Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).

Trillionaire Baby Twins (One Night Stand With Mr.William).
Menguntit


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Pagi hari.


Pagi ini,biru berusaha memulai hidup nya kembali.memakai baju dengan celana kulot,dan juga jilbab pashmina berwarna hitam.


"Mommy mau bersekolah?"Rossi menegur biru ketika melihat sang mommy tengah memasuk kan buku dan juga leptop Kedalam sebuah tas.


"Iya,Rosse kemari sayang!"biru mengambil ikat rambut, menyisir rapih rambut sang putri, seperti biasa,gadis mungil itu ingin di kuncir dua.


"Mommy kenapa sekalang Ndak tidul sama daddy?biasa nya mommy tidul sama Daddy? kenapa sekallang mommy tidul sama lousse dan loussi?"biru menghela nafas, dia sebenar nya sangat ingin menghindari pertanyaan ini.


"Ayo turun sarapan"biru memilih untuk mengalih kan topik pembicaraan,turun dengan menggendong Rosse,berharap tidak bertemu dengan William.


"Pagi menantu kesayangan mommy"nyonya Lisa berdiri dari duduk nya,mengecup lembut pipi biru,lalu mengecup pipi gembul milik cucu sulung nya,Rosse.


"Morning mom"biru menjawab singkat.duduk di sebelah Rosse,mengambil sarapan untuk Rosse,menyuapi perlahan putri nya.


"Morning mom dad"mendadak biru membeku,suara itu berhasil membuat tubuh biru bergetar hebat,tapi usapan jari-jari lembut milik Rossi, berhasil menenang kan nya.


"Molning daddy"Rosse menyapa William dengan senyum lebar milik nya.


"Morning to my princess"William menyapa pelan, sedikit canggung jika berhadapan dengan biru secara langsung.


Pagi ini di lewati tanpa drama,biru juga meminum obat dari dokter secara teratur.dia berhasil melewati pagi ini dengan baik,walau tanpa tegur sapa sedikit pun dengan sang suami, William.


Biru pagi ini di antar oleh Nisa yg kebetulan akan berangkat ke London fashion week,walau pun ada satu mobil bodyguard yg senantiasa berada di belakang mobil Nisa.


Hening.bahkan ketika mobil sudah sampai di depan universitas tidak ada pembicaraan sedikit pun.biru keluar tanpa berkata sedikit pun pada Nisa.


"Aku benar-benar merasa bersalah pada nya Steven"dari jarak yg tidak jauh dari mobil bodyguard biru, terdapat mobil Lamborghini Gallardo milik sekertaris Steven.


Sedari berangkat mereka memang membuntuti biru, menuruti keinginan William demi memasti kan semua nya baik-baik saja.


"Perubahan nona memang sangat drastis tuan"sekertaris Steven yg tidak dekat dengan biru saja tau ada perubahan yg cukup signifikan terhadap biru,wanita muda yg biasa nya selalu berkata ramah, sekarang berubah drastis dia lebih terkesan menjadi seorang pendiam.


"Aku harus bagaimana Steven,aku sudah berulang kali meminta maaf,tapi biru,tidak sedikit pun dia menggubris."William mengusap wajah tampan nya frustasi.untuk pertama kali nya William terlihat sangat frustasi,biasa nya dalam menghadapi hal besar sedikit pun,William tetap tenang.


"Nona mengalami trauma yg cukup parah tuan muda,dia selalu berteriak"sekertaris Steven memang benar.biru selalu berteriak dan juga histeris sendiri ketika berhadapan dengan William.


"Aku benar-benar tidak mau kehilangan biru Steven"sekertaris Steven menghela nafas,andai dia bisa,tentu dia akan dengan senang hati membantu memperbaiki hubungan William dan juga biru.


"Kita berangkat tuan"sekertaris Steven kembali melaju kan mobil,menuju ke gedung pusat Smith group.


Hari ini,ada jadwal William untuk bertemu dengan klien dari Jepang, karena itu sekertaris Steven dengan tegas menolak perintah sang tuan muda,yg ingin mengikuti dan menguntit biru seharian.


Jam menunjuk kan pukul 12:00 waktu setempat.william seperti biasa akan mengikuti biru,memantau apa kah sang istri makan dengan baik.


"Biru membawa bekal?"dua laki-laki tampan itu sudah berada di kantin, dengan topi hitam dan juga masker, atribut pelengkap penyamaran mereka.


"Di sini sulit mencari makanan halal tuan"sekertaris Steven menjawab singkat,hanya mengaduk-aduk jus di hadapan nya,tanpa berniat meminum sedikit pun.


"Oh,dia hamba Allah yg taat kan?aku bahkan tidak pernah shalat lima waktu sefull diri nya"rasa nya malu sendiri,William ingat biru selalu melaksana kan kewajiban nya dengan cepat, sementara William jika tidak di suruh tentu saja dia tidak ingat.


"Saya ke gereja juga jarang"sekertaris Steven memang menganut agama Kristen, sebagai agama resmi dan juga mayoritas di Inggris.


"Cih! Kristen KTP"cibir William, kedekatan nya dengan sekertaris Steven bahkan melebihi hubungan sahabat seperti biasa nya, mereka saling melindungi bagai saudara kembar.

__ADS_1


Di pojok kantin tampak biru duduk sendiri,membuka kotak bekal yg memang di siap kan oleh nyonya lisa.mencari makanan halal di kantin ini memang sedikit sulit, karena itu biru selalu membawa bekal.


"Bismillah"setelah mengucap basmallah,biru perlahan menyuap kan sesendok demi sesendok nasi ke dalam mulut mungil nya.


Di samping kotak bekal, terdapat sebuah botol minum,dan juga obat-obatan yg harus di minum biru.


"Nona anda butuh sesuatu?"seorang pengawal bertanya pada biru,jika biasa nya biru akan menjawab dengan suara yg lembut, sekarang dia hanya menggeleng pelan.


Sejenak biru merasa di perhati kan, begitu menoleh ternyata tidak ada yg memperhati kan nya,hanya dua orang laki-laki yg mengguna kan topi serta masker.


Tidak mau ambil pusing.biru bergegas menghabis kan bekal nya,meminum obat lalu meminta bodyguard untuk mengantar nya ke sebuah masjid yg berada di jantung kota London.


Walau pun terkenal dengan mayoritas agama Kristen baik itu protestan atau pun katolik.inggris juga memiliki beberapa masjid yg tersebar di seluruh penjuru kota, masjid-masjid dengan arsitektur yg cukup indah dan juga megah.


Berhenti di masjid,biru segera mengambil wudhu karena adzan sudah berkumandang,begitu juga dengan William yg ikut turun dari dalam mobil.


"Anda mau ke mana tuan muda?"sekertaris Steven bertanya polos.


"Shalat"satu kata yg berhasil membuat sekertaris Steven mengeryit bingung,tapi tidak urung ia juga mengangguk.


Tidak lama dari kepergian willliam,netra tajam milik sekertaris Steven melihat seorang gadis yg tampak sangat familiar bagi nya.


Nisa,ya itu gadis yg berapa akhir ini selalu mengganggu fikiran sekertaris Steven.gadis itu berjalan dengan busana simpel yg terkesan sangat elegan,berjalan santai melewati mobil Lamborghini milik sekertaris Steven.


"Nona Kim anda di sini?"langkah Nisa terhenti,menoleh ke arah samping,di mana sekertaris Steven berdiri tegap.


"Hem?"mengeryit bingung.


"Sedang apa Anda di sini nona Kim?"sekertaris Steven memasang wajah full senyum yg tidak bisa,di lihat banyak orang.


"Shalat"singkat padat dan jelas,Nisa kembali melangkah,meninggal kan sekertaris Steven yg masih memandang tubuh Nya dari belakang.


Di dalam masjid,biru sudah duduk bersimpuh di atas sejadah.memakai mukena putih,yg menjadi mahar nya ketika william menikah dengan nya.


Bahkan seselesai nya shalat, biru masih belum beranjak dari atas sajadah nya.menghela nafas kasar, Karena kegundahan hati nya belum berkurang.


"Ya Allah ya Tuhan ku,beri kan hamba kekuatan"hanya itu dia dari biru.sebelum ia benar-benar beranjak dari atas sajadah nya.


Sejenak biru mengeryit,netra nya memicing menatap sebuah punggung lebar yg sangat tidak asing bagi nya, punggung itu,ya punggung itu.


"Ku rasa itu bukan dia"biru bergumam lirih sembari memakai sepatu putih milik nya.


Dua bodyguard nya ternyata masih menunggu di luar area masjid, berjalan cepat,biru memandang ke arah jam tangan nya,si kembar pasti sudah sampai di mansion.


Benar saja,begitu sampai di mansion , terlihat Rosse dan Rossi sedang belajar bersama.


"Mommy di mana Daddy"biru diam,mengecup puncak kepala Rosse,tidak ada satu jawaban yg keluar dari bibir mungil nya.


Seharian ini biru habis kan untuk mengurus segala kebutuhan Rosse dan juga Rossi, menghabis kan waktu untuk mengerja kan tugas kuliah.


Menjelang tengah malam,mobil pribadi sekertaris Steven sampai di parkiran Mansion.


Ke dua laki-laki tampan itu turun dengan raut wajah lelah, perkejaan terlalu banyak.


"Bersih kan diri mu Steven, kembali ke Mansion utama untuk makan malam bersama"sekertaris Steven mengangguk.


"Hufh andai ada biru"William mendesah pasrah,biasa nya senyum tulus biru menyambut kepulangan nya.


Tapi,William sedikit mengeryit heran.di dalam bathtub sudah tersedia air hangat,dan juga pakaian rapih di atas kasur.

__ADS_1


Mendadak hati William berbunga-bunga,menyadari mungkin biru yg menyiap kan semua kebutuhan nya.


"Hangat nya"William sejenak memejam kan mata, mengusir rasa lelah.seharian ini tenaga nya benar-benar terkuras habis, karena perkejaan yg semakin hari semakin banyak.


Di dapur Mansion,biru sedang berkutat dengan peralatan dapur,trauma itu memang nyata,tapi biru beranggapan jika tidak bertemu langsung dengan William semua akan baik-baik saja.


Tidak memerlu kan waktu lama, beberapa hidangan sudah tersaji rapih di atas meja,biru sesegera mungkin pergi dari sana,dia takut jika bertemu William dia bisa mendadak histeris,dan membangun kan seisi Mansion.


Biru tidak tau,dari lantai atas, seseorang memandangi nya.william, laki-laki tampan yg berstatus suami sah biru tengah memandangi sang istri,dengan perasaan tidak karuan.


"Terima kasih sudah menjadi istri yg baik,dan maaf karena aku bukan suami yg baik dan pantas untuk mu"William bergumam pelan.


"Kau sudah datang Steven?"saat sampai di bawah,William menyapa sang sahabat.


"Iya tuan muda, siapa yg memasak semua ini?bukan kah semua maid sudah tidur?"sekertaris Steven tentu tau pasti semua maid sudah tidur,jam bahkan sudah menunjuk kan pukul 00:00 waktu setempat.


"Biru"sekertaris Steven mengulum senyum tipis nya, melihat mata William yg mendadak berubah menjadi berbinar penuh kebahagiaan.


"Ayo makan!"William duduk lebih dulu.mengambil nasi beserta lauk pauk,harum masakan dari biru terasa sangat menyengat, kepandaian nya dalam memasak memang tidak perlu di ragu kan lagi.


"Saya pamit tuan muda"sekertaris Steven undur diri setelah acara makan malam berdua selesai.


"Hm"gumam William singkat.bukan nya kembali ke dalam kamar,William malah melangkah kan kaki nya menuju kamar si kembar Rosse dan Rossi.


Ceklek!pintu di buka secara perlahan,terlihat tiga orang kesayangan William terlelap di dalam satu selimut.


Biru tidur di tengah, sementara Rosse dan juga Rossi di samping kanan dan juga kiri.


"have a good night's sleep"William mengecup kening Rossi,Rosse dan juga biru.


Senyum lebar terukir di bibir nya, melihat tiga orang yg paling ia sayangi,tidur dengan baik, hati William sedikit merasa tenang.


Biru mengerjap kan mata nya pelan, memegang dahi nya, karena bermimpi seseorang mengecup nya.melihat ke arah sekeliling, biru yakin ini hanya mimpi.


"Mommy kenapa belum tidull?"lousse ikut duduk,mata nya masih terpejam.


"Princess tidur lah dulu,mommy akan segera tidur"biru turun dari ranjang,membuka pintu penghubung balkon.


Udara sejuk menerbang kan rambut sebahu milik biru,berjalan menuju balkon,entah kenapa biru merasa sedikit tenang, karena hempasan angin malam yg terasa sangat dingin.


Biru sedikit melirik ke arah samping, ternyata pintu penghubung antara balkon dan juga kamar milik William sudah tertutup rapat.


"Andai saja kau tidak melakukan itu,mungkin aku akan berusaha mencintai mu"


Biru awal nya ingin belajar mencintai William,walau pun trauma itu masih terasa melekat hebat.tapi,dalam beberapa detik William mampu membuat trauma yg selalu biru pendam,kembali kambuh.


Bukan tidak mau.hanya saja,biru merasa tidak siap jika ia harus bertemu dengan William secara langsung.biru takut alam bawah sadar nya bisa berubah-ubah,bisa saja nanti biru bertindak brutal seperti orang gila,dan menyakiti banyak orang.


Pijak kan kaki biru mendadak gamang,tubuh nya terduduk di lantai.air mata luruh begitu saja,biru benar-benar takut jika William kembali memaksa nya seperti dulu.


"Mommy"Rossi bergumam pelan,dia ikut bangun,sekedar untuk mengechek keberadaan biru.


Tangan mungil milik Rossi mengepal erat,dia tidak menyukai biru menangis.biru adalah ibu nya, Wanita itu tidak boleh menetes kan air mata sedikit pun.


"Maaf karena aku membiar kan mommy menikah dengan Daddy"Rossi menyandar kan tubuh mungil nya di dinding.


Perasaan nya tengah kacau sekarang.bagaimana tidak? Dia melihat sang ibu menangis,meringkuk di balkon, seorang diri.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

__ADS_1


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.


__ADS_2