Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Sakit


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Satu Minggu berlalu.


Biru berusaha sebisa mungkin untuk bisa mengatur waktu antara kuliah dan keluarga kecil nya,walau pun benar-benar sangat sulit bahkan sudah,tidak jarang dia selalu mengeluh dalam diam karena kelelahan.


Menghela nafas,biru duduk di bangku taman universitas.dia memang tidak memiliki teman, karena terlalu menjaga jarak.di tambah kehadiran dua bodyguard di sisi nya, membatasi ruang gerak biru.


Di tambah,banyak orang yg tau bahwa ia adalah Nyonya biru Anindita fresyah Smith,yg tidak lain adalah istri donatur sekaligus pemilik dari universitas ini.semakin membuat jarang yg ingin berteman dengan nya,entah memang tidak mau atau tidak suka,biru sama sekali tidak ambil pusing.


Biru benar-benar pusing.kepala nya terasa berdenyut,di ikuti wajah nya yg berubah pucat.kekebalan tubuh biru sebenar nya baik,namun efek stres dan segala macam,membuat nya bisa tumbang kapan saja.


"Thank you"biru menerima sebotol air mineral yg di beri kan seorang bodyguard.


Dari pada makan di kantin atau semacam nya, biru lebih memutus kan untuk makan di taman.dia tidak membawa nasi,nyonya Lisa hanya membawa kan bekal roti dan juga terkadang makanan ringan.


Mertua idaman.satu kata yg mampu mewakili nyonya Lisa, wanita paruh baya itu sangat perhatian.dia tau menantu nya pasti sangat lelah, mengatur waktu.


Ting!


Untung saja sekarang waktu nya untuk pulang.begitu sampai di dalam mansion,biru langsung merebah kan tubuh nya di kasur king size.


Jam demi jam berlalu,si kembar pulang dari sekolah di jemput oleh sopir.


"Grand ma,di mana mommy?"Rossi yg baru selesai berganti baju datang,membawa kan sisir untuk menyisir rambut milik saudari kembar nya, Rosse.


"Mommy sedang istirahat,biar kan mommy tidur.lebih baik kita segera makan"Rosse dan Rossi mengangguk, mendengar jawaban dari nyonya Lisa.


"Biar Rossi saja grandma"Rossi mengambil alih sendok di tangan nyonya Lisa,lalu menyuapi saudari kembar nya dengan pelan.


"Di mana biru mom?"tuan besar Smith juga ikut menanya kan keberadaan biru, karena tidak biasa nya biru tidak ikut makan siang.


"Sedang istirahat dad"tuan besar Smith mengangguk-angguk kan kepala nya,faham.


"Ayo makan dad!"nyonya Lisa menyaji kan piring untuk tuan besar Smith, lengkap dengan lauk dan juga nasi.


Di kamar utama,biru masih tidur dengan sangat lelap.hingga tidak menyadari waktu telah berjalan cukup lama,bahkan berubah sore.


Dia terlalu lelap tertidur, bahkan sampai lupa melaksana-kan shalat Dzuhur dan ashar.rambut sebahu nya berhamburan menutupi wajah nya.


Ceklek!


Pintu terbuka.


William masuk dengan wajah lelah nya,jas tersampir di lengan kanan,dasi entah ke mana,lengan kemeja sudah di gulung.


"Biru kenapa?"William bergumam lirih,tidak biasa nya biru tidur sehingga tidak menyadari kepulangan nya.


"Mungkin dia lelah"William memilih untuk berfikir positif,melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


30 menit berlalu,William keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit di pinggang nya.dada bidang dan kotak-kotak tercetak jelas,membuat banyak Wanita rela menjatuh-kan diri di bawah,hanya untuk menyentuh dada bidang yg telah sah menjadi milik biru.


"Belum bangun?"William memutus kan untuk mendekat,meletak kan punggung tangan kanan nya di dahi biru,merasai suhu tubuh milik sang istri.


"Panas!"teriak William panik,dengan cepat dia berhamburan keluar tanpa memperduli kan kondisi nya yg hanya memakai handuk saja.


Langkah kaki terburu-buru itu sontak membuat Nyonya Lisa,tuan besar Smith, Rosse dan Rossi yg sedang bersantai di ruang keluarga menoleh secara bersamaan.

__ADS_1


"Alex ada apa?"nyonya Lisa segera berdiri dari duduk nya,menatap heran dan tidak suka kepada sang anak,yg keluar hanya mengguna-kan handuk.


"Steven! telpon dokter sekarang!"sekertaris Steven yg masih berlari mendekat ke arah William, belum Juga selesai mengatur nafas,dia sudah mendapat kan perintah.


"Daddy ada apa!"Rossi menggengam tangan rosse,ikut panik.


"Nanti saja jelas kan Nya!ayo kita ke kamar"Nyonya Lisa menarik tangan kekar William,semua orang ikut mengekor masuk ke dalam kamar,begitu juga kepala pelayan.


"Mommy!"Rossi memeluk erat tubuh sang kembaran, yg hendak memberontak menghambur ke arah biru.


Ya,walau pun kondisi biru terlihat baik-baik saja,rambut nya tertutup dengan hijab walau pun sangat berantakan, Karena willliam memakai kan nya dengan terburu-buru.


"Kita tunggu dokter!"baru saja nyonya Lisa berujar,pintu kembali di dobrak kasar oleh dokter Vilton.


"Ada apa?"Dokter Vilton berjalan mendekat ke arah ranjang,bersiap memeriksa keadaan biru.


Hening.semua orang yg berada di dalam kamar hanya diam, melihat dokter Vilton melakukan pemeriksaan terhadap biru.raut wajah cemas tidak bisa di sembunyi kan oleh semua orang.


Dokter Vilton memasang kan infus di punggung tangan biru,menulis kan resep obat untuk di tebus.


"Steven,ini resep nya cepat di tebus"sekertaris Steven bergerak cepat mengambil kertas bertulis-kan resep yg harus ia tebus,berjalan dengan langkah cepat keluar.


"Nyonya biru baik-baik saja,dia hanya kelelahan, kondisi nya benar-benar tidak fit,di tambah dengan demam tinggi yg di derita nya"jelas dokter Vilton singkat,tidak lupa dokter muda itu meminta kepala pelayan untuk mengambil air hangat dan juga handuk.


"Biar Alex saja mommy"willliam mengambil alih baki berisi air hangat.dia tidak ingin sama sekali seseorang berani menyentuh kulit halus sang istri.


Perlahan, William mulai mengompres dahi biru.tampak biru menggeliat, ketika sesuatu yang basah menyentuh dahi nya.


"Tuan"sapa biru.


"Diam,kau sedang sakit sekarang"biru diam, kembali memejam kan mata nya yg terasa sangat berat.


"Ini tuan muda"sekertaris Steven datang dengan obat-obatan di tangan nya.


"Ayo!"nyonya Lisa menggiring anak-anak untuk keluar kamar, sekertaris Steven tetap berdiri di samping William,memperhati kan sang tuan muda yg sedang membantu biru untuk bersandar pada headbord ranjang.


"Ayo makan biru"biru diam,tidak menolak dia mulai membuka mulut nya,membiar kan William menyuapi nya.


"Kau baik-baik saja?ada keluhan?kepala mu pusing?"William memberondong biru dengan banyak pertanyaan.dia benar-benar khawatir karena keadaan sang istri,wajah yg biasa nya selalu bersinar sekarang berubah sangat pucat.


"Aku baik-baik saja hubby"bohong biru.tentu dia tidak baik-baik saja sekarang,kepala nya terasa sangat berdenyut hebat.


"Steven!aku mau bicara"kepala dokter Vilton menyembul dari balik pintu,membuat sekertaris Steven mau tidak mau menurut,pamit undur diri demi berbicara dengan dokter Vilton.


"Ada apa?"sekertaris Steven dan juga dokter Vilton tengah berada di dalam kamar pribadi milik sekertaris Steven.


"Kau punya nomor nona Kim?"


Hah?


Sekertaris Steven memasang tampang terkejut.dia fikir apa yg akan di bicara kan oleh dokter Vilton menyangkut kesehatan sang nona muda,biru.tapi ternyata, laki-laki ini hanya menanya kan nomor telepon nona Kim.


"Ada"singkat sekertaris Steven.jawaban singkat yg mampu membuat mata dokter Vilton langsung berbinar bahagia,dia menatap ke arah sekertaris datar itu,dengan tatapan berbinar seperti anak kecil.


"Bisa kau memberi kan nomor nya pada ku?"sekertaris Steven mengukir senyum sinis,tapi tidak urung memberi kan nomor Nisa kepada dokter Vilton.


"Kau tau Steven,gadis ini benar-benar cantik, ketika pertama kali aku melihat nya, jantung ku susah berdebar tidak karuan"senyum-senyum sendiri, dokter Vilton menatap ke layar handphone nya,di mana tampak foto Nisa terpajang di sana.


Foto gadis berhijab dengan tampang dingin dan mata yg tajam tentu saja mampu membuat siapa saja terpesona,tidak terkecuali dokter Vilton dan juga sekretaris Steven.

__ADS_1


"Lebih baik mundur"sekertaris Steven menatap ke arah dokter Vilton,raut wajah nya berubah serius.


"Jangan bilang kau menyukai nya!jangan ambil dia dari ku Steven"dokter Vilton mulai merengek.


Sekertaris Steven hanya diam,bukan itu alasan nya menyuruh dokter Vilton untuk menjauh.melain kan dia tau seberapa besar cinta Nisa kepada sosok sekertaris wahyu,bahkan untuk berusaha mengganti kan posisi nya saja, sekertaris Steven merasa tidak sanggup.


"Dia memiliki laki-laki yg di cintai nya"dokter Vilton tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban yg di beri kan sekertaris Steven,di luar ekspektasi nya.


"Sekertaris Wahyu kan?aku sudah tau"tentu saja dokter Vilton sudah tau.sebelum benar-benar menyukai Nisa,dia sudah mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya, tentang siapa gadis itu.


"Dia pernah menjadi istri ke dua,tepat nya rahim pengganti,kekasih nya belum lama ini meninggal"sekertaris Steven mengeryit,tidak menyangka bahwa dokter Vilton tau banyak.


"Ada satu rahasia besar"sekertaris Steven mengukir senyum kemenangan.tentu saja hanya keluarga Smith yg tau siapa Nisa Sebenar nya.


Nisa,gadis yg akrab di sapa black rose di dunia bawah.salah satu pimpinan tertinggi di klan mafia Dragon white,walau pun tidak berkecimpung langsung,tapi nama black rose cukup terkenal.berdiri sejajar dengan putra pemimpin dragon white,dan pemilik nya langsung.


"Memang nya apa!beri tau aku Steven!"pekik dokter Vilton.


Kembali ke kamar utama.


"Sudah?"melihat biru mengangguk,William menjauh kan gelas berisi air putih,meletak kan nya di nakas.


"Aku baik-baik saja"biru mengulas senyum pucat,meyakin kan William bahwa ia baik-baik saja, karena sedari tadi laki-laki tampan itu tidak memaling kan pandangan nya sedikit pun dari biru.


"Kau mau tidur biru,ayo tidur lah"William bergerak cepat mendekat ke arah tempat tidur,merebah kan tubuh nya di samping biru.merentang kan satu tangan kanan nya, menepuk-nepuk nya agar biru mau tidur di sana.


"Terima kasih"hanya itu yg di gumam kan oleh biru, sebelum merebah kan kepala nya di lengan kekar milik William.


Senyum tipis terukir di wajah William,dengan lancang bibir nya mengecup kening milik biru.tangan satu nya ia guna kan untuk mengelus rambut hitam sebahu milik Biru.


Perlahan mata biru terpejam, seiring dengan elusan lembut di rambut hitam milik nya.terlelap dalam dekapan hangat sang suami,deru nafas halus menyapa leher tegap milik William.


"Aku akan memaksa mu untuk mencintai ku"gumam William pelan.


Tujuan nya sekarang adalah menaklukan hati biru,agar wanita yg sudah berstatus sebagai istri nya itu menjadi milik nya seutuh nya.


Walaupun sudah menikah,masih terdapat tembok pembatas yg di bangun biru.william menghormati dengan baik,ia sadar diri bahwasa nya biru berhak, karena semua itu berawal dari nya.


"Sudah tidur ya?"gumam william pelan, secara perlahan ia meletak kan kepala biru pada bantal,lalu turun dari ranjang secara perlahan.


pintu balkon terbuka.william terus memandangi taman pribadi milik keluarga Smith yg berada di area mansion, perkerjaan nya memang banyak,tapi sekarang kesembuhan biru adalah fokus utama nya sekarang.


William melirik ke arah samping, tubuh nya yg hanya berbalut piyama tidak mampu membuat tubuh kekar nya terasa hangat,masih sangat dingin.


Indonesia.william memiliki jadwal untuk berkunjung ke Indonesia,rencana nya dia akan mengajak biru, sekedar bermain ke rumah sang ibu mertua.


dert,dert.


handphone milik William bergetar,sebuah pesan masuk dari sekertaris Steven.


laki-laki yg nona muda cintai adalah adalah Andi tuan, laki-laki yg menjadi Sahabat nona muda sedari kecil.menurut anak buah yg saya tugas kan, laki-laki itu berstatus duda.


William menghela nafas, ketika membaca pesan yg baru di kirim kan oleh sekertaris Steven.


masalah bertambah,ketika ia saja belum bisa mendapat kan biru, bayang-bayang masa lalu sang istri menghantui,cita pertama pada sahabat masa kecil,walau pun biru masih sah menjadi istri nya, William yakin di sudut hati terkecil biru,masih terdapat nona Andi di dalam nya.


semangat,demi si kembar mau tidak mau willliam harus mengerah kan kemampuan nya,untuk menakluk kan hati biru.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2