
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
a a new novel.
HAPPY READING.
[Tidak,tidak mungkin adik mu Melakukan itu Ayana]
[Apa perlu aku beri kan bukti ayah.dia tidak lebih dari wanita murahan seperti ibu nya.dia datang untuk menghancur kan rumah tangga ku]
[Tapi untuk membunuh?]
[Besok,aku akan meminta suami ku,mengirim kan bukti kejahatan anak mu itu ayah.jika aku mau, aku bisa menelfon polisi]
[Tidak jangan lakukan hal itu nak!]
[Tentu tidak.aku akan membuat nya mati secara perlahan ayah.dia salah karena telah membunuh pewaris keluarga Smith, Karena keluarga suami ku memiliki banyak mafia yg dengan senang hati, siap membunuh nya]
[Nak,ayah tau ratu salah tapi....]
[Ayah jangan khawatir, selain dia akan mati secara perlahan,kalian juga akan kena imbas nya,usaha ayah sudah siap di bangkrut kan oleh suami ku]
Tut.
INDONESIA.
PYAR!
tuan Hartono membanting Gucci di hadapan nya,mata nya memerah penuh amarah,tangan nya bahkan mengepal erat.
Suara pecahan Gucci yg sangat nyaring itu membuat nyonya Nina,yg tengah menunggu Rahardian untuk sadar terhenyak.
Dengan langkah cepat,ia segera mendekat ke arah tuan Hartono, walau pun hubungan mereka tidak baik-baik saja, tapi rasa penasaran milik nyonya Nina masih menggebu-gebu.
"Ada apa pa?"tuan Hartono menoleh, tatapan nya berubah sangat sangat nyalang.
"Ini semua karena putri kurang ajar mu itu!dia mencelakai putri ku yg lain hingga membuat biru ku kehilangan anak nya?!"
Nyonya Lisa menutup mulut nya karena sangat terkejut,mata nya membola.berulang kali mata Nyonya Nina mengerjap, berusaha untuk tidak percaya perkataan tuan Hartono.
"Apa? tidak mungkin putri ku melakukan hal sekeji itu!"nyonya Nina menggeleng, dia benar-benar tidak yakin ratu bisa melakukan hal serendah itu.
"Dia saja rela menjadi sugar baby pria tua.kau juga harus tau satu hal,dia juga yg menusuk kakak nya sendiri"
Satu fakta lagi keluar dari bibir tuan Hartono.
"Tidak mungkin,ratu tidak mungkin berniat mencelakai kakak nya sendiri"nyonya Nina terisak,dia sedih melihat kehidupan anak-anak nya hancur berantakan.
"Ya,dia memang melakukan nya ibu"Nyonya Nina dan tuan besar Smith menoleh ke sumber suara, ternyata Rahadian yg sedang koma sudah tersadar.
"Tidak jangan berbohong pada ibu kak"nyonya Nina berjalan mendekat ke arah rahadian, menggenggam erat tangan sang putra.
"Aku ingin berbohong Bu,tapi kenyataan nya benar,ratu mengamuk karena aku memarahi nya,aku sudah tidak bisa lagi mentolelir sikap nya yg ingin meng-hancur kan rumah tangga biru,biru juga adik ku"
Dengan nafas tersengal-sengal karena selang bantu pernafasannya, Rahardian berbicara, membongkar kejahatan ratu yg ia ketahui.
"Kakak,apa salah ibu, kenapa ibu bisa memiliki putri seperti Nya"Nyonya Nina menggeleng,ia terisak, hingga tidak menyadari bahwa ini adalah karma.
"Mungkin ini adalah karma"celutuk tuan Hartono.
"Ya,ibu mungkin ini adalah karma yg harus ibu tanggung.hanya saja, sikap ratu terlalu berlebihan.bagaimana bisa dia mencoba membunuh kakak Nya yg penyakitan seperti ku?"
Nyonya Nina semakin terisak kencang.dia sedih melihat satu-satu nya putra tengah terbaring lemah di brankar.
"Maaf kan ibu, karena kesalahan ibu kau harus menanggung semua nya"Nyonya Nina memeluk tubuh Rahardian,meredam tangisan nya seorang diri.
"Ibu,apa yg ayah kata kan?biru ku baik-baik saja bukan?"Rahardian kembali teringat dengan biru,selang bantu pernafasan di lepas kan oleh nya secara perlahan.
__ADS_1
"Iya, wanita yg kau cintai itu baik-baik saja.hanya, anak ketiga nya harus Tiada Karena perbuatan adik mu yg dengan tega menabrak nya"
Tangan Rahardian mengepal erat,dia tidak terima akan hal ini.
"Apa?!"ibu biru yg baru saja datang untuk menjenguk Rahardian terperangah.
"Berani-berani nya putri mu melakukan hal itu hah?!"ibu biru langsung berteriak lantang,sepat kilat ia melayang kan tamparan di wajah nyonya Nina.
Secepat kilat ibu dua anak itu tersungkur di lantai,nyonya Nina tidak bisa melakukan apapun,ini memang salah nya karena tidak bisa mendidik anak-anak nya dengan baik.
"Ibu tenang!"Rahardian berdiri dari tidur nya,dia bergerak cepat menahan kedua lengan milik ibu biru.
"Dia membuat anak ku menderita Rahardian!"ibu semakin terisak di dekapan Rahardian,isakan nya terdengar nyaring,tapi tatapan nya berubah menjadi nyalang.
"Aku tau bu.dia membuat biru ku menderita,tapi biru mengata kan ratu sudah mendapat kan hukuman Nya"Rahardian berusaha menenang kan ibu dari biru.
"Kenapa ratu begitu jahat pada putri ku?!apa salah putri ku pada anak mu hah?!"ibu biru semakin berteriak keras, dia benar-benar tidak terima Karena perbuatan ratu.
Nyonya Nina terdiam,secara perlahan wanita paruh baya yg biasa nya selalu bersikap angkuh itu segera meluruh kan tubuh nya ke lantai,berlitu tepat di hadapan wanita yg sudah ia rebut kebahagiaan Nya.
"Ku mohon maaf kan aku"Nyonya Nina menangkup kan kedua tangan nya,memohon ampun kepada ibu dari biru.
"Apa permintaan maaf mu bisa mengembali kan masa kecil anak ku yg sangat suram Karena kehilangan sosok ayah?!"
Tuan Hartono memejam kan mata nya erat,dia tau semua duduk masalah berada di dalam diri nya.
"Kau sangat murahan Nina!"ibu biru berteriak tidak karuan kekesalan nya meluap begitu saja.
"Ibu tenang,jangan seperti ini.semua nya akan Baik-baik saja,ada William kan bersama biru"Rahardian berusaha meyakin kan ibu dari biru.
"Tapi,putri ku harus kehilangan satu anak nya"ibu semakin tergugu,membuat Rahardian menatap ke arah nya iba.
"Iya Bu, Rahardian tau.tapi ratu sudah mendapat kan hukuman Nya,William menyekap nya.kita sama-sama tau seberapa berpengaruh nya keluarga Smith,mereka memiliki banyak sahabat mafia,mereka tidak akan membiar kan pelenyap penerus mereka tenang"
Rahardian menghela nafas panjang,akhir nya ibu biru bisa tenang.walau pun air mata Rahardian,ikut menggenang.
"Aku berharap kau baik-baik saja.ya Allah,aku benar-benar ikhlas jika biru di miliki oleh laki-laki lain,yang paling penting wanita ku baik-baik saja"
Walau pun Rahardian berusaha untuk ikhlas,cinta yg ia miliki pada biru sangat lah tulus.
Rahardian memang sangat mencintai Biru,tidak pernah terlintas sedikitpun di fikiran Rahardian untuk mengusik kebahagiaan biru.
Prinsip Rahardian,jika biru bahagia walau pun tidak bersama nya, Rahardian ikhlas, karena ini bukan lah obsesi semata melain kan cinta yg benar-benar sangat tulus.
"Shh"
"Dian!"ibu biru panik,dia segera menahan tubuh tegap anak dari pelakor itu.
"Aku baik-baik saja"Rahardian menjawab pelan,dia benar-benar sangat pusing sekarang.
"Ayo berbaring nak"tuan Hartono langsung memanggil Dokter.
Kondisi Rahardian semakin drop.tubuh nya benar-benar sudah sangat lelah,bahkan di ambang kesadaran nya yg semakin menipis hanya satu nama yg di gumam kan oleh Rahardian,biru dan biru.
begitu juga kondisi Nisa.
WASHINGTON DC.
Nisa benar-benar sangat drop.selang bantu pernafasan bertengger di hidung nya, kondisi tubuh Nya benar-benar sangat lemah sekarang.
"Kim?!astaga!"tuan muda Kim yg memang sedang konser di salah satu kota di Amerika serikat, langsung datang.
"Diam lah kau membuat istirahat adik ku terganggu"Renald berkata dengan sangat ketus.
"Bagaimana jika papa dan juga ayah ku tau? mereka pasti marah besar.bagaimana jika Abang kandung nya tau?aku tidak mau di cincang oleh Andi negara satu itu"tuan muda Kim merinding sendiri.
"Kau memperkeruh masalah Kim"Renald menyandar kan tubuh Nya di sandaran sofa.
"Aku tidak melakukan apapun.ini benar-benar menjengkel kan,kau seharus nya berkata dengan jujur dan benar.kau tidak menjaga nya dengan baik bukan?"tuan muda Kim menunding tepat di depan wajah Renald.
__ADS_1
"Apa kata mu? dia juga adik ku tentu saja aku akan menjaga nya dengan baik"Renald bersungut-sungut tidak suka.
"Apa ini ada hubungan nya dengan asisten nya itu?"tuan muda Kim mendesah pasrah,dia tidak bisa melakukan apapun untuk melawan anak dari mafia ini.
"Oppa Kim?!"rosse yg baru masuk ke dalam ruang rawat Nisa segera menghambur ke arah laki-laki yang sangat tampan bagi nya itu.
"Hei princess?"tuan muda Kim menggendong tubuh mungil milik rosse,berulang kali ia mengecupi pipi gembul milik Rosse.
"Apa kondisi Nona Kim akan baik-baik saja?"biru hanya bisa berbicara dari luar.
"Tentu adik ku wanita yg kuat dan hebat"tuan muda Kim menjawab dari luar,teriakan nya cukup lantang di Banding kan suara biru.
"Dia benar-benar membuat semua orang khawatir"tuan muda Kim berdecak,sembari menggendong rosse,dia mendekat ke arah Nisa.
"Aku takut dengan perkataan nya.dia seakan tidak takut mati,dia selalu berkata jika aku tiada sekarang maka semakin cepat aku menemui sekertaris wahyu.dia selalu saja berkata seperti itu"
Tuan muda Kim memandang ke arah Nisa dengan tatapan yg benar-benar sangat sulit untuk di arti kan.
"Hubby apa nona Kim akan bertahan?"di luar,biru duduk di kursi tunggu bersama dengan William.
"Dia wanita yg kuat sayang.dia akan baik-baik saja,kau tau kan dia sangat menyayangi mu.sama dengan kasih sayang mu untuk Nya aku yakin dia pasti bisa bertahan"
William menggenggam erat tangan biru,walau pun mata nya terus melirik ke sekeliling,menyadari ada sesuatu yg tidak beres.
Seseorang terus mengamati mereka,lengkap dengan topi hitam,kaca mata hitam dan sebuah masker,cukup mencolok di banding kan yg lain nya.
"Hem"biru menoleh, mata nya terbelalak melihat William tengah mengawasi seseorang.
"Shut,diam lah sayang,anggap kau tidak melihat apa-pun"William merangkul bahu biru dengan sangat erat.
"Ayo masuk ke dalam"ajak William.
"Kalian kenapa?"Renald mengeryit ketika melihat mereka masuk.
"Seseorang mengawasi dari luar"biru bergumam lirih,namun masih dapat di dengar semua orang yg berada di ruangan itu.
"Apa?!Kim apa ada paparazi yg mengikuti mu?"Renald mengarah kan pandangan nya pada tuan muda Kim yg masih menggeleng.
"Tidak"tuan muda Kim menggeleng,tentu ia ingat dengan baik, bahwasanya tidak ada satu pun paparazi yg mengikuti nya.
"Masalah demi masalah selalu saja berdatangan"William berdecak kesal.
"Apa ada yg mengincar nyawa nona Kim?"biru memberi kan spekulasi,bahwa ada yg mengincar nyawa Nisa.
"Mungkin tapi siapa?"tuan muda Kim menyambar dengan cepat,menatap iba ke arah Nisa yg masih terbaring lemah.
"Aku akan meminta anak buah dragon white untuk memperketat keamanan dan penjagaan"Renald berjalan keluar,melirik sekilas ke arah orang yg di sebut oleh William.
Dengan gerakan cepat, Renald menabrak tubuh orang yg menyamar tersebut,membuat laki-laki bertopi hitam itu terpojok di dinding.
"Siapa kau?!"suara Renald terdengar sangat tinggi.
Biru,William,dan tuan muda Kim hanya bisa mengintip melalui celah pintu.tidak ada yg berani keluar,lebih baik menjadi pengamat dalam diam.
"Aku hanya orang yg ingin melindungi wanita itu?!"Renald terkekeh pelan mendengar ucapan laki-laki di hadapan nya.
"Siapa kau?siapa yg menyuruh mu hah?!"melihat renald hampir hilang kendali,langkah William dengan sangat cepat mendekat.
"Aku hanya seseorang yg di pinta untuk mengawasi nya"laki-laki itu melepas kan masker hitam milik nya.
"Siapa yg meminta mu? kenapa kau mengata kan akan menjaga adik ku hah?!"tuan muda Kim bergerak cepat melepas kan tangan Renald yg masih bertengger di kerah orang suruhan itu.
"Seseorang yg telah di titip kan amanah oleh laki-laki bernama sekertaris Wahyu"
"Sekertaris Wahyu?"Renald dan juga tuan muda Kim berujar secara bersamaan.
"Sudah biar kan dia pergi"biru meminta mereka semua untuk melepas kan orang suruhan itu.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.