
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Mommy, perasaan rosse sedari tadi tidak enak,rosse sangat merindu kan ayah Rahardian,apa ayah Rahardian baik-baik saja?"rosse merengek,air mata nya sedari tadi mengalir.
"Kata Daddy ayah di sini?rosse boleh bertemu dengan nya?"rosse menatap biru dengan pandangan memohon.
"Tidak,Daddy salah.ayah tidak ada di sini,yg bisa rosse lakukan sekarang hanya berdoa,semoga ayah Rahardian baik-baik saja"biru menggenggam tangan mungil rosse,meyakin kan sang putri bahwa semua nya baik-baik saja.
"Mommy bohong,rosse yakin mommy berbohong,ayah pasti tidak baik-baik saja"rosse terisak.
Walau pun bukan ayah kandung,ikatan batin antara rosse dan Rahardian sangat lah kuat, mengingat Rahardian lah yg pertama kali menyambut rosse hadir ke dunia.
"Sayang,ayah akan baik-baik saja,rosse kan anak baik, sekarang rosse berdoa ya untuk kesembuhan ayah"
"Mommy rosse mau pulang ke Indonesia"biru terbelalak, secepat mungkin ia menggeleng,memeluk erat tubuh sang putri.
"Sayang jangan begini,rosse tau kan kita tidak bisa kembali ke Indonesia,Daddy tidak akan mengizin kan nya"biru menggenggam erat tangan rosse.
"Mommy apa kanker otak sangat berbahaya,mampu kah ayah Rahardian sembuh?"Rossi yg baru saja terbangun mendongak,menatap ke arah biru dengan tatapan penuh harap.
"itu penyakit yg berbahaya,tapi mommy yakin ayah Rahardian mampu menghadapi nya, dia kan atau kalian"biru menjawab pelan.
sebenar nya dia juga tidak percaya diri dengan perkataan nya,kanker otak termasuk dalam jajaran penyakit yg memati kan.
"Daddy"biru menoleh,ternyata William datang seorang diri ke rumah sakit.
"princess Daddy ada apa?"William panik bukan main,secepat kilat dia berjalan mendekat ke arah rosse, menggendong tubuh mungil sang putri.
"rosse mau ayah Daddy,mommy berbohong,ayah tidak baik-baik saja.tadi rosse mimpi ayah kesakitan,bibir nya ayah pucat,terus itu tubuh ayah terbaring di ranjang tidak mau bergerak sedikit pun"dengan terisak-isak rosse mencerita kan mimpi nya tadi.
"apa terjadi sesuatu pada Rahardian honey?"William langsung menoleh ke arah biru,dia yakin ada hal yg di tutupi dari biru.
"pak Rahardian koma"
"huwa"jawaban dari biru langsung di sambut dengan tangisan rosse.
"koma?memang nya dia kenapa?"William mengeryit bingung.terakhir bertemu dengan nya, laki-laki itu terlihat baik-baik saja,hanya bibir nya yg terlihat sangat pucat,dan juga tubuh nya yg mulai mengurus.
"kanker otak"satu penyakit yg berhasil membuat seorang William Alexander Efron Smith terbelalak kaget.
"apa?bukan nya dia baik-baik saja ya? bagaimana bisa mendadak terkena penyakit?"William memberondong biru dengan pertanyaan.
"dia memang menderita penyakit itu sejak lama"biru menunduk,menghapus air mata nya, ia tidak ingin suami nya merasa cemburu karena ia menangisi laki-laki lain.
"rosse,Rossi bagaimana jika kita makan?kantin rumah sakit ini memiliki banyak makanan lezat,mommy juga pasti lapar karena ada satu nyawa lagi di dalam perut mommy"William menurun kan tubuh mungil rosse,bergantian menggendong Rossi.
mereka berjalan keluar,biru mengiringi sembari tangan nya menyeret infus milik Rossi,sementara tangan satu nya lagi di genggam oleh rosse.
"son,jangan bersedih sayang,Daddy akan mengirim kan anak buah Daddy untuk memantau ayah Rahardian"William mengelus lembut rambut keemasan milik sang putra.
"terima kasih Daddy"hanya itu tanggapan yg di keluar kan oleh Rossi, sebelum pria mungil itu meletak kan kepala nya di dada bidang milik William.
"kau tidak mau berterima kasih pada mommy mu?cepat lah sembuh son,kau tau kan uncle sekertaris Steven ingin menikah,kita harus mendatangi nya"Biru menghibur sang putra.
"uncle Steven kenapa sih mau menikah?"rosse mengerucut kan bibir nya kesal,mata biru milik nya sudah berkaca-kaca,bersiap untuk menumpah kan air mata.
"rosse kau kenapa?"biru,William langsung menoleh ke arah rosse mendengar teguran yg di beri kan oleh Rossi.
"nanti uncle-uncle tampan di mansion berkurang jika uncle Steven menikah"William hanya mampu menghela nafas nya pelan,putri nya satu ini memang sangat menyukai laki-laki tampan.
"memang nya Daddy tidak tampan?"William langsung memberengut tidak suka.
"Ndak"biru terkekeh pelan mendengar jawaban yg di keluar kan oleh rosse.
"jadi Daddy ini tidak tampan?kau yakin sayang"biru ikut menggoda sang suami.
__ADS_1
setelah selesai memesan beberapa makanan,tentu saja yg memiliki logo halal.biru dan William serta ke dua anak nya mulai menikmati makanan mereka masing-masing.
"sayang,itu calon istri sekertaris Steven"biru yg sibuk menyuapi Rosse menoleh ke arah yg di tunjuk oleh William.
ternyata ada seorang wanita yg mengguna kan dress ketat di ujung sana,perut nya tampak terlihat lebih menonjol dari pada wanita biasa nya.
"dia hamil?"biru bertanya dengan sangat polos,menunjuk ke arah wanita bergaun Hitam.
"iya, karena itu aku,Rokki dan juga dokter Vilton berencana untuk menggagal kan pernikahan mereka, Steven terlalu berharga untuk perempuan murahan seperti nya"William berujar dengan sangat lantang,seakan sengaja menyindir wanita yg duduk tidak jauh dari mereka.
"kali ini aku sangat setuju hubby, sekertaris Steven terlalu berharga untuk wanita seperti nya"biru bergumam pelan.
"apa kah dia lebih baik dari Liora?"pertanyaan itu tiba-tiba saja meluncur bebas dari bibir biru,dia berulang kali menoleh ke arah wanita itu.
"ya,setidak nya Liora lebih baik"William menjawab apa ada nya.
"jika di banding kan dengan ku?"biru menatap tajam ke arah William,seperti memperingati sang suami untuk tidak mengata kan Bahwa Liora lebih baik.
"tentu saja istri ku yg lebih baik"William menjawab cepat,memasang wajah paling imut agar istri cantik nya tidak marah.
"mommy,kapan kita akan fitting baju untuk uncle Steven"tatapan biru dan William terhenti ketika Rosse mulai membuka pembicaraan.
"besok,kita akan segera fitting"biru mengelus perlahan kepala rosse.
Lima hari berlalu.
hari ini tepat di mana saudara angkat Wiliam yg tidak lain sekertaris Steven akan menikah di sebuah gereja ternama di Inggris.
"kau benar-benar yakin dengan keputusan mu Steven?"William yg juga sudah siap,masuk ke dalam kamar pribadi milik Steven.
"Hem"seperti biasa sekertaris Steven hanya menjawab singkat,tampak nya ia enggan untuk berbasa-basi.
"aku punya kejutan nanti di sana, wanita masa lalu mu"gerakan sekertaris Steven terhenti,wanita masa lalu arti nya cinta pertama nya.
"ayo!mommy dan Daddy sudah menunggu"William keluar lebih dulu.
"wah,calon pengantin nya rosse sudah datang"rosse tersenyum malu-malu,pipi nya memerah, sekertaris Steven sangat tampan.
"cih!uncle Steven tidak akan mau dengan gadis manja dan juga bar-bar seperti mu"Rossi yg berdiri di dekat William langsung meledek ke arah kembaran nya.
"rosse tidak manja Rossi,rosse hanya menikmati nikmat yg telah Tuhan berikan,terbukti rosse selalu di kelilingi oleh laki-laki tampan"rosse bersungut-sungut,tanpa mengalih kan pandangan nya dari sekertaris Steven.
"ayo,putri Daddy kita harus segera berangkat"William mendekat ke arah rosse, menggendong tubuh mungil berbalut gaun putih itu.
mereka langsung masuk ke dalam mobil masing-masing,menuju ke salah satu gereja.
"nona Kim akan datang?"begitu sampai di depan gereja,William menoleh ke arah biru, mengelur- kan pertanyaan.
"mungkin saja"biru menjawab singkat,tangan nya melingkar pada lengan kekar dan juga berotot milik sang suami.
"Rossi!"rosse berlari mendekat ke arah sang kembaran,melingkar kan tangan nya di lengan mungil Rossi.
"rosse lepas!"Rossi berusaha melepas kan tangan rosse yg membelit di lengan nya,tapi percuma gadis itu malah semakin merapat kan tubuh nya.
"Rossi tidak lihat,semua orang bergandengan"rosse menatap tajam ke arah Rossi,menunjuk kan ke arah tuan besar Smith, Nyonya Lisa,biru dan juga William.
"son,biar kan saudari mu melakukan apapun yg dia mau"William langsung menegur,menyela perdebatan ke dua anak nya.
"ayo masuk!"nyonya Lisa memasang wajah tidak bersahabat,doa benar-benar tidak menyukai sikap Steven yg mau menerima perjodohan.
rosse dan Rossi berjalan paling depan,kemudian sekertaris Steven,di iringi dengan William,biru dan juga nyonya Lisa beserta sekertaris Steven.
begitu masuk ke dalam Gereja yg sangat besar,mereka langsung di sambut dengan dekorasi dekorasi berwana putih,dengan bunga-bunga bertaburan di lantai.
para tamu undangan juga sudah memadati aula gereja,di ikuti beberapa wartawan yg sudah stand by di sana.
"tegak kan kepala mu honey,biar kan mereka semua menatap betapa cantik nya menantu pertama keluarga besar Smith,dan juga istri dari Wiliam Alexander Efron Smith"William berbisik tepat di dekat telinga biru.
__ADS_1
pipi ibu muda itu bersemu merah,tapi tak urung ia ikut menuruti permintaan dari William,secepat mungkin biru menegak kan kepala nya, mengulas senyum super manis,yg baru pertama kali orang lain lihat.
"beruntung nya aku memiliki sosok istri seperti mu"William tidak henti-henti nya memuji biru di ikuti kekehan pelan, karena biru tersipu malu,pipi nya langsung merona merah.
"ayo duduk di sana"William menarik biru untuk segera duduk di kursi yg telah di siap kan,tepat berhadapan langsung di mimbar tempat Steven dan juga mempelai wanita Nya akan mengucap kan janji suci.
"mommy, jangan seperti itu"William menggenggam erat tangan nyonya Lisa menghapus air mata yg mengalir di pipi sang mommy.
"mommy sangat menyayangi Steven sayang,mommy ingin melihat nya bahagia,tapi mommy tidak bisa melihat nya terus-menerus terbelenggu dalam genggaman ibu kandung nya"nyonya Lisa terisak di dalam dekapan tuan besar Smith.
"Mommy ini mungkin takdir yg telah di garis kan Tuhan bagi sekertaris Steven,mungkin saja kelak sekertaris Steven bisa menemu kan kebahagiaan Nya"biru menggenggam erat tangan nyonya Lisa.
"di mana mempelai wanita nya?,kalau tidak mau rosse siap untuk menjadi mempelai pengganti.tidak masalah,uncle Steven kan kaya dan juga tampan"rosse terkikik geli mendengar perkataan nya sendiri.
asal tampan dan juga kaya, rosse pasti mau,membuat biru dan juga William hanya bisa menggeleng kan kepala nya pusing.
"Rosse!"Rossi menatap tajam ke arah rosse,jelas saja tersirat ketidak sukaan di dalam nya.
"kau benar-benar menjengkel kan Rossi,ingin rasa nya rosse yg cantik ini menenggelam kan mu di sungai Amazon"rosse mengepal kan tangan Nya geram.
"rosse,tidak boleh seperti"biru mendelik kesal ke arah sang anak,tatapan nya berubah sangat tajam.
"iya-iya mommy,rosse bercanda"rosse hanya bisa menunduk kan kepala nya.
musik mulai mengalun merdu,di ikuti para tamu undangan yg mulai berdiri dari duduk Nya.
karena sangat penasaran,biru sesegera mungkin berdiri dari duduk nya, melihat seorang wanita berjalan dengan sangat anggun.
model gaun yg pres body semakin menunjuk kan perut nya yg tampak menonjol,menanda kan wanita yg sebentar lagi akan menikah itu sudah hamil duluan.
sekertaris Steven hanya menatap wanita itu dingin, ternyata wanita yg akan menjadi istri nya ternyata, Rebecca cinta pertama nya.
bahagia?tentu tidak.yg ada sekertaris Steven merasa kecewa,dia tidak pernah sekecewa ini,wanita yg sudah ia tunggu selama bertahun-tahun ternyata hamil di luar nikah.
"wajah mu jadi sangat pucat brother"William menepuk pelan pundak lebar milik sekertaris Steven,menyentak laki-laki itu dari kesadaran nya.
"aku benar-benar kecewa"wajah sekertaris Steven berubah menjadi penuh kekecewaan.
"ini kejutan mu,lihat ke sana,kami sudah mengetahui nya lebih dulu"William menunjuk ke arah dokter Vilton dan juga Rokki yg berdiri tidak jauh dari mereka.
"kau tidak bisa mundur.kau bahkan sulit untuk membuka hati mu kembali demi becca, sekarang dia ada di sini, wanita yg kau tunggu,bahkan kau berusaha menampik bahwa kau menyukai nona Kim"
diam.sekertaris Steven terdiam,dia hanya memandang datar ke arah Rebecca yg berjalan dengan sejuta senyum mendekat ke arah nya.
"siapa ayah dari bayi mu ini?"pertanyaan yg sontak membuat para hadirin terperangah kaget.
mereka sempat berpikir bahwa Rebecca tengah mengandung anak Steven,tapu fakta berbanding terbalik.
"Steven aku"wanita itu tergugu di tempat.
"enam tahun tidak bertemu,mendadak kau datang kepada ibu ku mengajukan sebuah lamaran,kau fikir aku barang yg bisa menutupi aib mu?apa kau jadi pelacur?"
biru menutup mulut nya karena terkejut,untuk pertama kali Nya ia mendengar sekertaris Steven berujar dengan pedas.
"ya,tanpa kau jawab aku sudah tau, pasti kau menjual diri mu bukan?aku mengenal mu dengan baik becca.ternyata aku menunggu sia-sia,kau hamil anak laki-laki lain,dan meminta ku untuk menikahi mu dengan menekan keluarga ku?sebenar nya apa mau mu?"sekertaris Steven menumpah kan segala keluh kesah nya.
"hubby,henti kan sekertaris Steven,dia bisa membuat malu wanita bernama becca itu"biru mendekat ke arah William,berbisik tepat di belakang telinga sang suami.
"biar kan saja"William bersikap masa bodoh,dia malah melingkar kan tangan nya di perut rata Biru.
"andai ini wanita lain,mungkin aku masih bisa mentolerir,tapi ternyata ini kau"sekertaris Steven memasang raut wajah penuh kekecewaan.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1