
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Biru sibuk dengan pekerjaan nya sekarang.berkutat di dapur toko kue,membuat beberapa kue pesanan dari pelanggan.
Beberapa kali biru tampak menoleh keluar.biru mengeryit bingung mendapati sebuah mobil hitam tidak bergerak dari tempat nya sedari tadi,jarak dari toko kue di tambah kaca transparan,membuat biru bisa melihat mobil itu.
"Kenapa perasaan ku menjadi tidak enak sekarang?"biru bergumam lirih,sembari mempercepat pekerjaan nya.
"Nona biru, seseorang mencari anda"suara seorang pelayan membuat biru menghenti kan kegiatan nya.
"Siapa?"biru membersih kan tangan nya di wastafel, sembari bertanya.
"Tidak tau nona,anda bisa menemui nya sekarang"menghela nafas, biru berjalan dengan langkah yg sangat cepat menuju keluar.
"Maaf siapa ya?"biru berdiri tepat di belakang seseorang yg tengah membelakangi nya.
"Aku nona muda Andalusia"wanita dengan gaun belahan paha yg lumayan panjang itu menoleh,lalu berbalik.
"Maaf ada perlu apa anda kemari?"tangan biru mengepal erat,dia yakin ingatan nya jelas,wanita ini adalah wanita yg dengan lancang mencium suami nya.
"Jauhi William"singkat padat dan jelas.
"Anda tidak waras nona? bagaimana bisa wanita yg tidak ada sangkut paut nya dengan keluarga Smith,meminta saya untuk menjauhi suami saya sendiri?!"suara biru naik satu oktaf.
"Aku tidak peduli,bukan kah kalian sudah bercerai.aku sudah menduga nya,William tidak akan mau bersanding dengan wanita kampungan seperti mu"
Nyonya muda Andalusia menunjuk ke arah biru,dengan wajah yg sangat arogan dan juga sombong.
"Jangan berani-berani nya anda menunjuk saya"biru segera menepis jari telunjuk berkutek hitam itu dari wajah cantik nya.
"Wanita kampungan tidak lebih rendah dari anda.apa anda sadar laki-laki yg sedang anda cintai itu suami orang?"
Sedari menikah dengan William,biru di didik untuk kuat mental dan juga fisik, mengingat yg ia nikahi bukan lah laki-laki biasa,melain kan seorang pengusaha.
Tentu saja hama-hama pelakor pasti banyak,untuk itu biru siap dalam segala situasi, dia tidak akan takut apa-pun lagi sekarang.
"Lebih baik anda pergi sekarang nona,atau para karyawan saya siap melempar anda keluar"biru menunjuk ke arah karyawan KAR boutique,yg bersiap di belakang biru.
"Benar-benar menjengkel kan!"setelah mengumpat,nona muda Andalusia itu segera berlalu pergi dari sana.
"Kita kembali bekerja!"biru kembali melanjut kan pekerjaan nya,seakan tidak terganggu dengan kedatangan nona muda Andalusia.
Jam demi jam berlalu.waktu nya biru untuk pulang, mobil Renald juga sudah datang, laki-laki itu sangat baik kepada biru.
"Tuan, apa itu mobil salah satu anak buah anda?"begitu memasuki mobil,dan duduk,biru langsung mengeluar kan pertanyaan,menunjuk ke arah mobil berwarna hitam.
"Tidak,kau bukan adik ku Kim yg harus ku beri pengawal"Renald berkata ketus,tapi tidak urung dia ikut menoleh ke arah mobil yg di tunjuk oleh Biru.
Mata Renald menanjam, tentu dia ingat tidak ada satu pun anak buah yg ia tugas kan untuk menjaga biru,lalu mobil siapa itu.
Renald terus menelisik, mencari-cari logo khas dragon white,yaitu Naga berwarna putih, karena biasa nya semua mobil anak buah Dragon white memiliki logo itu.
Tapi ini tidak ada,bisa di buktikan bahwa ini bukan mobil Anggota dragon white,bisa jadi ini adalah anak buah mafia X.
Wajah Renald berubah pias,mendapati logo X di depan mobil itu.
"Kita harus pergi"Renald segera menyala kan mobil, di lihat nya mobil itu terus membuntuti mobil mereka.
"Telpon Kim sekarang"biru yang sedari tadi diam ketakutan tersentak,secepat kilat ia mengeluar kan handphone,menekan nomor Nisa.
[Nona Kim,kami di buntuti oleh seseorang]
[Di mana posisi kalian sekarang]
Suara Nisa terdengar sangat panik,bahkan deru nafas nya terdengar sangat cepat.
[Kami sedang berada di jalan XX.bisa kah kirim bantuan atau apapun?]
Biru bertanya,sembari berkali-kali menoleh ke belakang,dia bingung karena mobil itu terus mengikuti mereka.
__ADS_1
Renald segera merebut handphone biru,tampak nya ada hal yg lebih penting.
[Kim datang!aku tidak membawa senjata atau apa-pun sekarang]
[Mafia macam apa kau kak?! bagaimana bisa kau melupa kan senjata mu]
Bukan nya mengata kan iya,Nisa sempat-sempat nya mencaci.
[Tidak,suruh siapa saja datang!aku tidak yakin kau baik-baik saja jika menghadapi nya]
[Hem]
Panggilan terputus,Renald tengah mencari tempat yg tepat,agar ia bisa membantai musuh-musuh nya.
Melawan tanpa senjata, Renald sebenar nya bisa saja,tapi dia bersama seorang wanita yg tidak bisa melindungi diri nya sendiri,tentu saja itu akan sangat merepotkan.
Melawan tanpa senjata, Renald sebenar nya bisa saja,tapi dia bersama seorang wanita yg tidak bisa melindungi diri nya sendiri,tentu saja itu akan sangat merepotkan.
Sekitar sepuluh menit berkendara,akhir nya Renald menemu kan tempat yg tepat.
Citt!
"Awh"biru meringis ketika kepala nya terbentur dasbor mobil.
Tidak lama,bukan satu mobil yg mengepung mereka, melain kan 10 mobil lagi datang.
"Astagfirullah! bagaimana ini tuan mereka semakin banyak?"biru panik bukan main.
kepala biru mendadak berdenyut pusing.semenjak mengenal William dan juga Nisa,hidup nya berubah seperti film laga,di mana mereka selalu saja berhadapan dengan mafia ataupun senjata, benar-benar menjengkel kan.
"kau diam di sini!"Renald mengambil sebuah pisau kecil,lalu segera keluar dari dalam mobil.
"apa yg kalian ingin kan?"Renald keluar dengan gaya sangat santai,bahkan pria tampan itu menyandar kan tubuh tegap nya di mobil.
"beri kan wanita itu pada kami"salah seorang dari mereka menjawab.
"berapa lama kalian tidur dengan selir itu?apa kah pelayanan nya sangat menyenang-kan? sehingga king mafia tidak ingin melepas kan nya? hinggap ketika ia meminta menantu keluarga berpengaruh saja kalian mau melakukan nya?"suara Renald sarat akan ejekan.
sepersekian detik kemudian, beberapa mobil datang dengan kecepatan penuh, membelah kumpulan manusia yg hendak membunuh Renald.
"sudah puas kah kalian bermain-main?"Nisa keluar dengan masker hitam lengkap dengan logo dragon white.
"biru sayang?!"biru yg sibuk menatap ke arah Nisa memaling kan wajah nya, ketika pintu mobil di sebelah nya di ketuk.
dari dalam biru dapat melihat siapa yg baru saja memanggil nya,William sang suami ikut datang.
"hubby?"hanya itu yg di gumam kan oleh biru,ia tidak bisa keluar sekarang,mengingat akan terjadi perang yg cukup menakut kan.
"tetap di sana honey jangan keluar!semua akan baik-baik saja!"William berucap dengan lantang.
di tengah matahari yg bersiap akan tenggelam, tampak nya sebentar lagi akan terjadi peperangan yg lumayan hebat.
"wah-wah.kita lihat siapa yg datang?pewaris tunggal dari kerajaan bisnis Smith group!"tangan William mengepal erat, mendengar nama nya di sebut-sebut oleh salah satu di antara mereka.
"sebenar nya apa mau kalian?"Nisa yg pertama kali maju,membuat biru yg melihat dari dalam mobil meringis.
"kami tidak mengingin kan apa-pun,kecuali kematian dia dan juga istri nya, anggap saja bayaran atas perlakuan nyonya besar Smith kepada Queen kami"
"Queen? hahaha!"tawa menyeram-kan keluar dari bibir Nisa, dia tergelak mendengar kata Queen.
"di sini ada yg perlu di perjelas.sejak kapan seorang selir berubah menjadi Queen?selir tetap akan menjadi selir"Nisa menatap tajam ke arah mereka semua yg ada di sini.
"kurasa kalian tau bahwa saya adalah pecinta damai,dari pada berperang lebih baik kalian pergi secara baik-baik dari sini?"
sebenar nya bukan karena cinta damai,Nisa meminta mereka pergi, karena mengingat mafia X masuk jajaran lima besar mafia berkuasa,tentu Nisa tidak mau jika ketegangan yg terjadi membuat dunia bawah hancur berantakan.
"kami tidak akan pergi!"teriakan melengking terdengar.
"ini urusan kalian!agama ku melarang ku untuk membunuh!"Nisa masuk ke dalam mobil,meninggal kan anggota dragon white seorang diri.
William memilih Untuk undur diri,dia bersiaga di depan mobil,dengan sebuah senapan di tangan Nya.
__ADS_1
dor,dor,dor,dor,.
baju tembak antar dua kubu tidak dapat lagi terelakan.darah berceceran di mana-mana.
seperti biasa,image sebagai putra king mafia melekat erat di dalam sosok Renald,dengan mudah laki-laki tampan itu menghabisi lawan-lawan nya,dia sana sekali tidak kenal kata ampun.
dengan lihai dan juga penuh perhitungan, Renald segera menembak beberapa orang yg ada di hadapan nya,hanya beberapa yg Tewas,sedang kan sebagai kecil dari mereka terluka.
"Arghh!"biru dan Nisa yg berada di dalam mobil menoleh,suara teriakan terdengar sangat nyaring,hingga berhasil membuat biru dan Ayana menoleh secara bersamaan.
"Steven?!"William terbelalak kaget,dia ingin menghampiri Steven yg baru saja tertembak.
"Lebih baik anda kesana mr.smith,biru aman bersama dengan ku"Nisa keluar dari dalam mobil,bersandar sembari memegang pistol.
"Aku titip biru nona Kim!"William segera berlari mendekati rombongan yg tengah sibuk berkelahi.
"Kau cepat mendekat ke arah Kim!biar dia yg mengobati mu!"Renald memberi perintah.
Dengan langkah tertatih-tatih, sekertaris Steven berjalan mendekat ke arah Nisa.
"Memang nya kau bisa bertarung dengan mereka?"di tengah-tengah kegentingan,Renald sempat-sempat nya meledek William.
"Setidak nya aku pernah ikut pendidikan militer walau pun hanya sebentar"
William berhasil menembaki beberapa orang anggota mafia X, hingga dalam berapa menit,klan mafia itu berhasil di pukul mundur.
"Argh!ini melelah kan"William terduduk di tanah,nafas nya menderu hebat,ini pertama kali nya ia bertarung secara langsung.
Melihat keadaan yg mulai membaik,biru segera keluar,sembari membawa beberapa air dalam kemasan.
"Ini!"biru menyerah kan nya kepada beberapa orang,dan yg terakhir untuk William.
"Honey aku benar-benar sangat merindu kan mu"William menerima nya sembari menatap ke arah biru dengan penuh cinta.
"Aku juga"biru bergumam lirih.
"Arghh nona Kim bisa kah anda pelan-pelan"sekertaris Steven berteriak kesakitan,ketika Nisa berusaha mengeluar-kan peluru yg bersarang di perut nya.
"Ckckck,Diam lah"Nisa masih fokus dengan pekerjaan nya,walau pun ia juga sedikit merasa kasihan, mengingat sekertaris Steven tidak di beri obat bius.
"Ini benar-benar sakit"biru mendekat ke arah sekertaris Steven,ibu muda itu sedikit meringis melihat sekertaris Steven terus mengerang kesakitan.
"Nona Kim!"biru menahan tawa nya, sekertaris Steven terus-menerus mengerang,tapi tatapan mata nya penuh dengan cinta.
"Honey!"biru kembali menoleh,William sudah berdiri tegap di belakang nya.
"Kita harus segera kembali"Renald berdiri dari duduk nya, setelah melihat sekertaris Steven sudah selesai di operasi dadakan oleh Nisa.
Mobil melaju dengan sangat cepat membelah kepadatan kota,hanya ada keheningan yg terjadi di dalam mobil.
tidak memerlu-kan waktu lama,akhir nya iring-iringan mobil itu sampai di mansion milik king mafia dragon white.
"eh kau jangan modus!"Renald langsung mendelik tidak suka, ketika mendengar Steven hendak di papah oleh Nisa.
"Daddy!"Nisa berteriak melengking,memasang wajah cemberut.
"sudah lah my princess,kau tidak perlu peduli dengan ledekan kakak mu.kalian silah kan masuk,maaf rumah kami terlalu sederhana"king mafia Dragon white mempersilah kan para tamu nya untuk masuk.
"daddy!!"rosse berteriak heboh,dengan sangat cepat, ia segera berlari ke arah William,merentang kan tangan nya.
"hai princess,kau belum tidur?"William mengecup kening Rosse,sembari melanjut kan langkah nya untuk masuk lebih dalam ke mansion.
"belum,lel selalu saja mengganggu rosse!"rosse menyandar kan kepala nya manja di dada bidang milik William.
"Lel, Daddy tidak ingin mendengar Rosse mengadu tentang mu lagi,jika rosse masih mengadu,henti kan khayalan mu untuk menikah dengan rosse"Renald menatap tajam ke arah sang putra lel.
"baik-baik dad, maaf.daddy Mertua maaf ya,aku benar-benar tidak bermaksud mengganggu rosse sedikit pun"
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.