
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Setelah perdebatan panjang,tentang siapa yang tua dan arti tua yang sebenar nya.
Mereka semua berkumpul untuk makan siang,makan siang yang di bawa biru ternyata sangat nikmat.
Biru terus tersenyum melihat perhatian yang di tunjuk kan oleh Rahardian pada Nya.
Satu Minggu kemudian.
Sudah satu Minggu sejak hari itu.chika tidak bertemu biru dan keluarga lagi setelah nya, pekerja di restauran dan juga tugas kuliah nya yang cukup menumpuk membuat waktu Chika tidak senggang.
dan hari ini,entah apa yang terjadi.rahardian meminta Chika untuk datang ke rumah nya.
dengan gaun berwarna putih corak bunga-bunga sakura,dan Tote bag berwarna hitam,Chika melangkah masuk.
"duduk lah Chika, silahkan di nikmati."biru mempersilah kan Chika untuk duduk lebih dulu,sembari meletak kan jus jeruk dan juga beberapa biskuit.
"terima kasih mbak."jawab Chika.
__ADS_1
"kau sudah datang Chika?"Rahardian memandang sendu ke arah Chika,duduk di sebelah sang mahasiswi.
tanpa aba-aba, Rahardian segera mendekap erat tubuh mungil Chika, menelusup kan kepala nya di ceruk leher Chika.
"eh,eh pak Rahardian kenapa?"Chika bertanya bingung, karena perubahan sikap Rahardian yang tiba-tiba.
tidak dengan biru,dia hanya diam.tangan nya meremas pelan lengan William,takut Chika akan hancur begitu mendengar kenyataan yang akan di sampai kan oleh William.
"iya oke honey tidak akan terjadi apa-pun."William memenang kan biru.
"ada apa pak?apa ini ada hubungan nya dengan penyelidikan kedua orang tua ku?."tanya Chika bingung,menatap heran ke arah biru dan William.
Rahardian menggenggam erat tangan Chika, tatapan nya benar-benar sendu.
"maksud pak Rahardian apa?apa tuan William berhasil menemukan keluarga ku?ibu ku?siapa dia?."tanya Chika beruntun, menatap sendu ke arah Rahardian.
"kau tetap harus menyayangi nya, menghormati nya dan juga menghargai nya."
perkataan Rahardian semakin melantur entah kemana.
"kata kan dengan cepat pak!"teriak Chika tidak sabar,menatap tajam ke arah Rahardian.
__ADS_1
"ibu mu seorang pelac*r terkenal."
jeduar.
Chika memejam kan mata nya,mendadak kepala nya berubah berdenyut, pandangan nya menggelap.
ini lah resiko nya,dan siap tidak siap Chika harus menerima nya.
"aku ingin bertemu dengan nya,ku mohon bawa aku bertemu dengan nya."pinta Chika,menggoyang kan lengan Rahardian.
"Chika,kau pasti akan kecewa nanti.jangan seperti ini,ku mohon.dia belum tentu mau bertemu dengan mu."Rahardian menggeleng tidak mengizin kan.
menghela nafas panjang.rahardian enggan melihat Chika sakit hati karena penolakan ibu kandung nya kelak.
"tapi aku ingin bertemu dengan nya,setidak nya sekali seumur hidup ku.aku ingin tau bagaimana wajah nya dan juga alasan membuang ku."pinta Chika.
"Chika,kau nanti akan sakit hati."biru menggeleng melarang.
"jangan seperti ini,biar kan Chika pergi.dia tetap ibu nya, bagaimana pun dari rahim wanita itu lah Chika lahir."William memberi kan izin pada Rahardian,untuk membawa Chika bertemu dengan ibu kandung nya.
"baik lah,tapi aku akan ikut.jadi kau tidak perlu kecewa seorang diri."
__ADS_1