Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
salah satu


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Srek.


Pintu igd terbuka, seorang dokter wanita menatap sendu ke arah William dan juga sekertaris Steven,beban tampak terlihat jelas di sana,tentu itu semua membuat baik William atau sekertaris Steven was-was sendiri.


"Anda harus memilih salah satu nya tuan"


Jeder!


Tubuh tegap William luruh di atas lantai putih gading itu.hati nya terasa sangat hancur,bukan hanya biru yg sedang dalam bahaya tetapi Bayu yg di kandung juga.


Biru, wanita yg sangat di cintai nya atau bayi yg mereka tunggu-tunggu.


William memejam kan erat,dia sekarang berada di tikungan jalan,jika memilih salah satu arti nya siap kehilangan yg lain.


"Selamat kan istri ku dokter,ku mohon"William masih tetap di posisi yg sama,yaitu berlutut di lantai,menatap penuh harap ke arah dokter muda itu.


"William,ada satu hal lagi, kerusakan pada rahim biru sangat lah parah,kita hanya memiliki satu pilihan mengangkat nya,yg otomatis kalian tidak akan memiliki anak lagi"


Dokter Vilton yg baru keluar dari IGD,menyampai kan berita yg sangat mengejut kan,bahkan membuat William terperangah kaget.


Hiks.


Akhir nya air mata yg sedari tadi ditahan-tahan agar tidak tumpah, luruh juga,membasahi pipi tegap william.


Air mata terus-menerus mengalir.dada William terasa sesak,ayah dan suami yg mana rela terjadi sesuatu pada anak dan istri nya.


"Lakukan yg terbaik!aku tidak perduli jika tidak memiliki anak lagi!cukup rosse dan rossi"


William berdiri tegap,bersua lantang seakan menyakin kan diri sendiri dan orang lain bahwa dia yakin dengan keputusan nya.


William mencintai biru melebihi anak nya.bagi William biru yg lebih penting,jika memiliki anak arti nya kehilangan biru,maka William memilih untuk hidup dengan biru saja.


"Tidak! selamat kan cucu ku dokter"William,Steven dan dokter Vilton menoleh secara bersamaan,nyonya Lisa berdiri dengan tatapan sangat nyalang.


"Mommy apa-apaan ini?!"tuan besar Smith yg berada di sebelah nyonya Lisa,tanpa sadar membentak kaget, karena sangat terkejut dengan penuturan nyonya Lisa.


"Aku ingin cucu ku!kau gila Alex!biru tidak bisa hamil lagi! karena itu lebih baik kau menyelamat kan anak mu"nyonya Lisa mendelik marah.


"Maksud mommy apa?!apa biru tidak berarti bagi keluarga ini?!dia istri ku mommy wanita yg ku cintai!dia juga ibu dari anak-anak ku!"


Emosi William sudah di ubun-ubun,nada suara nya berubah sangat tinggi.


"Mommy tidak perduli!yg mommy ingin kan hanya cucu!"nyonya Lisa berteriak tidak kalah lantang nya dari William.


Sementara di pojok sana,tangan Rossi mengepal erat mendengar ucapan dari nenek Nya,dia marah dan kesal,fikiran Rossi sangat lah cerdas,dia mengerti bahwa nyonya Lisa hanya mengingin-kan seorang anak,bahkan dengan rela mengorban kan nyawa sang mommy.


"Dokter selamat kan mommy ku!aku tidak perduli,jika pun setelah mommy sadar mommy di usir!aku tidak perduli!"


Rossi berteriak lantang,membuat William dan orang lain terkesiap,raut wajah Rossi begitu dingin,doa bahkan tidak segan-segan nya mendorong tubuh nyonya Lisa.


"Aku ingin mommy ku!Daddy dan grandma jahat!!"rosse ikut-ikutan berteriak,tatapan yg biasa nya penuh dengan keceriaan, mendadak berubah drastis.


Rosse mentap tajam ke arah semua orang,tidak lama dia kembali bersuara.


"Tidak!jika biru harus mati maka biar kan lah!tapi selamat kan cucu ku dokter"Nyonya Lisa berteriak lantang,tidak memperduli kan bahwa tuan besar Smith tengah menahan kedua lengan nya.


"Mommy kau sudah gila!biru menantu kita!"tuan besar Smith mengepal kan tangan nya,ingin rasa nya dia menampar wajah sang istri sekarang.


"Aku yg memutus kan ini keluarga ku! sini dokter lakukan yg terbaik selamat kan istri ku"William mengambil kertas itu,lalu menanda tangani nya.


Dokter wanita itu segera masuk kembali ke dalam IGD.

__ADS_1


"Kau gila Alex!sejak kapan kau menolak perintah ibu mu hah?!"Nyonya Lisa melayang kan satu tamparan di wajah William.


Laki-laki itu hanya menyeringai,tidak sedikit pun terpengaruh,bagi nya tamparan nyonya Lisa bukan apa-apa.


Tamparan itu tidak sepadan dengan segala hal yg telah nyonya Lisa beri kan sedari ia kecil.


Fokus William sekarang hanya satu,yaitu biru dan biru.tidak ada yg lebih penting dari pada keselamatan biru sekarang,apapun itu,termasuk kemarahan serta kekecewaan yg di perlihat kan Nyonya Lisa.


"Nyonya apa yg kau lakukan, keputusan tuan muda sudah benar"sekertaris Steven yg sedari tadi hanya melihat mulai membuka suara.


"Aku hanya ingin cucu ku!"


"Diam!!!"suara lantang,sangat tinggi dan juga tegas terdengar dari bibir tuan besar Smith.


Tangan laki-laki paruh baya itu mengepal erat,mata nya berubah memerah menahan amarah,jika tidak ingat wanita yg sedang berdebat dengan sang putra adalah istri nya, mungkin tangan tuan besar Smith sudah melayang mengenai wajah cantik nyonya Lisa.


"Lisa apa yg kau fikir kan?!"untuk pertama kali Nya William mendengar sang Daddy memanggil mommy dengan nama.


"Aku hanya ingin cucu ku!jika memiliki cucu arti nya kehilangan biru aku sama sekali tidak masalah!"nyonya Lisa berujar tidak kalah lantang.


"Diam!jika sekali lagi kau berbicara tentang cucu!ku pasti kan kau akan tau akibat nya!"ancam tuan Smith.


3 jam kemudian pintu Operasi kembali terbuka.


Semua orang tentu panik karena tidak ada tangisan bayi sedikit pun.


William hanya mampu menunduk kan kepala nya,tidak berniat sedikit pun untuk melihat ke arah dokter Vilton.


"William maaf.kami sudah melakukan sebaik mungkin,tapi tuhan berkehendak lahir,putra mu sudah meninggal,dan biru,dengan berat hati kami mengatakan bahwa ia koma!"


Bruk!


Tubuh William luruh,tangis nya kian kencang.laki-laki itu menutup wajah Nya mengguna kan kedua telapak tangan,isakan nya tertahan.


"Adik bayi"rosse segera berhamburan kedalam pelukan Rossi,dia terisak kencang karena kehilangan adik nya.


"Putra ku"William mendekat,merampas paksa anak laki-laki yg sudah berubah pucat itu,William terisak sembari memeluk erat putra nya.


"Cucu ku!!"nyonya Lisa yg di dekap oleh tuan besar Smith mulai memberontak kencang.


"Maaf,maaf karena Daddy lebih memilih untuk menyelamat kan mu.karena Daddy tau ini arti mimpi Daddy, kau tidak akan selamat,tabrakan itu membunuh mu.maaf karena Daddy tidak dapat mencurah kan kasih sayang yg banyak untuk mu,tapi ketahui lah satu hal Daddy sangat-sangat menyayangi mu"


Dokter Vilton dan juga sekertaris Steven tidak bisa membendung air mata mereka lagi,tangis mereka tidak bisa tertahan.


"Daddy dan mommy sangat mencintai mu Xavier"


XAVIER,nama yg di pilih oleh William tadi.ia ingat beberapa hari yg lalu, seorang balita kecil datang ke dalam mimpi nya.


"Daddy jika nanti terjadi sesuatu, berjanji lah untuk tetap memilih mommy"


Kata-kata itu lah yg menjadi pedoman William untuk menyelamat kan biru.karena Allah sudah memberi kan nya pertanda, pertanda bahwa bayi laki-laki yg sudah tidak bernafas ini sangat menyayangi ibu nya.


"Daddy,rosse mau lihat"rosse menggandeng tangan Rossi untuk mendekat ke arah William.


"Iya,ini adik kalian, dia sangat tampan bukan mirip seperti Rossi?nama nya Xavier"William berlutut di hadapan Rossi dan Rosse,memperlihat kan adik mereka, Xavier yg telah tidak bernyawa.


"Halo adik,kakak sangat menyayangi mu"rosse mengelus wajah dingin milik Xavier.


"Kakak juga"Rossi ikut mengelus pipi mungil sang adik.


"Maaf kan Daddy,Daddy hanya ingin mommy,maaf karena harus mengorban kan mu son"William mengecup lembut kening sang putra.


"Saya akan membawa nya ke kamar jenazah"perawat perempuan itu mendekat setelah di beri kode oleh dokter Vilton.


"Daddy sangat menyayangi mu"William bergumam pelan,sebelum memberi kan bayi itu kepada perawat.

__ADS_1


Plak!


Baru saja berdiri,William sudah di hadiahi tamparan lagi oleh nyonya Lisa,tatapan wanita paruh baya itu penuh dengan amarah.


"Kenapa kau tidak menyelamat kan cucu ku bodoh!!"


"Mommy berhenti mengata kan Alex bodoh keputusan Alex sudah benar!biru yg paling penting!"bentak William.


"Lebih baik mommy pergi dari sini!mommy hanya memperkeruh suasana"William mengusir nyonya Lisa yg hanya memperkeruh suasana sedari tadi.


Nyonya Lisa pergi dengan langkah sangat marah,meninggal kan rumah sakit Smith group.


"Alex Daddy turut berdukacita,urus pemakaman anak mu,Daddy akan mengejar mommy mu"


William hanya mengangguk,membiar kan sang Daddy, sepersekian detik dari kepergian tuan besar Smith,pintu IGD terbuka, beberapa perawat tampak sedang mendorong brankar biru.


"Honey"William berjalan mendekat,bibir Nya bergetar hebat,dengan mata kepala nya sendiri,dia melihat sang istri tengah terbaring lemah.


Bibir biru yg biasa nya berwarna peach kini berubah menjadi pucat,beberapa selang medis tampak menancap di tubuh mungil Nya,selang oksigen terpasang di hidung biru,di ikuti selang infus dan juga selang darah yg menancap di punggung tangan nya.


"Honey,ku mohon sadar lah,tidak mau kah kau melihat putra kita untuk terakhir kali nya?"William menggenggam erat tangan biru, berharap sang istri ingin membuka mata Nya.


"Tuan muda,biar kan nona beristirahat,kita akan kepemakamam lebih dulu"sekertaris Steven yg sedang menggendong tubuh mungil rosse menyadar kan William dari fokus nya pada biru.


"Iya,Rossi kau ikut juga ya?biar kan mommy mu di jaga oleh bodyguard"Rossi mengangguk,mengekori langkah kaki William.


Mereka berempat masuk ke dalam mobil, mengikuti ambulans yg siap mengantar jenazah Putra ketiga William,ke peristirahatan terakhir.


Tidak memerlukan waktu yang lama,mereka sudah sampai di sebuah pemakaman.william juga tidak lupa untuk mengundang seorang ustad guna memimpin pemakaman anak nya,dengan cara yg Islam.


Setelah rangkaian acara, akhir nya pemakaman Xavier selesai.tertancap nisan berbentuk marmer,dengan tulisan XAVIER SMITH.


"Tenang lah di sana son.daddy mommy,dan juga kedua kakak mu sangat-sangat menyayangi mu"William mengelus lembut nisan itu,sebelum melangkah pergi.


"Daddy terima kasih, Daddy telah memilih mommy,rosse tau ini berat"rosse menggenggam erat jari-jari tangan milik William.


"Iya, terima kasih sayang"William berjongkok,memeluk erat tubuh mungil sang putri.


Sedih memang,tapi William berusaha sekuat mungkin untuk terlihat baik-baik saja,demi biru dan juga kedua anak nya.


"Kita akan pergi ke rumah sakit dulu,tapi sebelum itu saya akan membeli makanan di restauran"William hanya mengangguk,dia menyerah kan segala hal pada sekertaris Steven.


"Ayo Rossi"Rossi mengekor,masuk ke dalam mobil.


Mobil yg di kendarai oleh sekertaris Steven berhenti di salah satu restauran.hanya sekertaris Steven yg turun, sementara William memilih untuk tetap di mobil, dia terus memandang ke arah jendela.


"Daddy,kau laki-laki yg kuat"Rossi mendekat ke arah William, menggenggam erat tangan kekar milik William, berusaha menyalur kan kekuatan untuk sang ayah.


"Hem itu hanya karena kalian"jawab William singkat.


"Sudah uncle?"rosse bertanya pada sekertaris Steven yg masuk ke dalam mobil dengan berbagai kantung makanan.


"Sudah princess"jawab sekertaris Steven singkat, laki-laki tampan itu mulai melaju kan mobil nya membelah kepadatan jalanan London.


"Di mana Anda nona Kim?di saat kami butuh kenapa anda menghilang"sekertaris Steven bergumam pelan,tangan nya semakin mencengkram erat stir.


Ya,saat ini William benar-benar membutuh kan nona Kim, karena dia harus sesegera mungkin mengusut penabrak biru.


Nisa, satu-satu nya harapan sekertaris Steven sekarang.karena hanya gadis itu lah yg memiliki banyak kekuasaan di dunia bawah, sekertaris Steven hanya menduga-duga mungkin saja lawan mereka kali ini lebih kuat dari sebelum nya.


"nona Kim aku sangat merindukan anda.andai ada anda di sini pasti lah semua nya akan mudah,kau satu-satu nya harapan ku dan keluarga Smith sekarang"


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2