
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Kenapa kau bertanya tentang hubungan ku dengan Vina?"dahi Rahardian berkerut dalam,dia tentu kenal Ridwan,pasti ada yang ingin di bicara kan laki-laki itu.
"Aku bertemu dengan nya"mengambil nafas,ada beban tersembunyi yang di tunjukan oleh Ridwan.
"Lalu?apa urusan nya dengan ku?"Rahardian bertanya acuh,tidak peduli dengan mantan istri nya.
"Kondisi nya terlihat tidak baik-baik saja,wajah nya pucat,pipi nya sangat tirus dan juga tubuh nya mengurus.aku yakin dia sedang menyidap penyakit berbahaya."
Dokter Ridwan berujar pelan.
"Untuk sekarang,aku hanya fokus dengan kesembuhan Chika.jika takdir membuat ku bertemu dengan Vina,kita lihat saja nanti."
Jawab Rahardian penuh keseriusan.
Satu Minggu berlalu.
Kondisi Chika sudah mulai stabil, dokter menperboleh kan nya untuk pulang.
Semua biaya pengobatan mulai dari biaya rawat inap dan juga obat-obatan,di tambah obat-obatan baru yang harus di konsumsi Chika selama rawat jalan,semua nya di tanggung oleh Rahardian.
__ADS_1
Laki-laki itu memang penuh tanggung jawab.semua nya akan ia tanggung sendiri, kebaikan hati serta kelembutan yang di miliki Rahardian patut di acungi jempol.
"Aku sudah boleh pulang pak?"tanya Chika,yang baru menduduk-kan diri nya di kursi roda.
"Em,hari ini kau boleh pulang.tinggal lah di rumah ku,aku akan kembali ke rumah ibu untuk sementara waktu."
Sembari mendorong kursi roda, Rahardian menceritakan tentang keinginan nya agar Chika tinggal di rumah nya.
"Saya tidak enak sama bapak,bapak terlalu banyak nolongin chika.bahkan biaya rumah sakit bapak yang bayar,pasti mahal."Chika bersikap sungkan, karena Rahardian terlalu baik pada nya.
"Tidak masalah."jawab Rahardian singkat.
"Selama masa pemulihan, Chika nginep di rumah dea aja pak.di sana kan ada mama sama papa nya Dea,yang bakal jagain Chika, jadi pak Rahardian nggak usah khawatir."
Chika memberi kan ide,untuk menginap di rumah sahabat rasa saudara, yaitu Dea.
"pak Rahardian apaan sih?Chika kan masih di Jakarta, bapak takut kangen ya?"
Chika mengeluar kan gombalan paling pamungkas.
"saya hanya memasti kan keselamatan mu,dasar kepedean"gerutu Rahardian.
"pak,bapak tau nggak perbedaan bapak sama Jung Hein?"Chika bertanya serius,raut wajah nya sangat meyakinkan,hingga membuat Rahardian penasaran.
__ADS_1
"apa?"tanya Rahardian balik.
"kalo Jung hae-in kan punya nya jisso blackpink, kalo pak Rahardian punya Chika seorang."
blush.
pipi Rahardian merona,secepat kilat ia memaling kan pandangan.berusaha menyembunyi kan rona wajah yang sangat tampak.
"ciee,pak Rahardian merona"Chika tergelak puas, karena berhasil menggoda dosen nya yang baik hati itu.
"Chika Chika"Rahardian menggeleng sembari berdecak.
mereka terus menyusuri lorong demi lorong rumah sakit,di selingi dengan beragam pertanyaan dan juga candaan yang di keluar kan oleh Chika.
"pak! Dokter itu ganteng deh"Chika menunjuk ke arah dokter Ridwan yang sibuk berbicara dengan seorang suster.
"iya,daya tau nama nya Ridwan"memberi tahu tanpa di tanya.
"Dian?"
deg.
detak jantung Rahardian berhenti di tempat.memandang wanita di hadapan nya dengan pandangan yang Sulit di artikan.
__ADS_1
"kau bersama siapa?"tanya wanita cantik yang tidak lain adalah vina,mantan istri dari Rahardian.
Vina melirik ke arah Chika sejenak,mengulas senyum manis menyapa gadis muda itu.