
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"kau sudah memberi pelajaran?"
"Sudah tuan muda!"tanpa di perintah,tentu saja sekertaris Steven sudah memberi kan pelajaran yg setimpal untuk ratu.
INDONESIA.
FELINSYA RATU HARTONO.
Nama yg akhir-akhir ini menjadi perbincangan,model seksi sekaligus artis papan atas,siapa yg tidak mengenal seorang ratu,wanita yg telah membintangi kurang lebih 4 judul drama,dalam 4 tahun karir nya di dunia perfilman.
Hanya menempuh pendidikan hingga jenjang SMA.wanita yg berada di bawah naungan agensi aktor dan aktris terkenal itu,tengah di cibir dan di hina oleh banyak orang.
Setelah sebuah skandal besar menyeret nama nya.seorang simpanan laki-laki tua beristri,yg tidak lain pemilik agensi tempat nya bernaung.
Juga rumor yg mengatakan bahwa ia seorang psk.tentu saja itu menambah daftar panjang kasus yg tengah menyeret nama nya.nama nya yg semula bersih bak berlian,kini tidak ubah nya sebuah hama masyarakat.
Banyak rekan bisnis yg hendak mengontrak nya,membatal kan bisnis mereka.nama yg melambung tinggi, sekarang hanya angan-angan.
Ratu sekarang tengah mengadakan konferensi pers besar-besaran.banyak media dalam negri yg siap mengabdi kan penjelasan dari model seksi itu,entah itu kebenaran atau hanya terpisan semata.
Dengan langkah sangat anggun,ratu turun dari mobil.di kawal langsung oleh 2 bodyguard berbadan besar,dan asisten pribadi nya.
Ratu sengaja memilih gaun pendek dengan belahan dada rendah, membuat belahan dada nya menyembul keluar.dres hitam,yg terdapat belahan pada paha kiri, menampil kan paha mulus dan putih milik nya.
Sepanjang langkah kaki nya,banyak jepretan kamera yg mengarah pada nya,di ikuti cibiran.bagi para heters,tingkah laku ratu yg keluar bahkan setelah rumor besar sangat lah tidak layak.
"Selamat pagi sahabat-sahabat media"seperti biasa,jika berhadapan dengan kamera,ratu memasang wajah polos.
Senyum lembut penuh kepalsuan, tercetak jelas di wajah cantik nya,membuat sebagian orang muak dengan artis seksi dan sensasional,yg biasa nya tampil berbikini.
"Seperti kalian semua tau,saya mengadakan konferensi pers ini inti menepis semua rumor yg beredar,percaya lah di sini saya yg di fitnah"air mata buaya keluar dari manik bersoflens merah itu.
Dengan gaya yg elegan,ratu mengambil tissue, menghapus air mata nya.
"Apa anda punya bukti bahwa ini hanya romor semata?"
"Lalu apa alasan pembuatan fitnah ini!"
"Jika anda memasang wajah palsu!lebih baik lepas kan!saya memiliki bukti"seorang reporter dengan kaca mata menyela, suruhan dari Smith group.
Ratu mulai panik, ketika reporter suruhan Smith Group mendekat.melempar beberapa bukti berupa foto dan video, kedekatan antara ratu dan pemilik agensi tempat nya bernaung.
"Anda terbukti nona!"setelah membuat kegaduhan, reporter itu segera pergi.
INGGRIS.
Sebuah senyuman puas terlihat di wajah sekertaris Steven dan juga willliam,melalui leptop di hadapan mereka,ke dua laki-laki tampan itu dapat melihat kegaduhan yg terjadi di Indonesia.
"Semua sesuai perintah tuan muda, saya pamit"sekertaris Steven adalah dalang kegaduhan yg terjadi.tapi laki-laki tampan itu merasa tidak berdosa, melangkah pergi setelah membungkuk hormat.
Tidak terasa beberapa jam sudah berlalu,William yg masih berkutat dengan banyak nya perkerjaan mendongak,mata nya membulat menyadari sekarang adalah waktu nya si kembar untuk pulang.
__ADS_1
"Steven!kita jemput si kembar sekaligus makan siang"sekertaris Steven yg masih fokus pada perkerjaan nya mendongak, mengangguk pelan,berjalan lebih dulu dari sang tuan muda.
Mobil melaju menuju sekolah si kembar,tepat.begitu William keluar dari mobil, terlihat Rosse dan juga Rossi sedang berjalan ke luar,dengan para bodyguard.
"Daddy!"Rosse yg melihat kehadiran sang daddy, langsung berhamburan ke dalam pelukan William.
"Bagaimana belajar mu princess?"tanya William, jari-jemari kekar milik nya Merapih kan rambut ke-emasan milik Rosse,yg terlihat sedikit berantakan.
"Lousse pusing dad,meleka semua bicalla pakai bahasa Ingglis Lousse kan Ndak ngellti.kalau di lumah kan semua Olang bisa bahasa Indonesia,di sini Ndak ada yg bisa"Rosse mulai mencerita-kan kesulitan nya beradaptasi di lingkungan baru.
Sewaktu di Korea,Rosse bahkan tidak bisa sedikit pun berbahasa Korea,dan sekarang dia harus berbahasa inggris.berbeda dengan Rossi,dia tetap memasang tampang cool, kegeniusan yg di miliki oleh biru dan juga William menurun kepada nya,siapa sangka si kecil Rossi bisa tiga bahasa (Indonesia, Korea,dan juga Inggris).
Kegeniusan yg di miliki Rossi tidak di ragu kan lagi.karena itu sangat mudah bagi nya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, walau dengan tampang dingin dan datar,tidak jarang anak-anak yg ada di pendidikan pra-sekolah ini menyukai nya, karena wajah nya yg tampan.
"Bagaimana dengan mu son?"setelah mendengar kan cerita singkat dari Rosse,William beralih pada Rossi.
"Baik"singkat Rossi.enggan menunggu,Rossi memilih untuk melangkah lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Daddy,mommy di mana?"begitu di dalam mobil,Rosse terus mencari kesana-kemari,di mana keadaan sang mommy.sewaktu di Korea,memang biru tidak pernah absen sekali pun,untuk tidak menjemput anak-anak nya.
"Mommy sedang bersekolah"Rossi yg mendengar,ikut menoleh.kerutan di dahi nya tidak dapat di sembunyi kan,dia memang sedikit bingung,biru biasa nya hanya berkerja,lalu sekarang sekolah.
"Mommy sedang mengejar cita-cita nya son, cita-cita yg sempat terhenti,kita akan menjemput nya"William mengelus kepala Rossi,tanpa di tanya,dia tentu faham anak laki-laki nya ini penasaran.
"Maksud nya mommy sekolah biak jadi doktel bedah salaf?"Rosse menebak, karena itu yg dia dengar dari Nisa,bahwa cita-cita sang mommy adalah seorang dokter.
"Good girl"William tersenyum manis.
Berada di tengah-tengah anak-anak nya adalah hal yg paling membahagia kan, mengingat dulu William tidak pernah mengharap kan kehadiran si kembar.
Tapi,tembok batas yg di bangun oleh Rossi masih terlihat walau samar.terbukti dari pria kecil itu yg hanya diam,tidak banyak berceloteh,pun terkadang dia yg memanggil William Daddy hanya di situasi tertentu.
"Uncle Steven,apa nona Kim sudah sampai?apa dia menghubungi uncle?"William melirik iri ke arah Steven,pada hal jelas-jelas ia lah Daddy dari Rossi,tapi Rossi sama sekali enggan bertanya dengan nya sedikit pun.
"Sudah,saya sudah menghubungi nona Kim kemarin"jawab sekertaris Steven singkat.
"Wah,tampak nya kau sangat dekat dengan gadis itu,cepat lah menikah!"titah William,yg di beri titah hanya mengangguk,tanpa berani menolak sedikit pun.
Mobil berbelok ke sebuah universitas dengan halaman yg sangat luas,dari kejauhan tampak biru sedang berjalan di kawal dua bodyguard.
Senyum lebar terukir di wajah cantik biru,dia benar-benar bahagia sekarang.mata nya melirik kesana-kemari, mengajari universitas tempat nya menimba ilmu, ternyata sangat-sangat bagus.
"Mommy!"biru menoleh ketika telinga nya mendengar suara yg tampak nya tidak asing.begitu menoleh, ternyata Rosse sudah berdiri di hadapan nya bersama dengan William dan juga Rossi.
"Kalian sudah pulang?"biru mengecup pipi gembul milik Rosse, ketika hendak mengecup pipi milik Rossi,pria kecil itu mundur satu langkah,mengambil jarak aman.
"Aku sudah besar"singkat rossi.
"Bagi mommy kau tetap sama,putra kecil mommy yg mampu menjadi ayah dan saudara yg baik bagi Rosse"Biru menggendong secara paksa tubuh mungil sang putra.
"Mommy bangga memiliki putra seperti mu"biru mengecup kening Rossi,tidak memperduli-kan raut wajah kesal yg di tampil kan oleh putra nya.
"Daddy juga,ayo masuk!"ajak William,biru mengangguk,berjalan masuk ke mobil,sebelum sedikit mengulas senyum manis ke arah sekertaris Steven, sekedar menyapa.
Di dalam mobil,Rosse tidak henti-henti nya bercerita tentang hari pertama nya bersekolah,dengan penuh kesabaran William mendengar kan,tanpa menyela sedikit pun.
__ADS_1
Jadi seperti ini rasa nya menjadi ayah.begitu lah yg ada di fikiran William,dia sibuk dengan pemikiran nya sendiri,hingga tidak menyadari mobil telah terparkir indah di sebuah restauran halal.
"Daddy ayo kelual"William tersentak mendengar pekikan keras yg di keluar kan oleh Rosse,rupa nya gadis kecil itu sudah sangat kesal, karena William tidak mau turun.
"Ayo"mereka mulai memasuki restauran.senyum terukir di bibir rosse,dia sangat memimpi kan hal ini berjalan-jalan, bersama dengan keluarga yg lengkap.
Private room, menjadi pilihan William.di ruang makan pribadi ini,mereka sudah duduk di kursi masing-masing,memesan makanan.
"Sekertaris Steven anda mau ke mana?"biru menegur sekertaris Steven yg hendak melangkah pergi,ke salah satu meja yg berada di pojok kan.
"Kesana nona"singkat,padat dan jelas.biru sampai berdecak heran, ternyata sekertaris Steven sangat mirip dengan Rossi,sang putra.
"Kenapa harus di sana,duduk lah di sini!"diam.sekertaris Steven memilih diam,tidak mengiya-kan permintaan biru, karena biasa nya dia akan duduk di tempat yg berbeda dengan sang tuan muda.
"Duduk lah Steven,kita keluarga"William angkat bicara, ketika biru menatap nya penuh permohonan.
Yes!begitu lah arti tatapan yg di beri kan biru kepada sekertaris Steven.dari pada memperpanjang masalah, sekertaris Steven menggangguk lalu duduk di sebelah Rossi.
"Wih makanan nya banyak, semenjak mommy beltemu belsama Daddy,kita bisa makan enak"biru menatap penuh miris ke arah Rosse,tangan nya terangkat untuk mengelus rambut ke-emasan milik Rosse.
"Maaf karena Daddy datang telambat"Rosse menggeleng.dia sama sekali tidak menyalah kan William, karena bertemu dengan laki-laki itu terlambat.
"Loussi, lousse bahagia"mata Rosse berkaca-kaca, memandang ke arah kembaran nya yg hanya diam.
Senyum hari terukir di bibir Rossi,walau pun jarang berekspresi,percaya lah,bagi Rossi kebahagiaan Rosse dan juga biru adalah yg paling utama.
Karena mereka,Rossi harus menerima kehadiran William walau pun ia tidak ingin.semua tentang Rosse adalah bentuk kebahagiaan yg cukup besar dan mahal bagi Rossi.
"Aku juga,Daddy terima kasih karena telah hadir,aku memang belum menerima mu,tapi terima kasih telah membuat Rosse ku dan juga mommy ku bahagia"William memandang ke arah Rossi,air mata nya jatuh.
Kalimat singkat beribu makna yg mampu memporak-porandakan hati william.untuk pertama kali nya,Rossi berani mengungkap-kan perasaan nya.untuk pertama kali nya Rossi ingin berbicara bahkan sebelum William bertanya.
Tanpa fikir panjang,William langsung menarik tubuh mungil Rossi ke dalam pelukan nya.isakan lirih terdengar,akhir nya penantian yang tidak sia-sia.rossi mau membuka hati dan fikiran nya untuk menerima seorang Daddy.
"Terima kasih,Daddy bahagia"biru menunduk kan pandangan nya,untuk pertama kali nya dia melihat pancaran kebahagiaan dari mata William.
Biru merasa dia menang.menang sebagai seorang ibu yg mampu mendidik anak-anak nya dengan baik, mengajar kan arti kasih sayang dan Budi pekerti luhur yg sebenar nya, Rossi benar-benar membuat biru bangga.
"Mommy, lousse bahagia,telima kasih telah membeli kan Daddy pada lousse dan loussi"Rosse menggengam erat tangan sang mommy dengan tangab mungil nya,senyum haru terukir di wajah nya.
"Ayo makan!"biru mencair kan suasana yg sempat haru, mengambil makanan di hadapan nya,mulai menyuapi sang putri dengan penuh kasih sayang.
"Rossi kau mau Daddy suapi?"biru mendelik ke arah William, dia tidak menyukai sikap William yg sempat-sempat nya meledek Rossi.
"Aku sudah besar"singkat Rossi.
"Kau tetap putra kecil daddy"Rosse tertawa riang melihat ekspresi tidak suka Rossi,atas perkataan william.
Sekertaris Steven.laki-laki yg sedari tadi menjadi pengamat keadaan dalam diam itu ikut tersenyum bahagia, melihat kebahagiaan sang tuan muda.
Nisa, lagi dan lagi wanita itu berhasil mengusik fikiran sekertaris Steven.wanita sejuta pesona,yg berhasil membuat banyak laki-laki bertekuk lutut.
gadis sejuta pesona yg mampu menarik sekertaris Steven dalam pesona tidak terbantahkan milik nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.