
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3363.
HAPPY READING.
Tiga bulan 3 Minggu sudah berlalu,biru melewati nya dengan sangat baik,tak ada drama drama ngidam dan mual-mual di pagi hari,semua nya berjalan dengan baik,hanya saja kaki nya mulai membengkak, membuat nya sedikit sulit untuk berjalan.
Pagi-pagi sekali,biru sudah berada di dapur kos-kosan, padahal matahari belum muncul,dia sudah berkutat dengan adonan-adonan kue,dan juga berperang dengan alat-alat masak.
"Awh"biru sedikit meringis ketika terdapat tendangan keras nan hebat di perut besar nya, akhir-akhir ini bayi nya sangat aktif.
Kembar,ya biru meyakini bahwa ia sedang mengandung bayi kembar, karena tendangan yg sering ia rasa kan bukan hanya satu melain kan dua.
"Sabar ya sayang,mommy mau membuat kue dulu,kalian tenang-tenang di dalam sana,jangan menggangu mommy untuk saat ini"
Setelah di rasa tak ada lagi gerakan di dalam perut nya,biru kembali melanjut kan aktivitas nya yg tertunda tadi, kembali mencetak kue.
Untuk hari ini biru membuat kurang lebih empat kotak yg total berjumlah 100 buah untuk di kantin, sementara 6 kotak yg berjumlah 150 buah untuk pesanan seseorang, karena itu pukul empat pagi dia sudah standby di dapur.
Semua demi bayi yg sedang dia kandung,pagi siang sore bahkan malam,biru terus banting tulang seakan tak kenal lelah,waktu istirahat nya seakan banyak terkuras habis hanya demi sepeser uang.
Dia tak seberuntung ibu hamil lain nya yg di suruh Istirahat ketika sedang hamil besar,biru malah sibuk mencari uang demi biaya persalinan.
Ukuran perut yg melebihi biasa nya semakin menyulit kan nya untuk beraktivitas,pinggul dan pinggang nya juga sering terasa sakit,namun biru sama sekali tak pernah mengeluh,dia selalu diam dan hanya menggigit bibir bawah nya ketika perut nya terasa sakit.
Matahari mulai naik tinggi,waktu sudah menunjuk kan pukul 07:00,semua perkerjaan di dapur telah selesai,kue buatan biru juga sudah di bawa oleh tetangga indekos nya.
Biru tengah duduk manis di dapur, dengan sepiring nasi goreng ayam di hadapan nya,rasa nya benar-benar enak,porsi makan biru juga sedang meningkat,mungkin karena dia tidak makan sendirian, melain kan berbagi dengan dua orang di dalam perut nya.
Setelah menyelesai kan sarapan nya,biru pergi keluar kos-kosan,berjalan beberapa meter,lalu menunggu bus lewat, jika biasa nya dia berangkat dengan berjalan kaki, untuk sekarang,biru lebih memilih naik angkot atau bus,kaki nya yg bengkak serta perut nya yg membesar,membuat nya lebih sulit jika berjalan.
Tak lama,bus yg di tunggu tunggu oleh biru datang, ibu hamil itu langsung masuk dan memilih tempat duduk,senyum terukir manis ketika dua merasa kan tendangan di perut nya.
"Kita akan segera bertemu sayang"biru mengelus perut nya pelan sembari bergumam lirih.
Begitu sampai di Restauran,biru keluar dari dalam bus,tampak restauran mulai ramai dengan pengunjung,tugas nya sebagai pelayan di ganti kan sementara untuk menjadi kasir, karena kasir yg biasa nya mengundur kan diri
Meletak kan tas,biru mulai duduk di kursi,melayani para pelanggan yg hendak membayar,tentu saja dengan sebuah senyuman menawan di pipi nya yg sekarang tampak lebih cubby.
Pipi chubby dan beray badan yg mulai naik drastis,membuat biru bagai kan panda gendut yg lucu nan manis.
"Tak ingin libur biru,perut mu tampak nya sudah membesar?"biru menoleh begitu seorang pelayan mendekat ke arah nya.
Kehamilan yg sudah membesar,membuat siapa saja memandang ngilu ketika biru beraktivitas dengan santai.
"Aku akan mengambil cuti ketika melahir kan"
Untung saja biru berkerja di restauran ini,jadi dia tak perlu mengundur kan diri ketika melahir kan nanti.
Restauran ini memberi kebijakan bagi para karyawan perempuan yg melahir kan untuk mengambil cuti selama 3 bulan tapi tanpa gaji, mereka bisa kembali berkerja ketika bayi sudah berusia tiga bulan,walau pun kebanyakan di antara mereka memilih untuk mengundur kan diri agar fokus mengurus baby.
Tapi tidak dengan biru,jika dia mengundur kan diri lalu bagaimana dia bisa makan?,dia seorang ibu tunggal,jika tak berarti anak-anak nya tak bisa makan.
"Semoga kau cepat dapat suami baru"biru tertegun mendengar doa dari senior nya.
Suami baru?jangan kan suami menikah saja dia belum, mendadak dada biru terasa sesak,air mata nya tak menetes mungkin karena sudah terlalu sering mengalir.
TIDAK ADA PEREMPUAN BAIK-BAIK YG HAMIL DI LUAR NIKAH, perkataan itu,ya perkataan yg benar-benar menggores harga diri biru sebagai seorang wanita.
__ADS_1
Apa kah dia pantas di sebut wanita tidak baik karena hamil di luar nikah?,ya dia bukan wanita baik-baik, terbukti dia hamil tanpa suami.
"Mbak berapa total nya?"biru tersentak,sebelum kembali mengeluar kan kesadaran nya,dia segera membuat bill total yg harus di bayar.
"Terima kasih,kami menunggu kedatangan anda kembali"biru mengulas senyum manis kepada seorang pelanggan yg baru saja berjalan pergi.
Tapi senyum itu mendadak memudar ketika tuan Hartono datang, biru hanya membungkuk hormat dengan wajah datar nya,tak ada lagi senyum ramah yg biasa di keluar kan oleh nya.
"Datang ke rumah! Rahardian merindu kan mu"tuan Hartono berujar sembari berlalu,dua sama sekali tak mau menoleh ke arah biru sedikit pun, berhasil memancing emosi biru,tangan ibu hamil itu mengepal.
"Memang nya apa perduli saya tuan"perkataan biru berhasil membuat langkah Hartono terhenti,pria paruh baya itu berbalik,menatap nyalang ke arah biru.
"Dia mencintai mu,seharus nya sebagai pelayan rendahan kau sadar diri,kau terlalu beruntung di sukai anak ku"
Anak ku, percaya lah dada biru terasa diremas-remas,dia benar-benar tidak di hargai sebagai seorang putri.
"Ya saya sadar diri! karena itu saya menolak nya,saya hanya putri yg di tinggal kan oleh ayah tak bertanggung jawab!dan juga wanita rendahan"biru memaling kan wajah nya kesal.
"Kau!"kemarahan Hartono tertahan, ketika seorang wanita datang untuk membayar.
Biru kembali sibuk dengan perkerjaan nya,dua sama sekali tak memperduli kan tatapan tak bersahabat dari Hartono.
Kesibukan biru sebagai kasir semakin bertambah ketika jam makan siang,dia sedikit kewalahan dalam melayani para pelanggan.
"Shhh"biru kembali meringis ketika pinggul nya terasa nyeri,wajah nya bahkan sudah pucat pasi,namun dia tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
Usia kandungan yg memasuki trimester ketiga membuat nya sering merasa kan nyeri,di tambah sekarang,sumpah demi apapun pinggul nya terasa sangat sakit.
Beruntung waktu berjalan sangat cepat bagi biru,ibu hamil itu terduduk di lantai tepat meja belakang kasir, punggung nya telah di ganjal sebuah bantal yg baru saja di ambil oleh seorang senior.
"Minum biru"semua orang panik mendapati biru meringis kesakitan,ada yg berfikir kontraksi lah,akan melahir kan lah,dan segala macam.
"Masih sakit?"
"Kita bawa ke klinik saja?"
"Aku khawatir terjadi sesuatu nanti"
"Bagaimana ini"
Kata-kata kekhawatiran terus berdatangan dari para rekan kerja yg melihat kondisi biru, mereka bahkan bergidik ngeri melihat perut biru yg besar, bagaimana bisa tubuh ringkih nan lemah wanita itu nanti melahir kan bayi kembar.
Akan kah biru kuat?jujur sebenar nya biru juga khawatir jika dia tidak akan kuat,sakit nya melahir kan sangat lah dahsyat,di tambah tanpa seorang keluarga yg mendampingi.
Namun orang-orang di sekitar nya selalu memberi kan energi positif,mulai dari semangat,dukungan mental, doa-doa yg terus tercurah kan untuk biru dan bayi nya, berbagai wajengan positif.
"Aku baik-baik saja,jangan khawatir,ini hanya kontraksi palsu"walau pun tidak ke dokter,biru selalu mencari informasi mengenai kehamilan lewat internet,sekedar menambah wawasan.
"Aku lapar,bisa kah biar kan aku untuk makan lebih dahulu"para senior menjauh,hanya memberi waktu biru untuk makan.
Perlahan biru menyuap kan ke dalam mulut nya,sesuap demi sesuap nasi yg di beri kan koki senior,rasa nya benar-benar enak,walau pun jujur lidah nya terasa sedikit hambar.
"Semangat biru!kau hanya memiliki diri mu sendiri!"biru bergumam lirih.
Sendir,ya biru terkadang kesepian,walau pun berulang kali dia mulai menepis nya,tapi tetap saja sebagai seorang wanita dia merasa kan kesepian.
Matahari mulai terbenam,di ganti kan dengan rembulan yg menerangi cahaya bumi, restauran ini masih buka hingga pukul sembilan malam.
__ADS_1
Lampu-lampu restauran mulai di nyala kan sebagai penerang,semua pegawai masih stand by di sana,begitu juga biru,di tengah wajah pucat nya,ibu hamil itu,masih tampak bersemangat untuk berkerja.
Keadaan restauran juga cukup ramai,mengingat ini adalah malam Minggu,di mana muda-mudi berkumpul dengan pacar mereka masing-masing.
Ada beberapa teman biru yg datang,beruntung mereka tak mengenali nya di balik rambut pendek dan wajah nya yg sedikit menggemuk.
"Selamat malam"biru menyambut beberapa orang yg datang dia sama tak perduli keadaan Rahardian yg di kabar kan sedang sakit.
"Biru!"biru memutar bola mata nya malas, dalam keadaan sakit pun Rahardian masih terus menggangu nya,tak tahu kah dia arti sebuah penolak kan.
Biru rasa,satu penolakan sudah cukup untuk membuat Rahardian mundur dalam usaha nya meluluh kan hati biru,tapi ternyata dia salah besar, Rahardian adalah laki-laki yg pantang menyerah.
Demi biru, Rahardi bahkan rela menjatuh kan harga diri nya,mengemis cinta pada ibu hamil yg tampak makin cantik nan menggemas kan dengan wajah gendut nya.
"Ada apa lagi sih pak?"biru kesal bukan main,untuk menatap wajah laki-laki di hadapan nya saja dia enggan.
"Biru aku mencintai mu"
"Lalu?apa kah jika anda mencintai sayaa,saya wajib membalas nya"keberanian biru seakan meningkat,mungkin efek kesal dan hormon ibu hamil.
"Biru beri aku satu kesempatan saja, izin kan aku berada di sisi mu"biru tak menjawab permohonan yg Rahardian keluar kan,dia sibuk melirik jam,hanya beberapa menit lagi waktu kerja nya habis.
"Biru ku mohon"Rahardian mencoba meraih tangan biru,namun langsung di tepis,biru menatap tajam dan tidak suka ke arah Rahardian.
"Saya tidak peduli pak!anda garus membuka hati anda untuk wanita lain yg lebih baik dari pada saya!saya hanya seorang janda yg sedang hamil"biru mengeluar kan alasan yg selalu dia guna kan untuk menolak Rahardian.
"Wanita ini benar!dia terlalu berharga untuk mu"tuan Hartono datang,menyela dengan kurang ajar, tak sadar diri bahwa yg sedang ia hina adalah putri nya.
"Ayah"Rahardian merengek tak setuju, karena Hartono bukan nya membela nya,malahan semakin menyudut kan biru.
"Berhenti membela nya!dia memang bukan wanita yg baik Rahardian!dia bukan wanita terhormat!hanya seorang gadis miskin"hina tuan Hartono lagi.
Kali ini,air mata biru mengalir dengan deras,hati putri mana yg tak sakit ketika di hina,terlebih oleh laki-laki yg seharus nya menjadi pelindung.
"Ayah jangan menghina nya terus"Rahardian membela biru.
"Memang nya kenapa itu kan fakta?"santai Hartono,dia mencaci bahkan memaki tak pandang bulu,putri nya sendiri dia hina habis-habisan.
"Anda siapa berani menghina saya?apa kah anda lebih baik dari saya?jika memang anda baik,kenapa dulu anda meninggal kan putri kandung anda yg masih kecil dan istri anda demi seorang wanita perusak rumah tangga orang"setelah sekian lama berdiam diri, mendengar caci maki yg di keluar kan Hartono biru angkat bicara.
Sontak Rahardian mengeryit bingung, maksud biru apa?,apa kah gadis yg di cintai nya itu mengenal sang ayah.
Mengambil tas nya,biru melangkah dengan cepat tanpa memperhati kan sekeliling nya.
Di arah berlawanan,sebuah mobil pribadi melaju dengan sangat kencang,menerobos padat nya jalanan.
Hingga..........
"Akh..."
Teriak kan melengkingk keluar, di ikuti dengan tubuh yg jatuh di trotoar.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like, like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.
__ADS_1
Sarange 💗💗