Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Sungai Han.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Rossi menatap tajam dan penuh ketidak sukaan kepada sang kembaran,sejak kembali dari Inggris,sikap Rosse benar-benar berubah 360°.


Rosse yg biasa nya manja dengan tingkah-tingkah ajaib seperti alien,kini berubah drastis.Terutama sikap nya kepada biru,tak jarang gadis mungil itu membentak sang mommy,demi Daddy,Rosse benar-benar sudah kelewatan,sikap nya tidak bisa di tolerir lagi.


Rosse hanya akan menurut ketika Nisa yg meminta.bukan apa,Nisa memang terkenal dengan sifat nya yg tidak suka di bantah dan juga tidak menyukai sikap pembangkang.


Berulang kali ingin rasa nya Rossi memaki Rosse,tapi sang mommy,biru lebih dulu menenang kan.


Rosse butuh waktu sayang.kata-kata dari biru selalu menjadi alasan Rossi untuk bersabar,tapi tampak nya tidak sekarang, Rosse benar-benar kurang ajar,dengan berani nya dia melempar piring berisi sarapan yg di bawa kan biru, pembangkang!.


Air mata biru terus mengalir tanpa henti,pada hal sudah satu Minggu berlalu semenjak kepulangan mereka dari Inggris, tetapi sikap Rosse semakin mengesal kan.


Sekarang,sepergi nya sang mommy ke butik, adalah saat-saat yg paling di nanti kan oleh rossi.


"Henti kan sikap mu ini Rosse!"Rosse yg masih memandang keluar jendela sama sekali tidak perduli dengan perkataan dan juga teguran dari Rossi.


Hidup namun tidak bernyawa.begitu lah bentuk Rosse sekarang, rambut yg biasa nya tersisir rapih, sekarang menjuntai berantakan dan tampak acak-acakan,raut penuh rasa kecewa tergambar jelas di sana.


"Aku hanya ingin Daddy"kata-kata itu terus menjadi jawaban dari Rosse,tidak ada kata lain yg keluar sedikit pun.


"Apa kau siap mengorban kan perjuangan mommy selama ini?bisa kah kau berfikir secara logis sekali saja?wanita yg terus kau buat menangis itu mommy kita Rosse! mommy yg berjuang mati-matian demi kita"mulai lah sesi ceramah,yg akan di pimpin oleh Rossi.


"Aku hanya ingin Daddy loussi,memang nya salah ya? lousse ingin Daddy,kenapa lousse Ndak boleh?suka Daddy,Ndak boleh dekat-dekat Daddy? kenapa loussi?"Rosse menatap ke arah Rossi dengan pandangannya polos nya, pandangan penuh rasa hampa di dalam nya.


"Rosse coba lah mengerti!kita bukan anak-anak lain di luar sana,yg bisa mendapat kan mommy dan Daddy sekali-gus!"Rossi mendekat ke arah Rossi,mengelus pelan rambut kembaran nya itu.


Rossi faham sulit nya berada di posisi Rosse,dia juga sama.munafik jika Rossi mengata-kan tidak mengingin kan Daddy nya,tapi fakta berkata lain,jika mengingin kan dan meyayangi sang Daddy maka akan menyakiti mommy nya,Rossi lebih memilih untuk membenci sang daddy.


Tingkat kedewasaan yg di miliki Rossi memang lebih besar di banding kan Rosse.walau pun biru mengizin kan nya melepas rindu dengan William,Rossi yakin hati mommy nya akan kembali tersayat,mengingat laki-laki itu lah yg menghancur kan hidup biru,hidup yg telah di susun oleh biru matang-matang.


Sekarang, tugas Rossi adalah meyakin kan Rosse bahwa semua keputusan yg di ambil biru,sang mommy baik.berusaha meyakin kan Rosse,tidak ada seorang ibu pun yg ingin melihat anak nya bersedih,hanya saja waktu yang belum berpihak pada kebahagiaan mereka.


"Kenapa kita tidak seperti Olang lain,yg bisa tinggal bellsama mommy dan Daddy nya,satu llumah bukan beda negalla?"Rosse mendongak,mata biru milik nya mulai berkaca-kaca,dia tidak ingin tahu,tidak ingin mengerti,yg ia mau hanya satu,Daddy.


"Mereka lebih beruntung dari kita,mereka lahir di keluarga yg lengkap,lahir karena cinta,bukan karena tragedi"seulas senyum getir terlihat di bibir Rossi,tentu dia faham, mereka hadir karena tragedi, bersyukur biru tidak menggugur kan mereka.


"Cinta?tlagedi?, lousse Ndak tau,yg lousse tau, lousse punya Daddy"percuma.mau di jelas kan sepanjang dan selebar apapun,Rosse tidak akan bisa mengerti.


"Yg pasti,kita tidak bisa memiliki ke dua nya,tapi aku berjanji pada mu Rosse,aku tidak akan pernah membiar kan kau kekurangan sedikit pun"Rossi menggenggam tangan mungil Rosse erat.


KNN BOUTIQUE.

__ADS_1


Salah satu butik elit di daerah Gangnam,Seoul.Biru baru saja melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan pribadi milik Nisa,mengambil beberapa lembar gambar desain yg akan ia serah kan kepada tim penjahit.


Setetes air mata jatuh begitu saja dari mata biru,manik itu kembali berkaca-kaca,tapi secepat kilat biru segera menghapus nya,menghela nafas,meyakin kan diri sendiri bahwa semua nya akan baik-baik saja, tidak ada yg perlu di khawatir kan.


"Kau kuat biru"biru terus menghela nafas,lalu kembali masuk ke dalam ruangan tim jahit,memulai perkerjaan nya dengan baik.


Tidak terasa waktu berjalan cukup cepat,begitu biru menoleh ke arah jam, ternyata sudah jam enam sore, karena terlalu sibuk sendiri dengan dunia nya,biru sesegera mungkin mengambil tas,pamit pulang.


Untung nya Sekertaris Lee bersedia menunggu nya, jadi lah dia pergi bersama Sekertaris Lee.


"Nona biru,ku dengar kau sudah bertemu dengan Daddy anak-anak mu?"biru menoleh ke arah Sekertaris Lee,lalu mengangguk lesu,tentu saja tidak ada raut bahagia di wajah nya sedikit pun.


"Aku bingung Sekertaris Lee"menggenggam sabuk pengaman erat.biru berusaha mengusir rasa gugup,dan kesedihan yg di miliki oleh nya, keringat dingin juga mulai bermunculan.


Bimbang,untuk pertama kali nya dalam hidup biru sangat bingung,di sisi lain dia sangat-sangat ingin egois,namun melihat manik mata penuh pengharapan dari Rosse,rasa itu seakan menguar entah ke mana.


"Anda sekarang sudah dewasa nona,saat nya nona mengambil keputusan paling baik untuk segala sisi,jika hanya mementing kan ego sendiri,bisa saja mental nona Rosse terganggu"


Biru mengangguk.sedikit mengerti nasehat tersirat dari perkataan Sekertaris Lee,biru harus mengambil keputusan yg baik bukan hanya untuk anak-anak nya,tetapi untuk diri nya sendiri.


Keluar dari mobil,biru membungkuk hormat, sebagai ucapan terima kasih karena telah di antar kan ke rumah nona Kim.


Rumah terlihat sangat sunyi, berbanding terbalik dengan kemegahan yg di miliki rumah milik nona Kim.


Nona Kim,ah biru mendadak merindu kan gadis itu,pada hal kondisi tubuh nya sedang tidak baik-baik saja,tapi tetap wanita itu memilih berpergian keluar negri demi mengurus butik-butik milik nya.


"Tentu saja, bagaimana Rosse?dia mau makan?"Seperti biasa,jika sudah pulang hal yg paling pertama di tanya kan oleh biru adalah Rosse,di tambah akhir-akhir ini sikap Rosse semakin dingin kepada biru.


"Iya mommy,lebih baik mommy mandi"biru mengangguk,lalu mulai masuk ke dalam kamar nya,memulai ritual mandi,membiar kan dingin nya air shower membasahi tubuh putih nya yg lengket karena keringat, aktivitas hari ini cukup menguras tenaga dan fikiran biru.


Memakai baju tidur berwarna merah,biru keluar dari kamar nya tanpa jilbab, rambut pendek nya di kuncir kuda, memang jika di sekitar dan di dalam rumah,biru tidak mengena kan jilbab, berbeda dengan Nisa yg selalu memakai jilbab bahkan ketika ia tidur.


"Mommy ini minum nya"Rossi baru saja datang,membawa segelas teh hangat untuk sang mommy.


"Terima kasih boy"biru meneguk nya,lalu menduduk kan tubuh nya di sofa ruang tamu,senyum manis terukir di wajah biru, memiliki putra sebaik Rossi sangat menjadi sebuah keberuntungan untuk biru.


"Rosse, dia belum keluar kamar?"biru menoleh ke arah kamar tempat tidur Rosse dan Rossi,tidak ada tanda-tanda sedikit pun putri mungil nya itu keluar.


"Dia masih memikir kan tentang Daddy nya mommy"biru menyandar kan tubuh nya ke sandaran sofa,menghela nafas,kepala nya mendadak pusing,hanya karena memikir kan Rosse.


"Panggil kembaran mu ke sini sayang"Rossi mengangguk patuh,mulai menyusul Rosse ke dalam kamar, tanpa mengetuk pintu,Rossi langsung masuk.


"Rosse, mommy memanggil mu"Rosse diam tidak bergeming sedikit pun.Dia masih sibuk berdiam diri di dekat jendela, mata biru nya semakin terlihat bercahaya karena di terpa sinar lampu.


Melihat ke terdiaman kembaran nya, Rossi berjalan mendekat ke arah Rosse,menarik tangan kembaran nya yg masih memberontak tidak suka, mem-berengut bahkan berteriak, Rossi sama sekali tidak perduli.

__ADS_1


"Rosse duduk lah!"biru memerintah kan Rosse duduk, mau tidak mau Rosse duduk,namun dia tetap memaling kan wajah, enggan menoleh ke wajah sang mommy.


"Sebenar nya apa yg kau ingin kan?aku tetap mommy mu sayang,jangan ragu jika kau mengingin kan sesuatu?"Rosse mengangkat wajah nya.


"Daddy"biru menghela nafas,dia sudah menebak nya,pasti anak nya mengingin kan kehadiran William.


Biru bisa apa sekarang,selain menuruti keinginan Rosse,bagi nya kebahagiaan putra-putri nya adalah hal yg paling penting,di atas segala nya.


"Baik lah,Rossi bersiap-siap,sungai Han di malam hari sangat indah,kita akan pergi ke sana untuk berjalan-jalan"biru kembali ke kamar,sekedar mengambil mantel karena udara cukup dingin dan memakai jilbab.


Pilihan biru jatuh ke pada jilbab berwarna Abu gelap dan Juga mantel hitam terang,mengambil tas jinjing dengan merek khusus KNN boutique.


KNN BOUTIQUE,merambah menjadi salah satu produsen tas-tas branded,baru berjalan kurang lebih dua Minggu,tapi omset yg di dapat tidak main-main,di tambah global ambassador mereka adalah Artis KPop wanita terkenal,dan juga boy band yg di leaderi oleh tuan muda Kim,kakak angkat Nisa.


"Mommy ayo!"Rossi sudah siap dengan pakaian nya,di sebelah berdiri Rosse yg masih diam termenung.


"Ayo!"biru sudah memesan taksi online, mobil di kediaman nona Kim memang ada,tapi biru cukup tau diri untuk tidak memakai yg bukan milik nya,di tambah diri nya hanya seorang wanita malang dengan dua anak.


Di perjalanan hanya terjadi keheningan,biru diam begitu juga dengan anak-anak nya,untung nya jarak dari rumah ke sungai Han tidak terlalu jauh.


Senyum Rosse merekah,dia sangat menyukai pemandangan sungai Han,sungai yg menjadi salah satu destinasi wisata di Korea Selatan, lampu-lampu di sekitar jembatan dan juga di pinggir-pinggir sungai tampak menambah indah.


"Loussi,lousse mau ke sana!"Rosse menarik tangan Rossi untuk mendekat,ke tepi sungai Han,di mana banyak lampu-lampu bersinar indah di sana.


Biru terus mengawasi anak-anak nya dari kejauhan, melihat senyum merekah di wajah Rosse yg akhir-akhir ini berubah menjadi dingin,tentu membuat ibu muda itu sangat lega.


Tanpa di sadari oleh biru,seorang laki-laki tampan dengan tubuh tegap dan wajah pucat nya mendekat,senyum tipis terukir di wajah tampan nya,akhir nya dia bisa menemu kan wanita yg ia cintai,dan juga si kembar yg sudah membuat nya menahan rindu.


"Biru!"biru yg sedang mengawasi anak-anak nya bermain menoleh,mata nya membelalak kaget melihat siapa yg ada di depan nya sekarang.


Berulang kali mata nya mengerjap, menggeleng kan kepala nya berusaha untuk meyakin-kan diri bahwa ini nyata, laki-laki di hadapan nya adalah laki-laki yg di rindu kan oleh Rosse.


"Pak Rahardian!"laki-laki di hadapan biru tersenyum manis.


"Ayah!"Rosse yg menyadari kedatangan Rahardian segera meninggal kan Rossi,berlari cepat sembari merentang kan tangan nya.


Tidak ingin menyia-nyiakan tangan Rosse, Rahardian berjongkok lalu menggendong tubuh putri dari wanita yg dia cintai itu.


"Apa kabar princess?ayah merindu kan mu"senyum terukir di bibir pucat milik Rahardian,tubuh nya bahkan lebih kurus dari yg terakhir kali di lihat oleh biru,sangat kurus,biru bahkan bingung sendiri apa yg terjadi dengan laki-laki ini.


"Lousse juga,ayah apa kaball?lousse Lindu ayah!tellus kenapa wajah nya ayah pucat?ayah sakit?atau ayah kedinginan?ayah kenapa Ndak mungkin kan ayah lahalldian nya lousse sakit?"Rosse terus berceloteh, menanya kan keadaan Rahardian,bahkan di malam hari,Rosse masih bisa menyadari ada yg berbeda dengan laki-laki yg sedang menggendong nya itu.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2