Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Penyakit Rahardian


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Mommy"Rossi bergumam pelan sembari melirik ke arah sang mommy yg masih menangis terisak di sebelah brankar nya.


Mata Rossi juga melirik ke arah semua penjuru ruangan,di sebelah nya rosse tengah tidur dengan memeluk lengan nya.


"Rossi,sayang.kau sudah sadar"William, Steven,Rokki dan juga dokter Vilton yg mendengar teriakan biru langsung menerobos masuk.


"Ah, syukurlah karena kau sudah sadar"William mendekat ke arah sang putra, menghadiahi kecupan manis di kening Rossi.


"Daddy,Rossi takut"Rossi memeluk erat tubuh sang Daddy,alergi tadi termasuk yg paling parah.


Masih teringat jelas, bagaimana dada nya terasa sangat sesak,bahkan dia merasa sudah tidak bisa bernafas lagi,Rossi benar-benar ketakutan.


"Tidak apa-apa boy,semua nya baik-baik saja, ada Daddy dan mommy di sini"William menepuk pelan punggung Rossi,menenang kan sang putra dari trauma nya.


"Kenapa kau makan udang sayang,bukan kah mommy sudah mengata kan jika kau tidak boleh memakan nya Hem"biru terisak pelan.


Baju yg ia pakai untuk ke kampus telah berantakan, jilbab nya juga begitu, kepala nya memang benar-benar pusing sekarang,jadwal kuliah biru pun jadi berantakan.


"Maaf mommy,Rossi fikir jika makan sedikit udang,tidak masalah"Rossi menunduk,menatap penuh rasa bersalah kepada sang mommy.


"Jangan ulangi lagi son,kau tau alergi ini bukan lah masalah yg sepele,ini bisa menyebab kan kau merenggang nyawa"William mengelus penuh kasih sayang.


"Sekarang istirahat lah dan jangan berisik Hem,kembaran mu sedang tidur"William merebah kan tubuh mungil Rossi ke brankar.


"Honey,kau mau kuliah,bukan kah ini sudah masuk jam kuliah?"William melirik ke arah jam tangan yg bertengger di tangan kekar nya.


"Tidak,aku ingin bersama anak-anak ku di sini"biru menggeleng lesu,wajah nya berubah menjadi pucat pasi.


"Honey,kau boleh di sini,asal kan jangan lupa untuk beristirahat,kau sedang hamil muda,dan janin mu masih sangat rentan"biru mengangguk,meletak kan kepala nya di brankar Rossi.


"Ya"biru menjawab singkat.


"Aku berangkat,jaga diri mu"William mengecup kening biru,kemudian rosse dan Rossi, sebelum melangkah pergi.


"William,aku akan ikut dengan mu"dokter Vilton mengejar langkah kaki William.


"Kau tidak bekerja?"William mengeryit bingung, fikiran nya tengah menerawang bukan kah seorang dokter memiliki jadwal yg lumayan padat.


"Aku yg meminta nya,ada masalah serius"William hanya mengangguk,biasa nya Rokki tidak salah.


Tiga mobil berjalan beriringan,kali ini yg mereka tangani adalah masalah yg sangat-sangat genting,membuat siapa saja yg jelas akan panik.


Dengan langkah tergesa-gesa,empat laki-laki tampan dengan profesi yg berbeda-beda itu berjalan masuk kedalam Smith group.


Sontak saja kedatangan mereka menjadi pusat perhatian,banyak wanita yg berulang kali mencuri pandang ke arah mereka.


Di belakang, dokter Vilton mengulas senyum super lebar,melambai kan tangan nya menyapa deretan wanita yg mencuri pandang ke arah mereka.


"Jangan tebar pesona,masalah sekarang sangat lah genting"sekertaris Steven berujar dengan sangat dingin,tidak ada kehangatan sedikit pun dalam nada bicara nya.


"Aku tidak tebar pesona,memang nya salah ya?aku hanya menyapa mereka yg terus-menerus menatap ke arah kita"seperti biasa, dokter Vilton selalu memiliki balasan atas tuduhan yg di layang kan sekertaris Steven.


"Berhenti lah bicara pada nya Steven,itu percuma saja"Rokki menyela.


Begitu sampai di pintu Presdir, mereka segera melangkah masuk,bergerak cepat, membentuk formasi.


Raut wajah yg sedari tadi hanya santai-santai,mendadak berubah menjadi sangat serius.


"Mafia X?siapa mereka?"sekertaris Steven mengeryit heran,mengamati berkas yg di beri kan oleh Rokki.


"Mafia paling terkenal di benua afrika"Rokki memperlihat kan beberapa berkas yg menunjuk kan eksistensi mafia X di dunia bawah.

__ADS_1


"Kenapa lawan kita sekarang lebih menakut kan?"dokter Vilton bergidik ngeri,semskun menyandar kan tubuh nya di sandaran sofa,menghela nafas berat.


"Seumur-umur,baru kali ini aku berhadapan dengan mafia?mau mereka sebenar nya apa sih?"William meremas rambut nya frustasi.


"William,kita tidak bisa melakukan apapun sekarang,jika hanya klan ku, aku yakin kita akan kalah sebelum berperang"Rokki menunduk,merasa tidak pantas di anggap sahabat, karena ia tidak bisa melakukan apa pun.


"Meminta bantuan pada dragon white juga tidak mungkin"William menghela nafas,meregang kan dasi yg mengikat leher nya.


"Lalu kita harus bagaimana?jika ini memang sebatas lawan bisnis atau semacam nya saya bisa mengatasi nya,tapi ini tentang duania bawah,saya sama sekali tidak mengerti"sekertaris Steven menjawab jujur.


"Astaga ini sangat memusing kan"dokter Vilton memijat pelipis nya yg terasa gatal.


"Kau punya tempat penyimpanan senjata ilegal bukan?"William melirik ke arah Rokki, laki-laki itu mengangguk.


"Perketat keamanan mansion Steven,jika aku sendiri mati pun tidak masalah.tapi sekarang aku memiliki Rossi,rosse biru dan calon anak kami,aku tidak bisa gegabah sekarang"


Andai tidak ada rosse,Rossi biru dan juga calon anak ketiga mereka,mungkin William sendiri yg akan turun tangan.


Bagi William tidak masalah jika dia mati,tapi yg paling menyakit kan adalah melihat orang-orang yg paling ia kasihi terancam nyawa nya,itu sangat lah menyakit kan.


"Untung nya nona Kim belum mau ku ajak menikah,jadi aku tidak perlu memikir kan keselamatan nya sekarang"dokter Vilton berkata yakin,seakan bisa kau di ajak menikah.


"Cih kau terlalu percaya diri"Rokki berdecih.


"Izin kan beberapa anggota ku dari mafia red Devils untuk ikut mengaman kan mansion.aku tau ini sulit,tapi percaya pada ku Willi,mereka hanya anak buah ku yg ku percaya"


"Aku bisa apa sekarang tanpa bantuan kalian?"William hanya bisa menghela nafas.


"Ku rasa kalian harus pindah,ketempat yg mana orang tidak akan berfikir kalian akan pindah ke sana,dan yg pasti tempat yg sangat aman"


"Jakarta,titip kan mereka pada Rahardian?bukan kah dia sedang berada di Inggris? bertemu dengan nya hal yg mudah?"William mengangguk.


Rumah sakit.


Biru melirik ke arah handphone nya,air mata nya mengalir.


Rahardian koma,nyawa nya terancam,bantu doa sayang.


Masih terngiang di ingatan biru beberapa bulan lalu, ketika mereka bertemu di Korea,tepat nya di sungai Han, bagaimana laki-laki itu mampu mengubah pandangan biru.


flashback.


"bapak bagaimana bisa ada di Korea?"biru menyerah kan secup coklat hangat kepada Rahardian,Rosse dan Rossi, coklat hangat menjadi teman yg cocok di tengah-tengah dingin nya udara.


"Aku datang untuk pengobatan"


Jawaban yg berhasil membuat rosse,Rossi dan biru tersentak kaget.pengobatan,satu kata yg membuat mereka semua tentu keget,bukan kah selama ini Rahardian baik-baik saja, tubuh nya terlihat sehat, dan juga sangat vit,lalu sekarang, laki-laki itu datang ke Korea untuk pengobatan.


"Pengobatan?memang nya anda sakit apa pak?"biru tidak bisa menyembunyi kan kekhawatiran milik nya, sebagai mantan karyawan dan juga sahabat, tentu biru khawatir,mengingat di waktu dia kesusahan, Rahardian dengan tulus datang, mengulur kan tangan,memberi pertolongan untuk nya.


"Kanker otak"Rahardian menoleh ke arah biru,dapat di tangkap oleh nya wanita cantik ini terkejut bukan main mendengar jawaban nya.


Selama kepergian biru, kondisi Rahardian memang banyak mengalami perubahan,pola makan tidak sehat dan yg pasti tidak teratur, Hingga pada akhir nya rasa sakit di kepala semakin menyerang Rahardian,pada akhir nya dia tumbang dan harus terbaring lemah di rumah sakit,dengan berbagai alat medis yg berada di tubuh nya.


Setelah melakukan berbagai pemeriksaan, dokter di rumah sakit menyata kan bahwa Rahardian terkena kanker otak stadium 3. berulang kali Rahardian melakukan kemo terapi,membuat kepala nya yg dulu di tumbuhi dengan rambut hitam legam,yg selalu tersisir rapih,kini berubah menjadi botak.


Di sini lah Rahardian Sekarang, Seoul Korea Selatan.demi menuruti keinginan ibu nya, agar memiliki pengobatan yg baik dan benar, Rahardian di kirim ke Korea,demi kesembuhan nya.untung nya di Korea,dia memiliki seorang paman yg tidak lain adalah saudara kembar alm.daddy nya,yg berkerja sebagai salah seorang dokter jantung di rumah sakit besar.


niat hati untuk pergi sekedar menenang kan diri,mengingat besok Rahardian akan melakukan operasi,tapi takdir sedang berpihak kepada nya,dia bertemu dengan wanita yg sangat ia cintai,biru.


"Innalilahi,maaf pak Rahardian,biru baru tau"Rahardian hanya mengangguk, dia tidak mempermasalah-kan jika biru tidak tau, karena Rahardian memang sengaja menutupi nya.


"Ayah sakit?"Rosse menyentuh pipi yg terlihat kurus itu dengan jari-jari mungil nya,tidak lama isakan terdengar dari bibir peach milik Nya.


"Ya ayah sakit,tapi karena putri cantik ayah ada di sini,ayah yakin ayah akan sembuh, karena Rosse dan Rossi ada di sini,Rosse mau kan mendoakan kesembuhan ayah?"Rosse mengangguk,lalu memeluk leher Rahardian erat.

__ADS_1


"Lousse sayang ayah"


"Ayah lebih menyayangi mu"Rahardian melabuh-kan kecupan singkat di dahi Rosse,sebelum menyuruh gadis mungil itu kembali melanjut kan bermain nya.


"Biru,apa kabar?"Rahardian kembali membuka pembicaraan,setelah memasti kan Rosse dan Rossi berada di jarak cukup jauh,ada hak yg harus dia bicara kan pada biru, pribadi.


"Alhamdulillah pak,semua nya tenang di sini,saya berada jauh dari orang-orang yg bersiap menyakiti saya kapan pun"Rahardian terdiam.tentu dia faham,biru pasti menyindir ibu nya.


"Biru bisa kah aku bertanya sesuatu?"Rahardian tampak tahu menanya kan nya,membuat biru semakin yakin apa yg akan di tanya kan Rahardian,pasti sangat lah privasi dan sensitif.


Mengangguk.biru membiar kan Rahardian mengaju kan pertanyaan untuk nya.


"Kau sudah menemu kan Daddy kandung si kembar,itu kan alasan mu jauh-jauh ke Korea demi mengumpul kan uang?"


Diam.biru sama sekali tidak bereaksi, sekedar menunjuk kan ekspresi pun tidak.biru benar-benar bingung sekarang,itu memang alasan nya pergi ke Korea, mengumpul-kan uang demi mencari keberadaan Daddy si kembar.


Tapi,di saat biru tidak perlu bersusah payah mencari nya, laki-laki itu datang sendiri,biru sama sekali tidak perduli,bahkan dia melayang kan sebuah tamparan ke-pipi mulus William.


Rasa kecewa dan sedih serta amarah membuncah menjadi satu saat itu,hingga biru melupa kan anak-anak nya ada di sana, emosi nya terlalu di sulut,suara yg biasa nya tidak pernah meninggi,kemarin meninggi, akibat nya di hadapi biru sendiri,sifat Rosse yg bahkan masih sangat dingin ke pada nya.


"Hem, sudah"sekian lama terdiam,akhir nya biru menjawab,menuntas kan rasa penasaran yg di miliki oleh Rahardian.


"Dia siapa?di mana orang nya?"berondongan pertanyaan langsung Rahardian layang kan kepada biru,fokus nya hanya satu sekarang, kebahagiaan biru dan juga keterjaminan kehidupan si kembar, Rosse dan Rossi, karena Rahardian tau hidup nya tidak akan lama lagi.


"William, William Alexander Efron Smith.dia seorang pengusaha dari Inggris"


Mulut Rahardian terbuka karena sangat terkejut,tentu dia mengenal nama yg di sebut kan biru, laki-laki yg juga menanam saham di restauran nya beberapa tahun yg lalu.


Laki-laki yg wajah nya terus bermunculan di majalah bisnis,dan juga televisi-televisi, William, seorang trilliyuner muda dengan sejuta pesona yg bisa membuat siapa saja masuk dalam dekapan nya,pesona yg di miliki oleh William memang tidak perlu di ragu kan lagi.


"Trillionaire muda itu Daddy kandung si kembar?!"ingin menolak,tapi fakta di lapangan tidak mendukung,dengan berat hati biru mengangguk,mata nya berkaca-kaca,pasti Rahardian akan memarahi nya atas sikap egois nya selama ini.


"Lalu kenapa kalian masih ada di sini?"Rahardian mulai menerka-nerka,tidak mungkin kan laki-laki itu tidak menerima biru dan anak nya.


"Aku membawa anak-anak ku pergi"biru mendengar lawan bicara nya menghela nafas kasar, tidak ada yg bisa di lakukan biru kecuali meremas cup coklat di hadapan nya.


"Biru,kita semua tau betapa Rosse sangat ingin bertemu dengan Daddy nya,lalu kenapa kau hendak memisah kan mereka?biru belajar lah dewasa,kau bukan gadis yg baru lulus SMA ketika kita bertemu pertama kali nya kan?"Rahardian tidak habis fikir, bagaimana bisa biru mengambil langkah yg salah.


Sakit memang,secara tidak langsung Rahardian mendorong biru untuk mendekat ke pada laki-laki yg memperkosa nya dulu,pada hal di satu sisi cinta Rahardian untuk biru sangat lah besar.


"Aku harus bagaimana pak?aku bingung"biru menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan,dan mulai menangis.


"Kau harus bijak biru,kau tidak boleh egois,jika Rosse ingin Daddy nya maka beri kan itu,aku mengerti, aku juga sangat menyayangi mereka seperti anak kandung ku sendiri,berat memang rasa nya, tapi Rosse butuh seorang Daddy kandung"


Biru mendongak,mata nya menatap tajam,tampak nya dia tidak menyukai saran dari Rahardian, kebencian nya kepada laki-laki yg menghancur kan hidup nya sudah mendarah daging, laki-laki itu.


Tapi,di sisi lain biru tidak bisa mengorban-kan kebahagiaan putri kecil nya hanya demi keegoisan nya sendiri, Rosse tidak salah,hanya ego saja yg membuat biru salah mengambil langkah, hingga tanpa sadar dia memilih jalan yg salah.


"Aku harus bagaimana pak?"tanya biru bergetar, fikiran nya tengah kalut sekarang.


"Belajar lah dewasa,izin kan laki-laki itu bertanggung jawab kepada anak-anak mu,memberi kan kasih sayang yg seharus nya untuk Rosse dan Rossi,kita tau bagaimana rasa nya hidup tanpa figur seorang ayah biru"


Biru mengangguk, mungkin perkataan Rahardian benar,dia akan mulai menerima kehadiran William demi anak-anak nya, bagaimana pun si kembar berhak mendapat kan sakuh sayang yg seharus nya mereka miliki.


Untuk trauma,biar lah itu menjadi urusan biru.


"Aku semakin meyayangi mu adik ku"Rahardian mengelus kepala biru yg berbalut jilbab,dia baru menyadari wanita yg ada di sebelah nya telah banyak sekali berubah.


"Biru,tampak nya aku harus segera pamit"biru ikut berdiri, ketika menyadari seorang laki-laki tua datang,mengajak Rahardian untuk pergi.


"Rosse,ayah pamit,jaga diri mu Rossi juga, Assalamualaikum"Rahardian melangkah pergi begitu selesai mengucap kan salam.


"Ayo pulang!ini sudah terlalu larut"biru memeriksa waktu di jam tangan bermerek Dior di tangan nya,waktu sudah cukup malam,dan tidak baik-baik untuk anak-anak keluar malam-malam.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2