
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING
"Apa yang sedang kalian debat kan sih?"biru duduk,mengambil makanan untuk William,lalu rosse dan Rossi.
"Tidak ada honey,hanya saja aku bertanya kapan pria tua ini menikah?"William sengaja mengalih kan pembicaraan.
"Aku sudah pernah menikah"Rahardian mengendik kan bahu acuh,mulai memakan makan malam yang di masak oleh biru.
"Oh ya?maksud ku menikah lagi.rosse mengingin kan seorang bunda, ku rasa gadis muda kemarin cukup cocok untuk pria tua seperti mu."
William mengejek Rahardian,seakan lupa umur nya dan Rahardian hanya beda sedikit.
"Hubby,jika kau mengatai pak Rahardian tua,arti nya kau juga tua,sadar diri"biru gantian mengejek sang suami,yang menurut nya tidak sadar diri.
"Tapi pak,aku setuju perkataan hubby.chika mengatakan dia mencintai mu,ku rasa tidak ada masalah jika pak Rahardian memulai hubungan baru dengan nya"jawab biru dengan binar bahagia di mata nya.
"Aku tidak tau"Rahardian mengendikan bahu acuh.
__ADS_1
"Ah,nona Kim saja sudah menikah.kenapa kau tidak pak?"biru mengerang kesal,menatap tajam ke arah Rahardian.
"Benar kah?aku akan menyusul nya beberapa tahun lagi."jawab Rahardian santai,netra nya sibuk mengamati cara makan rosse yang lebih rapih.
"Tidak terasa tahun demi tahun sudah berlalu.pada hal aku merasa baru kemarin, melihat biru tertabrak mobil,lalu melahir kan si kembar.baru kemarin aku menerima princess rosse dalam dekapan ku.mengumandang kan adzan di telinga nya, mendengar kata pertama yang di keluarkan nya adalah ayah."
Mata Rahardian mengembun mengingat semua kenangan indah yang sudah ia lalui.
Dan sekarang,gadis kecil yang selama beberapa tahun menjadi poros kehidupan nya,sudah besar.
Mata biru itu masih sama,menatap nya dengan binar-binar,rosse tetap putri kecil Rahardian, walaupun dia sudah menemukan ayah kandung nya,William.
Rosse mendongak begitu merasa kan usapan lembut tangan kekar Rahardian di kepala nya.
"Sudah ayah,rosse sudah besar"jawab rosse dengan senyum lebar milik nya.
"Rossi juga ayah, sekarang giliran ayah yang bahagia."
Rahardian menoleh ke arah Rossi.hembusan nafas nya terdengar sangat berat.
__ADS_1
Bahagia?bagi rahardian kebahagiaan itu singkat,melihat rosse dan Rossi serta biru baik-baik saja.
"Ayah akan bahagia.kalian harus tersenyum lagi sekarang, karena letak kebahagiaan ayah ada pada kalian."Rahardian menjawab jujur,masih mengelus pelan rambut rosse.
****
"hubby"biru merebah kan kepala nya pada dada bidang William.
"kenapa aku merasa bersalah ya pada laki-laki sebaik pak Rahardian ya?dia laki-laki baik,kenapa dia membuat ku merasa terbebani karena cinta sepihak."
William menghembus kan nafas kasar,mengelus pelan rambut biru.tidak bisa berkata apa-apa, karena ia sendiri pun bingung.
"tidak perlu merasa terbebani honey,semua akan berjalan dengan baik.Allah belum mengirim kan bidadari yang tepat,mungkin karena itu pak Rahardian belum menikah lagi."
kata-kata menenang kan di bisik kan oleh William di telinga sang istri, sembari menghadiahi kecupan singkat di dahi Biru.
"tapi, Chika sendiri yang bilang pak Rahardian masih mencintai ku hubby,aku harus bagaimana?"rengek biru sangat kesal,menatap tajam ke arah William.
"kita harus bagaimana lagi Hem?kita kan bukan Mak comblang.biar kan semua mengalir seperti sekarang,suatu saat pak Rahardian akan mendapat kan kebahagiaan nya sendiri,aku yakin."ujar William mantap.
__ADS_1