Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
retak nya jalinan persaudaraan.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Lima hari berlalu, semua orang telah terbang ke Inggris,berikut juga Nisa yg akan turun tangan langsung untuk menghendle pernikahan biru dan juga William, dengan bayaran yg menyentuh harga 200 milliar dolar atau setara 2,8 juta trilliun lebih.


Yg masuk di rekening pribadi Nisa,kurang lebih 100 miliar dolar,dan selebih nya untuk urusan dekor dan segala macam.


200 dolar bukan lah uang yg sedikit.tapi tuan besar Smith rela menggelontor kan dana lebih dari lima milliar untuk pesta pernikahan mereka,sungguh fantastis, tapi sebagai seorang crazy rich mereka tidak masalah.


Pesawat kali ini bukan pesawat biasa,melain kan pesawat jet pribadi milik keluarga Kim,Nisa yg menyewa nya secara langsung dari keluarga angkat nya.


Memakan waktu yg lumayan lama, hingga semua orang menapak kan kaki mereka di Bandara Inggris.


Hari sudah gelap,akhir nya iring-iringan mobil pribadi milik keluarga Smith sampai di mansion.


Membuka pintu kasar,Nisa langsung masuk ke dalam Mension Smith,tidak sopan memang tapi perut nya sudah bergejolak sejak tadi tanpa henti.


"Stev!susul nona kim"Steven mengangguk,mematuhi perintah dari nyonya Lisa,masuk ke dalam mansion, mengikuti langkah Nisa yg entah sudah berlari ke mana.


"Ayo masuk biru!"biru mengangguk.


Malam ini di habis kan dengan istirahat, perjalanan kali ini benar-benar menguras tenaga,mereka tidur,bersiap menyambut esok hari yg penuh dengan kebahagiaan.


Jam sudah menunjuk kan pukul 06:00, perlahan mata biru mulai mengerjap, menyesuai kan dengan cahaya lampu yg mulai menyilau kan,biru menoleh putra dan putri nya masih sibuk berkelana di alam mimpi,wajah mereka sangat lah damai,tanpa beban sedikit pun.


Beranjak dari tidur nya,biru masuk ke dalam kamar mandi,hendak membersih- kan diri.di dalam kamar mandi biru tidak henti-henti nya melamun,memikir-kan apa kah langkah yg ia ambil sudah benar.


Tidak membutuh kan waktu lama bagi biru untuk menyelesai-kan mandi nya, berjalan ke arah jendela,membuka gorden, perbuatan biru berhasil membuat rosse terbangun dari tidur nyenyak nya.


"Mommy?"biru menoleh, ternyata sang putri sudah bangun.mendekati Rosse,biru menggendong tubuh mungil sang putri, memberi kan morning kiss pada pipi gembul Rosse.


"Rosse mau mandi?hari ini kita akan fitting baju?"Rosse mengeryit heran,lalu teringat,mereka akan fitting baju untuk acara pernikahan biru,waktu nya memang sedikit mepet untuk menyiap kan pernikahan megah.


"Ayo!"Rosse turun lebih dulu,berlari ke kamar mandi,di ikuti biru.untung saja Rosse tidak menanya kan keberadaan William, karena setau biru laki-laki itu menginap di hotel untuk sementara waktu.


Sepergi nya Rosse dan biru,Rossi membuka mata nya.tatapan mata nya menajam menanda kan ketidak sukaan. terutama ketika saudari nya terlihat sangat antusias menyambut pernikahan sang daddy dan mommy,bukan tidak suka,hanya saja Rossi masih tidak menyukai william,seberapa keras pun laki-laki itu berusaha.


"Loussi Ndak mandi?"karena terlalu sibuk melamun, Rossi tidak menyadari biru dan Rosse sudah keluar dari kamar mandi,sedari tadi.


Tanpa menjawab,Rossi melewati biru dan Rosse begitu saja.biru sedikit mengeryit heran, bertanya-tanya apa yg terjadi dengan putra nya, sehingga pria kecil tampan itu tak menyapa nya,atau sekedar mengucap kan selamat pagi, seperti biasa nya.


"Mommy, Lousse kedinginan!"Rosse memekik,biru segera tersadar.tawa pelan menghiasi bibir biru,ia melupa kan putri nya masih berbalut handuk,di tambah ac yg menyala,tentu dia akan kedinginan.


"Baik lah sayang"biru memakai kan pakaian pada Rosse, seperti biasa, pakaian nya akan couple dengan rossi.sebuah kemeja berwarna dark blue,dan rok tutu berwarna merah Maroon.


"Mommy Lousse mau keluall"biru mengangguk,membiar kan Rosse untuk keluar lebih dulu,ada yg perlu biru urus sekarang yaitu Rossi,putra bungsu nya yg sejak beberapa hari terakhir ini pendiam.


Rossi memang sangat dingin tapi, sebagai seorang ibu yg telah melahir kan nya,tentu biru tau ada yg berbeda dari sikap Rossi,dia lebih terkesan acuh pada sikap Rosse yg menyebal kan,tidak seperti biasa nya,dia akan marah-marah tidak jelas,tentu perubahan itu sangat di rasa kan oleh biru.

__ADS_1


"Rossi biar mommy pakai kan baju nya ya boy"Rossi tak bergeming sedikit pun.membiar kan sang mommy memakai kan pakaian nya,jika biasa nya dia akan menolak, sekarang dia terlihat acuh lebih tidak perduli.


"Ada sesuatu yg kau pikir kan?"biru menggenggam erat tangan sang putra,mata nya menyipit, berusaha mencari kebohongan di manik milik Rossi.


Rossi menggeleng.tanpa memperduli kan biru,dia melangkah lebih dulu keluar.membuka pintu, lalu menghilang di balik tembok, meninggal kan sang mommy yg masih tergugu di tempat.


Apa keputusan yg ku ambil salah ya Allah?.biru.


Biru menghapus air mata nya yg mengalir.kemarin sikap Rosse yg berubah karena di jauh kan dari Daddy nya,dan sekarang Rossi,apa pria kecil itu tidak menyukai keputusan yg ia ambil.


Di ruang makan,semua anggota keluarga sudah berkumpul kecuali biru dan juga nisa.steven dan juga William baru pulang,setelah semalam mereka menginap di hotel.


"Rosse sayang"Rosse menoleh.berlari menghambur ke dalam pelukan William,tertawa geli ketika Daddy nya menghadiahi kecupan di pipi gembul milik nya secara bertubi-tubi.


"Rossi kau tidak ingin memeluk Daddy?"William menurun kan Rosse dari gendongan nya, berjalan mendekat ke arah Rossi hendak memeluk nya,namun reaksi Rossi cukup mengejut kan.


Rossi menghindar,dengan mundur satu langkah ke belakang,raut wajah nya sangat dingin,ia lebih memilih mendekat ke arah sekertaris Steven, menggandeng tangan dari asisten sang Daddy.


Tergugu di tempat.william tidak bisa melakukan apa pun, penolakan dari Rossi semakin nyata.selama di Korea,dia sering menghabis kan waktu sekedar berbicara dengan Rossi walau pun yg di dapat hanya sebuah penolakan,dan sekarang semakin nyata.


"Uncle,di mana nona Kim?"sekertaris Steven yg masih shock,menoleh pada sosok mungil di sebelah nya,yg sama sekali tidak menganggap William ada.


"Uncle tidak tau,mungkin nona Kim sedang bersiap"jawab Steven asal.dia baru pulang,dan langsung di tanyai tentang nona Kim,tentu saja dia tidak tau.


"Maaf"biru berdiri di sebelah William, menyadari kesedihan laki-laki itu,biru mewakili Rossi untuk minta maaf.


"Tidak masalah"senyum getir terukir di wajah William.


"Egois"biru terkejut,mata nya bahkan terbelalak, ketika mendengar desisan yg di keluar kan Rossi,walau pun sering marah,tapi Rossi tidak pernah mengata kan saudari kembar nya egois.


"Loussi yg egois!loussi Ndak suka kan lousse bahagia!"bentak Rosse lagi,drama pagi ini masih berlanjut.


Rossi memilih diam,berdebat dengan Rosse akan membuat nya darah tinggi saja.baru saja hendak berjalan pergi, Rosse kembali mencengkeram lengan nya erat,secara refleks Rossi menepis nya sehingga Rosse terjerembab jatuh.


"Huwaa!"


"Rossi!"biru tanpa sadar membentak Rossi,lalu berjalan ke arah sang putri, menggendong nya, berusaha untuk menenang kan.


Tubuh Rossi bergetar hebat,untuk pertama kali nya biru membentak dengan nada yg sangat tinggi,Rossi tidak sengaja,dia hanya refleks tadi,tak ada maksud untuk melukai saudari nya sendiri.


"Mommy jahat"Rossi bergumam sangat lirih,dan hanya terdengar oleh William dan juga sekertaris Steven.


Berjalan cepat,Rossi hendak mengadu ke pada Nisa,ibu ke dua bagi nya.belum juga sampai di kamar yg di tempati Nisa,gadis itu sudah keluar dan menyaksi kan per-debatan Rosse dan Rossi tadi.


"Nona Kim"Nisa menunduk,melihat Rossi yg sudah memeluk nya,tanpa pikir panjang,Nisa langsung menggendong tubuh mungil itu,di ikuti sekertaris Steven yg berjalan mendekat.


Rossi menangis.baju yg di pakai Nisa terasa basah, karena tetes demi tetes air mata yg keluar dari manik Rossi.


"Nona Kim"Nisa melirik sekertaris Steven tajam,pertanda melarang nya berbicara apapun.

__ADS_1


"Kita pergi sekarang!"memahami situasi yg sejak awal tidak kondusif,Nisa memilih untuk pergi tanpa sarapan.


"Nona Kim kau mau ke mana?tidak kah kita sarapan lebih dulu?"tuan besar dan nyonya Lisa ikut mendekat mendengar suara keributan tadi.


"Tidak terima kasih,putra ku tidak di anggap oleh ibu kandung nya sendiri!lebih baik kami segera berangkat"seperti biasa nya,Nisa memang di kenal dengan lidah tajam, karena itu tanpa sungkan dia langsung menyindir biru.


Nisa berjalan lebih dulu,di ekori oleh sekertaris Steven.rossi masih menyembunyi-kan wajah nya di ceruk leher tertutup hijab milik Nisa,dia tidak ingin menatap ke arah biru sedikit pun.


Biru terdiam.tentu dia merasa tersindir dengan perkataan Nisa,tapi fokus nya teralih kan pada Rosse yg terus-menerus merengek.


"Rosse,jika Rossi belum bisa menerima Daddy,Rosse seharus nya tidak boleh memaksa.rosse kan tau Rossi seperti apa?,jangan membuat Rossi membenci mu"Rosse menggeleng,bukan itu maksud nya,dia tidak ada niat sedikit pun untuk membuat Rossi membenci nya,itu hanya rasa kesal sesaat.


"Lousse hanya Ndak suka kallena loussi Ndak mau neellima Daddy dalli kemallin, pada hal kan daddy tidak salah"


"Rosse,apa mommy pernah mengajar kan anak-anak mommy untuk egois,Rosse tidak boleh dan tidak berhak memaksa kehendak Rosse pada Rossi,Rossi butuh waktu,rasa tidak suka nya pada sosok Daddy sama sekali belum hilang sepenuh nya,sama seperti mommy,dia butuh waktu"


Biru menyakin-kan sang putri,tindak kan Rosse memaksa kan kehendak nya pada Rossi,tidak bisa di benar kan.termasuk tindakan biru yg tadi mendadak membentak Rossi, hingga putra nya itu bergetar hebat.


"Princess,lebih baik kita segera sarapan"William mengambil alih tubuh mungil Rosse,mengajak putri nya itu untuk sarapan lebih dahulu.


Lagi dan lagi.biru bingung,perubahan yg di tunjuk kan Rossi semakin nyata.dia jadi bingung,apa kah langkah yg ia ambil salah.


Jika menikah akan membuat ku kehilangan rossi,aku rela tidak melakukan nya ya allah.biru.


Tepukan lembut menyapa bahu berbalut kemeja panjang berwarna hitam itu.biru menoleh,ternyata nyonya Lisa yg terus menerus menatap prihatin ke arah nya.


"Nak apa kau bimbang sekarang?"diam.biru tidak bisa menyangkal tebakan dari nyonya Lisa, karena itu benar ada nya,dia sedang bimbang sekarang.


"Aku tidak tau,apa pernikahan ini baik untuk Rossi?"biru menoleh,mungkin berbagi cerita dengan nyonya Lisa adalah jalan terbaik.


"Dia hanya membutuh kan waktu sayang, sebentar.mommy tidak membenar kan sikap kekanakan William yg dulu meninggal kan kalian tanpa bertanggung jawab"nyonya Lisa melirik, perubahan raut wajah biru terlihat.


"Mommy sudah memaksa nya mencari keberadaan mu,tapi kurang nya bukti menyulit-kan pencarian kami nak.mungkin itu lah yg memupuk rasa tidak suka,dan mungkin kebencian di hati Rossi"


Biru diam.dia bingung harus bereaksi seperti apa mendengar penuturan Nyonya lisa.dia lebih dulu memutus kan untuk masuk ke dalam ruang makan, memulai untuk melaksana-kan sarapan bersama anggota keluarga lain nya.


Deru halus sebuah mobil memecah kan keheningan, Nisa, Steven dan juga Rossi tengah menuju salah satu restauran halal di London, mengingat tidak ada satu pun dari mereka yg sudah sarapan.


Sepanjang perjalanan, Rossi hanya diam di pangkuan Nisa,tatapan nya berubah kosong,dia terus memandang ke depan.aura yg di keluar kan nya terasa lain,dan Nisa bisa merasa kan nya.


"Mommy mu tidak sengaja tuan muda kecil"sekertaris Steven yg masih fokus mengemudi,berujar menenang kan Rossi.


"Rossi,bukan kah aku sudah meminta mu untuk tidak egois?"Nisa juga ikut membuka suara,mengeluar kan pendapat nya,dari sudut pandang Pribadi.


"Aku tidak egois nona.rosse yg egois,dia memaksa ku untuk menerima uncle Willi sebagai Daddy ku,pada hal aku enggan,aku tidak suka di paksa"tangan Nisa terangkat,mengelus pelan kepala Rossi,dia tidak bisa menyalah kan Rossi sekarang,pria kecil ini tidak sepenuh nya salah.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2