
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Biru menghela nafas,mendekat ke arah William,berulang kali berbisik agar sang suami mau menghenti kan pertanyaan demi pertanyaan yg terus di lontar kan oleh sekertaris Steven.
"Honey, biar kan Steven mengeluar kan segala keluh kesah nya selama ini, sebagai istri ku kau di wajib kan untuk melihat nya"William mengecup bibir biru,masih sibuk mengamati drama yg terjadi.
"Steven, aku aku benar-benar mencintai mu,hanya saja saat itu aku"
"Apa!"sekertaris Steven Langsung memotong perkataan Rebecca.
"Baik lah kita lanjut kan pernikahan ini"biru terbelalak kaget mendengar keputusan sekertaris Steven.
"Hubby,ini tidak salah kan?"biru jelas Bingung, bagaimana bisa sekertaris Steven melanjut kan pernikahan pada hal sudah di khianati.
"Ini keputusan nya sayang,kita tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah nya"William sudah menduga nya sedari awal,sekeras apapun mereka berusaha,Steven tetap teguh pada pendirian nya.
Pada akhir nya sekertaris Steven dan juga Rebecca mengucap kan janji suci di hadapan tuhan.
Menghela nafas,biru menatap iba ke arah sekertaris Steven, ketika di suruh untuk mencium mempelai wanita, laki-laki itu langsung mundur satu langkah, enggan melakukan nya.
"Aku beruntung,Allah mentakdir kan bertemu dengan mu,kau wanita terbaik yg pernah aku kenal biru"William mencium tangan biru yg berada di dalam genggaman nya.
"Mommy!itu nona Kim"suara nyaring pekikan rosse membuyar kan keromantisan antara William dan juga biru,secara bersamaan mereka menoleh, ternyata benar Nisa datang.
"Nona Kim!aku benar-benar merindukan mu"biru berdiri dari duduk nya, sesegera mungkin menghambur ke pelukan Nisa.
"Aku juga,kalian apa kabar? bagaimana dengan kandungan mu biru"biru hanya mengangguk,mengelus perut nya yg masih terlihat rata.
"Maaf aku harus segera ke sana"karena waktu yg cukup singkat,Nisa memutus kan untuk segera mendatangi sekertaris Steven dan mempelai wanita.
"Mommy rosse mau ikut"rosse berjalan mengikuti langkah Nisa.
"Happy Wedding day,semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian"Nisa menyerah kan sebuah kotak kado ke arah sekertaris Steven.
"Terima kasih atas kedatangan nya nona"sekertaris Steven menjawab singkat,tapi pandangan mata nya ke arah Nisa mampu membuat Rebecca cemburu.
"Selamat nona,maaf tidak bisa berlama-lama"Nisa memeluk tubuh Rebecca erat,sebelum melangkah pergi meninggal kan tempat acara.
"Uncle selamat,rosse mengucap kan selamat yg benar-benar tulus dari hati.ya walau pun rosse sedih,pasti mansion sepi karena laki-laki tampan di mansion hilang satu persatu,ini dari rosse dan juga Rossi Tante"rosse mengulur kan kotak kado ke arah Rebecca.
"Terima kasih princess"sekertaris Steven mengecup singkat kening Rosse.
"Stev,maaf tidak bisa berlama-lama ibu hamil perlu banyak istirahat,iya kan sayang?"William bertanya pada biru.
"Iya maaf tidak bisa berlama-lama"biru hanya mampu meringis,sebenar nya ia belum mau pulang,tapi apa daya,William terus memaksa.
"Son mommy sangat menyayangi mu"nyonya Lisa mendekat ke arah Steven, memeluk erat tubuh putra angkat nya itu.
"Stev juga mom,jaga diri baik-baik"setelah berpamitan, keluarga besar Smith itu langsung melangkah pergi.
"Mommy"Rossi yg duduk di pangkuan biru bersuara.
"Ya?ada apa sayang"biru mengelus kepala Rossi lembut,menatap ke arah wajah tampan sang putra.
"Rossi bingung, kenapa uncle Steven mau menikah dengan wanita itu?kan wanita itu sudah hamil anak laki-laki lain?"akhir nya pertanyaan yg sedari tadi di pendam oleh Rossi tersampai kan juga.
"Mungkin uncle Steven mencintai wanita itu"biru menjawab lembut,tapi tatapan nya menerawang,ia jelas tengah berfikir sesuatu.
"Cinta?arti nya mommy juga mencintai Daddy?"Rossi menatap penuh selidik ke arah biru,lalu William, menerka-nerka apa kedua orang tua nya ini saling mencintai.
"Tentu saja,jika mommy tidak mencintai Daddy,mana mungkin mommy bisa bertahan dengan laki-laki super menyebal kan dan juga super posesif seperti Daddy kalian ini"biru tertawa mendengar jawaban nya sendiri.
"Bisa saja karena simbiosis mutualisme,kedua belah pihak sama-sama untung"
William terperangah mendengar praduga yg di keluar kan oleh Rossi,secepat mungkin ia menggeleng.
"Daddy sangat mencintai mommy mu son"William menatap penuh keyakinan ke arah biru,tatapan penuh cinta.
"besok kita ke Korea"begitu sampai di mansion,William mengata kan sesuatu yg benar-benar mengejut kan.
"apa?untuk apa kita pergi ke Korea Daddy?"Rossi yg pertama kali bereaksi,menatap heran ke arah William,dalam hati ia bertanya,apa presedir bisa bertindak sesuka hati.
"Daddy ingin makan kimchi langsung di negara nya"
hah!
biru terperangah kaget mendengar permintaan William.
"apa hubby mengidam?"pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir biru,mata coklat milik nya masih terus memandang heran ke arah William.
"mungkin saja,dulu kurang lebih empat tahun yg lalu,aku juga mengidam.mungiin mewakili diri mu, saat kau mengandung rosse dan Rossi,aku terbang langsung ke Thailand untuk makan langsung massaman curry"
baik biru,rosse mau pun Rossi sama-sama tergelak mendengar penuturan yg di sampai kan William,ada sudut hati biru yg tidak percaya,bahwa laki-laki itu terkena sindrom simpatik.
"inti nya aku ingin besok kita semua ke Korea"William berujar lantang,pipi nya memerah karena malu, bagaimana tidak dia membuka aib nya sendiri.
"ayo lah dad,Rossi lelah jika terus berjalan-jalan"Rossi merebah kan tubuh nya ke sofa,menghela nafas, kemudian memejam kan mata nya secara perlahan.
"jika kau lelah,Daddy akan meminta pengawal khusus untuk menggendong mu"William menjawab enteng, seakan tidak peduli dengan penolakan halus yg di beri kan Rossi.
"hubby,jangan terlalu memanja kan mereka"biru menatap tajam ke arah William,dia sangat pusing, karena setiap hari William selalu memanja kan anak-anak nya.
pada hal,dulu biru selalu mendidik rosse dan Rossi untuk menjadi anak yg mandiri,bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain,dan juga mampu berfikiran dewasa.
"honey,aku hanya ingin mereka menikmati hasil kerja keras ku selama ini"William menatap dengan binar binar yg sangat lucu ke arah Biru.
__ADS_1
"Daddy rosse dan juga sparkel melihat piano yg sangat indah di ujung sana"rosse yg baru datang bersama Dengan seekor kucing besar hadiah dari tuan besar Smith, langsung menunjuk ke arah sebuah ruangan.
"Daddy bisa memain kan nya,kau mau mendengar princess"William berdiri dari duduk nya, menggendong tubuh mungil rosse.
"honey ayo!"biru yg awal Nya enggan,akhir nya ikut berdiri dari duduk nya, mengikuti langkah kaki sang suami.
di sebuah ruangan dengan ukuran yg tidak terlalu besar, beberapa alat musik di susun dengan sangat rapi,ada piano, gitar, drum band,biola,suling, trompet dan beberapa alat lain nya.
ruangan musik.begitu lah tulisan yg berasal dari ukiran kayu di depan ruangan bercat putih itu.
"Daddy ini ruangan musik kan?rosse suka musik"rosse yg masih menggendong kucing kesayangan,mulai berlarian ke sana kemari,menatap indah nya ruangan musik.
"ini semua milik mu girl"Wiliam duduk di depan sebuah piano, perlahan tangan kekar nya mulai menekan satu-persatu tuts.
I'm going under and this time I fear there's no one to save me
This all or nothing really got a way of driving me crazy
I need somebody to heal
Somebody to know
Somebody to have
Somebody to hold
It's easy to say
But it's never the same
I guess I kinda liked the way you numbed all the pain
Now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
I'm going under and this time I fear there's no one to turn to
This all or nothing way of loving got me sleeping without you
Somebody to heal
Somebody to have
Just to know how it feels
It's easy to say but it's never the same
I guess I kinda liked the way you helped me escape
Now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
And I tend to close my eyes when it hurts sometimes
I fall into your arms
I'll be safe in your sound 'til I come back around
For now the day bleeds
Into nightfall
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
But now the day bleeds
Into nightfall
__ADS_1
And you're not here
To get me through it all
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
I let my guard down
And then you pulled the rug
I was getting kinda used to being someone you loved
William menutup nyanyian nya, ternyata suara presedir dari Smith group itu sangat lah merdu dan indah.
"wah Daddy suara Daddy sangat indah"rosse berjingkrak heboh,sembari menatap penuh kekaguman ke arah William.
"terima kasih my princess"William mengecup Kening rosse.
"Daddy aku ingin memakan nasi goreng"rosse merentang kan tangan nya ke arah William.
"baik sayang,biar Daddy buat kan"William menggendong tubuh mungil rosse ke dapur.
"mommy Rossi mau ikut Daddy masak"biru mengangguk.membiar kan putra bungsu nya mengikuti langkah kaki Steven, sementara ia kembali ke kamar,untuk membersih kan diri.
"ada apa son?kau mau makan sesuatu?biar Daddy buat kan"
hubungan William dan juga Rossi memang semakin dekat, mereka mulai terbuka satu sama lain,William berhasil mendapat maaf dari Rossi,dan Rossi berhasil menerima kasih sayang dari William.
"aku ingin spaghetti bolognese Daddy"
"oke dua porsi spaghetti bolognese siap Daddy buat"William menggulung lengan kemeja nya, bersiap untuk memasak.
"Daddy benar-benar tampan jika sedang memasak"rosse yg duduk di dekat Rossi tidak henti-henti nya berdecak kagum.
"di mana mommy kalian?"di tengah-tengah aktivitas nya memasak,William menyempat kan diri bertanya di mana keberadaan sang istri.
"mommy istirahat di kamar dad"jawab rosse singkat.
"oh baik lah, jangan ganggu mommy kalian untuk sekarang"singkat William.
tidak membutuh kan waktu lama,pesanan rosse dan juga Rossi akhir nya sudah siap,menyajikan dengan penuh kasih sayang,William harap-harap cemas menanti reaksi si kembar tentang masakan nya.
"enak dad"Rossi yg pertama kali memuji.
"ya Daddy tau,sedari dulu Daddy memang pandai memasak"William membusung kan dada bidang nya bangga,tidak lupa senyum angkuh yg selalu tercetak di bibir Nya.
"rosse mau belajar masak Daddy"dengan mulut yg penuh nasi goreng,rosse berujar.
"tentu,Daddy akan mengajarkan putra-putri Daddy ini untuk memasak"William tersenyum bahagia, memiliki rosse dan Rossi serta biru menjadi keberuntungan tersendiri.
"kalian tau Daddy bahagia memiliki kalian berdua dan juga mommy kalian.awal nya Daddy sana sekali tidak berfikir untuk menikah secepat nya.yg Daddy fikir kan hanya berkerja berkerja dan juga mencari uang,tapi ternyata Allah mentakdir kan kalian"
suasana yg tadi penuh dengan canda tawa,mendadak berubah menjadi sangat serius.william mulai mengutara kan kebahagiaan Nya, memiliki rosse dan Rossi serta biru dalam hidup nya.
"Daddy memang tidak mengetahui kehadiran kalian,tapi percaya lah Daddy selalu berusaha yg terbaik"William menggenggam tangan Rossi erat.
"Daddy kami juga menyayangi Daddy.rosse dan Rossi beruntung memiliki dua ayah secara langsung"rosse menatap penuh berkaca-kaca ke arah William.
"ya, Daddy lebih beruntung karena memiliki kalian berdua dalam hidup Daddy,bukan hanya beruntung tapi Daddy merasa sangat beruntung"William mengulas senyum manis.
"terima kasih dad,kami semua sangat menyayangi mu"dingin.tapi percaya lah kali ini Rossi benar-benar bersungguh sungguh dengan ucapan nya.
"ya.tumbuh lah dengan baik,rosse Rossi ingat,kalian adalah harta Daddy yg paling berharga"William berkaca-kaca,entah apa tapi ia menyakini sesuatu,tidak lama lagi akan terjadi hal buruk.
"Daddy kenapa? semua akan baik-baik saja bukan?"menatap penuh tanda tanya,Rossi tidak lupa menggenggam erat tangan kekar milik sang Daddy.
"Daddy sangat berharap"William menghapus air mata nya yg mengalir bebas tanpa henti.
"cepat habis kan makanan kalian"William masih mengamati kedua anak nya yg makan dengan sangat lahap.
"kira-kira uncle Steven sedang apa ya?mendadak rosse merindu kan nya"rosse bergumam sangat lirih.
"kau harus terbiasa princess,uncle Steven tidak akan tinggal di mansion ini"
setau William, Steven memutus kan untuk angkat kaki dari rumah ini setelah menikah, sekertaris nya itu memilih untuk tinggal di apartemen nya pribadi.
"Daddy,kenapa uncle Steven tidak tinggal di mansion ini lagi,kan mansion ini sangat besar,memang sih para pengawal dan juga para maid ada yg tampan,tapi kan tidak setampan uncle Steven"rosse menunduk.
laki-laki tampan.satu kata yg membuat rosse selalu bersemangat menjalani hidup hidup nya.
bagi rosse, laki-laki tampan itu sana dengan udara bagi hidup nya.
jadi tanpa laki-laki tampan,rosse tidak akan bisa hidup dengan baik.karena itu, laki-laki tampan sangat lah penting bagi rosse.
"my princess,uncle Steven hanya pindah.uncle Steven bebas berkunjung ke mari kapan pun uncle mau,jadi kau bisa bertemu dengan nya"William memberi suntikan semangat.
dengan lesu,rosse mengangguk pasrah,menolak pun ekspetasi tidak akan melampaui realita nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1