
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
1 Minggu kemudian.
Seorang gadis cantik dengan balutan serba hitam masuk ke area pemakaman,sembari menenteng bunga bermacam warna.
"Maaf aku baru datang"gadis yg tidak lain adalah Nisa itu meletak kan bunga-bunga berwarna warni itu di atas sebuah makam.
Xavier Smith,nama yg terukir di atas batu nisan,putra ketiga biru dan juga William yg telah berpulang ke pangkuan illahi enam hari yg lalu.
Mengadah kan tangan,Nisa mulai memanjat kan doa-doa kepada sang kuasa,mendoa kan Xavier.
"Nona Kim itu anda kah?"sekertaris Steven yg baru saja datang,asal menebak ketika melihat seorang wanita tengah berjongkok di dekat makam.
"Iya"Nisa berbalik,mengulas senyum tipis ke arah sekertaris Steven.
"Senang bertemu dengan anda lagi,cukup lama saya tidak melihat kehadiran anda"sekertaris Steven menatap wajah yg terlihat lebih pucat dari biasa nya.
"Bisa kita bicara sebentar?"Nisa mengangguk.mereka duduk di sebuah kursi panjang berwarna putih,tidak jauh dari kawasan makam.
"Bagaimana kabar biru?"Nisa menoleh ke arah sekertaris Steven, karena sangat sibuk ia jarang peduli tentang biru,untuk bertelfonan saja mereka tidak pernah.
"Nyonya belum sadar,semakin kemari kondisi nya semakin menurun".sekertaris Steven menghela nafas lelah, karena biru belum sadar semua pekerjaan yg seharusnya di tangani William,sekarang ia yg harus menangani nya.
"Maaf aku tidak tau"sekertaris Steven hanya mengangguk,dia tau keadaan Nisa tidak baik-baik saja sekarang.
"Nona Kim saya butuh bantuan anda"dengan lantang dan juga tenang sekertaris Steven berujar.
"Lagi?"Nisa menggeleng.ingin rasa nya menolak,tubuh nya benar-benar sudah lelah sekarang.
"Sekali saja nona kim.saya dan Rokki sudah berusaha mencari siapa penabrak nyonya biru sebenar nya.tapi tetap kami sangat sulit mencari nya,anda kan memiliki banyak kekuasaan di dunia bawah"
dunia bawah dan dunia bawah.nisa menyandar kan kepala nya pada sandaran kursi,Nisa rasa nya enggan jika harus berurusan dengan dunia bawah sekarang.
Nisa menghela nafas panjang,kepala nya benar-benar pusing sekarang.
"Serah kan itu semua pada anak buah ku.aku sudah menyelidiki nya dari lama,hanya saja penabrak biru ini seseorang yg di lindungi oleh penguasa dunia bawah"
Nisa mengeluar kan handphone nya,memberi kan kepada sekertaris Steven,semua itu berisi bukti-bukti penyelidikan oleh anak buah Nisa.
"Terima kasih nona kim.anda mau ke rumah sakit?lebih baik bersama saya saja"Nisa mengangguk.
Mereka berjalan beriringan hingga sampai di sebuah mobil Lamborghini milik sekertaris Steven.
Mereka melaju membelah kepadatan kota hingga sampai di rumah sakit.
"Nona Kim anda ada di sini?"baru saja menapaki Lobby rumah sakit, dokter Vilton sudah menyambut kedatangan Nisa dengan senyum merekah lebar.
"Bagaimana dengan masalah yg sedang saya tangani sekarang,Steven mengata kan Anda dapat membantu"Nisa memijit pelipis nya yg terasa berdenyut, masalah sekertaris Steven belum selesai,dan sekarang Rokki melapor sebuah masalah lagi.
"Kalian membuat kepala ku pusing"ketus Nisa.
"Ayo nona kim.biar saya antar"sekertaris Steven yg menjadi pemandu jalan,mereka terus menyusuri ruangan demi ruangan, hingga tiba di ruang rawat biru.
Dari kaca transparan,Nisa dapat melihat asisten sekaligus sahabat nya itu tengah terbaring lemah.
Alat monitor organ-organ penting terlihat grafik nya mulai menurun, Nisa tau itu bukan pertanda yg baik,dia sudah sering bolak-balik ke rumah sakit.
"Nona Kim anda datang?"suara lemah terdengar dari sebelah tempat Nisa berdiri,begitu menoleh ternyata William dengan wajah pucat menyapa nya.
"Bagaimana keadaan biru? maaf baru sempat datang"Nisa langsung bertanya to the points.
"Seperti yg anda lihat,tidak ada perkembangan sedikit pun"Nada suara William semakin merendah.
"Saya turut berdukacita atas meninggal nya putra anda tuan"William hanya mengangguk,dia masih sibuk memandangi wajah sang istri dari balik kaca.
"Tuan, nona Kim akan membantu kita mencari pelaku nya"sekertaris Steven memberi kan satu cup coklat hangat kepada Nisa.
__ADS_1
"Terima kasih banyak nona kim.saya sangat ingin memberi perhitungan pada pelaku itu,tapi saya sangat sulit mencari nya,hanya anda satu-satu nya harapan saya sekarang"William menatap Nisa dengan tatapan penuh harap.
"Tampak nya ini tidak mudah Princess"Nisa, Steven, Dokter Vilton, Roki dan juga William menoleh, seorang laki-laki tegap yg tidak lain adalah pengawal bayangan Nisa datang.
"Maksud nya?"William bertanya, sementara Nisa memilih diam,ia tau arti tidak mudah itu.
"Lawan mr.smith sekarang bukan dari klan mafia biasa,tapi dia yg ikut memuncaki daftar five king mafia terbesar"
William menoleh ke arah Nisa dan juga Rokki yg sudah memucat lebih dulu,dalam hati ia mulai bertanya-tanya Five king mafia terbesar itu apa.
Five king mafia.rokki mulai membisu,dia mengerti apa julukan itu, arti nya Lawan William sekarang sangat sudah untuk di taklukan.
"Tampak nya kita harus mundur"setelah sekian lama terdiam akhir nya Nisa mulai membuka suara.
"Maksud anda apa nona?!kenapa harus mundur,saya tidak akan mundur begitu saja"bentak William,bentakan yg berhasil membuat tangan pengawal bayangan Nisa mengepal.
"Baik lah jika anda tidak mau mundur tuan, tapi jangan membawa-bawa nama Dragon white,saya tidak mau perang besar terjadi di dunia bawah"ancam Nisa.
"Tidak perlu mundur princess, saya sedang menyelediki pelaku nya,selama king mafia dragon white tidak tau semua akan baik-baik saja"pengawal bayangan Nisa menyela.
"Ini tidak semudah yg kalian semua bayang kan.apa Karena saya putri angkat king mafia saya bisa sesuka hati,di dunia bawah juga ada peraturan.ada hal yg benar-benar di larang,tapi bagaimana kalian biaa mengerti, mata-mata Daddy ku ada di mana-mana"
Nisa menyandar kan tubuh nya pasrah,berdebat dengan William pun percuma.
"Ku mohon satu kali ini saja nona Kim"William memohon.
"Mata-mata Daddy di mana-mana"Nisa bergumam lirih, memijat pelipis nya yg terasa sangat pusing.
"Kami bisa mengurus nya princess"sembilan pengawal bayangan Nisa datang lagi.
"Lakukan sesuka kalian"akhir nya kata itu yg di keluar kan oleh Nisa,dari pada berdebat dengan William,dia lebih baik mengiya kan.
"Princess kami akan segera bergerak"para pengawal bayangan membungkuk hormat ke arah Nisa, sebelum melangkah pergi dengan sangat cepat.
"Anda sangat beruntung"Rokki yg sedari tadi menjadi penonton,ikut buka suara,dia sangat kagum terhadap sosok Nisa.
Perhatian semua orang teralih kan ketika suara monitor organ-organ penting tubuh biru berdenging sangat nyaring.
Dokter Vilton bergerak cepat masuk, memeriksa keadaan biru.
"Cepat panggil Dokter! jantung biru melemah"dari dalam dokter Vilton berteriak.
Rokki dan sekertaris Steven bergerak cepat berhamburan pergi ke ruangan dokter,tidak lama dokter berhamburan datang,segera memeriksa keadaan biru.
"Pendarahan lagi?"William tersentak mendengar teriakan dari dalam IGD.
"Kita butuh donor darah sekarang!"Dokter Vilton berteriak lantang,wajah nya sangat-sangat panik.
"Ambil darah ku,darah ku sama dengan nya O resus negatif"Nisa bergerak lebih dulu.
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan,akhir nya di sini lah Nisa sekarang,tepat berada di sebelah ranjang biru,dia juga berbaring di brankar.
"Nona Kim?"sekertaris Steven mengeryit kan dahi nya khawatir,dia tau kondisi Nisa sendang tidak baik-baik saja,apa lagi sekarang,gadis itu tengah mendonor kan darah nya.
"Uncle ada apa?"rosse dan Rossi yg baru saja datang mengeryit.
"Tidak ada apa-apa,kalian kenapa sudah pulang?di mana grandma?"William mendekat ke arah si kembar, menghadiahi kecupan singkat di kening mereka berdua.
"Grandma marah-marah seperti orang gila"ketus Rossi.
Perubahan nyonya Lisa memang semakin terlihat,dia sering marah-marah,bahkan bentakan demi bentakan selalu di beri kan nyonya Lisa kepada si kembar, rosse dan juga Rossi.
Nyonya Lisa semakin menggila hanya karena keinginan nya untuk memiliki cucu lagi,membuat nya melupa kan kasih sayang nya pada Rosse dan juga Rossi.
"Nona Kim anda baik-baik saja?"Nisa yg baru keluar menggelengkan,bruk tubuh nya terjatuh di dalam pelukan sekertaris Steven.
Sementara karena keadaan biru mulai membaik dia di pindah kan ke dalam ruang rawat.
Akhir nya setelah melewati masa kritis, keadaan biru mulai membaik,mata nya perlahan mengerjap.
__ADS_1
"Sayang kau sudah sadar?"William tersenyum sangat lebar,dia benar-benar bahagia karena biru membuka mata nya.
"Di mana anak kita mas?"biru berteriak histeris ketika meraba perut nya yg datar.
"Dia sudah tenang honey"biru berteriak lantang,memukul tubuh tegap William bertubi-tubi.
"Aku mau anak ku!"biru berteriak keras,memukul apa pun yg ada di sebelah Nya.
"Honey jangan seperti itu!"William menahan kedua tangan biru,memeluk erat tubuh sang istri agar tidak memberontak,air mata biru tidak terbendung lagi.
Ceklek!
Pintu terbuka.sekertaris Steven yg tengah mendorong Nisa mengguna kan kursi roda masuk,di iringi oleh dokter Vilton dan juga Rokki.
"Aku mau anak ku!"biru terus berteriak dan juga terisak-isak.
"Kau tidak pantas menjadi menantu ku!"semua orang terperanjat kaget karena kedatangan nyonya Lisa.
"Apa-apaan anda nyonya"dalam keadaan tubuh yg lemah Nisa berdiri,menjadi garda terdepan.
"Dia tidak pantas menjadi menantu ku!karena dia, aku kehilangan cucu ku!lagi pula dia tidak akan bisa hamil lagi karena rahim nya di angkat!"
Jeder!
Dengan gerakan refleks biru mendorong tubuh tegap William, dia menatap nyalang ke arah William,tatapan nya benar-benar membuat siapa saja bergetar ketakutan.
"Jadi anda Anggap sahabat saya apa Nyonya?apa dia mesin pembuat anak!"semua orang terdiam,untuk pertama kali Nya Nisa terdengar membentak.
"Aku butuh cucu!dan dia tidak dapat memberi kan nya!"balas Nyonya Lisa tidak kalah tinggi.
"Jagan memancing emosi saya nyonya! dia ibu dari cucu-cucu anda!jika anda tidak mau menganggap nya!beri kan dia kepada saya sekarang!"suara Nisa semakin meninggi,bahkan sangat tinggi.
"Tidak!jangan ambil biru dari ku nona Kim"William menggeleng,tubuh nya bergetar hebat.
"Apa anda bisa menjaga nya?!apa anda benar-benar mencintai nya?!bukan karena anak?.jika hanya karena anak!biar kan si kembar dan biru bersama saya,saya bukan Wanita jahat"cibir Nisa kesal.
"Bawa saja dia aku tidak perduli"Nyonya Lisa bersidekap.
"Saya akan membawa si kembar,anda tuan William,saya beri waktu untuk anda,jika Anda memang tidak mencintai nya segera kembali kan biru pada saya"Nisa mencabut infus di tangan nya,membiar kan darah segar mengalir.
"Rosse, Rossi ikut nona kembali ke Korea.biar kan Daddy menenang kan mommy kalian,mommy butuh waktu,kau mau kan"
Rosse dan Rossi saling melirik,setelah menimbang-nimbang,dan juga melihat kondisi biru yg hanya diam seperti orang depresi,mereka memilih untuk menuruti keingan Nisa.
"Mommy kami pamit"ucap rosse dan Rossi bersamaan.
Diam.biru sama sekali tidak merespon sedikit pun,hanya air mata yg terus-menerus mengalir dari mata nya.
"Steven pergi lah bersama dengan nona Kim!untuk urusan perusahaan biar Rokki yg menghandle untuk sementara waktu"William memerintah kan sekertaris Steven untuk ikut bersama Nisa.
"Baik tuan muda"sekertaris Steven membungkuk hormat, lalu pamit undur diri,sebelum benar-benar pergi dari sana.
"Nona Kim tunggu!"Steven mengejar langkah kaki Nisa.
"Kau lihat apa yg di lakukan oleh ibu mu hah?dia hanya gila cucu"Nisa bersungut-sungut dengan wajah nya yg masih sangat pucat.
"Anda baik-baik saja nona Kim?"sekertaris Steven menahan tangan Nisa ketika gadis itu hendak terjatuh.
"Hem,tubuh ku sangat lemas"belum juga sampai di mobil,Nisa menjongkok kan tubuh nya,memegang dada nya yg terasa sangat sesak.
"Nona Kim, bagaimana jika kita masuk kembali?"Rossi menawari perlahan,dia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Nisa.
"aku baik-baik saja,hanya sedikit lemah,mungkin karena mereka mengambil darah ku terlalu banyak"Nisa sedikit meringis,menahan rasa nyeri yg mendadak menghantam dada nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1