
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Chika?"pintu rumah Dea terbuka,mama Dea menyambut dengan binaran bahagia, kedatangan Chika.
"Assalamualaikum ma,maaf kedatangan Chika mendadak."Chika hendak mencium tangan mama Dea,tapi Rahardian lebih dulu melarang nya.
"Jangan terlalu banyak bergerak,luka di parah mu bisa bertambah parah"tepis Rahardian.
"Iya,tidak perlu seperti itu Chika sayang.ayo,ini dosen mu kan Dea sudah bercerita,mari pak masuk."
Mama Dea mempersilah kan Rahardian masuk lebih dulu,lalu meminta seorang pelayan membuat kan nya minum.
"Chika mau nginep di sini ya?"tanya mama Dea sekedar basa-basi.
"Maaf Tante jika Chika merepotkan,sebenar nya saya sudah meminta nya tinggal di rumah saya di sana ada pembantu,yang akan menjaga nya.tapi, Chika menolak,saya tidak bisa membiar kan Chika sendirian."
Rahardian berujar sungkan.
"Ah jangan sungkan pak dosen.chika itu sama seperti Dea,dia juga putri saya.jadi kehadiran Chika sama sekali tidak merepotkan,justru rumah ini bertambah ramai.”
Mama Dea menjawab dengan bersemangat, karena beliau sudah menganggap Chika putri kedua rumah ini.
"Terima kasih ma,maaf ya Chika bisa nya cuma ngerepotin aja."Chika menunduk,jasa keluarga ini terlalu banyak pada nya.
__ADS_1
"Jangan gitu sayang.mama dan papa seneng loh kalau kamu nginep di sini,rumah jadi nya nggak sepi.papa Dea sering nanyain kamu, karena beliau juga kesepian."
Mama memberi semangat,menunjuk kan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah Chika dapat kan dari ayah dan ibu angkat nya.
"Ya sudah,Tante Dian pamit dulu ya"Rahardian mengecup punggung tangan mama dea,sebelum berlalu pergi dari sana.
***
Malam hari.
"Loh ada Chika?"papa Dea yang baru pulang, menyambut kehadiran sahabat sang putri.
"Iya pa,papa udah pulang?"
"Ayo makan!"ajak papa.
"Loe tadi ketemu mantan istri pak dosen duren ya?"dahi Dea mengeryit, karena dia belum mendengar keseluruhan cerita Chika.
"Iya.ternyata mantan istri nya pak Rahardian itu ke rumah sakit,lagi sakit seperti nya."jawab Chika kesal.
"Uhh,jadi putri nya mama lagi suka sama dosen ya?"mama Dea meledek.
"Gimana nggak suka coba ma,pak Dian itu ganteng.chika tiap hari kerjaan nya ngurusi pak Rahardian terus,Dea juga bingung."Dea menyampai kan kebingungan nya.
"Oh jadi pak dosen duren itu yang berhasil ngerebut hati Chika,mama seneng."
__ADS_1
***
"Ayah!"rosse yang menginap di rumah Rahardian berteriak bahagia.
"Princess ayah,apa kabar sayang?"Rahardian menggendong Rosse.
"Dia terus merengek untuk datang ke rumah mu pak."biru menjawab,menghela nafas panjang karena sikap si bungsu.
"Ayah dari mana?"tanya Rosse bingung,menatap kesana-kemari.
"Ayah dari mengantar Tante Chika tadi,ayah merindukan mu sayang."
Rahardian masuk ke dalam ruang makan.william dan Rossi sudah menunggu di sana, hidangan masakan biru Juga sudah tertata di atas meja.
Seulas senyum tipis terukir di bibir William.
"Kau sangat tidak sopan tuan Smith makan di rumah orang"Rahardian menyindir suami dari biru itu.
"Ini rumah dari ayah anak ku,jadi tidak masalah."William bersikap acuh.
"Cih!kau benar-benar menjengkel kan tuan Rahardian"decak William.
"Iya-iya,anggap saja rumah mu sendiri.jangan khawatir,aku tidak akan melarang mu makan di sini."Rahardian bersikap sangat santai.
"Dasar menjengkel kan"umpat William.
__ADS_1