
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Honey,kau mau makan?"pintu kamar terbuka, William membuka pintu sembari tangan kanan nya menenteng sebuah baki berisi makanan.
"Kenapa kau melakukan ini pada ku?"sedari kemarin hanya itu yg di tanya kan oleh biru.
Sudah satu Minggu berlalu sejak kejadian itu,biru benar-benar berubah sangat drastis,dia lebih memilih diam dan juga menangis.
Rosse dan juga Rossi masih berada di dalam pengawasan Nisa, mereka bersekolah di salah satu sekolah elit di Korea untuk sementara waktu,sembari menunggu keadaan biru mulai stabil.
"Maaf.aku ikhlas tidak punya anak lagi, cukup rosse dan Rossi.bagi ku sekarang yg paling penting, adalah kau jika kau selamat aku tidak masalah sama sekali,maaf"William meletak kan baki nya di atas balas,lalu menghambur memeluk erat tubuh mungil biru.
"Biar kan aku menyuapi mu Hem?"William kembali menghela nafas kasar,dia bingung bukan main.
Tapi seperti biasa,sebelum berangkat kerja, William akan menyuapi biru,walau pun dalam keheningan,bagi William biru makan dengan baik dan juga teratur itu lebih dari cukup.
"Aku sangat mencintai mu"William selalu membisikkan kata-kata itu setiap hari.
"Lalu kenapa kau merenggut bayi ku?"William terdiam,rasa bersalah menelusup kedalam ruang hati terdalam.
"Dia bayi kita juga, anak kita.tapi,aku ingin egois sekali ini saja,aku ingin kau cukup kau, karena aku sangat mencintai mu"William menggenggam erat tangan biru.
Jujur saja hati nya tergores,biru wanita yg sangat di cintai nya itu terus menangis, meratapi kematian sang anak,andai saja William bisa memiliki pilihan lain,tentu ia tidak akan mengorban kan biru atau anak nya.
"Tapi aku ingin anak ku"biru terisak,menyembunyi kan wajah nya di balik lutut nya, meringkuk penuh isakan yg benar-benar menyakit kan.
"Aku berangkat,jika terjadi sesuatu jangan lupa menghubungi ku.aku sangat mencintai mu biru"William mengecup kening biru perlahan,sebelum melangkah pergi.
Belum lama pintu tertutup setelah kepergian William,pintu kembali terbuka.nyonya Lisa datang,wajah nya sangat dingin dan juga tidak bersahabat,dia ingin marah tapi harus ia tahan.
"Mau sampai kapan kau menyusah kan putra ku hah?!"biru menoleh ketika suara bentakan yg terdengar sangat keras menyapa Indra pendengaran nya.
Plak!
Tamparan dari nyonya Lisa melayang tepat di wajah cantik biru,meninggal kan bekas kemerahan yg tercetak jelas di pipi putih bersih milik biru.
"Kau membuat cucu ku terbunuh!"bentak nyonya Lisa sangat kasar.
"Aku tidak sengaja melakukan Nya mommy"biru bergetar hebat,bibir pucat nya pun ikut bergetar,keringat dingin membasahi wajah cantik nya.
"Tidak sengaja?tapi ketidak sengajaan mu itu menyebab kan cucu ku tiada!"nyonya Lisa mencengkram erat rambut pendek milik Biru.
"Jika kau tidak bercerai dengan putra ku!maka kau harus siap di madu!"
Biru menatap tidak suka ke arah nyonya Lisa,tangan nya mengepal sangat erat,biru berdiri dari duduk nya,wajah pucat nya berhadapan langsung dengan wajah cantik nyonya Lisa.
"Maksud mommy apa?!"sekarang giliran biru yg membentak,nada suara nya bahkan lebih tinggi dari pada nyonya Lisa.
"Kau tidak bisa melahir kan cucu untuk ku!lalu apa guna nya pernikahan mu dengan putra ku"nyonya Lisa mendorong kasar tubuh biru.
"Aku akan melakukan banyak cara agar kau bisa bercerai dengan putra ku!"
Brak!
Nyonya Lisa menutup kasar pintu kamar biru.
"Kau tidak bisa melakukan ini pada ku!"biru berteriak lantang.
Dengan cepat wanita muda itu berjalan ke dalam kamar mandi,membersih kan tubuh nya.
Di temani oleh kurang lebih sepuluh bodyguard yg memang di tugas kan untuk menjaga nya,biru berusaha untuk pergi ke makam Xavier.
"Nyonya kita sudah sampai"biru yg sedari tadi melamun mendongak,dengan sekeranjang bunga di tangan nya,biru masuk,di kawal oleh para bodyguard.
Biru tergugu menatap ke arah makam di hadapan nya,menghela nafas panjang,biru duduk bersimpuh di hadapan makam sang anak.
"Maaf kan mommy karena baru datang"biru mengelus lembut nisan marmer milik Xavier.
"Apa kalian sudah menemu kan pelaku nya?"mendadak biru terdiam.dia menoleh ke arah banyak nya bodyguard yg berbaris rapih di belakang nya.
"Belum nona"seorang bodyguard menjawab pelan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?kenapa kalian tidak bisa menemukan nya apa sesulit itu?"biru terisak,duka terpatri jelas di wajah cantik nya.
Di waktu yg berbeda.
Korea Selatan.
Skandal besar-besaran tengah terjadi,membuat KNN BOUTIQUE anjlok.keuntungan mereka sangat menurun drastis,di ikuti dengan berkurang nya followers di media sosial KNN BOUTIQUE resmi.
Skandal pemilik mereka menjadi seorang pelakor.
"Kim kau tau skandal itu kan?"tuan muda Kim berdiri tegap di hadapan sang adik angkat, Nisa.
"Aku tidak melakukan apapun, bagaimana cara nya agar kalian mengerti"seperti biasa sanggahan selalu di beri kan oleh Nisa.
"Buat pernyataan resmi.jangan membuat saham perusahaan kita juga anjlok"Nisa hanya mengangguk, dia segera menelfon sekertaris Steven dan juga sekertaris lee.
"Aku sudah melakukan nya Hyung"Nisa berusaha meyakinkan sang kakak angkat.
"Kau yakin?tepis semua rumor yg menjelekan mu!"tuan muda Kim mendesah kasar,duduk di hadapan Nisa.
"Iya-iya.aku kan tidak tau jika berita nya akan sebesar ini Hyung"Nisa memutar bola mata Nya malas.
"Kau mencintai nya?"pertanyaan yg sedari tadi di pendam oleh tuan muda Kim keluar juga.
"Tidak"singkat Nisa.
"Lalu kenapa kau berhubungan dekat dengan nya?"Nisa menghela nafas.
"Ini hanya karena biru"singkat padat dan juga jelas.
Konferensi besar-besaran di ada kan,baik Nisa maupun sekertaris Steven sama-sama menepis kabar miring itu.
Banyak media yg menyoroti skandal antara Kim ae-ra dan juga sekretaris Steven, mereka adalah dua orang paling berpengaruh sekarang.
Perlahan tapi pasti,saham perusahaan Kim mulai membaik,begitu juga pendapatan KNN BOUTIQUE yg sebenar nya sempat anjlok satu Minggu kebelakang.
"Princess,kami sudah menemu kan pelaku nya!"Nisa menoleh,melihat data yg berada di dalam handphone anak buah nya.
"Dia?"sekertaris Steven terdiam menatap ke arah handphone,di mana sebuah foto terletak di dalam nya.
"What?!"sekertaris Steven dan Nisa terperangah secara bersamaan,mata mereka mengerjap,memasti kan pendengaran mereka tidak lah salah.
"Iya, setelah saya selidiki ternyata istri dari kingi mafia fire of death adalah teman masa lalu mrs.smith"pengawal bayangan sekaligus tangan kanan Nisa berujar dengan lantang dan sangat berani.
"Ini semakin rumit sekertaris Steven,kita tidak bisa bergerak sendiri"Nisa memijit pelipis nya yg terasa berdenyut hebat.
"Saya tau nyonya,bisa kah kita mencari bala-bantuan Sekarang"pinta sekertaris Steven.
"Telpon William sekarang"singkat Nisa.
"Saya akan segera memberi tahu kan hal ini kepada tuan muda"sekertaris Steven bergerak cepat berlari menjauh, mengeluar kan handphone untuk menelpon tuan muda Smith yg tidak lain adalah William.
"Kau masih tetap sama nona,tidak tersentuh sedikit pun,pantas saja saya tidak bisa masuk lebih dalam,anda terlalu kuat membentengi diri"sekertaris Steven bergumam sembari memandang punggung Nisa yg perlahan menjauh.
Di sebuah gedung tua,terletak tidak jauh dari pusat kota Inggris, London.
William, Rokki dan juga Dokter Vilton masuk kedalam sebuah ruangan gelap,tiga jam setelah telfon yg berisi informasi dari sekertaris Steven.
emosi William sekarang benar-benar memuncak hebat, mengetahui siapa yg telah menabrak biru hingga,mereka harus kehilangan anak ketiga nya.
Plak!
Dokter Vilton terkesiap kaget,jantung nya berdegup sangat kencang, karena terkejut William tiba-tiba saja menampar orang di hadapan nya.
"Sebenar nya apa mau mu hah?!"bentak William keras.
Pyaar!sebuah guci melayang menghantam tembok, hingga pecah berkeping-keping, bahkan pecahan itu sampai pada kaki dokter Vilton.
"Hihyy William mengeri kan"dokter Vilton bersungut-sungut,sembari bersembunyi di balik tubuh tegap sang sahabat,Rokki.
"Kau belum melihat bagaimana jika kau melihat ku memutilasi korban-korban ku, membunuh mereka sendiri dengan tangan ku"
Glek!
__ADS_1
Dokter Vilton menelan ludah nya,tubuh nya bergidik ngeri melihat seringai Devils yg sangat menakut kan di tunjuk kan oleh Rokki.
"Kau benar-benar melakukan kan nya?"mata dokter Vilton terbelalak kaget,di situasi mencekam seperti ini, dokter muda itu sempat-sempat nya bertanya.
"Aku seorang mafia,tidak ada kata ampun bagi mereka yg berani mengusik ku"Rokki menoleh,menatap tajam ke arah dokter Vilton.
"Kata kan apa alasan mu menghancur kan rumah tangga kakak mu sendiri ratu!!"
Sebuah nama meluncur begitu saja dari bibir seksi milik William.
"Karena aku membenci nya"ratu,wanita yg menabrak biru itu berujar dengan tenang dan juga sangat lantang.
"Jangan-jangan kau juga yg menusuk kakak mu Rahardian?"Rokki yg berdiri tidak jauh dari William ikut bersuara.
"Iya aku yg menusuk nya dia terlalu gila karena sangat mencintai biru istri mu!"
Fakta yg sebenar nya, Rahardian koma bukan hanya karena operasi tumor di kepala nya, tetapi juga karena tusukan dalam di perut nya.
"kau gila!"dokter Vilton memekik keras.
FLASH BACK.
"Ratu?!"Rahardian berteriak keras ketika sampai di apartemen milik ratu, mencari-cari keberadaan adik nya yg baru saja pulang dari Inggris.
"Ada apa kak?"ratu keluar dari dalam kamar mandi mengena kan kimono handuk berwarna merah maroon.
"Kenapa kau pergi ke Inggris hah?!"Rahardian membentak keras ke arah ratu sang adik.
Tangan bos sebuah restauran besar itu mengepal erat,terpatri jelas dalam ingatan Rahardian, bagaimana biru tiba-tiba menelfon nya mengata kan ratu datang.
"Pak,ratu datang ke rumah sakit,dia mengata kan bahwa akan menginap di mansion keluarga Smith.bukan saya tidak mau,hanya saja saya di ajar kan untuk waspada,saya tidak mau ada bibit-bibit penghancur rumah tangga di dalam kehidupan saya"
Kata-kata itu teringat jelas di ingatan Rahardian, karena itu dengan cepat dia langsung pergi menemui sang adik,dan ternyata benar ratu sudah pulang dari Inggris.
"Aku?tentu saja liburan.memang nya kenapa?toh aku berlibur juga memakai uang ku,bukan uang kakak jadi kakak tidak perlu ikut campur"ratu menjawab santai.
"Kenapa kau mengganggu biru?"tatapan tajam Rahardian tidak membuat ratu takut.
"Mengganggu?apa wanita yg sangat kau cintai itu mengadu?"ratu duduk di kasur milik nya yg berlapis dengan seprai berwarna merah muda.
"Diam!aku tidak bisa mentolerir mu lagi"bentak Rahardian keras.
"Aku hanya tidak ingin dia bahagia sedikit pun"ratu menatap nyalang ke arah sang kakak, Rahardian.
"Kau iri dengan nya karena kau tidak lebih dari sebatas sugar baby?"Rahardian mencibir sang adik,kasih sayang nya seakan runtuh dengan segala kesalahan yg di lakukan ratu.
"Jaga bicara mu kakak!"suara ratu meninggi,di iringi dengan tatapan nya yg berubah sangat tajam.
"Kenapa?kau memang benar kan hanya seorang sugar baby!"Rahardian nenghadiah kan sebuah tamparan di wajah ratu.
Karena kesal Ratu menusuk sang kakak,membuat darah mengalir dari perut Rahardian.
FLASH BACK OFF.
"Dia benar-benar be*ah!"dokter Vilton yg pertama kali menghadiahi tamparan di wajah ratu.
"Kau benar-benar iblis, bagaimana bisa hanya karena sebuah keegoisan dan keserakahan,kau melupa kan hubungan darah"Rokki mengeluar kan sebuah pisau lipat, menggores tepat di wajah cantik ratu.
"Karena aku begitu membenci biru kenapa dia selalu beruntung!"ratu berteriak keras.
"Jangan bicara yg tidak-tidak"dokter Vilton menarik rambut panjang milik ratu kasar,dia tidak terima.
"Itu fakta nya!"ratu tetap keukeh pada pendirian nya.
"biru merenggut segala semua yg seharus nya menjadi milik ku.bahkan kakak ku di renggut oleh nya,dia benar-benar wanita yg menjijik kan"
plak
secara spontan tangan William melayang tepat di pipi mulus milik ratu,mata nya menatap nyalang.
"jaga bicara mu!jangan mengata kan hal yg tidak tidak tentang biru ku!kau lebih menjijikan sekarang.dasar wanita murahan"
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.