
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Pak,aku mau ibu hiks."Chika semakin terisak dengan sangat kencang di dalam dekapan Rahardian.
"Iya aku tau."Rahardian hanya mengelus pelan punggung Chika.
"Chik"Rahardian mulai panik begitu tidak mendengar lagi suara tangis dari Chika.
Begitu melihat,ternyata Chika sudah pingsan tidak sadar kan diri di dalam dekapan Nya.
"Astagfirullah,pak cepat bawa ke dalam kamar!"biru jadi ikut panik.
Rahardian mengangguk, menggendong tubuh Chika menuju ke dalam kamar.
Sesampai nya di sana,biru yang berprofesi sebagai dokter, langsung mengecek keadaan Chika.
"Bagaimana biru?apa Chika baik-baik saja?"Rahardian duduk di ujung Ranjang, mengelus pelan lengan Chika dengan penuh cinta.
"darah nya rendah,selain itu dua cukup shock."biru melepas kan stetoskop yang ia pakai,meletak kan nya di atas meja.
"Alhamdulillah."Rahardian mengucap syukur, netra nya terus menatap ke arah Chika dengan pandangan yang cukup meng-khawatir kan.
__ADS_1
"ini sudah mulai malam,lebih baik kita membersih kan diri.lalu makan malam,Chika akan baik-baik saja."
Rahardian mengangguk,menyetujui perkataan biru.masuk ke kamar, Rahardian membersih kan diri di kamar.
setelah selesai, Rahardian membantu rosse dan juga Rossi untuk makan.
"ah aku iri pada mu Rahardian, anak-anak ku sangat menyayangi mu."William meledek,memandang lucu ke arah Rahardian.
"kau iri ya?"ledek Rahardian balik,menyuapi rosse.
senyum tipis terukir di bibir biru, melihat kedekatan antara William dan juga Rahardian.
Di tengah-tengah makan malam, terdengar suara pekikan Chika dari dalam kamar, terdengar nyaring.
"Chika?"biru dan Rahardian segera berlalu pergi dari sana,menuju kamar Chika.
"Chika,kau baik-baik saja?."tangan Rahardian mengelus pelan rambut Chika,membuat tangis Chika kembali terdengar nyaring.
"Biar kan saja."biru membuka satu kemeja paling atas milik Chika,membantu Chika untuk mengatur pernafasan nya.
"tarik nafas,lalu hembus kan secara perlahan."
Chika mengikuti segala perintah dari biru,dia menghembus kan nafas sangat panjang lalu mengeluarkan nya.
__ADS_1
"ayo lah,minum lah sekarang."Rahardian menerima uluran air putih dari biru,membantu Chika untuk segera minum.
"its oke,jangan seperti ini Chika,semua akan baik-baik saja."
Chika mengangguk pelan.Menghela nafas sangat panjang, perlakuan ibu nya benar-benar membekas hingga ke relung hati terdalam.
"aku benar-benar anak yang tidak di harap kan, ibu ku membuang ku.aku bahkan tidak tau yang mana ayah ku,siapa dan di mana dia?."Chika meremas pelan rambut nya,lagi dan lagi kepala Nya berdenyut nyaring.
"semua akan baik-baik saja.jika ibu mu,tidak menerima mu atau bahkan kau tidak tau siapa ayah mu,itu bukan lah masalah.karena yang paling penting sekarang, adalah hidup mu,banyak orang yang mencintai mu,ada kami yang benar-benar menyayangi mu."
Rahardian menggengam tangan Chika dengan sangat erat.
"aku lelah pak."Chika menunduk, meremas pelan tangan Rahardian.
"tidak masalah, sekarang lebih baik kau harus tidur di sini."Rahardian membantu Chika untuk berbaring di ranjang.
"selamat tidur,jangan lupa mimpi indah.dan lepas kan lah semua beban,yang ada dalam hati mu sekarang."
Rahardian menyelimuti Chika dengan selimut bercorak berwarna merah maroon.
"terima kasih pak."gumam Chika sangat lirih,sebelum memejam kan mata.
# like,komen and vote
__ADS_1