
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Rosse ikut grandpa yuk?kita ketemu grandma"tuan besar Smith menggandeng tangan mungil Rosse,sementara tangan sebelah nya lagi menggendong Garfiel.
"Glandpa Ndak bellat Gending empus nya?"Rosse mendongak ke atas, melihat bagaimana tuan besar Smith dengan santai nya menggendong kucing gembul,yg membuat Rosse menangis kencang tadi.
"Tidak sayang, grandpa kan kuat"tuan besar Smith menjawab dengan tegas,meyakin kan Rosse bahwa diri nya kuat, untuk sekedar menggendong kucing gembul ini.
"Glandma!"Rosse langsung memekik ketika melihat nyonya Lisa tengah duduk di kasur,sembari membaca sebuah novel,berjudul baby CEO (tragedi cinta satu malam),karya: bidadari ayah.
"Hey cucu grandma"nyonya Lisa tersenyum lebar, lalu mendekat ke arah Rosse, mengecup ke dua pipi gembul milik Rosse.
"Kau habis menangis sayang? kenapa?apa grandpa menyakiti mu?"nyonya Lisa terkejut ketika melihat bekas air mata di pipi chubby milik Rosse.
"Ndak glandpa Ndak jahat,empus nya Yg jahat, Lousse mau Gendong eh mpus nya bellat"nyonya Lisa terkekeh pelan mendengar perkataan dari Rosse.
"Ayo makan malam"mereka bertiga langsung turun untuk makan malam secara bersamaan,di meja makan sudah duduk dokter Vilton, William,Steven, Rossi dan juga biru,hanya Nisa yg belum kelihatan.
"Mommy! mommy-mommy!tadi ada empus besall mommy,millip sama Dalgom punya nya nona Kim,gembul mommy, Lousse tadi nangis kallena Ndak kuat Gendong nya"Rosse berceloteh ketika melihat biru sedang meletak kan makanan untuk Rossi.
"Dalgom sedang di Korea sayang,duduk lah mommy akan menyuapi mu"biru menggendong tubuh mungil putri nya,lalu menduduk kan tubuh Rosse di kursi.
Mengambil piring,biru bersiap menyuap kan sesendok nasi beserta lauk ke mulut sang putri,sebelum sebuah tangan kekar menyerobot nya,biru menggeram dalam hati,menatap tajam ke arah William yg dengan tidak sopan nya mengambil sendok milik nya.
"Biar aku yg menyuapi Rosse"William perlahan mulai menyuapi Rosse,semua orang tampak tertegun melihat kedekatan Rosse,ayah dan anak,kata yg cocok untuk mewakil kan kedekatan mereka.
"Kau sudah cocok jadi ayah William,ku harap kau segera menyusul ku"di Antara semua orang yg ada di meja,hanya dokter Vilton yg memiliki sifat humoris tinggi,dia yg paling bisa mencair kan suasana.
"Cih!menikah saja belum"tuan besar Smith tertawa,nada penuh ejekan terdengar jelas dari bibir pria paruh baya itu.
"Aku sudah menemu kan calon mempelai nya,hanya tunggu izin dari nyonya besar"raut wajah serius dokter Vilton membuat nyonya Lisa penasaran,apa ada sesuatu yg di sembunyi kan putra angkat nya itu.
"Siapa?mommy akan melamar kan nya?"kasih sayang nyonya Lisa kepada Steven dan juga Vilton sama seperti kasih sayang nya pada William,putra kandung nya.
"Nona Kim"sebuah nama yg lolos dari bibir Vilton yg membuat mereka terkejut, terutama nyonya Lisa yg memiliki niat untuk menjodoh kan Nisa dengan sekertaris Steven.
"Tidak mommy ingin menjodoh kan nya dengan Steven!"Nyonya Lisa langsung berteriak keras,dia sangat tidak menyukai keinginan Vilton.
Senyum lebar terukir di bibir biru,untuk pertama kali nya dia merasa kan kehangatan keluarga,berkumpul dan juga bersama-sama menghabis kan waktu,duduk bersama dan saling bercerita.
"Malam"mereka semua menoleh secara bersamaan ke arah Nisa yg baru saja datang,biru dengan sigap mengambil kan makanan untuk nona nya itu, senyum manis terukir, walaupun biru melihat wajah pucat milik Nisa terlihat jelas.
"Nona Kim kau baik-baik saja?"Rossi yg pertama kali menampakan kekhawatiran nya Kepada Nisa,mengangguk Nisa memulai memakan makanan nya.
__ADS_1
"Nona Kim mau kah kau menikah dengan ku?"nisa tersentak, Untung saja dia tidak tersedak karena mendengar lamaran dari dokter Vilton yg sangat mendadak.
"Hei Vilton kau tidak boleh menikah sebelum aku!"Ketus willliam,menghapus ujung bibir Rossi yg terdapat nasi, dengan penuh kasih sayang, pemandangan yg cukup langka bagi banyak orang,tidak biasa nya William seperhatian itu.
"Tuan muda,kau kan sudah memiliki dua orang anak,apa kau tega melihat ku jomblo sendiri"dokter Vilton menunjuk ke arah Rosse yg berada di pangkuan William,dan juga Rossi yg duduk di dekat biru.
"Ndak! lousse anak nya Daddy bukan anak nya uncle"Rosse menyanggah dengan polos,tidak menyadari perkataan nya melukai hati William,mata tajam itu perlahan meredup.
Sedih.ya,tidak tau apa yg terjadi, tapi perkataan Rosse berhasil menembus jantung William,hati nya terasa sakit mendengar nya,ada apa ini,pada hal dia sangat menyayangi Rosse.
"Mrs.Lisa,besok kita akan pergi ke butik untuk memilih bahan baju,dan juga warna Nya"Nisa tidak memperduli kan lamaran yg di ajukan oleh dokter Vilton kepada nya, seperti biasa dia hanya memasang wajah datar.
"Baik lah sayang"nyonya Lisa tersenyum tipis ketika melihat dari tadi sekertaris Steven memperhati kan Nisa,lebih tepat nya Cincin berlian yg bertengger indah di jari manis gadis itu.
Karena hari sudah malam,William memutus kan untuk menggendong Rosse,membawa peri kecil nya itu ke dalam kamar,malam hari ini,William berniat untuk tidur bersama dengan Rosse.
"Maaf tuan muda, putri saya mau anda bawa ke mana?"belum juga menapaki tangga pertama,biru langsung menghenti kan langkah William,wajah ibu muda itu terlihat tidak suka,bahkan sangat.
"Tidur bersama ku"singkat.
Biru mengepal kan tangan nya geram,meninju punggung itu dari belakang,tapi hati biru kembali terasa nyeri,seharus nya yg menemani Rosse tidur sekarang adalah Daddy kandung nya.
"Wuih Kamal nya uncle besal"Rosse langsung turun dari gendongan William,dan mulai menyusuri kamar besar itu,salah satu kamar utama di mansion Smith.
Kamar William memiliki nuansa putih dan juga emas,jendela besar di kamar William menghubung kan langsung dengan taman belakang mansion yg sangat indah,dengan bermacam-macam jenis bunga dari berbagai negara.
Kaca besar yg tembus pandang itu membuat Rosse bisa melihat keindahan taman belakang,dengan banyak lampu-lampu sebagai penerang,menambah keindahan taman pribadi milik Nyonya Lisa.
"Indah kan princess?grandma Lisa sendiri yg menanam bunga nya"William ikut berjongkok di dekat Rosse,mengelus Surai panjang milik putri dari biru.
"Uncle killa-killa, lousse lahil punya Daddy Ndak yak?, temen-temen Lousse punya Daddy sama mommy,cuma Lousse yg Ndak punya Daddy"Rosse mendongak,menatap ke arah netra milik William yg sama persis seperti milik nya,tak ada perbedaan sedikit pun di antara mereka.
"Tentu saja princess, kenapa bertanya seperti itu?,kita lahir di dunia lengkap dengan Daddy dan mommy,tidak ada yg lahir sendiri"William mengelus tangan mungil di genggaman nya.
Rosse menoleh kan mata nya keluar,tampak dia sudah mulai berkaca-kaca,mungkin kah perkataan Rossi ada benar nya,bahwa Daddy mereka jahat,tapi hati kecil Rosse terus menampik hal itu.
"Bellallti benall kata loussi,Daddy nya lousse jahat,kalau lousse lahill dengan Daddy dan mommy,lalu di mana Daddy uncle? lousse mau Daddy,mau main sama Daddy,tidull sama Daddy,cellita sama Daddy, lousse lelah di hina telllus oleh ollang-olang,kallena Lousse Ndak punya Daddy"
Deg!
Jantung William terasa di himpit batu besar,untuk bernafas pun susah,dengan mata nya sendiri dia melihat kesedihan dan juga penderitaan dari seorang gadis kecil yg lahir tanpa ayah,lalu apa kabar dengan wanita yg di perkosa oleh nya waktu itu,apa kah anak nya juga mengalami hal yg sama seperti Rosse,peri kecil nya.
Tanpa di sadari oleh william dan biru, mereka berada di satu atap yg sama,dengan benang merah yg mengikat jari kelingking mereka.laki-laki yg di cari oleh biru, adalah William,yg juga Daddy dari anak-anak nya,Rosse dan Rossi.
"Rosse,mungkin saja Daddy Rosse sedang berkerja sekarang,kan untuk kalian juga, karena kerja nya jauh jadi Daddy jarang pulang"willliam mencoba menenang kan Rosse yg sibuk menghapus air mata nya.
__ADS_1
"Uncle bohong! lousse memang Ndak punya Daddy,mommy sendilli yg bilang,mommy Ndak punya foto Daddy pada hal Lousse mau lihat Daddy, Lousse lellah uncle di maki-maki sama tetangga kallena Ndak punya Daddy, lousse kata nya anak pellacull"
Tangan William mengepal erat, urat-urat tangan nya bahkan terlihat,dia tidak suka ada yg berani-berani nya menyakiti peri kecil nya.
"Its oke princess,ini sudah malam lebih baik kau tidur,besok uncle akan mengajak mu jalan-jalan"William menggendong Rosse,lalu meletak kan nya di kasur king size milik nya.
Lalu ikut merebah kan tubuh nya,satu lengan nya di jadi kan bantalan untuk Rosse, sementara satu tangan nya lagi menepuk-nepuk punggung mungil itu.
"Kau mau uncle baca kan dongeng princess?"mendadak William teringat sebuah buku dongeng yg baru saja dia beli, ketika mendapat kan kabar bahwa Rosse akan ikut terbang ke Inggris.
"Mau"Rosse berkata dengan lesu,dan serak karena menangis.
"Baik lah princess"William membuka halaman pertama dari buku dongeng,dengan sampul seorang putri mengenakan gaun berwarna biru muda,rambut kuning nya di gulung indah dan juga sepatu kaca.
Di lantai bawah,tepat nya di taman belakang, Nisa tengah duduk seorang diri,walau pun dia tahu biru sedari tadi mengawasi nya lewat jendela kamar tamu,namun dia sama sekali tidak memperduli kan nya.
"Nona Kim,semoga kebahagiaan menghampiri mu kelak"gumam biru yg masih setia berdiri di dekat jendela,menatap ke arah Nisa.
Mendongak,udara dingin menusuk kulit nya hingga ke tulang,namun tak sekali pun gadis cantik yg akrab di sapa nona Kim itu beranjak dari duduk nya.
Sekertaris Wahyu.satu nama yg sampai saat ini masih di simpan rapat di hati nya, hingga siapa pun tidak akan bisa mengganti kan Nya, laki-laki dingin yg sekarang sudah tenang di pangkuan sang illahi.
5% saham dari JL group,yg dulu nya atas nama sekertaris Wahyu,kini berubah menjadi nama nya,entah apa yg di ingin kan laki-laki itu,hingga memberi kan saham nya pada nisa.
"Nona sedang apa Anda malam-malam di sini?"sekertaris Steven datang,dia berniat untuk menenang kan diri di sini juga,dengan secangkir coklat hangat,tapi ternyata ada yg lebih dulu mengambil posisi nya.
"Aku tidak bisa tidur,obat tidur ku ketinggalan"untuk pertama kali nya,Nisa berbicara panjang ke pada orang asing.
"Obat tidur?anda mengkonsumsi obat tidur,itu tidak baik untuk kesehatan nona,lebih baik anda pergi ke dokter, psikiater atau terapi"sekertaris Steven duduk di sebelah Nisa,sembari mengamati langit-langit malam.
"Jika aku tidak mengonsumsi obat tidur,aku takut jika tengah malam akan berteriak histeris"Nisa menghela nafas, tragedi yg merenggut nyawa sekertaris Wahyu membekas, hingga menimbul kan trauma tersendiri.
Sekretaris Wahyu,banyak laki-laki yg ingin mengganti kan posisi laki-laki istimewa itu di hati Nisa,tapi percuma untuk membuka hati saja gadis itu enggan.
"Anda sudah mencoba ke psikiater?"tanya Steven yg di jawab anggukan oleh Nisa,senyum tipis terukir ketika mengingat banyak psikiater di Korea yg sudah di datangi oleh nya,tapi tetap tidak ada perubahan sedikit pun.
"Arti nya anda harus berlibur,sekedar menikmati hidup, mengunjungi tempat-tempat wisata yg baru,dan satu hal yg pasti anda harus bahagia"sekertaris Steven menyeruput coklat panas milik nya,tanpa ada niat sedikit pun untuk menawari Nisa.
"Aku sibuk"Nisa memang memiliki jam terbang yg cukup padat, terkadang malam pun dia masih harus berkerja,pada hal dia memiliki sekertaris pribadi,yaitu Lee dan juga Biru,tapi semua nya harus dia yg turun tangan.
"Bos kan bebas nona"Nisa tertawa pelan mendengar perkataan sekertaris Steven,tapi Nisa tidak bisa seperti itu,dia harus mengontrol semua nya sendiri.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.