
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
100% cocok.
Tubuh kekar William langsung luruh di lantai,mata nya mulai berkaca-kaca,tuan muda Smith itu langsung menatap ke arah Rosse.
Peri kecil nya, ternyata selama ini adalah putri kandung William, laki-laki tampan itu mendekat ke arah Rosse yg masih berada dalam pelukan biru,memeluk tubuh biru erat,William tak henti-henti nya bahagia karena dia telah menemu kan apa yg ia cari.
"Putri ku!"
Jeder!
Petir menyambar di siang bolong,biru sontak ter-pundur beberapa langkah,tangan nya semakin mengerat kan pelukan pada tubuh mungil putri nya.
Satu kalimat,putri ku.mengguncang dunia biru,yg selama ini baik-baik saja.berulang kali biru menggeleng dan juga mengerjap pelan, tapi semua nya tidak berubah.
Tanpa sadar air mata mulai mengalir dari manik biru, laki-laki di hadapan nya ini adalah laki-laki yg sama, laki-laki yg telah merenggut kehormatan biru,ayah biologis dari si kembar.
"Bagaimana hasil nya Alex?"nyonya Lisa langsung bertanya,wanita paruh baya itu baru saja datang bersama sang suami, begitu mendengar bahwa dokter Vilton datang.
"Mommy, Rosse-rosse putri ku,Rosse dan Rossi anak ku mommy"William tidak bisa menyembunyi kan raut wajah penuh kebahagiaan sekaligus keterkejutan.
"Apa!Daddy mereka cucu kita!"nyonya Lisa berteriak girang,memeluk tubuh tegap tuan besar smoth yg berdiri di sisi nya.
Diam.Biru masih belum mengendali kan keterkejutan nya.kejutan macam apa ini,apa yg sebenar nya di takdir kan tuhan untuk nya.kenapa sulit, kenapa biru terasa belum bisa menerima semua nya.
"Rosse,kemari lah sayang, bersama Daddy"William menghapus air mata yg mulai turun,lalu merentang kan tangan nya,bersiap menerima pelukan dari Rosse.
"Daddy!"Rosse memberontak hingga terlepas dari gendongan biru.
Langkah kaki mungil milik Rosse bergerak cepat ke arah William.bahagia,tidak ada yg bisa mewakil kan kebahagiaan milik Rosse.
Impian dan mimpi nya menjadi kenyataan.dia tidak akan di hina oleh masyarakat, karena tidak memiliki seorang ayah.sekarang, Rosse bisa berdiri tegak penuh kesombongan,dia memiliki Daddy seperti orang lain.
Daddy.satu kata yg sangat di rindu kan oleh Rosse,dia ingin memeluk Daddy nya.air mata Rosse menetes begitu saja,grep.akhir nya,Rosse memeluk tubuh kekar William,terisak di pelukan sang daddy.
"Daddy! lousse sayang Daddy,hiks,hiks,Daddy ke mana?"Rosse semakin terisak keras di pelukan william.menumpah kan segala keluh kesah,dan beban yg ia pendam selama ini.
"Daddy mencintai mu sayang"William menghadiahi kecupan manis di kening putri nya,William benar-benar bahagia,dia mengetahui bahwa Rosse,peri kecil yg sangat dia sayangi adalah putri kandung nya.
"Rossi,kau tidak ingin memeluk Daddy?"william menoleh ke arah Rossi,tidak ada binar bahagia sedikit pun di mata nya,hanya ada pancaran ketidak sukaan dari Rossi.
"Maaf tuan,saya tidak memiliki Daddy"dingin.rossi seakan tidak ikut berbahagia karena telah mengetahui siapa ayah kandung nya,hanya ada aura dingin yg keluar dari wajah Rossi.
"Biru maaf"William berdiri,mendekat ke arah biru.tulus,kali ini William benar-benar meminta maaf dengan tulus.
"Jangan menyentuh ku!"biru menepis kasar tangan William yg mendarat di punggung tangan kanan nya,tapi tetap, laki-laki itu bersikeras tak ingin melepas kan.
Plak!
__ADS_1
Suara tamparan terdengar sangat nyaring menggema di penujuru mansion.tangan biru bergetar,tangan yg baru saja melayang kan tamparan di pipi mulus William.
Berulang kali biru terus menahan diri untuk tidak menampar William di hadapan anak-anak nya,tapi sekarang tidak lagi, laki-laki ini lah yg menghancur kan hidup nya.
"Kita pulang!"biru langsung menggendong Rosse,tanpa memperduli kan tangan mungil nya yg terus-terusan memukuli tubuh biru.
"Ndak mau! lousse mau Daddy"Rosse terus memberontak,bahkan menggigit tangan biru yg tengah menggendong nya,jadi lah dia terlepas dari dekapan sang mommy.
"Biru,ku mohon maaf kan aku biru,aku tau semua itu salah,tapi jangan pisah kan aku dan anak-anak"kejadian langka terjadi.Nisa dan Sekertaris Steven Gerrard yg baru saja turun ikut terkejut,untuk pertama kali nya William berlutut di hadapan biru.
"Anak-anak?bukan kah anda belum menikah tuan!jadi jangan pernah menganggap anak-anak ku sebagai anak-anak mu! mereka hanya anak ku!"kejar-kejaran dengan nafas nya sendiri.
Bayang kan bagaimana pusing nya biru sekarang.Rosse tidak henti-henti nya menangis,merengek dan menjerit tidak ingin di pisah kan dari Daddy nya.Dan keterkejutan karena sebuah fakta yg baru di ketahui, membuat fikiran biru semakin rumit.
"Biru,aku laki-laki itu! laki-laki yg merenggut kehormatan mu,yg memperkosa mu"biru memaling kan wajah nya tidak terima.
Laki-laki ini yg membuat dunia nya hancur dalam sekejap.mimpi nya menjadi seorang dokter bedah saraf,dan juga cinta nya pada Andi harus terhenti karena kesalahan laki-laki di hadapan nya ini.
"Rosse!"tegas.nada bicara biru seakan tidak bisa di bantah lagi.
"MOMMY JAHAT!!"Biru mengepal kan tangan nya geram,hancur lebur hati nya,setidak berarti kah cinta nya untuk Rosse selama ini,hanya karena kehadiran laki-laki baru yg mengaku sebagai Daddy kandung nya,putri kecil nya melupa kan nya.
Mommy jahat.mommy jahat.mommy jahat.kata-kata itu terus terngiang di telinga biru.
Tidak tahu kah Rosse,yg selama ini ada di sebelah nya,berjuang seorang diri.menghidupi mereka, berkerja siang malam agar mereka bisa hidup dengan layak.mempertaruh kan nyawa nya demi melahir kan mereka,biru melakukan semua itu tulus,demi anak-anak nya, tapi lihat lah apa yg terjadi sekarang,dia di benci putri nya sendiri.
"Rosse!!"Rossi yg sedari tadi diam ikut bereaksi, bentakan nya terdengar lebih tinggi,nada suara nya lebih dingin,mata nya menoreh kan rasa amarah kepada kembaran nya.
"Daddy takut"Rosse semakin memeluk kaki jenjang milik sang Daddy.jika mommy nya membentak Rosse tidak masalah, tapi sekarang Rossi,bahkan aura yg di keluar kan Rossi sangat menakut kan.
"Nona Kim,saya mohon nona,jangan pergi,jangan bawa biru dan cucu-cucu saya pergi nona"belum juga satu langkah Nisa hendak pergi,nyonya Lisa langsung menghadang nya.
"Saya terlambat"Seperti biasa Nisa tidak menunjuk kan raut apapun di wajah nya,hanya datar dan dingin.
"Rosse, ayo pulang!"Rossi mendekat ke arah Rossi, tragedi tarik-menarik terjadi antara Rosse dan Rossi,Rosse terus bertahan dengan pelukan di kaki jenjang William, sementara Rossi juga tidak mau kalah, tangan nya menarik Rosse.
"Ndak mau! mommy jahat!"biru menunduk kan pandangan nya, perkataan Rosse menghujam hingga ke ulu hati nya,ibu mana yg tidak sakit hati mendengar nya.
"Mommy jahat,mommy jahat!!!yg jahat itu laki-laki ini! kemana dia ketika kita kelaparan!di mana dia ketika kita di caci!selama ini hanya wanita yg kau panggil mommy jahat adalah wanita yg banting tulang pagi-siang-malam demi kita!tidak kah kau berfikir!!"Rossi semakin meninggi kan nada bicara nya, cengkraman nya di tangan Rosse semakin kuat dan keras,menyalur kan kekesalan nya.
"Laki-laki ini adalah laki-laki yg sama yg telah menghancur kan hidup mommy!jika dia memang menganggap mu putri!tidak kah seharus nya dia dulu mencari mu?kenapa baru sekarang! setelah hidup kita membaik!"
Dada Rossi naik-turun di ikuti dengan emosi nya yg tidak terkendali, benci,dia benar-benar benci kepada sosok William,bahkan sebelum laki-laki itu lahir.
"Ndak,Daddy nya lousse bukan ollang jahat"William ikut menangis, perkataan Rossi bagai kan tamparan keras untuk nya selama ini.
Dia hidup bergelimang harta,dan kekayaan,makan enak,uang banyak.tapi sedikit pun tidak terlintas di fikiran William,apa kah wanita yg telah ia perkosa dan anak nya hidup dengan baik.
Air mata luruh.mewakili perasaan yg berubah hancur lebur dalam sekejap.penyesalan memang datang terakhir,kini hanya sesal yg tertinggal,dengan mata kepala nya sendiri,William melihat bentuk kekecewaan Rossi pada nya, kebencian putra nya pada nya.
"Kita pulang!"Rossi tidak lagi memperduli kan rengekan dan teriakan Rosse,dia menarik tangan Rosse keluar dari mansion.
__ADS_1
Biru berjalan lebih dahulu dari mereka, tatapan nya masih kosong tidak berubah sedari tadi air mata tidak henti-henti nya mengalir deras.
"Biru izin kan aku menikahi mu,dan bertanggung jawab"tangan biru yg hendak menyentuh handle pintu mobil terhenti.
"In your dream!"tanpa berbalik biru menjawab angkuh, menikah.tidak pernah terpikir sekali pun biru untuk menikah,dengan laki-laki asing yg baru ia kenal satu Minggu.
"Daddy!"Rosse berhasil lepas dari cengkraman tangan Rossi, hendak berlari ke arah William,tapi percuma,biru sudah lebih dulu menangkap tubuh mungil sang putri.
"Biru!ku mohon biar kan aku memeluk nya sebentar saja"diam.perlahan biru melepas kan tubuh Rosse, membiar kan putri mungil nya itu berbuat sesuka nya,lalu masuk ke dalam mobil yg siap mengantar kan mereka ke Bandara.
"DADDY! Lousse Ndak mau ikut mommy pellgi, lousse mau sama Daddy"kerinduan benar-benar terpancar dari mata Rosse,di erat kan pelukan nya pada leher William,menunjuk kan kasih sayang yg selama ini ia pendam.
"Rossi, kau tidak ingin memeluk nya?dia Daddy mu boy"dari dalam mobil,biru menanyakan apa kah putra nya tidak ingin memeluk William.
Diam.sedikit pun Rossi tak bergeming,hanya terdengar deru nafas nya saja.Perkataan biru sama sekali tidak berpengaruh pada nya.Rossi menjadi saksi bisu perjuangan hidup biru di tengah keras nya kota.
"Rosse!kita akan terlambat"suara keras Nisa mengintruksi kan Rosse untuk segera masuk, penerbangan sebentar lagi,pasti nanti jika masih mengulur waktu mereka akan terlambat.
"Ndak mahu,hiks,hiks Rosse mau Daddy!"William masih setia menenang kan putri kecil nya yg masih sibuk menangis dan terisak.
"Jika dia memang ingin tinggal di sini,biar kan lah nona,dia sangat menyayangi Daddy nya"biru mengulas senyum miris,namun penolakan yg di beri kan Rosse cukup menyiksa batin dan hati biru, sebagai seorang ibu.
"Rosse"Rossi mendekat ke arah saudari kembar nya,menarik paksa tangan Rosse,agar mau ikut ke mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang,masih di iringi dengan berontak kan dan juga pekikan keras Rosse, karena tidak mau di pisah kan dari William.
Dalam diam nya,biru terisak.air mata terus mengaliri pipi mulus nya,rasa nya sakit melihat buah hati nya menangis,tapi lebih sakit melihat laki-laki itu hendak mengambil putri nya.
"Tuan muda ayo!"sebuah mobil berhenti tepat di sebelah William, Sekertaris Steven Gerrard lah yg mengemudi kan nya, seperti biasa, sekertaris cekatan itu langsung mengambil langkah cepat.
"Susul mereka stev"Sekertaris Steven mengangguk,mulai menyusul mobil yg di tumpangi oleh biru.
Percuma,kali ini yg menyetir bukan sopir biasa,melain kan anggota Dragon white, mafia kelas kakap yg dalam segala hal sulit untuk di tandingi.
Alasan Nisa meminta di antar oleh anggota Dragon white, karena dia tidak ingin sesuatu mengancam biru dan si kembar, kejadian kemarin saja meninggal kan trauma mendalam bagi anak-anak biru.
"Nona,mereka mengejar"biru terus menoleh ke belakang,di mana mobil Sekertaris Steven tengah mengejar.
Tidak memerlu kan waktu lama,berkat bantuan sopir dari Dragon white,mereka sampai di bandara internasional dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun.
Berjalan pelan, mereka mulai memasuki area lobby bandara,Menyeret koper masing-masing,biru masih terus berusaha membuat putri nya diam tidak terisak.
Akhir nya,di sini lah mereka berada,di dalam pesawat,tanpa mengetahui apa yg terjadi setelah kepergian mereka menuju Korea.
Jika biru ingin,tentu Nisa mengizin kan nya untuk tinggal di Inggris,tapi jangan kan ingin berharap saja biru enggan.
"Daddy"Rosse yg berada di dalam dekapan biru perlahan mulai tenang,mata nya memejam erat,gadis mungil itu telah memasuki dunia mimpi nya, sesekali terdengar gumaman memanggil manggil nama sang Daddy.
Pesawat lepas landas dari bandara internasional Inggris,meninggal kan sejuta kenangan di sana,membelah awan-awan putih,bersiap menembus Cakrawala langit Korea selatan.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.