Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Menghadapi trauma


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Hari ini di lewati biru dengan baik.tidak ada trauma lagi,secara perlahan biru berusaha untuk bersahabat dengan William.


Berkutat di dapur,biru melarang para pelayan untuk membantu ia menyiap kan makan malam, kali ini biru sendiri yg memasak dan juga menghendle nya.


Memasak adalah hal yg mudah bagi biru,dia terbiasa melakukan nya sebelum menikah,hanya sekarang yg berbeda adalah biru juga memasak untuk sang suami William.


"Honey!"biru menoleh.senyum tipis terukir di wajah nya,William tengah menatap ke arah nya di ambang pintu.


"Butuh sesuatu?"biru masih sibuk memotong sayuran.bertanya tanpa melirik, sementara yg di tanya hanya diam tergugu di tempat nya berdiri.


"Kau sudah tidak takut lagi pada ku?"William berdiri di belakang biru.memandang bahagia kepada wanita yg tengah memakai celemek berwarna merah muda.


"Aku harus terbiasa"biru menjawab singkat.ibu muda itu masih sibuk memasak, menambah kan garam pada sambal ikan milik nya,biru tampak tidak terlalu memperduli kan pertanyaan William.


"Aku akan membantu mu"William menggulung lengan kaus putih nya,memakai celemek berwarna hitam,bersiap membantu biru untuk memasak.


"Memang nya anda bisa tuan?"biru meledek William.


"Tentu saja,kau terlalu meremeh kan ku honey"William memulai memasak,bak seorang chef profesional.memotong,mengaduk dengan gerakan cepat,biru yg berada di belakang nya saja tampak terperangah.


Selama berkuliah di Amerika serikat.william memang terbiasa memasak sendiri,tidak jarang ia juga di bahu sekertaris Steven.jika mau mereka bisa membawa pelayan pribadi,tapi tetap tuan besar smith melarang,ia ingin penerus nya menjadi seorang yg mandiri.


Masakan hasil william dan Juga sekertaris Steven memang sangat enak.sedari kecil,mereka memang di ajari memasak,oleh nyonya Lisa secara langsung.


"Wangi kan?"biru mengangguk.


"Ayo bantu aku menghidang kan nya"lagi-lagi biru hanya mengangguk.membawa mangkuk dan juga piring,meletak kan nya di meja,secara perlahan mulai menyusun dengan rapi.


"Rosse Rossi!makan malam sudah siap sayang!!"biru berteriak kencang,di ikuti suara derap langkah kaki yg berlarian mendekat.


"Wih siapa yg memasak nya mommy?"Rosse berbinar,menatap satu persatu ke arah makanan di hadapan nya sekarang, benar-benar lezat.


"Daddy yg memasak nya"William membusung kan dada nya Bangga.


"Ayo makan!"biru mengambil kan nasi beserta lauk untuk William,lalu Rosse kemudian Rossi,biru menjalan kan tugas nya dengan baik.


Menjelang malam.biru turun dari ranjang,membiar kan Rosse dan Rossi berkelana dengan dunia mimpi masing-masing.


Berjalan perlahan,tampak nya insomnia biru kambuh.karena itu ibu muda itu memutus kan untuk menonton TV, membuat segelas susu hangat,di temani satu toples kaca berisi biskuit,biru siap bertempur dengan drama Korea.


Mulai mengambil remote.biru tampak nya menikmati acara menonton nya, hingga tidak menyadari kehadiran William yg berdiri di sebelah sofa.


"Ini sudah terlalu larut untuk menonton honey?!"biru sontak terduduk dari posisi nya berbaring,menatap ke arah William yg kini tengah berdiri di hadapan nya.


"Apa?!mau memberi alasan apa lagi"William membuat biru tidak berkutik.sesekali biru tampak melirik ke arah jam,memang sudah pukul 00:34 yg arti nya terlalu larut untuk menonton TV.


"Aku tidak bisa tidur, insomnia ku kambuh"William membelalak kaget.mata berwarna biru milik nya langsung menatap ke arah biru,yg tengah menunduk seperti menahan beban yg berat.


"Insomnia?sejak kapan?"William segera duduk di sebelah biru.


"Sejak kejadian itu"biru menjawab pelan, dia merasa tidak enak jika harus kembali membahas masalah itu pada William,tapi mau bagaimana lagi itu lah kenyataan nya.


"Maaf"hanya kata itu yg bisa di keluar kan william.william mengusap wajah nya kasar,rasa bersalah masih terpatri jelas di sana, ternyata biru tidak hanya tersakiti secara fisikal tetapi juga mental.


Fisikal biru terluka karena kejadian malam itu,dia masih terlalu belia untuk mengalami pemaksaan seperti itu.mental biru yg lebih parah,dia mengalami trauma,mimpi buruk,takut bersentuhan dengan lawan jenis, menutup diri dan yg paling parah adalah insomnia.


Biru hanya mengangguk.tidak tau harus bereaksi seperti apa.ia lebih memilih kembali menyesap susu hangat, mengamati adegan demi adegan yg tersaji di dalam drama Korea.


"Kau suka drama Korea ternyata"William mengambil satu biskuit,mengunyah nya secara perlahan,masih terus memperhati kan reaksi biru.

__ADS_1


"Hem sangat"biru menoleh,menatap William dengan senyum lembut yg mampu menggetar kan hati siapa pun termasuk juga William.


"Selama ini kau berkerja sebagai apa biru?"William melakukan langkah pertama agar Nisa dekat dengan biru,yaitu memulai obrolan ringan.


"Pagi aku berjualan kue,dan sisa Nya sebagai pelayan di restauran pak Rahardian"biru menjawab perlahan.


"Maaf karena aku tidak ada di sisi mu ketika kau lemah honey"William menarik perlahan kepala biru untuk bersandar di bahu nya,William mengelus lembut rambut hitam sang istri.


"Tidur lah,aku yakin kau pasti mengantuk"William semakin mengelus lembut rambut biru.membiar kan wanita cantik itu perlahan-lahan merengkuh sang mimpi.


Elusan demi elusan yg di beri kan oleh William berhasil membuat biru terlelap,obat tidur paling ampuh yg ia miliki.


"Aku mencintai mu"aneh memang,baru bertemu dalam hitungan bulan,tapi cinta sudah hadir di hidup William untuk biru sang istri.


Malam mulai merangkak,jam dinding berdetak nyaring,lampu ruang keluarga telah nanti,di ganti kan pijar lampu remang-remang.di sofa terdapat William yg tengah terlelap dengan biru yg juga terlelap di bahu nya.


Romantis.satu kata yg mewakil kan kedekatan mereka,dinding pembatas tidak ada lagi,tanpa jarak,William berdekatan dengan biru.


INGGRIS.


Di sebuah restauran elit,tanpa seorang laki-laki yg tidak lain adalah sekertaris Steven,tampak gelisah.sesekali ia tampak membenahi jas biru gelap milik nya,menghela nafas, jari-jari nya terus mengetuk meja.


Ini semua rencana nyonya Lisa.tanpa pengetahuan Steven,nyonya besar Smith itu membuat janji makan malam dengan seorang gadis.


Ingin rasa nya Steven tidak datang,tapi melihat wajah penuh harap nyonya Lisa,jelas saja rencana nya buyar.tanpa tau siapa yg akan di ajak makan malam, Steven datang,menunggu cukup lama di sini.


Jangan beranjak dari sana sebelum dia datang.


Titah dari nyonya Lisa yg tidak bisa di bantah kan.karena itu bahkan setelah satu jam menunggu, sekertaris Steven belum beranjak dari duduk nya sedikit pun.


"Cih! aku sudah menunggu cukup lama"sekertaris Steven tidak henti-henti nya mengumpat,mengumpat gadis yg sedari tadi ia tunggu tapi tidak datang-datang.


Tap,tap.


"Nona Kim?!"mulut sekertaris Steven terbuka, karena sangat terkejut.


"Maaf terlambat"Nisa tidak memasang senyum.ia langsung menarik kursi,dan duduk di sana.


Para pelayan yg melihat kehadiran orang yg di tunggu-tunggu segera menghidang kan makanan di meja.


"Anda datang?jadi anda gadis itu?"Nisa mengeryit,meneguk jus jeruk favorit nya,tampak nya ia belum mengerti ke mana arah penjelasan sekertaris Steven.


"Gadis apa?saya di minta untuk menemani anda makan malam"jawab Nisa jujur.


"Jadi anda bukan teman kencan saya?"sekertaris Steven membeo, sebenar nya ia juga tidak yakin nisa mau menjadi teman kencan nya.


"Tentu saja bukan"Nisa menjawab santai,tangan nya sibuk mengambil sendok,perlahan menyuap kan satu demi satu makanan ke dalam mulut nya.


Sekertaris Steven ikut mengambil piring,mulai menikmati makanan, hingga tandas.


"Bagaimana jika kita berjalan-jalan nona Kim?,ini tidak terlalu malam untuk berjalan-jalan?"tampak Nisa menimbang-nimbang tawaran sekertaris Steven.


"Baik lah"Nisa mengambil tas putih milik nya lebih dulu.senyum tipis terukir di bibir nya,jadwal yg sangat padat menyulit kan Nisa untuk berjalan-jalan.


"Anda bawa mobil sendiri nona?"Nisa menggeleng, pertanyaan macam apa sekertaris Steven ini,dalam hati Nisa mengeluh.


Mereka memasuki mobil Lamborghini Aventador milik sekretaris Steven.menembus padat nya jalan kota, sekertaris Steven membelok kan mobil nya di taman kota London.


"Nona pakai ini"sekertaris Steven memasang kan jas nya pada Nisa,dia tentu ingat bahwa gadis ini memiliki tingkat alergi yg tinggi terhadap dingin


"Terima kasih"sekertaris Steven hanya mengangguk samar,mereka berdua kembali berjalan,menuju bangku putih yg memang di sedia kan pengurus taman.


"Aku akan memesan coklat hangat dulu nona"sekertaris Steven beranjak dari duduk nya.

__ADS_1


Nisa terus memandangi punggung kekar itu yg perlahan menjauh.seperti biasa pandangan nya berubah kosong,raut wajah nya berubah dingin.


"Andai yg ada di sini adalah kau"Nisa bergumam lirih.


"Biru apa kabar ya?"Nisa melirik ke arah tas nya,hanya sebatas melirik.


"Nona Kim ini!"Nisa menoleh, menerima segelas coklat hangat.mulai menyesap Nya secara perlahan, suhu tubuh Nisa mulai membaik.


"Ini hidup nona,jika Anda terus terpaut dengan masa lalu,maka masa depan anda tidak akan terlepas dari bayang-bayang itu".entah kenapa,ucapan itu meluncur begitu saja saja dari bibir sekertaris Steven.


"Andai aku bisa, tapi semua usaha telah ku lakukan agar bisa lepas,percuma".Nisa sudah melakukan berbagai cara agar bisa melupa kan semua nya,termasuk berkerja siang dan malam.


"Anda harus segera membuka hati anda kembali nona Kim"sekertaris Steven hanya diam mendengar Nisa tertawa miris di sebelah nya.


"Ini tidak semudah yg di bayang kan"Nisa tetap Keukeh pada Jawaban nya.


"Apa alasan ini yg membuat anda terjun ke dunia bawah? menjadi salah satu anggota mafia paling di takuti?


.pada hal dulu nya anda adalah gadis bar-bar,penuh keceriaan,senyum lembut,pekikan heboh yg mampu membuat banyak laki-laki jatuh cinta?baik tuan muda Erik, ustad Yusuf,Irfan Luqman?dan sekertaris Wahyu?"sekretaris Steven terus mencecar Nisa dengan berbagai pertanyaan.


Gadis itu berkaca-kaca.ya dulu ia di kenal dengan kehebohan, kebaikan dan juga sikap nya yg benar-benar ramah,tapi tampak nya ini harus hancur.


"Black rose?itu kah identitas anda.mereka sering menyebut Anda wanita yg tidak pernah sakit,pada hal fakta nya dulu anda sering berbaring di rumah sakit? sering sesak nafas? pemilik paru-paru lemah"sekertaris Steven sibuk mencecar tanpa memperduli kan Nisa yg terisak keras.


"Apa anda fikir sekertaris Wahyu akan bahagia dengan kondisi anda yg sekarang?"Nisa menoleh ke arah sekertaris Steven,kepala nya sudah berdenyut hebat.


Kambuh.astagfirullah gadis itu beristighfar dalam hati merasa kan dada nya mulai sesak, perkataan sekertaris Steven berhasil mengganggu emosi nya,mengobrak Abrik hati yg sudah di tata Serapih mungkin.


"Aku harus pergi"Nisa berlari pergi dengan cepat,mendekat ke arah pengawal bayangan nya,membiar kan sekertaris Steven tergugu di tempat.


"Apa aku sudah keterlaluan ya?"sekertaris Steven bergumam lirih, sembari melangkah jauh menuju ke mobil.


Belum juga sampai di mobil,seorang laki-laki muda dengan tubuh kekar datang,mendorong tubuh sekertaris Steven hingga laki-laki tampan itu terbentur mobil.


"Berani sekali kau berkata seperti itu pada adik ku?!" Sekertaris Steven menyeringai sinis tampak nya dia mengenal laki-laki ini.


"Renald?senang bertemu anda king"laki-laki yg di panggil Renald itu hanya menyeringai,sebelum menghadiahi sebuah Bogeman kepada sekretaris Steven.


"Jika kau hanya melukai adik ku lebih baik menjauh dari nya,jika tidak kau tidak akan bisa melihat matahari lagi sekertaris Steven Gerrard"Renald menghantam sekertaris Steven lagi.


Siapa yg tidak mengenal Renald dragon white,putra pimpinan mafia tertinggi.kakak angkat dari Nisa yg sangat menyayangi adik nya,dia bahkan tidak segan-segan membunuh siapa saja yg berusaha menyakiti adik kesayangan nya itu.


Dia ada di Inggris untuk memantau salah satu cabang perusahaan nya.saat sedang berjalan-jalan Renald mendapati sang adik kesayangan nya tengah berjalan bersama dengan seorang laki-laki,tentu saja jiwa posesif milik nya memberontak.


"Saya hanya ingin dia lebih hidup king"Ranald sekali lagi meninju sekertaris Steven,dia kalap, kemarahan jelas terlihat.


"Biar kan dia hidup dengan kenangan itu.kau tau apa tentang nya!bukan kah kau mencintai nya hah?!seharus nya biar kan dia melakukan keinginan nya!kau tidak tau sesulit apa dia bangkit setelah terjatuh ke jurang yg sangat dalam!!"setelah membentak keras, Renald pergi begitu saja.


Epilog.


Di sebuah ruangan bercat putih,tampak Nisa tengah terbaring lemah, beberapa anggota Dragon white tampak sibuk dengan peralatan medis.


Darah terus mengalir dari hidung Nisa,nafas nya melemah,tubuh Nya mengeluar kan ruam merah,alergi tingkat parah kambuh.


Mereka bahu-membahu menangani kondisi Nisa, karena itu Renald mengutus kurang lebih sepuluh pengawal bayangan, kondisi Nisa terlalu lemah melebihi orang lain nya.


"Queen anda akan baik-baik saja"seorang anggota Dragon white berbisik sembari memasang alat bantu pernapasan, setelah membersih kan darah dari hidung Nisa.


Sepuluh anggota Dragon white terus memberi kan dukungan demi dukungan untuk nona mereka, berharap Nisa masih setia membuka mata nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys

__ADS_1


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2