja,biru pasti akan kembali"William bergegas turun, ketika berpapasan dengan nyonya Lisa,William hanya melirik sinis tanpa membuka pembicaraan sedikit pun.
"Tuan"sekertaris Steven menghenti kan langkah nya.
"Ada apa?"William ikut berbalik.
__ADS_1
"Dia datang!"tuan besar Smith yg baru pulang dari perusahaan bersuara dengan sangat lantang, mereka menoleh secara bersamaan.
"Satu-satu nya orang yg tau keberadaan nona muda"sekertaris Steven berujar pelan.
"Apa kalian menculik saya hah?!"terdengar suara seorang wanita membentak.
William menoleh,mata nya membulat menyadari siapa gadis yg baru saja masuk ke dalam MANSION SMITH.
"Nona Kim di mana istri ku?"William langsung berhamburan mendekat ke arah Nisa.
"Kenapa bertanya pada saya hah!tanya kan kepada wanita yg telah mengusir nya!"Nisa menunjuk ke arah nyonya Lisa dengan kesal.
"Apa maksud anda nona Kim?!"jelas saja nyonya Lisa tidak terima.dia balas menunjuk bahkan tangan nya hendak menampar pipi Nisa,tapi percuma tangan gadis itu lebih dulu mencengkeram tangan nya erat.
"Anda seharus nya sadar diri!anda yg mengusir biru bukan?!apa anda fikir saya tidak tau!anda sudah tua seharus nya banyak bertaubat bukan menambah masalah"Nisa membentak.
"Kau!"
"Cukup!"tuan besar Smith menyela cepat.laki-laki paruh baya itu sudah kesal karena mendengar perdebatan antara Nisa dan juga Nyonya Lisa.
"Nona Kim duduk lah"tuan besar Smith mengalah lebih dulu, mempersilah kan Nisa untuk duduk lebih dulu.
"Anda tau kan alasan nya anda di bawa kemari"tuan besar Smith mulai membuka pembicaraan.
"Saya tau."Nisa menjawab singkat.
"Di mana biru ku?aku sangat mencintai nya nona,bukan kah kau berjanji untuk tidak mengambil nya?"William kembali mengingat kan janji Nisa kepada Nya dulu.
"Mana saya tau"Nisa mengendikan bahu nya acuh,menyesap secara perlahan jus jeruk di hadapan nya ini.
"Nona kim.bukan kah anda tau sedang berhadapan siapa?"akhir nya senjata terakhir yg tuan Smith miliki,yaitu ancaman.
Percuma,bukan nya takut.nisa malah menyeringai penuh misteri,tidak ada guratan kegentaran sedikit pun dari wajah nya.
William tertegun.dia tentu tau jika gadis di hadapan nya ini tidak bisa di ancam atau di tentang sedikit pun,lalu bagaimana bisa dia mengetahui keberadaan biru sekarang.
"Nona Kim ku mohon"William memandang Nisa dengan tatapan penuh berkaca-kaca.
"Permohonan anda di tolak!anda fikir saya akan luluh dengan mudah?tidak semudah itu"Nisa mengibas kan tangan nya,pertanda tidak menerima pembelaan apa-pun lagi.
"Nona Kim"sekertaris Steven menatap tajam ke arah Nisa, wanita yg jika boleh jujur sangat di cintai nya.
"Apa?kau ingin ikut-ikutan menekan ku hah!"Nisa menatap tajam ke arah sekertaris Steven.
"Untuk terakhir kali nya saya mengata-kan bahwa saya tidak tau keberadaan biru.bukan nya ini impas suruh siapa nyonya Lisa yg terhormat menghina sahabat saya terus hah!anda tidak pernah menghargai nya sedikit pun"Nisa berujar kasar,sebelum mengambil tas nya,Lalu melangkah pergi.
***
Washington DC, Amerika serikat.
Di sebuah mansion megah berwarna putih, terdapat wanita cantik dengan jilbab Hitam.
"Mommy,lell meminta rosse untuk menikah dengan Nya"biru menoleh, menggeleng kan kepala nya melihat penampilan rosse sekarang.
Rosse tengah mengena kan gaun berwarna putih,di tangan nya terdapat sebuah buket bunga mawar berwarna putih.
Di sebelah nya,berdiri anak laki-laki seumuran rosse mengena kan jas hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu.
"Memang nya kenapa?mommy kan setuju"Lel memasang wajah menggemas kan.
"Lel!di mana kembaran mu Lee!"terdengar pekikan bariton laki-laki dari arah belakang.
"Aku tidak tau dad.mungkin dia pergi karena aku berhasil menikah dengan rosse"laki-laki di hadapan lel tampak mengeryit heran, pandangan nya menelisik ke arah dua bocah kecil ini.
__ADS_1
"Kapan kalian menikah? memang nya rosse mau?"Daddy dari lel tampak mengejek sang putra.
"Sudah lah kak Renald mereka masih anak-anak"biru menyanggah cepat,menghenti kan perdebatan mereka berdua.
Biru beruntung.ketika menelfon Nisa,gadis cantik itu mengata kan bahwa ia bisa membantu nya melarikan diri,melalui Renald kakak angkat nya yg masih ada di Inggris.
Mulai dari sana,biru pergi ke Amerika bersama Renald.membangun dunia nya yg sempat porak-poranda di karena kan nyonya Lisa,secara perlahan lahan di mansion ini,mansion milik the king mafia dragon white.
Tentu saja biru merasa sangat aman,penjaga di mana-mana.pendidikan rosse dan Rossi terjamin oleh Renald,si kembar bersekolah di tempat yg sama dengan putra kembar renald,lel dan Lee.
Untuk pekerjaan,biru mengurus langsung toko kue cabang milik nisa,KAR cake cabang Washington DC.
"Rosse di mana Rossi?"biru menelik ketika tidak mendapati kehadiran anak laki-laki Nya itu.
"Sedang bermain bersama Lee di taman mommy"rosse menjawab,sembari melepas kan tangan lel yg sibuk bergelayut.
"Rosse kita sudah menikah!"tentu saja lel tidak terima.
"Menikah?kata mommy anak kecil tidak boleh menikah"rosse mendekat ke arah Renald.
"Daddy"lel merengek kesal,bagi nya itu sebuah penolakan.dan lel benci sebuah penolakan.
"Sudah-sudah berhenti bertengkar,ayo ikut Daddy! Daddy akan pergi keluar kalian mau ikut?"Renald menawar kan kepada dua anak itu.
"Baik lah"rosse mengangguk bahagia, kehadiran Renald sedikit-sedikit berhasil mengusir rasa kesepian nya karena tidak bisa bertemu dengan William.
"Kau tau apa yg terjadi pada adik mu Renald?"duren sawit itu menoleh,menatap heran ke arah sang Daddy.
"Memang nya ada apa dengan Kim dad,bukan kah dia baik-baik saja"Renald mengeryit.
"Dia di culik oleh tuan besar Smith, kurasa keluarga Smith mulai mencari keberadaan biru"king mafia Dragon white memberi kan analisis.
"Maaf karena aku merepot kan"biru menjadi tidak enak sendiri.
"Tidak masalah nak,kau sahabat putri rumah ini,jadi kau juga tanggung jawab kami"king mafia dragon white berujar lembut.
"Tapi karena kesalahan ku,nona Kim dalam bahaya"Renald dan king mafia dragon white langsung tertawa lebar mendengar perkataan biru.
"Putri ku akan baik-baik saja,dia bukan gadis yg lemah,jika Smith mengancam nya dia punya seribu ancaman lagi untuk membalas nya"king mafia dragon white mengulas seringai yg sangat menakut kan.
"Daddy kita akan kemana?"kembaran Lel yg baru datang,yaitu Lee langsung bertanya.
"Ke taman, berjalan-jalan sebentar"Renald menggendong tubuh mungil rosse, mereka berjalan bersama-sama,biru mengekori dari belakang.
"Mommy kami pergi!"rosse memekik keras ketika mereka akan berjalan pergi,meninggal kan biru dan king mafia dragon white.
"Hati-hati"biru melambai-kan tangan Nya,mengamati wajah rosse yg berubah ceria.
"Kau wanita yg kuat nak.jadi lah seperti Kim,dia sangat tangguh hingga rela pasang badan demi orang lain.contoh lah seperti diri nya,hidup mu memang sulit.tapi di banding kan dengan perjalanan hidup Kim,tentu ia lebih miris,di tambah lagi penyakit yg menggerogoti nya"
Biru menghela nafas,menoleh langsung mengangguk.
"Ya.aku akan berusaha sebisa mungkin"biru mengulas senyum tipis,sembari mengamati tangan king mafia dragon white yg mengelus kepala nya.
"Jangan bersedih untuk hal-hal sepele.kau harus sekuat karang,takdir tuhan memang tidak selalu berpihak kepada hamba-hamba-Nya.tapi apa yg terbaik untuk kita belum tentu terbaik menurut Tuhan"
Biru diam.nisa sangat beruntung memiliki tiga ayah sekaligus.king mafia yg siap menjaga nya,tuan besar Kim yg selalu mendukung nya dan ayah kandung nya yg selalu menjadi tumpuan untuk nya berdiri.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1