
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Flashback.
Tentang tuan besar Smith.
Smith di kenal dengan ketangkasan, kebaikan Kelembutan nya dan juga kepiawaian nya dalam bermain senjata tajam.
Dia tangan kanan dari seorang bos mafia besar yg menjadi musuh bebuyutan king mafia dragon white
Pada suatu malam,Smith terkejut ketika ia melihat seorang wanita muda dengan anak laki-laki Nya terkurung di sebuah tempat gelap.
Karena rasa penasaran yg di miliki oleh nya,dengan perlahan dan juga mengendap-endap,ia berjalan menuju penjara bawah tanah milik sang bos.
"Kau siapa?"dengan takut-takut wanita muda itu beringsuk kebelakang,memeluk erat tubuh putra nya yg berada di pelukan nya.
"Aku bukan orang jahat"Smith menggeleng,melihat wanita ini dia jago ingat dengan Lisa,sang kekasih yg akan di ajak nya menikah.
"Bagaimana kau dan anak mu bisa di sini?"Smith bertanya perlahan,mata tajam milik nya masih terus menatap ke arah anak laki-laki di gendongan wanita muda itu.
"Aku Liliana Constantine,ini putra ku Renald"
Deg!
Mata Smith langsung membola, Mulut nya sangat terkejut, Constantine tentu semua orang di dunia bawah mengenal nama itu,nama belakang dari seorang king mafia terbesar.
"Kau istri king mafia dragon white"wanita bernama Liliana itu mengangguk,tangan nya masih mendekap tubuh anak laki-laki Nya.
"Mommy aku lapar"Smith menatap iba kepada anak laki-laki yg merengek kelaparan itu.
"Aku memiliki roti,tenang ini tidak beracun Queen"tuan Smith meraba kantung celana milik nya, mencari-cari keberadaan roti yg sengaja ia beli agar dia tidak kelaparan ketika bertugas.
Dengan ragu-ragu tampak Liliana menerima roti itu,sebelum memberi kan nya pada sang putra,ia mencicipi lebih dulu,meyakin kan diri bahwa roti ini tidak mengandung racun yg akan membahaya-kan sang putra.
Setelah yakin bahwa itu terasa enak dan aman, Liliana secara perlahan langsung menyuapi sang putera.
"Queen maaf"Liliana mendongak, menatap dengan senyum lembut ke arah tuan Smith.
"Aku mengerti tuan,anda tidak lah salah,ini kesalahan atasan anda, terima kasih banyak karena telah memberi kan aku dan Renald makanan"tuan Smith hanya mampu terdiam, perkataan terima kasih yg di lontar kan Liliana terdengar sangat tulus di telinga nya.
"Boleh kah aku meminta bantuan anda lagi?"melihat wajah penuh harap yg di tampil kan nyonya Liliana,tentu saja ia tidak sanggup menolak.
"Saya akan berusaha sebisa mungkin Queen"walau pun nyonya Liliana adalah istri dari musuh sang bos,tidak sedikit pun tuan Smith membenci semua anggota keluarga king mafia.
"Terima kasih,tolong bawa Renald pergi,biar aku saja yg di bunuh,aku sangat mencintai putra ku,ku mohon bantu aku sekali ini saja,bawa dia bertemu dengan ayah nya"Liliana tampak menetes kan air mata nya.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin"hanya itu jawaban yg di keluar kan tuan Smith, dia bingung,ingin menolak tapi nyawa seorang anak kecil juga menjadi taruhan nya.
Bagi Smith tidak masalah untuk mengkhianati bos nya,yg paling penting sekarang,dia harus memilih jalan terbaik.
"Beri kan aku kertas dan juga pena,suami ku tidak akan percaya,dia bisa berfikir bahwa kau yg menculik kami"tuan Smith sesegera mungkin mengambil selembar kertas dan juga pena.
Tampak nyonya Liliana menulis sesuatu di kertas,di bubuhi tanda tangan nya.tidak lama wanita muda itu melepas kan kalung berlian yg melilit leher nya.
Mata nyonya Liliana berkaca-kaca,kalung berlian dengan batu Ruby biru itu adalah hadiah saat sang suami ingin melamar nya, sungguh berat berada di posisi wanita itu.
"Jaga dia untuk ku"setelah berkata seperti itu,nyonya Lisa langsung memakaikan kalung itu di leher Renald.
"Sayang,dia uncle baik,kau harus selalu mengingat nya seumur hidup,dia akan menolong putra ibu,kau harus membalas kebaikan nya suatu hari nanti,putra ibu orang baik kan?"nyonya Liliana menangkup wajah sang putra,dengan air mata yg terus berderai.
"Uncle baik"tuan Smith menoleh tersenyum simpul mendengar panggilan yg di keluar kan Renald pada nya.
"Ibu sangat mencintai mu"nyonya Liliana mengecup kening sang putra sebelum membiar kan laki-laki muda itu pergi.
Dengan tingkat lari yg cukup tinggi,tuan Smith berhasil membawa tubuh mungil Renald pergi.
__ADS_1
Melajukan mobil dengan sangat cepat, menuju mansion pribadi milik king mafia dragon white,dengan petunjuk dari si kecil Renald,sangat cepat,hingga tiba di sebuah mansion dengan penjagaan super ketat.
"Aku membawa tuan muda kalian,ini surat kuasa dari nyonya Constantine"tangan tuan besar Smith yg tengah menggendong tubuh Renald gemetar, karena ratusan senjata menodong ke arah nya.
"King!king!"seorang laki-laki datang,dia lah king mafia dragon white.
"King,ini surat kuasa dari Queen"king mafia dragon white terisak membaca surat itu,surat terakhir dari Liliana.
"Putra ku terima kasih karena telah menjaga nya"
Terpecah lah perang hebat di dunia bawah,nyonya Liliana tewas dan itu berhasil menyulut iblis dalam diri king mafia dragon white.
Flashback off.
"Renald, apa kabar Hem?uncle baik sangat merindu kan mu"tuan besar Smith memandang ke luar jendela.
2 Minggu kemudian.
Kamar utama.
Biru menghela nafas,mata nya terasa terus ingin terpejam,tapi apa daya tugas kuliah yg ia miliki terlalu banyak,tangan nya masih sibuk mengetik di leptop,sesekali berpindah pada pena.
"Rosse Rossi"biru bergumam lirih,secepat kilat ia pergi ke kamar sebelah,di mana kedua anak nya tengah bersiap tidur, dengan William yg memegang sebuah buku cerita.
"Mommy?mommy sudah belajal nya?kalau belum Ndak papa di tellusin lagi, Daddy akan membaca kan buku dongeng untuk lousse juga loussi,mommy bellajall lah"rosse mengusir biru mengguna kan kedua tangan nya.
"Tapi,apa kah kalian sudah meminum susu?"biru tidak memperduli kan permintaan dari rosse, dia bergerak cepat masuk kedalam, ketika mendapati tidak ada gelas susu,ia bergerak cepat turun ke dapur.
Walau pun terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan kuliah,biru tidak melupa kan tugas nya sebagai seorang ibu dan juga istri,dia membuat tiga gelas susu,untuk William rosse dam Rossi.
Setelah selesai,secepat mungkin ia beranjak memberi kan nya kepada suami serta anak-anak nya.
"Kau mau kemana biru?"William mengeryit melihat biru akan beranjak pergi.
"Mengambil leptop dan buku di dalam tas"biru menjawab secepat kilat,tidak memerlukan waktu lama ia telah kembali dengan leptop dan juga buku.
"Mommy lebih baik beristirahat jika lelah"Rossi mendekat ke arah biru, mengulas secara perlahan bahu sang mommy,mata biru benar-benar menunjuk kan betapa lelah nya ia sekarang.
"Honey, beristirahat lah,besok kan hari libur,kau bisa mengerja kan nya nanti, anak-anak pasti ingin di temani tidur oleh mu"William mengecup lembut rambut hitam biru.
"Iya"hanya itu jawaban yg di keluar kan oleh biru,ia ikut merebah kan tubuh nya di pinggir kasur,senyum tipis terukir di wajah William,biru termasuk seorang istri yg sangat penurut.
"Baik lah,Daddy akan mulai membaca kan cerita untuk ketiga anak-anak kesayangan Daddy ini"rosse, Rossi dan juga biru tertawa geli secara bersamaan, perkataan William tentu saja mengundang gelak tawa mereka.
"Daddy,mommy kan bukan anak nya Daddy,mommy istlli nya daddy"rosse masih terkikik geli.
William hanya tertawa kecil,mulai membaca kan cerita untuk di kembar,di saat si kembar sudah tertidur lelap,kini giliran William melakukan tugas nya untuk biru.
"Honey kau tidak boleh tidur dulu"biru hanya menggeleng,kembali memejam kan mata nya, ketika sebuah bibir mengecup lembut bibir nya.
"Baik lah anak baik,kau sudah bekerja keras hari ini"William kembali memandangi wajah cantik itu,wajah cantik yg berasal dari masa lalu nya.
Sebelum kejadian itu,William pernah bertemu dengan biru satu kali,saat dia tiba di Indonesia.
Bruk!
Seorang gadis cantik menabrak tubuh kekar William begitu laki-laki itu turun dari mobil,biru Anindita fresyah itu lah nama yg tertera di sana.
"Maaf tuan"biru mendongak,persekian detik sebelum berjalan menjauh.
William tersenyum-senyum sendiri mengingat awal mula pertemuan nya dengan biru, sebelum laki-laki itu beranjak dari duduk nya,memangku leptop biru bersiap membantu sang istri mengerja kan tugas kuliah nya.
Dengan bantuan dari dokter Vilton,akhir nya tugas biru telah selesai,sejenak William menghela nafas, kehadiran biru benar-benar merubah jalan hidup nya.
Keesokan hari nya.
"Rosse ayo bangun sayang"biru berusaha untuk membangun kan rosse,tapi percuma putri kecil nya itu tetap tidak ingin membuka mata nya.
__ADS_1
"Honey biar kan lah,mungkin dia sangat lelah,bukan kah kau libur hari ini,lebih baik ikut aku ke kantor"William yg baru masuk langsung menarik tangan biru.
"Ini untuk mu,pakai lah aku menunggu mu di bawah"biru menatap paper bag berwarna putih di tangan nya.
Ternyata di dalam nya ada sebuah gaun berwarna putih tulang dengan aksen renda di leher berwarna hitam.
"Pakaian ku kan di lemari masih banyak"biru bergumam lirih.
Memang di dalam lemari pribadi milik biru,ratusan pakaian masih belum terbuka bungkus nya,dia bukan tipe orang yg memakai satu kali pakaian,biru adalah orang yg menyukai satu jenis baju saja,bagi nya tidak masalah jika harus memakai nya berulang kali.
Biru memutus kan untuk segera bersiap-siap,bibir tipis nya di polesi Dengan lipstik peach.
"Jangan kau ambil putra ku!"baru juga menapak kan kaki di tangga terakhir,biru mengeryit heran mendengar suara bentakan yg di keluar kan oleh nyonya Lisa.
Kenapa dengan ibu mertua nya itu?.biru terus bergumam,sembari melangkah cepat menuju ke ruang tamu.suara benturan Hells yg menjaga kaki mungil biru terdengar memburu,mata ibu muda itu terus melihat kesana-kemari.
Terlihat nyonya Lisa tengah merentang kan tubuh nya, melindungi tubuh tegap sekertaris Steven,di depan nyonya Lisa terdapat seorang wanita muda dengan rambut merah menyala.
"Honey,kau sudah siap?wah-wah istri ku sangat cantik"William mendekat,menghadiahi kecupan singkat di pipi kanan biru,mata nya masih mengawasi keributan yg tengah terjadi.
"Hubby siapa dia?"biru tidak memperduli kan bibir yg sibuk mengecup pipi nya itu,fokus nya masih terpatri pada wanita berambut merah.
"Mommy kandung Steven"William seakan buta dengan kondisi di sekitar,ia masih sibuk memgecupi pipi kanan dan kiri biru secara bergantian.
"Oh,dia datang kemari untuk apa hubby?"biru mendongak, menatap langsung ke arah William yg juga menatap ke arah nya.
"dia ingin menjodoh kan Steven dengan seorang anak pengusaha hotel,yg rumor-rumor nya dia sedang mengandung anak laki-laki hidung belang"bukan nya mengecil kan nada suara nya,Ia malah mengencang kan nada suara nya.
"apa kah sekertaris Steven akan menurut?dan mengata kan ya?"biru semakin penasaran dengan kelanjutan cerita nya.
"tentu ya"biru terperangah mendengar jawaban yg di keluar kan oleh William.
"bagaimana bisa sekertaris Steven menerima nya?"biru membulat kan mata nya,rencana untuk menjodoh kan sekertaris Steven dan juga nisa buyar sudah.
biru menggigit bibir nya geram,tangan nya mengepal.
dia kenapa ya?
William menatap takut-takut ke arah biru,dari ekspresi wajah nya saja dia sudah menebak bahwa istri nya tengah kesal,tapi kenapa.
"berani sekali wanita ini memaksa sekertaris Steven"William terperangah mendengar suara yg di keluar kan oleh biru.
"honey memang nya kenapa?"William mengeryit heran.
"aku kan ingin menjodoh kan sekertaris Steven dan nona Kim"biru mengerucut kesal,sesekali mata nya melirik ke sekeliling,di lihat nya tuan besar Smith tengah duduk santai di atas sofa,sembari menyesap kopi.
"kenapa Daddy tidak marah melihat mommy sekertaris Steven membentak mommy Lisa"biru mengangkat sebelah alis nya penuh tanda tanya,terutama ketika melihat tuan besar Smith hanya diam.
"karena Daddy tau mommy akan menang"William juga menjawab dengan sangat santai,seakan tidak khawatir jika terjadi sesuatu pada sang mommy.
"tapi hubby aku sangat khawatir pada mommy,kenapa kau bisa sesantai ini sih!!"biru berkata tegas,dia tidak menyukai ketidakpedulian yg di tunjuk kan oleh William.
"karena mommy ku adalah wonder woman zaman kini"William mengecup bibir biru pelan, senyum tipis terukir melihat wajah marah yg di tunjuk kan oleh biru.
"dia tetap putra ku!aku yg melahir kan nya!"mommy sekertaris Steven membentak nyonya Lisa dengan suara yg sangat keras.
"aku yg membesar kan nya!aku lebih menyayangi nya!aku yg paling menyayangi nya!di saat ia terluka aku yg paling pertama membalut luka nya!dia putra ku"nyonya Lisa memeluk tubuh tegap sekertaris Steven dengan sangat erat.
air mata nya menetes secara perlahan,dada nya terasa sesak,percaya lah nyonya Lisa sangat menyayangi sekertaris Steven.
terutama ketika ia tau fakta laki-laki itu sangat menyayangi perempuan, hingga bahkan ketika mommy kandung Nya meminta nya bunuh diri sekertaris Steven pasti mau melakukan nya.
"mommy sangat menyayangi mu Steven"Nyonya Lisa membenam kan wajah nya di dada sekertaris Steven,terisak di sana.
"Steven juga mommy"sekertaris Steven hanya mampu berkata seperti itu, jasa-jasa nyonya Lisa sangat lah berarti untuk nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
__ADS_1
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.