
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Rahardian sudah selesai berganti baju,dengan kaos press body berwarna putih,dan juga celana denim biru.
Rahardian turun, setelah mengambil kunci motor milik nya.tatapan mata Rahardian berubah sendu,melihat Chika tengah terisak di dalam dekapan biru.
"Ikut aku!"ajak William.
Mereka berdua berbicara di pojok ruangan,membiar kan biru berusaha untuk menenang kan Chika.
"Kau harus menjaga dia baik-baik.ibu nya bukan lah wanita baik,jangan biar kan Chika sendirian di sana.ingat tetap lah di sisi Chika."William memberi kan serangkaian pesan pada Rahardian.
"Tentu saja,aku akan menjaga nya dengan sangat baik."Rahardian mengangguk mengerti.
"Chika ayo!"ajak rahardian.
__ADS_1
"Baik lah."Chika melepas kan pelukan nya dari biru,menghapus air mata yang mengalir dari pipi nya.
"Kami pamit mbak,tuan assalamualaikum."Chika memberi salam sebelum berlalu pergi mengikuti langkah Rahardian.
Mobil putih milik Rahardian melaju kencang memecah kepadatan jalan,menuju sebuah club besar.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,mereka telah sampai di tempat tujuan.
"Its oke,semua nya akan baik-baik saja.ada aku di sini,jangan khawatir Hem?."Rahardian menggengam erat tangan Chika,memberi kan sebuah rasa nyaman pada sang mahasiswi.
"aku takut pak, bagaimana jika dia menolak ku,darah daging nya sendiri?"Chika menggigit bibir bawah nya kelu,dada nya terasa sesak membayang-kan penolakan yang akan dia dapat kan.
setelah membuat janji,mereka berdua menunggu di sebuah ruangan.
hingga tidak lama seorang wanita dengan baju kurang bahan masuk,dandanan nya benar-benar menor.
mata Chika berembun menatap siapa yang tengah berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
"ibu!"teriak Chika,menghambur ke dalam pelukan wanita cantik di hadapan-nya.
"hei kau siapa?"wanita bernama Rani itu segera mendorong Chika, hingga kepala Chika terbentur ranjang yang tersedia di sana.
"Chika?kau baik-baik saja?"Rahardian segera mendekat,mengelus pelan kepala chika.
"ibu,aku putri mu ibu.putri yang kau buang dua puluh tahun lalu di panti asuhan kasih bunda!."Chika mencengkram lengan Rani,hendak memeluk nya.
tapi,lagi dan lagi Chika di hempas kan dengan kasar,untung dengan sigap Rahardian memeluk nya.
"oh jadi kau anak sialan itu!"Rani menampar Chika.
"gara-gara kau hadir,aku hampir di keluar kan dari club ini bodoh.gara-gara kau aku sepi job,andai kau tidak hadir.andai saat aku menggugur kan kandungan,kau berhasil mati pasti hidup ku tidak akan sulit!."makian demi makian terdengar, membuat Chika tidak mampu lagi berkata-kata.
"ibu,ku mohon keluar lah dari sini.aku sudah kuliah dan bekerja,aku mampu menghidupi kita berdua, ku mohon Bu keluar lah dari dunia penuh dosa ini!."Chika mengguncang guncang bahu sang ibu dengan keras.
sebagai seorang anak.chika tentu tidak mau ibu nya terus berada di jalan yang salah, melakukan hal-hal bodoh demi mendapatkan uang semata.
__ADS_1
"ibu ayo keluar lah dari sini, chika ingin menjemput ibu.bu Chika mohon,jangan terus masuk ke lumpur hina ini Bu!"Chika terisak,terus menarik tangan Rani agar wanita itu mau ikut pulang dengan nya sekarang.