Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
go to Indonesian


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Pagi hari.


Tok,tok.


Biru membuka pintu kamar nya.william berdiri di hadapan nya,di belakang nya terdapat sebuah koper hitam.


"Biru,kau mau ikut ke Indonesia?"biru jelas mengeryit bingung.tanpa ada angin dan juga hujan,William tiba-tiba mengajak nya pergi.


Jarak yg cukup jauh tidak berhasil membuat biru menutupi tubuh nya yg bergetar hebat, karena sejati nya William juga melihat nya, ketajaman mata nya tidak bisa di kelabui sedikit pun.


"Ku fikir karena kau dan juga si kembar sedang cuti,jadi apa salah nya pergi ke Indonesia,apa kau tidak merindu kan ibu mertua?"biru memaling kan wajah nya,tangan nya meremas piyama.


Ibu.satu kata berjuta kerinduan,ibu siapa yg tidak akan merindu kan sosok itu ketika jauh.sama dengan biru,jujur ia sangat merindu kan ibu nya,tapi ada sepercik rasa ragu di hati biru.


"Indonesia?wah mommy ayo ikut daddy, lousse Lindu sama allabella,pala koki dan pelayan di dapul lestaullan nya ayah,tellus lousse Lindu sama Oma!".entah sejak kapan,tapi Rosse mendengar kan percakapan,antara biru dan william


"Baik lah"senyum lebar merekah di bibir william.walau pun pelan dan juga singkat,William bahagia bisa mendengar suara lembut Biru.


"Aku tunggu di bawah"biru kembali menutup pintu setelah punggung kekar sang suami menghilang.


"Rossi kau mau liburan ke Indonesia?"biru berjalan mendekat ke arah rossi.tidak ada ekspresi sedikit pun,putra bungsu biru itu hanya memasang ekspresi datar.


"Apa kalian perduli pada pendapat ku?"biru menghela nafas.ternyata putra nya masih kesal, berdebat pun percuma,masalah tidak akan berakhir.


"Rossi sayang,tentu mommy perduli.jika kau tidak mau,kita tidak perlu berangkat"biru menggenggam erat ke dua tangan mungil milik Rossi,meyakin-kan bahwa pendapat Rossi itu sangat penting.


Di pojok sana,Rosse sudah melayang kan tatapan sendu.manik biru milik nya berkaca-kaca, bibir nya sudah mengerucut ke bawah, pertanda dalam hitungan detik air mata nya akan tumpah.


"Rossi ikut"Rossi menjawab dengan nada pasrah.tentu ia tidak mau,saudari kembar nya menangis,dan histeris tidak jelas,hanya karena tidak jadi berangkat ke Indonesia.


Biru tersenyum tipis, ketika menyadari alasan Rossi menerima tawaran nya.rosse,biru bisa lihat putri sulung nya itu mengeluar kan jurus andalan,yaitu bersiap untuk menangis.


Tidak ingin membuang banyak waktu,biru segera mengambil tiga buah koper.satu koper ukuran besar untuk biru,dua koper ukuran kecil untuk si kembar Rosse dan Rossi.


"Sayang,kau ingin ke mana?"nyonya Lisa mengeryit bingung melihat biru dan si kembar menyeret koper.


"Sayang,mommy tau kau masih trauma pada Alex,tapi perceraian dan kabur dari rumah bukan lah hal yg baik"fikiran nyonya Lisa sudah berkelana entah ke mana.


Mungkin biru pergi karena takut pada William,biru pergi karena menganggap William seorang monster.seperti itu lah fikiran nyonya Lisa.


Tawa keras meledak dari mulut william.dia tidak bisa untuk tidak tertawa, mendengar tebakan nyonya Lisa,yg berfikir rumah tangga nya dan juga biru berada di ambang ke-hancuran.


"Biru ingin ikut tuan William pulang ke Indonesia mommy"nyonya Lisa menghembus kan nafas lega,memeluk biru dengan sangat erat,ia bahagia karena ternyata tebakan nya tidak salah.


"Mommy mommy"tuan besar menggeleng lucu.satu sifat yg membuat seorang tuan besar Smith jatuh cinta kepada seorang dosen cantik yg tidak lain adalah nyonya Lisa, karena sifat ceplas-ceplos yg di miliki nyonya Lisa menjadi hiburan tersendiri.


"Kau membuat mommy hampir gila sayang"biru hanya menahan nafas.nyonya Lisa memeluk tubuh nya dengan sangat kencang.


"Daddy,lousse lapal,mau sallapan"dari pada memperduli kan sang grandma.rosse lebih memilih berlari ke arah William,duduk di pangkuan laki-laki itu,meminta untuk di suapi.


"Ini princess"William membantu Rosse untuk meminum segelas susu.


"Kau tampak cantik hari ini,siapa yg memilih gaun ini princess?"William meneliti Rosse dari atas hingga bawah.putri sulung nya itu tampak sangat cantik mengena kan gaun berwarna peach, rambut panjang bergelombang di biar kan terurai.


"Loussi,tadi mommy sibuk membelles kan baju-baju,jadhi nya loussi yg memilih kan baju untuk Lousse,lambut lousse juga loussi yg Sisil".sifat manja yg di miliki Rosse sangat bertolak belakang,dengan sifat kemandirian yg di miliki Rossi.


Saudara kembar beda sifat.begitu lah kita nya julukan yg pantas di semat kan untuk Rosse dan Rossi.mereka memang lahir dari rahim yg sama,namun semua sifat mereka berbanding terbalik.


"Oh ya?kenapa tidak meminta Daddy saja Hem?"William bertanya,sembari menyuap sepotong demi sepotong,roti berisi selai strawberry.


"Ndak mau,Daddy pasti sibuk bellkellja.lousse di ajali oleh ayah untuk tidak menggangu Olang yg sedang bellkellja"Rosse menggeleng.dia sangat meningkat,semua pelajaran yg di beri kan oleh Rahardian,sang ayah.


"Kau sangat menyayangi ayah Rahardian ya princess?"wajah William mendadak berubah menjadi sendu,jelas tercetak kecemburuan di sana.


"Sangat, mommy bilang ayah lahalldian adalah laki-laki yg hallus Lousse cintai,jadi ayah lahalldian adalah cinta peltama lousse"William tersenyum miris.sangat menyakit kan melihat fakta,putri kecil nya lebih mencintai laki-laki lain.

__ADS_1


"Biru ayo sayang sarapan!"nyonya Lisa memberi kan sebuah roti selai anggur.


Bandara.


Biru turun dari mobil,memakai kaca mata dan juga masker,demi menjaga privasi, dengan banyak bodyguard yg bersedia di sebelah mereka.


"Aku serah kan perusahaan pada mu Steve"sekertaris Steven mengangguk mantap,senyum tipis terukir ketika sang nona muda menatap nya.


"Aku juga titip mommy dan daddy,jaga mereka untuk ku"William memeluk singkat tubuh tegap sang sekretaris.


"Saya akan menjaga nya dengan baik, hati-hati di jalan tuan muda"sekretaris Steven membungkuk hormat,mengamati langkah kaki yg perlahan menjauh.


Biru berjalan dengan jarak yg cukup jauh,dia hanya khawatir jika tubuh nya mendadak bergetar.menjaga jarak adalah jalan terbaik untuk sekarang,begitu lah pemikiran biru.


"Biru ayo!"biru mengangguk.masuk ke dalam pesawat, fasilitas VIP.


Duduk di sebelah Rossi,biru tampak enggan duduk di sebelah sang suami.


"Mommy apa Indonesia sangat jauh?"Rosse terus berceloteh aneh.tentang jarak dari Inggris ke Indonesia,apa Indonesia berubah,ayah segala macam nya.


"Jauh"singkat biru.


Perjalanan memakan waktu yg cukup panjang.biru sama sekali enggan memejam kan mata,dia takut terjadi sesuatu.


Kurang lebih dua belas jam berlalu.mereka telah tiba di Indonesia.mobil pribadi milik William sudah menjemput,membawa mereka ke sebuah rumah yg menjadi saksi bisu hancur nya kehidupan biru.


"Rumah ini"biru menghela nafas panjang.meyakin kan diri bahwa semua nya baik-baik saja.berjalan sembari menggendong tubuh mungil Rossi yg sudah terlelap dalam dekapan hangat nya.


"Ayo!"William memimpin jalan.dia hafal betul letak di mana kamar-kamar di rumah ini.


Berjalan menaiki tangga,berbelok ke kanan,akhir nya sampai di depan sebuah kamar dengan pintu berwarna biru putih.


Ceklek!


Begitu terbuka.terlihat kamar bernuansa biru putih,dengan banyak boneka dan mainan di sekeliling nya.karena William telah menyiap kan semua nya,agar baik biru dan juga si kembar tidak kekurangan sedikit pun.


Biru melihat sekeliling kamar yg sangat lebar bagi nya.mendadak senyum miris terukir,biru ingat bagaimana sulit nya kehidupan nya dan juga si kembar,Rosse dan Rossi dulu.


Tidur bersama dengan alas kasur lantai yg lusuh.tidur di satu ruangan yg sangat pengap,ruangan yg jadi satu dengan dapur,ukuran cukup kecil hanya 3×3 itu pun termasuk dapur,belum juga tempat tidur.


Biru menghapus air mata nya yg menetes.sekarang hidup nya sudah berubah,semua nya baik-baik saja.tanpa harus berkerja,ia bisa mendapat kan uang.


Tanpa harus berkerja siang dan juga malam,biru bisa melihat anak-anak nya hidup dengan baik,makan dengan layak,memiliki pendidikan yg sangat baik,bahkan bersekolah di salah satu sekolahan ter-elit.


Ibu mana yg tidak bahagia.senyum dan juga tawa selalu timbul dari bibir si kembar,biru merasa ini benar-benar hal yg membahagia-kan.


Takdir mempertemu-kan nya dengan sosok Nisa, gadis yg memiliki tekad serta ambisi yg sangat kuat.gadis yg membuat biru bisa mengurai satu demi satu benang takdir kusut antara ia,dan laki-laki di masa lalu.


"Terima kasih"biru bergumam lirih entah pada siapa.


Melihat si kembar sudah tidur tanpa berganti baju.biru berinisiatif mengambil sebuah baskom,mengisi nya dengan air hangat,perlahan ia mulai membersih kan tubuh si kembar.


Selesai dengan kegiatan nya.biru segera membersih kan diri,tanpa memperduli kan handphone nya yg terus-menerus berdering.


Handphone yg sudah berbulan tidak aktif,ketika di aktif kan kembali,malah terus-menerus berdering.dengan rasa kesal,biru keluar dari kamar mandi hanya dengan mengguna kan kimono handuk sebatas lutut,dengan rambut di tutupi handuk berwarna putih susu.


Sambungan via telpon.


"Halo?"~biru.


"Astaga biru aku benar-benar merindu kan mu!"


"Maaf siapa?"~biru.


"Kau tega melupa kan ku hah!aku Andi!"


Deg!


Jantung biru terasa berhenti berdetak.

__ADS_1


"Ah iya Andi ada apa? kenapa menghubungi ku malam-malam?"~biru.


"Aku sangat merindu kan mu?kemana saja kau selama ini, aku terus mencari keberadaan mu,setiap hari aku mengunjungi restauran berharap kau ada di sana,tapi apa?"


"Maaf Andi,aku tidak lagi berkerja di sana.aku mendapat kan tawaran sebagai asisten pribadi desainer KNN boutique,Korea Selatan"~biru.


"Setidak nya kau bisa kan menghubungi ku sekali saja?kau tidak tau betapa khawatir nya aku?"


"Maaf, bagaimana dengan hubungan rumah tangga mu?aku harap semua nya baik-baik saja"~biru.


"Satu Minggu yg lalu kami resmi bercerai?,sebenar nya Mia memberi kan hak asuh arabella kepada ku secara paksa,tapi di depan pengadilan dan juga keluarga besar aku menolak nya mentah-mentah.kau tau?aku juga mengeluar kan bukti bahwa arabella seratus persen,bukan darah daging ku"


"Apa andi?apa yg kau fikir kan, arabella masih terlalu kecil,kenapa kau membuat gadis kecil tidak bersalah itu, sebagai tempat pelampiasan kekecewaan mu?"~biru.


"Aku hanya ingin menunjuk kan tabiat asli ibu nya biru"


"Bagaimana tanggapan ke dua keluarga?"~biru.


"Keluarga Mia jelas malu, karena tidak bisa mendidik anak nya dengan baik.hamil di luar nikah, berselingkuh sampai berhubungan intim dengan laki-laki lain,pada hal status nya masih sah istri ku"


"Lalu keluarga mu? bagaimana dengan pak kepala sekolah?"~biru.


"Awal nya papi sempat marah.tapi pada akhir nya,papi menerima keputusan ku.dan kau tau biru?papi sangat bersyukur karena aku bisa bercerai dari Mia"


"Kau benar-benar membuat ku tidak habis fikir"~biru.


"Kau sedang di mana sekarang biru?"


"Aku tutup di"~biru.


Tut.


Biru langsung menutup panggilan nya secara sepihak.


Menyandar kan tubuh mungil nya di nakas.biru mengusap ke dua wajah nya,ia menyadari kesalahan nya.


Tanpa di sadari oleh biru,William mendengar semua percakapan antara biru dan juga Andi.laki-laki itu terlalu overprotektif pada semua yg ia sayangi, mungkin karena itu William menyadap telepon biru.


Dari layar pemantauan cc-tv,William mengeras kan rahang nya.tatapan nya berubah nyalang,masih terus memantau keadaan biru yg masih bersandar di nakas.


"Andi,masalah baru muncul kembali"tangan William mengepal erat.


"Biru adalah milik ku,dan dia akan tetap menjadi milik ku.bahkan Andi,cih laki-laki itu tidak ada apa-apa nya di banding kan dengan ku! jelas lah aku lebih tampan"William mengoceh sendiri.


"Aku tampan kan?"secepat kilat William berlari ke dalam kamar.


Di depan cermin, laki-laki tampan itu berkaca.memasang senyum seanggun mungkin,William berusaha mengamati apa kah wajah nya tampan atau tidak.


"Aku terlihat sangat tampan"


Tentu saja William tampan.jika ia tidak tampan, bagaimana bisa menjadi laki-laki tertampan di Inggris,mengalah kan banyak artis dan model.


Menjadi satu-satu nya pebisnis yg memiliki visual bak dewa Yunani.tidak heran,banyak wanita yg rela melakukan apa saja agar bisa dekat dengan nya.


"Jika aku memang tampan,kenapa biru tidak tertarik kepada ku?"kebodohan yg hadir begitu saja jika berurusan dengan cinta.


Biru adalah cinta pertama william.walau pun William bukan lah cinta pertama nya,tapi William akan menjadi kan,ia satu-satu nya laki-laki terakhirnya yg akan di cintai biru.


Walau pun ia harus melintasi tujuh samudra dan benua,dia tetap akan mengejar cinta biru.


Oke William! perjuangan mu di mulai sekarang semangat.


Mengepal kan tangan penuh semangat,hari ini di tandai sebagai awal mula perjuangan seorang William Alexander Efron Smith kepada biru Anindita fresyah.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2