Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Biru bertemu dengan William


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Mrs.kim, terima kasih anda menerima permintaan istri saya untuk mengurus ulang tahun pernikahan kami,kami merasa sangat beruntung,orang nomor tiga terkaya di Korea Sudi mengambil alih pesta kecil ini"


Nisa tersenyum tipis bibir nya masih sangat pucat pasi,teh di hadapan nya tidak dapat menghangat kan tubuh nya, gatal mulai menyerang,tubuh nya memang sangat sensitif terhadap udara karena memiliki alergi.


"Kau tampak pucat Mrs.kim mau ku panggil kan dokter?"nyonya Lisa tersenyum lebar mendengar perhatian yg di beri kan Steven pada Nisa.


"Nona Kim,dada mu sesak?mana yg sakit?"biru langsung panik, kondisi imun Nisa memang lebih lemah dari orang lain,itu lah alasan kenapa banyak yg menjaga nya.


"Tidak apa, hanya kelelahan"biru menatap tajam ke arah Nisa,selalu saja itu alasan nya.


"Ini?"biru tergugu ketika melihat lengan Nisa telah di tumbuhi bercak-bercak merah,alergi kambuh,dengan cepat biru mengambil alih tas Nisa,lalu mulai mencari keberadaan obat alergi.


"Uncle!"belum selesai masalah Nisa,biru kembali di kejut kan dengan Rosse sang putri yg tiba-tiba loncat dari pangkuan nya, memekik keras dan melengking,biru sang ibu bahkan sampai geleng-geleng.


Seorang laki-laki dengan setelan jas resmi berwarna abu gelap baru saja masuk,raut wajah lelah tidak dapat di sembunyi kan dari wajah tampan nya.


Agar bisa bertemu dan menghabis kan waktu seharian dengan Rosse, William harus mengatur ulang jadwal nya,jadi lah banyak pertemuan yg menjadi berantakan.


Sekertaris Steven,sebagai seorang sekretaris yg baik dan benar, dia mengatur ulang jadwal yg di miliki william,meminta para relasi bisnis untuk mengerti,dengan alasan yg tidak di beri tahu kan akhir nya semua relasi bisnis mengerti.


Pusing.satu kata yg mewakil kan seorang William Alexander Efron Smith,jadwal nya benar-benar padat,tubuh nya yg sebenar nya telah lelah di paksa untuk terus berkerja.


Sebenar nya William lelah,namun sebagai seorang bos yg baik dia tidak akan pernah berdiam diri,membuat kan para anak buah nya yg berkerja.


Tapi semua rasa lelah itu hilang ketika melihat sosok mungil nan cantik tengah berlari ke arah nya,rambut di kuncir kuda membuat nya sangat cantik,Rosse peri kecil yg dalam beberapa jam mampu mengubah dunia seorang tuan muda Smith.


"Hey princess,how are you?"William langsung menyambut tubuh milik Rosse yg berlari ke arah nya, menggendong lalu mengecup pipi gembul milik Rosse.


Dalam waktu yg singkat, ikatan bathin milik ke dua nya terjalin kuat,William yg sedari dulu terkenal dingin dan kejam berubah drastis ketika bersama dengan sosok Rosse, gadis mungil dengan banyak aura positif.


"I'am fine"Rosse mengulas senyum lebar ketika melihat kedatangan laki-laki kesayangan nya itu.


Berbanding terbalik dengan biru,jantung nya berdetak kencang,tangan yg sedang memegang botol obat milik Nisa mendadak gemetar.


Suara itu!suara itu!


Biru menarik nafas,tanpa sadar mata nya berkaca-kaca,sekuat mungkin biru menahan untuk jangan menangis, nafas nya memburu hebat,jantung nya ikut berdetak kencang.


Kejadian itu,malam kelam itu.


Sekali lagi,biru kembali mengingat nya,mengingat malam di mana seseorang menculik nya lalu dengan paksa memperkosa nya,membuat semua nya hancur lebur dalam sekejap.


Tidak!hanya suara nya saja yg sama,walau pun tidak melihat wajah laki-laki itu,suara nya,walau pun empat tahun telah berlalu,biru masih mengingat nya,menyimpan di memori otak nya.


"Uncle pelkenal kan ini mommy na lousse"


Langkah kaki itu mulai berjalan mendekat mengiri ucapan dan celotehan yg di keluar kan dari bibir mungil Rosse, keringat dingin mulai membasahi tubuh biru,dia takut sangat takut,trauma itu nyata dan ada.


"Mommy, pelkenal kan ini uncle Willi"


Mengulas senyum lebar,biru berusaha berdiri dengan baik di atas kaki nya yg terus menerus bergetar,begitu berbalik.

__ADS_1


Deg!


Manik tajam sebiru lautan milik William, langsung berhadapan dengan manik coklat polos milik biru,untuk sesaat kedua nya tertegun,tapi biru, perlahan dia melangkah mundur,menghela nafas, berusaha berfikir positif.


Manik mata itu.


Manik mata yg memandang nya bak hewan buas,manik mata yg bersinar di keremangan malam tragedi itu,tidak kau salah biru,dia bukan orang nya,bukan.


"B-b-iru"terbata-bata, biru berusaha untuk menguasai diri nya agar dia bisa berbicara dengan lancar dan baik,namun naas karena terlalu tertekan,botol obat milik Nisa terjatuh dari tangan nya,untung nya Nisa dengan sigap mengambil nya.


"William"singkat.


"Mommy"Rossi langsung menarik tangan sang mommy untuk duduk,tidak lama William juga ikut duduk di sebelah biru,dengan princess Rosse di pangkuan nya.


"Bisa kita mulai sekarang"Nisa yg merasa tubuh nya tidak benar-benar fit langsung memulai mengambil i-Pad di dalam tas nya.


"Baik lah Nyonya,kami memiliki beberapa tema,anda tinggal pilih ingin outdoor,indoor atau dua-dua nya"Nisa mulai menjelas kan secara rinci.


Seperti biasa walau dalam kondisi tidak baik-baik saja,Nisa selalu menyajikan yg terbaik, keprofesionalan nya sebagai desainer menang tidak perlu di ragu kan lagi.


Biru,ibu muda itu sibuk memperhati kan secara rinci,dan terkadang ikut menjawab pertanyaan yg di lontar kan dari nyonya Lisa.


Untuk pertama kali nya biru membantu seseorang dalam memilih busana,dia memang tidak tau banyak tapi Rosse sang putra, dengan santai membantu.


Tema,satu hal yg sedari tadi tidak henti-henti nya di perdebat kan,biru terus membujuk agar nyonya Lisa mau mengalah dari tuan besar Smith.


Walau pun sudah bersama hampir setengah umur mereka, pasangan paruh baya itu tetap Keukeh pada pendirian mereka masing-masing,tuan besar Smith ingin indoor, sementara nyonya Lisa ingin outdoor.


"Kenapa tidak pilih in-outdorr saja sih mom!"


"Tidak!"secara bersamaan kedua paruh baya itu menolak dengan keras,tampak nya perdebatan akan lebih panjang sekarang.


Seribu bujuk dan rayuan yg di beri kan biru akhir nya membuah kan hasil,nyonya Lisa setuju dengan keinginan tuan besar smith,yg mengingin kan pesta ulang tahun pernikahan mereka di ada kan secara indoor.


"Kita tinggal pilih hotel, Mrs and Mr Smith, beberapa hotel yg kami rekomendasi kan"Nisa mendekat ke arah mereka,menggeser layar iPad milik nya,memperlihat kan barisan demi barisan hotel mewah.


"Steven!kemari lah putra ku"William mendesah kasar,mommy nya pasti memilih Steven,dari pada dia yg notabene nya adalah seorang putra kandung,yg lahir langsung dari rahim nyonya Lisa.


"Mommy!Willi yg putra mommy"William merajuk.


"Kata kan Steven,kau pasti tau kan deretan hotel ini,yg mana yg memiliki fasilitas yg bagus,untuk biaya mommy tidak perduli"


Steven mendekat,duduk di sebelah Nisa, memperhati kan tangan berkutek maroon itu menunjuk kan jajaran hotel bintang tujuh yg ada di London, Inggris.


"Hotel Xz, mereka memiliki Fasilitas yg lengkap,gedung aula yg besar,setara dengan harga yg di patok.makanan di sana juga enak,para relasi bisnis sering melakukan pesta di sana"


Jika berkaitan dengan bisnis dan keluarga Smith,tidak ada lagi Steven yg berkata irit dan dingin,yg ada hanya Steven yg suka berbicara panjang lebar,menjelas kan sesuatu nya dengan sangat-sangat rinci dan akurat.


"Ya mrs.kim kami memutus kan untuk mengada kan nya di sana"nyonya Lisa menuruti perkataan Steven,dia yakin laki-laki itu tidak akan pernah salah dalam memilih sesuatu.


"Untuk kue ulang tahun pernikahan dan kue-kue lain nya,kami juga menyerah kan nya pada KAR cake"mengetahui kinerja yg di miliki oleh Nisa sangat lah baik, Nyonya Lisa memutus kan untuk menyerah kan semua nya pada gadis itu.


"Untuk kue mrs.smith, biru yg akan mengurus nya,kue ulang tahun pernikahan secara khusus akan di buat oleh nya"Nisa menunjuk ke arah biru.


"Benar kah? mrs.biru,bisa kah kau mengajari ku cara membuat kue yg enak dan layak di makan"dalam hal bisnis nyonya Lisa memang pandai, tapi jika berurusan dengan dapur, dia tidak bisa sama sekali.

__ADS_1


"Tentu saja"biru mengulas senyum lebar,walau pun dia merasa tidak nyaman karena sedari tadi William tidak henti-henti nya terus memandangi wajah cantik nya.


"Baik lah,kami memiliki beberapa rancangan busana keluarga,mulai dari yg simpel,elegan dan juga glamour"Nisa menunjuk kan rancangan baju keluarga.


"Saya pilih yg ini nona Kim"Nisa melirik, ternyata nyonya Lisa memilih desain nya yg sangat mahal harga nya,tapi its oke tidak masalah.


"Uncle Willi,Ndak mau ikut pilih-pilih?"Rosse yg sedari tadi ikut mengamati perkerjaan orang dewasa mengeryit kan dahi melihat William tidak ikut.


"Tidak princess,uncle akan bersama mu"willliam mengulas senyum lebar,lalu mengelus rambut ke-emasan milik Rosse,peri kecil nya.


"Kenapa Ndak ikut?uncle bukan kelluallga ini ya?"dasar gadis mungil.tentu saja William adalah bagian penting dari keluarga ini,jika tidak mana boleh ada orang asing yg bergabung.


"Tentu uncle bagian dari keluarga ini,tapi uncle tidak suka ikut campur urusan orang lain"William tersenyum lebar.


"Kenapa? Lousse suka ikut campull ullusan Olang lain?"Rosse memiring kan wajah nya belum mengerti.


"Itu bukan hal yg baik princess"nyonya Lisa terdiam, kedekatan yg di miliki oleh William dan juga Rosse sangat lah dekat.


"Bisa kita mulai pengukuran nya sekarang"Nisa meletak kan iPad,mengambil alat pengukur,satu berwarna merah untuk biru,dan hitam untuk Nisa, sementara Rossi,pria kecil itu berdiri di belakang ke dua wanita Cantik itu, dengan sebuah buku catatan dan sebuah pena.


Nisa mengukur tubuh tuan besar Smith.biru mengukur tubuh nyonya Lisa,mereka terlihat sangat teliti, terutama Nisa,gadis itu terlihat biasa melakukan tugas nya.


Tangan mungil Rossi sesekali mencatat ketika sang mommy dan juga Nisa menyebut kan panjang dan lebar,pria kecil itu memang sangat ahli dalam hal ini,tentu saja dengan ajaran dari Nisa.


"Sudah nona Kim"untuk pertama kali nya Rossi bersuara,sejak menapak kan kaki di mansion Smith dia sama sekali tidak mengeluar kan suara nya sedikit pun.


"Steven! William!sekarang giliran kalian cepat berdiri! berdiri!"nyonya Lisa berteriak, ketika tidak ada satu pun dari laki-laki tampan itu yg bergerak dari tempat mereka duduk.


Melihat nyonya Lisa sudah marah-marah, sekertaris Steven berdiri sembari merapih kan jas nya,menghela nafas gugup,untuk Pertama kali nya dia gugup seumur hidup, terutama ketika mata tajam milik nya bertatapan dengan netra dingin milik Nisa..


"Tuan William yg terhormat,jika anda berdiri ini akan cepat selesai,nona Kim butuh istirahat"Rossi berujar dengan sangat dingin,mata nya memancar kan ketidak sukaan yg teramat.


William terperangah, baru sekali dia mendengar ada seseorang yg memerintah Nya dengan nada yg sangat dingin.


"Uncle"mendengar Rosse mulai merengek,William meletak kan tubuh Rosse ke sofa,lalu mulai berjalan mendekat ke arah biru dan juga Nisa.


Biru mendekat ke arah William,tangan nya gemetar ketika lagi dan lagi parfum itu,aroma itu menusuk ke dalam Indra penciuman nya.


Aroma itu mengingat kan biru kepada laki-laki malam itu, menggeleng kan kepala sembari mengatur nafas,biru berusaha bersikap seprofesional mungkin sekarang,demi Nisa.


Sial.William menggeram dalam hati,jantung nya berdetak kencang ketika biru mulai mendekat ke arah nya,dia benar-benar gugup sekarang.


Ada yg salah dengan jantung nya,William berulang kali meminta jantung nya untuk diam, karena terlalu lama menatap wajah cantik biru,William tidak sadar bahwa biru telah menyelesai kan tugas nya.


"Permisi tuan Gerrard"Nisa meminta izin terlebih dahulu untuk mengukur tubuh tegap milik Steven.


Untuk sepersekian detik netra milik Steven menatap mata tajam Nisa, jantung nya berdetak dengan sangat kencang.


"Sudah selesai,boleh kah aku beristirahat sekarang"suara Nisa terdengar lemah.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.

__ADS_1


__ADS_2