
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
H-4.
4 hari sudah berlalu, persiapan pernikahan megah biru dan William sudah hampir rampung 95%,di balik itu semua ada kerja keras dari Nisa yg tidak tidur semalaman,demi berjalan nya pernikahan ini sebaik mungkin.
Pagi ini,biru di kejut kan dengan kedatangan wanita yg sangat ia rindu kan ke mansion Smith,ibu nya datang.
"Ibu!"biru berteriak bahagia, ketika mendapati wanita paruh baya dengan jilbab panjang hitam itu datang,wanita paruh baya yg telah melahir kan nya ke dunia ini.
"Biru sayang"ibu memeluk erat tubuh mungil milik putri nya,putri yg telah di usir nya karena tragedi,jujur ibu sangat-sangat merindu kan biru,tapi ego nya menentang,menutupi kasih sayang nya selama ini untuk biru.
"Ibu, bagaimana bisa ibu di sini?ibu tau biru sangat merindu kan ibu"biru terisak di pelukan sang ibu, menumpah-kan segala rindu yg tertanam di dalam hati,memeluk erat,biru sangat bahagia melihat kedatangan ibu nya.
"Ibu tau sayang,maaf karena ibu mengusir mu waktu itu.calon suami mu datang kemarin ke Indonesia,untuk menemui ibu,dia telah mengakui kesalahan nya bak,maaf"biru melepas pelukan nya,tertegun tidak menyangka William membuat ibu nya datang,ibu yg sedari dulu selalu berjuang untuk nya.
"Biru!"biru menoleh ketika suara yg sangat tidak asing menyapa gendang telinga nya,begitu menoleh.biru benar-benar shock,tuan Hartono, Nyonya Nina, Rahardian dan juga adik Rahardian, Bernama ratu.
"Ayah!!"Rosse yg baru turun langsung berlari, berhamburan mendekat ke arah Rahardian,tidak ada yg berubah dari laki-laki itu,hanya saja tubuh nya sedikit kurus,dan bibir nya pucat.
"Princess ayah apa kabar?"dengan sisa-sisa tenaga nya, Rahardian menggendong tubuh mungil milik Rosse,yg terasa lebih berat, karena kondisi nya kurang fit setelah Operasi.
"Kenapa kalian datang?"raut wajah biru berubah drastis ketika melihat kehadiran tuan Hartono sekeluarga,bahkan wanita itu menyembunyi kan sang ibu di balik badan mungil nya.
"Kau butuh wali honey, karena itu aku meminta ayah untuk datang"biru menoleh ke arah William yg baru saja datang, tatapan tidak suka biru layang kan kepada William.
Bagi biru,hidup nya hanya tentang ibu dan sekarang tentang anak kembar nya, Rosse dan Rossi.tidak ada kata ayah dalam hidup nya, Hartono adalah masalah dan hama dari kehidupan biru yg harus segera di singkir kan,walau pun laki-laki itu adalah ayah kandung nya sekalipun.
Di belakang,secara bersamaan.nisa dan sekretaris Steven menyeringai, ketika menyadari tatapan penuh kekaguman dari adik tiri biru,ratu pada william.dari tatapan itu,baik Nisa dan sekertaris Steven sadar,ada yg perlu mereka khawatir kan sekarang.
"Aku tidak memerlukan nya hubby"biru juga menyadari tatapan penuh kekaguman dari ratu pada William, karena itu dia mulai memain kan drama,di tambah tatapan sinis yg di keluar kan oleh nyonya Nina, istri sang ayah.
Hubby? pipi William memerah karena merona.percaya lah ini pertama kali nya dia tersipu malu,hanya karena sebuah panggilan, hubby.wajah tampan milik nya semakin memesona, karena warna merah di pipi milik nya.
Jika tidak mengingat ada banyak orang,terutama keluarga biru,ingin rasa nya William berjingkrak heboh, karena bahagia,biru adalah cinta pertama nya,tapi bagi biru William hanya laki-laki yg datang,untuk bertanggung jawab.
"Honey,aku tau apa yg di lakukan oleh tuan Hartono pada mu.tapi, bagaimana pun dia tetap lah wali sah mu,dia yg akan menjadi wali kita nanti,aku ingin kau memiliki keluarga yang lengkap walau hanya sesaat"Willliam mengulas senyum lebar dan juga menenang kan, berusaha menyalur kan energi positif pada biru.
"Nak,sudah lah biar kan mereka masuk"nyonya Lisa datang bersama dengan tuan besar smith.tangan nya bergelayut manja di lengan kekar milik tuan besar Smith,dia seakan tidak perduli dengan situasi nya.
"Ayo masuk!"biru menggandeng tangan sang mommy untuk masuk,membiar kan mereka ikut mengekor,dari raut wajah nya saja,semua orang bisa menebak bahwa biru sedang tidak nyaman.
__ADS_1
Seluruh anggota keluarga duduk di ruang tamu super mewah milik keluarga smith.rossi bahkan sudah turun lebih dulu,mencium punggung tangan Rahardian dengan takzim, sungguh berbanding terbalik jika ia berhadapan dengan William,ayah kandung nya.
"Apa kabar ayah?,Rossi sangat merindukan ayah"william menghela nafas,rasa cemburu terpercik di hati nya,melihat dengan mata kepala nya sendiri,bentuk perhatian Rossi pada Rahardian.
"Ayah baik, Alhamdulillah berkat kehendak Allah,dan doa dari Rossi, operasi berjalan lancar"william semakin menatap kesal ke arah Rahardian,yg dengan berani-berani nya menunjuk kan perhatian nya pada Rossi.
"Lousse juga belldoa"Rosse mengerucut kan bibir nya pada Rahardian,turun dari pangkuan laki-laki yg telah di anggap ayah itu,lalu mendekat ke arah tuan besar Smith.
"Ibu,mereka anak-anak biru,yg sulung Rosse,dan yg bungsu Rossi"biru memperkenal kan anak-anak nya satu persatu,dengan sangat bangga, ternyata perjuangan nya selama ini tidak lah sia-sia, anak-anak nya tumbuh menjadi anak yg hebat dan genius.
"Kau hidup dengan baik sayang?"biru menggeleng lalu memeluk tubuh sang ibu lagi,tidak ada yg bisa menjabar kan betapa susah dan sulit nya hidup seorang diri dengan anak kembar di kota yg penuh dengan kekejaman.
Bayang kan biru yg baru lulus SMA harus mencari perkejaan, tanpa ada pengalaman kerja sekalipun.untung ada ibu kos yg baik hati,yg mempertemu kan nya dengan sosok baik seperti Rahardian.
Biru kembali terisak dan semakin mengencang kan pelukan nya.semua sudah biru alami,mulai dari di caci dan di hina, berkerja tanpa kenal lelah,bahkan ketika ia hamil harus tetap berkerja.ketika Rosse dan Rossi baru berumur satu tahun,mau tidak mau biru mengajak mereka untuk berkerja di Restauran.
Biru benar-benar mengalami keras nya kehidupan di umur nya yg masih sangat belia.tragedi malam itu masih menyisa kan trauma sendiri,walau pun sekuat mungkin biru berusaha melupa kan nya,tapi percuma biru tidak bisa melupa kan nya secara total.
"Biru tidak hidup dengan baik ibu"suara tangisan biru semakin menyayat,membuat sang ibu ikut menangis,tidak ada ibu yg tega melihat anak nya menangis.
Kini giliran William yg menunduk.andai saja dia tidak ceroboh dulu,biru pasti tidak akan mengalami masa-masa sulit seperti sekarang,andai William tidak menculik nya dulu,semua berawal dari kata andai.
Dulu jika saja William menahan biru,dan terus-menerus mencari keberadaan nya,mungkin hidup biru tidak akan sesulit sekarang,dia tidak harus menerima ejekan,dan juga tidak harus mengasuh si kembar seorang diri.
Biru menunjuk ke arah Nisa yg sibuk lirik-lirik kan dengan sekretaris Steven,seakan tidak tertarik dengan topik pembahasan sekarang.
"Nona Kim terima kasih, terima kasih telah menjaga putri ku"ibu menghapus air mata nya,menatap penuh rasa terima kasih kepada Nisa.
"Ibu pasti lelah,Rossi antar Oma ke kamar,mommy mau bicara dengan Daddy sebentar"Rossi hanya diam,mulai berjalan di ekori oleh ibu.
"Hubby bisa kah kita bicara berdua?"biru berdiri dari duduk nya,bersikap seanggun mungkin,mengulas senyum selembut mungkin,meyakin kan orang-orang bahwa ia bahagia dengan pilihan nya.
"Tentu honey ikut aku!"William Merapi kan sejenak jas yg ia pakai, berdiri dari tempat nya duduk,berjalan lebih dahulu ke dalam ruang pribadi atau lebih tepat nya ruang kerja milik nya.
Sepeninggal William dan biru.nisa dan juga sekretaris Steven langsung meledak kan tawa mereka yg sedari tadi tertahan.hanya karena ada anggota keluarga,biru dan William saling memberi kan panggilan mesra.
"Honey?hubby?mommy sama Daddy kenapa si nona Kim?,memang nya nama Daddy hubby bukan uncle William?"pertanyaan polos lolos juga akhir nya dari bibir mungil Rosse.
"Itu panggilan sayang princess"sekertaris Steven menjawab santai.
RUANG KERJA.
William menatap wanita cantik dengan hijab hitam di hadapan nya.begitu juga dengan biru yg ikut menatap William.
__ADS_1
"Terima kasih karena telah membawa ibu kemari, tapi saya tetap tidak menyukai kedatangan tuan Hartono beserta ibu tiri dan adik tiri,jika pak Rahardian its oke,dia ayah anak-anak ku!"biru membuka pembicaraan ketika sekian lama hening.
"Kita butuh wali biru,lagi pula ini tidak lama satu hari lagi sebelum akad, setelah akad selesai aku akan mengirim mereka semua pulang ke Indonesia."biru menghembus kan nafas kasar, penuturan William memang benar,jika dia ingin menikah,dia membutuh kan wali yg sah di mata agama.
"Mommy!"mereka berdua menoleh.di depan pintu berdiri Rosse dengan wajah imut nya,dia berlari mendekat ke arah William,lalu duduk di pangkuan laki-laki tampan dan gagah itu.
"Ada apa sayang?"biru memandang keluar jendela, pemandangan di sekitar mansion ini memang sangat indah,membuat nya tidak bisa mengalih kan pandangan sedikit pun.
"Ndak, lousse Ndak mau di sana, lousse benci lihat ayah lahalldian sedih"William mengerucut kan bibir nya,kesal bukan main. karena kehadiran Rahardian, anak-anak nya melupa kan bahwa mereka memiliki Daddy kandung.
"Kau sangat menyayangi Rahardian princess?"william mengelus pelan rambut ke-emasan milik Rosse, menghadiahi kecupan manis di kening sang putri.
"Kata mommy,ayah adalah cinta pertama seorang putri.karena itu Lousse sayang sama ayah lahalldian.ayah lahalldian yg peltama kali menyambut lousse sewaktu Lousse lahil,suala ayah lahalldian yg peltama kali Lousse dengal,kallena itu mommy meminta lousse untuk sangat menghallgai dan menghollmati ayah lahalldian"
Panjang kali lebar, Rosse menjelas kan seberapa besar dia menyayangi Rahardian, seperti perkataan biru dulu.
"Kau tidak menyayangi Daddy?"biru terus mengamati percakapan antara William dan juga Rosse,dia menunggu-nunggu jawaban yg akan di keluar kan Rosse.
"Lousse sayang Daddy,tapi lebih sayang ayah.bagaimana pun,ayah yg mellawat lousse dalli bayi,menyuapi lousse,memenuhi segala kasih sayang yg bellhak Lousse dapat kan.lousse kan belltemu Daddy balu ini, bagaimana pun ayah lahalldian tetap ayah lousse yg paling pelltama"
Deg.
Jantung William terasa di hantam batu besar,sesak namun tidak nampak.ternyata Rosse dama seperti Rossi,mereka menyimpan luka sendiri,tanpa berniat berbagi sedikit pun.
Beda nya Rossi secara terang-terangan membenci william.tapi Rosse,dia tidak membenci William,hanya saja jika di banding kan antara Rahardian dan juga william,tentu Rahardian lebih unggul dari beberapa aspek.
Biru bahkan tertegun.ia sempat berfikir Rosse sangat-sangat menyayangi William, tapi kenyataan nya berbeda,gadis itu tetap mencintai rahardian.laki-laki pertama yg melantun kan adzan di telinga nya, laki-laki pertama yg mendekap nya lebih dulu.
"Kau memang harus menyayangi ayah Rahardian princess,dia yg merawat mu selama ini,dan maaf karena Daddy baru datang"Rosse mengangguk, menyandar kan kepala nya di dada bidang milik sang daddy.
"Mommy lousse salah ya?jika lebih menyayangi ayah?"biru menggeleng,mengulas senyum lembut, meyakin-kan bahwa putri nya sudah benar.
"Tidak.karena ayah Rahardian adalah cinta pertama mu.kau tidak salah, keputusan mu sudah tepat sayang,ayah Rahardian sangat menyayangi mu sama seperti kau menyayangi nya,jadi ini tidak lah salah"biru menggenggam tangan mungil milik Rosse erat.
"Rahardian beruntung"gumam william pelan.
Dia itu pada Rahardi yg mendapat perhatian penuh dari Rosse dan Rossi.sedang kan dia,jangan kan perhatian,Rossi saja tidak ingin melihat nya sedikit pun.
Selalu acuh dan tidak pernah menganggap diri nya ada.mungkin kah ini balasan yg harus William dapat kan.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.