
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Chik,Lo mau ke mana?"Dea menahan tangan Chika,begitu menyadari gadis itu akan pergi.
"Ke toilet bentar doang kok"jawab Chika.
"Eh, Loe kan udah mau masuk!"si bule nyasar,Roni berujar,sembari menarik telinga Chika.
"Apaan sih bule nyasar,gue kan mau toilet bentar doang"Chika bersungut-sungut tidak suka,telinga nya terasa sedikit sakit.
"Chik!loe tu kan calon reporter terkenal!anak jurusan jurnalistik itu harus rajin,gimana mau sukses?."
Jeno datang.berujar kesal,menatap tajam ke arah Chika.
"Bentar doang Jen,udah nggak tahan nih.dea, titip tas ya"memberi kan tas kepada dea, Chika berlalu pergi dari sana.
"Menurut gue Chika duka banget deh cari masalah"Jeno berdecak, mengingat tadi delima mencari keberadaan Chika.
"Maksud loe?"Dea menoleh,belum mendengar kabar apa-pun.
"Loe nggak denger kabar terbaru de,dari tadi pagi noh si Chika di cariim sama delima"Roni menjawab dengan sangat antusias.
"Tadi pagi?emang dia ikut rapat dosen apa?kok Dateng,bukan nya semua masuk siang ya?"Dea mengingat-ingat.
__ADS_1
"Dia nyariin si Chika,menurut gue Chika ngelakuin kesalahan besar deh.kita semua udah bilang sama dia buat ngejahuin pak Rahardian,eh tapi dia tidak mau."
Jeno berdecak, tebakan nya biasa nya tidak salah.karena biasa nya,pak Rahardian lah yang menjadi masalah antara Chika dan delima.
"Gue takut jen,Ron.gimana kalo delima ngelakuin hal bodoh?ya ampun sumpah nggak bisa bayangin gue"Dea menggigit bibir bawah nya kelu.
"Hal bodoh gimana?udah deh nggak usah mikir yang enggak-enggak"Jeno berdecak kesal, sebelum berlalu pergi dari sana sembari membawa tas Chika.
Toilet.
Setelah selesai buang air kecil.chika tengah sibuk mencuci tangan nya di wastafel,sembari membenahi bedak nya yang sedikit berantakan.
"Kak Devan udah pulang,terus gimana ya kalo nanti dia ngajakin gue pergi,gue kan nggak enak sama pak Rahardian."
Chika bermonolog di depan cetmin,bingung dengan hal-hal yang akhir-akhir ini terjadi.
Brak.
Pintu toilet di buka kasar oleh delima and the geng.
"Mau apa loe delima?please deh gue capek ngurusin elo yang terus cemburu nggak guna!"
Chika berteriak karena sudah sangat kesal dengan tingkah laku delima yang terus-menerus menuduh nya merebut Rahardian.
"Elo ngerebut Rahardian dari gue bego!"delima menarik rambut Chika kasar, mendongak menatap tajam ke arah Chika.
__ADS_1
"Loe ngerasa tersaingi sama gue?"Chika dengan berani menjawab.
"Elo nggak pantes sama Rahardian!"suara teriakan delima kembali menggema di ruangan kecil itu
"Loe fikir gue takut hah?loe cinta sams pak Rahardian?gue juga sama,loe fikir gue mau ngalah!mimpi!"Chika menatap tajam ke arah delima.
"Dasar pelakor!"
Dug.
Darah segar mengucur dengan deras nya dari dahi Chika, melewati mata nya karena delima menghantam kan kepala gadis itu ke kaca wastafel, bercak darah terlihat dari kaca yang rentak.
"Gue benci loe semenjak loe Dateng ke rumah! loe harus mati!"memaki-maki tanpa henti,delima sama sekali tidak takut konsekuensi nya nanti.
"Gue lebih benci loe!"desis Chika lirih.
Dug.
Dug.
Dug.
Kepala Chika di hantam kan lagi ke cermin,darah segar sembari mengalir.perlahan mata Chika mulai menutup,rasa nya benar-benar sakit.
"Pak Rahardian help me please"
__ADS_1
Hanya itu yang di gumam kan oleh Chika,sebelum mata nya mulai menutup,di ikuti dengan kesadaran nya yang mulai menghilang dari raga.
# like, komen and Vote ya readers.