
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
a a new novel.
HAPPY READING.
Tengah malam.
Biru terbangun dari tidur nya.dengan langkah sangat pelan ia segera pergi ke ruang kerja William, karena menyadari ketidak hadiran suami nya di kamar.
Benar saja,dengan kaca mata—william tengah duduk di depan laptop dan berbagai berkas di hadapan nya,tampak benar-benar sibuk begitu juga sekertaris Steven.
Aku beruntung,bukan hanya beruntung tetapi sangat beruntung karena aku menemu kan laki-laki seperti itu, pekerja keras dan tidak memandang wanita dari rahim,ya Allah terima kasih telah menghadir kan laki-laki sebaik diri nya di kehidupan ku.
Biru tersenyum haru,lalu turun ke bawah menuju dapur sekedar membuat kan kopi untuk sekertaris Steven dan juga William.
Begitu selesai,biru langsung mengetuk pintu ruangan William,untuk sekedar memberi kan kopi.
"Honey?kau belum tidur?"melihat biru masuk,William langsung berdiri dari duduk nya,masih mengena kan piyama untuk bekerja.
"Aku terbangun,ini untuk kalian."biru meletak kan nampan di hadapan sekertaris Steven,yg langsung berterima kasih.
"Kau pasti sangat merindu kan ku hingga tidak bisa tidur,tapi maaf honey ada pekerjaan yg tidak dapat ku tinggal sekarang"William mengelus lembut tangan biru.
Sementara sekertaris Steven tidak henti-henti nya berdecak kagum dengan drama rumah tangga di hadapan nya ini.
"Lanjut kan pekerjaan kalian,aku akan menemani anak-anak sebentar"biru pamit undur diri.
Ketika membuka kamar si kembar,tanpa sengaja biru berpapasan dengan tuan besar Smith yg baru mengambil segelas air dari dapur.
"Malam dad"biru menyapa sang ayah mertua lembut.
"Biru?kau belum tidur nak?"tuan besar smith terkejut dengan kehadiran biru.
Bagi tuan besar Smith,biru bukan hanya menantu,dia adalah putri keluarga ini, termasuk juga Nisa,wanita yg telah banyak berjasa bagi keluarga ini.
"Aku terbangun,Daddy perlu sesuatu?"tuan besar Smith menggeleng kan kepala nya.
"Bisa kita bicara sebentar?di teras atas?"biru mengangguk, mengikuti langkah kaki tuan besar Smith ke teras atas.
"Apa kabar?Daddy tau tidak pantas menanya kan ini karena kelakuan mommy mu,tapi bagi Daddy kau tetap menantu keluarga ini"
Tuan besar Smith duduk,sembari memandang langit.
"Alhamdulillah dad, kepergian ku di bantu oleh nona Kim,jadi aku tidak mengalami kesulitan sedikit pun"biru tersenyum manis,semua berkat Nisa.
"Apa karena kelakuan mommy kau memilih untuk pergi biru?"tuan besar Smith menebak.
"Bukan hanya itu,aku juga merasa tidak pantas menjadi menantu keluarga ini.mommy tidak sepenuh nya salah,aku tidak lebih dari wanita tanpa rahim"
Biru berkaca-kaca, kata-kata tanpa rahim seakan menampar diri nya sendiri, sampai kapan pun ia tidak akan memiliki anak lagi.
"Nak,mommy memang tidak setuju waktu William lebih memilih menyelamat kan mu dari pada anak nya.bahkan perdebatan terjadi,tapi William tetap memilih mu karena dia sangat mencintai mu"tuan besar Smith semakin mengejang peristiwa itu.
"Tapi,detik itu juga Daddy sadar bahwa putra Daddy sudah dewasa.dia mengata kan aku lebih baik tidak memiliki anak lagi,asal kan biru tetap bersama dengan ku"
Biru terisak pelan,William memang benar-benar sangat mencintai nya.
"Dia sangat mencintai mu biru.berulang kali,dia selalu menolak mentah-mentah tawaran mommy nya untuk menikah lagi,cinta nya benar-benar murni"
Tuan besar Smith melihat ke arah biru,dia tau wanita di hadapan nya ini sangat berharga bagi putra tunggal nya, William.
__ADS_1
"Biru, sebagai seorang ayah.daddy mohon,apapun yg terjadi jangan meninggal kan William lagi"tuan besar Smith menatap ke arah biru dengan pandangan berkaca-kaca.
"Maaf dad, karena biru bersikap kekanak-kanakan.biru tidak tau,biru hanya kecewa,mommy bahkan dengan berani nya hampir membunuh anak-anak ku"biru menunduk.
Mata tuan besar Smith terbelalak kaget mendengar perkataan dari biru,istri nya berniat menyakiti cucu-cucu nya.
"Lisa ingin menyakiti Rosse dan Rossi?"tuan besar Smith terperangah karena sangat kaget.
"Bahkan nona kim.mereka bahkan sampai di lari kan ke rumah sakit"tuan besar Kim berdecak mendengar jawaban yg di beri kan biru kepada nya.
"Selama kau ada di Mansion ini,Daddy janji tidak akan membiar kan Mommy mengganggu atau mengusik kalian lagi"biru mengangguk,dia bisa mempercayai Daddy.
"Biru pamit dad,takut hubby mencari ku nanti"biru membungkuk hormat sebelum pamit.
Baru saja hendak menarik hendle pintu,biru terbelalak mendengar suara tangisan rosse.secepat kilat biru membuka,mata nya terbelalak melihat rosse terduduk di lantai.
"Sayang?!"biru memekik keras,berlari ke arah sang anak,segera memeluk tubuh mungil rosse erat.
"Ada apa Hem?"rosse mendongak,menangis di dalam dekapan biru.
"Nona ada apa?!"sekertaris Steven dan juga William yg mendengar suara teriakan biru,segera berlari ke kamar si kembar.
"Aku tidak tau,rosse terus menangis"biru berdiri dari duduk nya,sembari menggendong tubuh mungil rosse.
"My princess,sini sama Daddy"William hendak menggendong tubuh rosse,tapi putri kecil nya itu langsung menghindar dengan gerakan refleks.
"Kau kenapa sayang?Rossi ada apa dengan kembaran mu?"biru menoleh ke arah Rossi yg baru saja bangun karena mendengar keributan.
"Aku tidak tau mom,dad"Rossi menggeleng dengan ekspresi bingung.
"Princess,kau mau bersama dengan uncle?"sekertaris Steven mendekat,mengulur kan tangan nya.
"Rosse,kau bermimpi buruk?"Rossi menebak.
"Kenapa takut Hem?ada mommy dan juga Daddy di sini,semua akan baik-baik saja sekarang"biru mengelus lembut punggung mungil Rosse,dia berusaha untuk membuat anak nya baik-baik saja.
"Mommy,rosse takut.mereka datang,mereka menabrak mobil"rosse menggeleng,nafas nya memburu.
"Siapa?siapa yg datang?siapa yg berani mengganggu putri mommy Hem?"biru mengambil segelas air,membantu Rosse untuk meminum nya dengan sangat pelan.
"Orang yg ingin membunuh rosse dan Rossi di Korea"
Tangan William mengepal erat, ternyata kejahatan nyonya Lisa menjadi trauma tersendiri bagi rosse,bahkan hingga datang ke dalam mimpi nya.
"Rosse sekarang tidur ya?tidak akan terjadi apapun dengan Rosse,ada mommy,Daddy,dan juga uncle Steven di sini,jangan khawatir"biru meletak kan rosse secara perlahan di kasur,membiar kan secara perlahan-lahan sang anak tidur.
"Mommy benar-benar kelewatan"biru mengangguk sembari memperbaiki jilbab instan milik nya,William benar nyonya Lisa salah.
"Fokus kita sekarang adalah rosse tuan muda,saya akan menghubungi salah satu psikiater agar bisa menghilang kan trauma nya"
Sekertaris Steven memberi kan pendapat kepada biru dan juga William, sekertaris Steven benar, satu saat nya jalan adalah membawa Rosse ke psikiater.
"Terima kasih Steven, istirahat lah kau cukup lelah sekarang"sekertaris Steven mengangguk, membungkuk hormat secepat kilat ia sudah menghilang dari pandangan William dan Biru.
"Hubby, kita tidur di sini saja ya?"biru menatap William dengan penuh harap.
"Iya,tidur lah sayang"William mengangguk.
Hanya beberapa jam mereka tidur,dan harus bangun lagi untuk melaksana kan shalat subuh berjamaah.
"Mommy? apa mommy tau akibat perbuatan mommy,putri ku Rosse mengalami trauma hebat"begitu sampai di meja makan William langsung menumpah kan kekesalan nya.
"Hubby!"biru menatap tajam ke arah William,tangan nya meremas lengan kekar William—menggeleng kan kepala pertanda William tidak boleh berkata seperti itu pada Nyonya Lisa.
__ADS_1
"Kenapa?apa kau tidak kasihan pada putri kita yg harus menangis di tengah malam karena nenek nya?"William ikut melampias kan kekesalan nya kepada biru.
"Hubby,tidak begitu cara nya!"biru menatap tajam ke arah William,dia benar-benar tidak menyangka William seberani itu pada nyonya Lisa.
"Lalu apa?!mommy benar-benar sudah kelewatan!ini semua salah Alex Mommy!.Alex yg lebih memilih mempertahan kan biru di banding kan dengan anak Alex!.seharus nya yg mommy benci dan mommy sakiti adalah Alex!bukan biru apalagi rosse Dan Rossi!"
Bentakan terdengar menggelegar,membuat biru segera bangun dari duduk nya,jika hanya ada para orang dewasa saja biru tidak masalah,tapi ini si kembar juga ada di sini.
"Rossi ajak rosse keluar!pinta uncle Steven untuk mengantar kalian lebih dulu,mommy dan Daddy harus berbicara"biru meremas lengan kekar milik William—mengingat kan sang suami kehadiran si kembar.
"Baik mommy"Rossi langsung menarik tangan rosse untuk keluar.
"Hubby kau membuat anak-anak ku takut!"suara biru terdengar sangat tegas—dia tidak ingin Rossi benci pada William, karena laki-laki itu terbiasa bicara membentak.
"Tapi mommy benar-benar kelewatan honey?!bukan hanya keluarga kecil kita yg di ganggu!tapi nona Kim juga!.apa mommy ingin perang terjadi?dia gadis baik mommy!demi kebencian mommy pada kami!wanita tidak bersalah ikut menjadi korban!"biru semakin menggeleng,William benar-benar tidak bisa mengontrol amarah nya lagi sekarang.
Tuan besar Smith diam—dia membiar kan putra nya melampias kan segala kekesalan nya sekarang.
"Mommy hanya sedih karena kau mengorban kan Xavier"nyonya Lisa bersuara dengan sangat lirih.
"Jika mommy sedih bagaimana dengan aku dan biru Mommy?!.dia hanya cucu mommy tapi dia darah daging kami berdua mommy?!.sebelum mommy bertindak seharus nya mommy fikir perbuatan Mommy bisa membuat mommy kehilangan putra mommy satu-satu nya"
Biru melepas kan remasan tangan nya di lengan William.ini alasan nya tidak memberi tau kejahatan nyonya Lisa,sebagai seorang istri biru tau—william tipe orang yg tidak bisa mengendali kan amarah nya.
"Mommy minta maaf"biru tidak tega melihat nyonya Lisa menetes kan air mata nya.
"Kami sudah memaafkan bukan begitu hubby?"biru menekan setiap kata,sembari menginjak kaki sang suami.
"Iya"singkat,padat dan jelas.
"Honey?kau tidak ingin melanjut kan kuliah mu Hem?"sebelum masuk ke dalam mobil William menanya kan keinginan biru.
"Tentu,aku masih berusaha untuk pantas bersanding dengan mu"biru menjawab lembut, sembari mendongak menatap wajah tampan sang suami.
"Tanpa kau berusaha pun,kau lah satu-satu nya yg pantas bersama dengan ku honey"William menggenggam jemari mungil milik biru,lalu mengecupi nya.
"Aku tetap ingin menjadi wanita berpendidikan,agar tidak akan ada yg mengejek mu hubby, karena memiliki istri kampungan seperti ku"biru mengingat perkataan nona muda Andalusia tentang diri nya.
"Tidak ada yg akan mengejek ku,aku sangat beruntung memiliki mu.bahkan atas segala kesalahan yg ku lakukan,kau tetap bisa memaafkan ku dan bersama dengan ku"William menggeleng—biru adalah keajaiban untuk nya.
"Itu menurut mu hubby, dunia tetap akan memandang ku rendah.semua tidak akan pernah berubah,sekalipun aku menikahi konglomerat seperti mu"biru menepis semua kalimat penyemangat yg di beri kan William.
"Kenapa kau jadi pesimis begini Hem?tidak akan ada yg berani memandang biru ku rendah.biru ku tetap menjadi wanita yg hebat, karena kau biru ku"William menatap biru dengan pandangan penuh cinta.
"Apa ada yg berani merendah kan mu?"tanya William lagi, dia yakin ada yg berani merendah kan biru nya.
"Tidak,berangkat lah hati-hati di jalan"biru mendorong tubuh William untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Aku akan sangat merindu kan mu honey"William membuka kaca mobil, melambai kan tangan pada biru.
"Jaga diri,dan hati-hati"biru membalas lambaian tangan itu dengan senyum manis, bahkan ini adalah senyum termanis yg pernah di lihat oleh William.
Biru masih berdiri di sana, hingga mobil yg di tumpangi oleh William menjauh dan hilang dari balik pagar.
"Aku hanya tidak ingin di pandang rendah"biru bergumam sangat lirih.
Keputusan biru untuk melanjut kan pendidikan nya agar ia tidak di pandang rendah oleh masyarakat.
Masyarakat selalu memandang rendah wanita miskin yg bisa bersanding dengan laki-laki kaya,biru tidak mau di pandang seperti itu.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.