Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
extra part: William dan biru.


__ADS_3

London, Inggris.


"Hubby!"biru berteriak keras, menatap tajam William yang sibuk mengurus berkas di hadapan nya.


"Ada apa honey?"tanya William heran.


"Dimana anak-anak?"biru bertanya panik.


"Sedang bersama dengan sekertaris Steven, mereka bermain bersama dengan virgin."


Jawab William singkat.


"Ah bagaimana dengan sekertaris Steven?"biru duduk di hadapan William.


"Aku bisa cemburu jika kau bertanya tentang laki-laki lain"


Biru terkekeh,sikap posesif William semakin bertambah.di usia William yang berumur kurang lebih 35 tahun,sikap posesif nya kepada biru semakin menjadi.


"Aku hanya mencintai mu hubby,memang nya salah ya jika aku bertanya tentang sekertaris Steven?."dahi biru mengeryit dalam.


"Salah, karena kau adalah milik ku.banyak laki-laki di luar sana yang menginginkan mu, terutama si Rahardian itu."


Wajah William berubah kesal mengingat nama rahardian.william tau, walaupun Rahardian mengatakan ikhlas biru bersama nya,tapi pasti hati nya tidak.

__ADS_1


"Hubby,kenapa berfikir seperti itu tentang pak Rahardian,ku dengar dia sedang di jodohkan dengan seorang gadis,itu artinya dia sudah tidak mencintai ku."


Biru menyesap kopi,menatap William yang masih memasang wajah sangat kesal.


Mungkin.biru bergumam lirih.


"Dia tidak akan melupakan mu begitu saja, Rahardian bersama dengan mu tiga tahun!"suara William meninggi.


"Baiklah kembali pada topik, bagaimana sekertaris Steven?dia mau melanjut kan pernikahan nya dengan Rebecca?."


"Em,demi virgin.dia sama dengan ku honey,kami sama-sama seorang ayah,ayah akan melakukan apapun untuk anak nya."


William menggengam erat tangan biru,mengelus nya pelan.


Anak.


"Aku ingin memiliki anak lagi"biru menunduk, terisak pelan.


William beranjak dari duduk nya.memeluk biru pelan,menepuk punggung sang istri yang terus berguncang hebat.


Pernikahan mereka sudah berjalan tiga tahun.biru begitu mendamba kan kehadiran satu buah hati lagi di tengah-tengah mereka.


Setiap malam,biru akan berdiri di balkon.memandang sendu langit malam, meratapi kepergian Xavier putra ketiga nya,dan fakta ia tidak bisa memiliki anak lagi.

__ADS_1


"Honey,tidak baik meratapi yang sudah terjadi.allah sudah memberi kita Rosse dan Rossi,itu lebih dari cukup.banyak orang di luar sana yang bahkan tidak memiliki anak,kita harus bersyukur."


William mengecup kening biru.menghibur Wanita yang terus di rundung kesedihan mendalam itu dengan cinta nya


Cinta yang bahkan tidak berkurang sedikit pun setelah biru di vonis mandul.cinta yang memang berdasar dari hati yang tulus akan semakin bertambah.


"Hem"biru mengangguk.melepas pelukan ketika terdengar ketukan pintu,di iringi suara ruang rosse yang memecah keheningan.


"Mommy!"biru berjongkok, menerima rentangan tangan mungil itu.


"Kau sudah pulang sayang? bagaimana kabar adik virgin Hem?"biru menanyakan anak dari istri sekertaris Steven.


"Dia baik mommy,aunty Rebecca kan sedang sakit,kasihan adik virgin sendirian"rosse berceloteh riang.


"Steven kau datang?"William menyapa sang sahabat yang datang sembari menggendong Virgin.


"Iya tuan,saya terpaksa membawa virgin.rebecca di rumah sakit,saya tidak bisa meninggal kan Virgin sendirian."


Jawab sekertaris Steven,tidak ada hubungan darah antara ia dan virgin,tapi cinta nya pada anak perempuan itu sangat besar.


"Tidak masalah, bagaimana dengan kabar nona Kim?"William menanya kan keberadaan Nisa, karena wanita itu sudah lama tidak berkunjung.


Nona Kim ya?. sekertaris Steven bergumam sangat lirih.

__ADS_1


"Saya dengar dia di sibukkan dengan sebuah tender besar.yaitu pernikahan pebisnis paling kaya di dunia,Mark Celvin Asterio."sekertaris Steven menatap sendu ke arah Luar.


Dia tidak bisa membohongi diri sendiri,bahwa sebenar nya dia mencintai wanita yang akrab di sapa nona Kim ae-ra itu.


__ADS_2